BAB II KONDISI RUMAH SAKIT
C. Tujuan dan Sasaran
Berdasarkan visi dan misi kedua Gubernur Jawa Timur yaitu terciptanya Kesejahteraan yang Berkeadilan Sosial, Pemenuhan Kebutuhan Dasar Terutama Kesehatan dan Pendidikan, Penyediaan Lapangan Kerja dengan Memperhatikan Kelompok Rentan, RSJM menetapkan tujuan dan sasaran jangka menengah guna mewujudkan visi dan misi Gubernur Jawa Timur tersebut.
Berdasarkan visi dan misi Gubernur Jawa Timur yang telah ditetapkan (misi 2), maka RSJM memiliki tujuan sebagai berikut:
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Adapun indikator tujuan RSJM yang ingin dicapai pada tahun 2020 dapat dijabarkan sebagai berikut:
ο Indeks Kesehatan menjadi 0.786
Sedangkan sasaran jangka menengah (sasaran strategis) juga ditetapkan berdasarkan tujuan RSJM, yaitu kondisi dengan indikator kinerja yang ingin dicapai pada akhir tahun 2020, terdiri dari:
1. Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan jiwa dan non jiwa di RS yang efisien dan efektif meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, dengan indikator kinerja;
ο· Persentase elemen akreditasi RS yang memenuhi Standar Nasional Akreditasi RS menjadi 83%
2. Meningkatnya akuntabilitas kinerja perangkat daerah, dengan indikator kinerja;
ο· Nilai evaluasi implementasi SAKIP perangkat daerah menjadi 90,5 D. SUMBER DAYA MANUSIA
Gambaran selengkapnya keadaan ketenagaan RSJM sampai dengan 31 Desember 2020 dapat dilihat pada Tabel 2.1, Tabel 2.2, dan Tabel 2.3 berikut ini.
Tabel 2.1
Data Terpilah SDM RSJM Berdasarkan Golongan Tahun 2020
Golongan Perempuan Laki-Laki Jumlah
PNS Gol IV 18 8 26
PNS Gol III 123 80 203
PNS Gol II 47 50 97
PTT-PK 41 77 118
Total 229 215 444
Sumber : Laporan Bulanan RSJM
Pada tahun 2020, SDM RSJM berjumlah 444 orang, terdiri dari 229 perempuan dan 215 laki-laki. Berdasarkan Tabel 2.1 dapat terlihat bahwa SDM RSJM berstatus PNS berjumlah 326 orang atau 73,42% dan terdapat 118 orang (26,58%) yang berstatus PTT-PK. Adapun yang berstatus PNS sebagian besar berada pada Golongan III (62,27%), disusul Golongan II (29,75%), dan Golongan IV sebanyak 7,98%, serta tidak ada PNS dengan Golongan I. Pada PNS Golongan III dan Golongan IV terlihat bahwa proporsi perempuan lebih mendominasi, tetapi pada PNS Golongan II dan PTT-PK terlihat jika laki-laki menempati proporsi lebih besar.
Tabel 2.2 menampilkan data terpilah SDM berdasarkan jenis jabatan.
Berdasarkan jenis jabatan yang ada, keperawatan menempati posisi pertama dengan 164 orang atau 36,94% dari seluruh SDM yang ada, disusul tenaga non kesehatan dengan 131 orang (29,50%). Tenaga kesehatan lingkungan menempati proporsi terkecil yaitu 1,35% dan semuanya terdiri dari perempuan (100%).
Tabel 2.2
Data Terpilah SDM RSJM Berdasarkan Jabatan Tahun 2020
Jabatan Perempuan Laki-Laki Jumlah
Struktural 10 9 19
Medis 22 16 38
Psikolog Klinis 5 2 7
Keperawatan 81 83 164
Kefarmasian 19 3 22
Kesehatan Lingkungan 6 0 6
Gizi 10 1 11
Keterapian Fisik 8 4 12
Keteknisian Medis 12 6 18
Teknik Biomedika 12 4 16
Non Kesehatan 44 87 131
Total 229 215 444
Sumber : Laporan Bulanan RSJM
Data pola ketenagaan berdasarkan agama ditampilkan pada Tabel 2.3, terlihat bahwa sebagian besar SDM RSJM memeluk agama Islam (91,44%); disusul agama Kristen Protestan (4,95%); Katholik (2,70%);
serta Hindhu dan Budha masing-masing sebesar 0,45%.
Tabel 2.3
SDM RSJM Berdasarkan Agama Tahun 2020
Agama PNS PTT-PK Jumlah
Budha 0 2 2
Hindhu 1 1 2
Katholik 8 4 12
Kristen Protestan 21 1 22
Islam 296 110 406
Total 326 118 444
Sumber : Laporan Bulanan RSJM
E. ASET
Aset RSJM terdiri atas aset tetap, aset ekstra komptabel, aset tidak berwujud, dan aset lain-lain. Rekapitulasi jumlah aset RSHM pada akhir Tahun 2020 dapat dilihat pada Tabel 2.4.
Tabel 2.4
Rekapitulasi Aset RSJM Per 31 Desember Tahun 2020
No. Jenis Aset Jumlah Nilai (Rp.)
1. Aset Tidak Berwujud
Aset Tidak Berwujud 18 Buah
1.037.265.600,00 1.037.265.600,00 2. Aset Ekstra Komptabel
Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan, Irigasi, dan Jaringan Aset Tetap Lainnya
225 Bh/Set
Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan, Irigasi, dan Jaringan Aset Tetap Lainnya
Konstruksi Dalam Pengerjaan
14.380 Bh/Set
Peralatan dan Mesin Aset Tidak Berwujud
1 Bh/Set 3 Bh
337.587.503,00 325.245.503,00 12.342.000,00
Total 177.128.579.029,13
Sumber : Laporan Mutasi Aset 2020
Dari total besaran aset sebesar Rp177.128.579.029,13; terdiri dari aset tidak berwujud sebesar Rp1.037.265.600,00 (0,59%); aset ekstra komptabel sebesar Rp63.289.835,00 (0,04%); aset tetap sebesar Rp175.690.436.091,13 (99,19%); dan aset lain-lain sebesar Rp337.587.503,00 (0,19%). Pada 01 Januari 2020 keadaan awal total aset sebesar Rp245.274.475.330,77 dan mengalami pengurangan sebesar Rp68.145.896.301,64 atau 17,79%. Mutasi aset terjadi pada:
1. Penambahan aset tidak berwujud sebesar Rp197.010.000,00
2. Penambahan aset tetap sebesar Rp50.532.557.916,36 dan pengurangan sebesar Rp116.296.171.277,00
3. Pengurangan aset lain-lain sebesar Rp2.579.292.941,00
Luasan bangunan RSJM secara keseluruhan sebesar 30.799 mΒ², dengan rincian sebagaimana tersaji pada Tabel 2.5.
Tabel 2.5
Rekapitulasi Bangunan RSJM Tahun 2020
No. Gedung Satuan Luas
1 Gedung Utama Lantai 1 M2 500
2 Gedung Utama Lantai 2 M2 500
3 Gedung Poliklinik Jiwa Lantai 1 M2 435 4 Gedung Poliklinik Jiwa Lantai 2 M2 379 5 Gedung Poli Spesialis Lantai 1 M2 640 6 Gedung Poli Spesialis Lantai 2 M2 640 7 Gedung Poli Spesialis Lantai 3 M2 640
8 Gedung IGD (3 Lantai) M2 1.548
9 Gedung Wijaya Kusuma M2 616
10 Gedung Anggrek M2 1.259
11 Gedung Flamboyan (2 Lantai) M2 1.301
12 Gedung Kenari M2 1.935
13 Gedung Rehabilitasi M2 445
14 Gedung Kesehatan Lingkungan & Dalin M2 122
15 Gedung Laundry M2 96
16 Pos Utara M2 23
17 Pos Selatan M2 23
18 Gedung Gizi M2 348
19 Gedung Radiologi M2 56
20 Gedung Graha Menur Lantai 1 M2 682
21 Gedung Graha Menur Lantai 2 M2 752
22 Gedung Hidrofuur M2 46
23 Gedung Gudang M2 204
24 Gedung Mushola M2 98
25 Gedung Kamar Mayat M2 80
26 Gedung Laboratorium M2 197
27 Gedung Poli Psikologi M2 235
No. Gedung Satuan Luas
28 Gedung Rekreasi M2 288
29 Gedung Prof. Soejonoes M2 364
30 Gedung Puri Mitra M2 305
31 Gedung Napza dan Metadon M2 1.279
32 Gedung Elektromedik M2 261
33 Gedung Rumah Dinas M2 300
34 Gedung Rumah Genset M2 32
35 Gedung Rumah Panel M2 156
36 Gedung Rumah Travo M2 86
37 Gedung Incinerator M2 9
38 Gedung Asrama M2 1.262
39 Gedung Asrama (PMI) M2 1.100
40 Gedung Ruang Mutu PPI M2 125
41 Gedung Instalasi Air Limbah M2 100
42 Gedung Ruang TB DOTS M2 24
43 Gedung Depo Air Minum M2 60
44 Gedung Gudang Laboratorium M2 26
45 Gedung Farmasi Apotek M2 874
46 Gedung Swab M2 60
47 Tempat Parkir (Kanan Gedung Rekreasi)
M2 300
48 Tempat Parkir (Kiri Gedung Rekreasi) M2 210
49 Gedung IPS-RS M2 400
50 Tempat Pembuangan Sementara Limbah B3
M2 120
51 Rumah Dinas Direktur M2 300
52 Gedung Gelatik M2 1.109
53 Gedung Generator Set M2 39
54 Gedung Rumah Genset M2 32
55 Gedung Intensive Care 3 Lantai M2 1.748
56 Gedung Gizi 2 Lantai M2 817
No. Gedung Satuan Luas
57 Gedung Terintegrasi M2 4.107
58 Gedung CSSD M2 128
59 Gedung PCR M2 88
60 Gedung Hydrant 1 M2 200
61 Gedung Hydrant 2 M2 200
62 Gedung Arsip M2 120
63 Gedung Instalasi Air Limbah M2 70
Total M2 30.799
Sumber : Subbag Perlengkapan
F. KAPASITAS TEMPAT TIDUR
Berdasarkan Surat Keputusan Direktur RS Jiwa Menur Nomor 188.4/6133/305/2020, berikut kapasitas tempat tidur di RSJM.
Tabel 2.6
Kapasitas Tempat Tidur RSJM
No Nama Ruang Kelas Jumlah TT Jumlah
Pria Wanita
1 Ruang Rawat Inap Jiwa 111 70 181
Puri Anggrek VIP A 1 1 2
Puri Anggrek VIP B 4 3 7
Puri Anggrek VIP C 2 2 4
Puri Anggrek VIP D 6 6 12
Puri Anggrek Kelas I 8 8 16
Gelatik Kelas II 5 0 5
Gelatik Kelas III 65 0 65
Flamboyan Kelas II 0 5 5
Flamboyan Kelas III 0 25 25
Kenari Selatan Kelas III
20 20 40
2 Ruang Rawat Isolasi Khusus Pasien ODGJ + COVID-19 (Moderate Care)
15 10 25
Wijaya Kusuma Kelas
II 15 10 25
No Nama Ruang Kelas Jumlah TT Jumlah Pria Wanita
3 Ruang Rawat Isolasi Khusus
COVID-19 (Moderate Care) 20
Lavender Kelas I 12
Edelweis Kelas I 8
4 Ruang Rawat Isolasi Khusus
COVID-19 (Low Care) 40
Kenari Utara Kelas II 40
5 Rehabilitasi Napza 20 0 20
Puri Permata Harapan Kelas 3
20 0 20
Jumlah Total 286
Sumber : SK Direktur RSJM
BAB III KINERJA KEUANGAN
A. REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN
Total pendapatan fungsional RSJM yang diperoleh sepanjang Tahun mencapai Rp51.859.037.711,82 atau tercapai 126,49%
dibandingkan target tahunan sebesar Rp41.000.000.000,00. Target tahunan ini telah mengalami penambahan pada PAPBD 2020 sebesar Rp4.350.000.000,00 dibandingkan target pendapatan pada APBD Murni Tahun 2020 sebesar Rp36.650.000.000,00. Secara keseluruhan pendapatan RSJM pada Tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar Rp10.368.768.335,97 atau memiliki Sales Growth Rate (SGR) sebesar 24,99% dibandingkan pendapatan tahun 2019 sebesar.
Berdasarkan Tabel 3.1, terlihat bahwa tidak semua rincian pendapatan dapat melebihi target yang ditetapkan, rincian hasil pemanfaatan aset BLUD hanya dapat mencapai 89,33% dari target.
Tabel 3.1
Realisasi Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2020
Rincian Pendapatan Target (Rp) Realisasi Tahun 2020 (Rp)
% Capaian
Jasa Layanan BLUD 41.000.000.000,00 51.183.255.374,00 126,90 Hasil Pemanfaatan Aset
BLUD 500.000.000,00 446.630.500,00 89,33
Jasa Giro BLUD 90.000.000,00 105.555.012,82 117,28 Penerimaan BLUD Atas
Komisi, Potongan, Atau
Bentuk Lain 75.000.000,00 123.596.825,00 164,80
Total 41.000.000.000,00 51.859.037.711,82 126,49 Sumber : Laporan Bulanan RSJM, diolah
Penerimaan BLUD atas Komisi memiliki capaian realisasi tertinggi dibandingkan target yang ditetapkan, diikuti oleh Jasa Layanan BLUD, serta Jasa Giro BLUD. Tabel 3.2 menyajikan realisasi pendapatan fungsional RSJM pada tahun 2020 per bulannya.
Tabel 3.2
Realisasi Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2020 Per Bulan
Bulan Jasa Layanan BLUD
Hasil Pemanfaatan
Aset BLUD Jasa Giro BLUD
Penerimaan BLUD Atas
Komisi, Potongan, atau
Bentuk Lain
Jumlah
Januari 3.097.668.702,00 107.572.500,00 4.235.720,10 0,00 3.209.476.922,10 Februari 4.489.245.883,00 157.600.000,00 9.210.478,95 0,00 4.656.156.361,95 Maret 2.783.354.844,00 3.412.500,00 9.529.388,90 16.598.397,00 2.812.895.129,90 April 2.501.287.400,00 0,00 11.363.339,04 13.757.820,00 2.526.408.559,04 Mei 1.578.814.287,00 0,00 10.366.220,09 1.422.482,00 1.590.602.989,09 Juni 4.657.581.625,00 3.412.500,00 8.697.061,17 0,00 4.669.691.186,17
Juli 2.387.356.015,00 0,00 6.340.000,00 0,00 2.293.696.172,51
Agustus 5.483.966.051,00 0,00 7.070.030,50 54.017.263,00 5.545.053.344,50 September 4.815.688.480,00 69.440.000,00 7.018.613,42 21.399.864,00 4.913.546.957,42 Oktober 8.787.633.329,00 45.000.000,00 8.943.440,05 0,00 8.841.576.769,05 November 6.411.889.842,00 0,00 11.438.957,16 5.230.500,00 6.428.559.299,16 Desember 4.288.668.916,00 60.193.000,00 11.341.605,93 11.170.499,00 4.371.374.020,93
Total 51.183.255.374,00 446.630.500,00 105.555.012,82 123.596.825,00 51.859.037.711,82 Sumber : Laporan Bulanan RSJM, diolah
Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa jasa layanan BLUD menempati proporsi terbesar dari seluruh pendapatan fungsional yaitu 99,02%; disusul hasil pemanfaatan aset BLUD (0,54%), selanjutnya penerimaan BLUD atas komisi, potongan, atau bentuk lain sebesar 0,28%. Adapun jasa giro BLUD menempati proporsi paling kecil yaitu sebesar 0,16%.
Realisasi pendapatan BLUD bulanan terlihat berfluktuatif, realisasi tertinggi dicapai pada Bulan Oktober 2020, sedangkan realisasi terendah terjadi di Bulan Mei 2020. Rendahnya realisasi pendapatan ini sangat dipengaruhi oleh masa pandemi COVID-19 yang menurunkan volume layanan di RSJM. Meskipun secara komulatif target pendapatan tercapai sebesar 126,49%, tetapi jika dibandingkan dengan target bulanan, tidak setiap bulan dapat mencapai target yang ditetapkan.
Pada awal pandemi yaitu Bulan Maret, April, dan Mei, realisasi pendapatan BLUD berada di bawah target yang ditetapkan, tetapi pada Bulan Juni 2020 realisasi pendapatan BLUD kembali berada di atas target bulanan yang ditetapkan kecuali pada Bulan Juli 2020 karena pembayaran klaim dari pihak ketiga khususnya dalam pelayanan COVID-19 masih belum diverifikasi, sementara volume layanan selain COVID-COVID-19 mengalami penurunan yang sangat berpengaruh pada realisasi pendapatan di bulan tersebut. Gambaran pendapatan fungsional per bulan secara lebih jelas ditampilkan pada Gambar 3.1 berikut ini.
Gambar 3.1
Realisasi Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2020 Per Bulan
Gambar 3.1 menggambarkan realisasi pendapatan fungsional tiap bulan jika dibandingkan dengan target pendapatan bulanan. Pada Bulan Januari sampai dengan Bulan September 2020, target pendapatan sesuai dengan target pendapatan APBD Murni Tahun 2020. Mulai Bulan Oktober 2020 terdapat peningkatan target pendapatan bulanan sebesar Rp362.500.000,00 per bulan atau meningkat sebesar 11,87% karena penyesuaian target pendapatan berdasarkan PAPBD Tahun 2020.
Selanjutnya disajikan rincian pendapatan berdasarkan uraian pendapatan sampai dengan akhir Desember 2020 yang ditampilkan pada Tabel 3.3.
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Target 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,4 3,4 3,4 Realisasi 3,2 4,6 2,8 2,5 1,5 4,6 2,2 5,5 4,9 8,8 6,4 4,3 1,000,000,000.00
2,000,000,000.00 3,000,000,000.00 4,000,000,000.00 5,000,000,000.00 6,000,000,000.00 7,000,000,000.00 8,000,000,000.00 9,000,000,000.00 10,000,000,000.00
Pendapatan (Rupiah)
Tabel 3.3
Realisasi Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2020 Per Uraian Pendapatan
Uraian Pendapatan Target Pendapatan Realisasi Tahun
2020 %
Instalasi Rawat Jalan 1.100.000.000,00 1.648.005.000,00 149,82 Instalasi Rawat Inap 1.000.000.000,00 886.471.796,00 88,65
NAPZA 600.000.000,00 528.471.796,00 88,07
IGD 35.000.000,00 192.891.000,00 551,12
Laboratorium 207.000.000,00 567.293.300,00 274,05 Rehabilitasi Medik 5.000.000,00 4.300.000,00 86,00
Radiologi 40.000.000,00 70.360.000,00 175,90
Instalasi Gizi 300.000.000,00 358.973.500,00 119,66 Instalasi Farmasi 6.030.000.000,00 6.160.515.928,00 102,16 Jaminan Kesehatan
Nasional 16.000.000.000,00 16.160.515.928,00 104,33 Pely. Masyarakat Miskin 4.500.000.000,00 4.596.525.486,00 102,15 Pelayanan Pendidikan 421.800.000,00 561.250.000,00 130,69 Pelayanan COVID-19 10.096.200.000,00 18.925.418.400,00 187,45 Sewa Bangunan 500.000.000,00 446.630.500,00 89,33 Jasa Giro Bank 90.000.000,00 105.555.012,82 117,28 Retur, denda 75.000.000,00 123.596.825,00 164,80 Total 41.000.000.000,00 51.859.037.711,82 126,49 Sumber : Laporan Bulanan RSJM
Berdasarkan Tabel 3.3 terlihat bahwa hampir seluruh layanan/uraian pendapatan dapat memenuhi target yang ditetapkan dalam PAPBD 2020, bahkan beberapa layanan memiliki capaian di atas 200% yaitu layanan IGD dan Laboratorium. Terdapat beberapa layanan masih belum dapat melampaui target meskipun sudah mengalami penyesuaian besaran target dalam PAPBD 2020 yaitu Instalasi Rawat Inap, NAPZA, dan Rehabilitasi Medik, serta sewa bangunan.
Tabel 3.4
Perbandingan Pendapatan Fungsional RS Jiwa Menur Tahun 2019-2020
Rincian Pendapatan Realisasi Tahun 2019 (Rp)
Realisasi Tahun 2020 (Rp)
% Peningkatan
Jasa Layanan BLUD 40.890.990.822,00 51.183.255.374,00 25,17 Hasil Pemanfaatan
Aset BLUD 481.251.168,00 446.630.500,00 (7,19)
Jasa Giro BLUD 86.216.291,85 105.555.012,82 22,43 Penerimaan BLUD
Atas Komisi, Potongan, Atau Bentuk Lain
31.811.094,00 123.596.825,00 288,53
Total 41.490.269.375,85 51.859.037.711,82 24,99 Sumber : Laporan Bulanan RSJM, diolah
Meskipun terlihat bahwa secara total terdapat peningkatan pendapatan sebesar 24,99% dibandingkan pendapatan tahun 2019, tetapi tidak seluruh rincian pendapatan mengalami peningkatan, seperti pada hasil pemanfaatan aset BLUD yang justru mengalami penurunan sebeasr 7,19%; hal ini karena tidak adanya pemanfaatan asrama selama masa pandemi.
Gambar 3.2
Perbandingan Pendapatan Fungsional RS Jiwa Menur Tahun 2019-2020
-10,000,000,000.00 20,000,000,000.00 30,000,000,000.00 40,000,000,000.00 50,000,000,000.00 60,000,000,000.00
Jasa Layanan Pemanfaatan Aset
Jasa Giro Komisi
2019 2020
B. REALISASI ANGGARAN BELANJA
Tabel 3.5 Realisasi Belanja RSJM Tahun 2020
Kode Program/Kegiatan Anggaran Tahun 2020
Realisasi Tahun 2020
%
01 Program Pelayanan Kesekretariatan
8.062.370.000,00 6.593.676.325,00 81,78 01.001 Penyusunan Dokumen
Perencanaan dan Anggaran
44.535.000,00 8.171.365,00 18,35
01.002 Pengelolaan Administrasi
Keuangan 1.024.818.000,00 979.252.004,00 95,55
01.003 Ketatausahaan dan
Kepegawaian 6.993.018.000,00 5.606.252.958,00 80,17 49 Program Peningkatan
Mutu Pelayanan
Kesehatan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya
45.973.986.747,00 36.685.191.401,00 79,80
49.004 Upaya Kesehatan Masyarakat Dalam Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular
200.000.000,00 189.719.881,00 94,86
49.005 Pelayanan Kesehatan
Rumah Sakit 173.750.000,00 158.542.200,00 91,25
49.006 Pelayanan Kesehatan
Rujukan (DAK) 3.620.236.747,00 3.248.766.920,00 89,74 49.007 Pelayanan Kesehatan
Masyarakat (Pajak Rokok) 6.400.000.000,00 5.846.241.673,00 91,35 49.008 Pembinaan Lingkungan
Sosial (DBHCHT) 31.330.000.000,00 23.038.368.077,00 73,53 49.009 Pencegahan dan
Penanganan COVID-19 4.250.000.000,00 4.203.552.650,00 98,91 50 Program Peningkatan
Pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya
48.361.157.478,15 45.829.643.557,00 94,77
50.001 Penguatan Pelayanan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya
48.361.457.478,15 45.829.643.557,00 94,77
00.000 Belanja Tidak Langsung 48.800.640.000,00 47.329.529.270,00 96,99 Total 151.198.154.225,15 136.438.040.553,00 90,24 Sumber Data : Laporan Realisasi Belanja RSJM (AK-18)
Adapun penyerapan belanja non fungsional per bulan dari bulan pada Tahun 2020 ditampilkan pada Tabel 3.6
Tabel 3.6
Penyerapan Belanja Non Fungsional BLUD RSJM (Akumulasi) Tahun 2020
Bulan Anggaran
(Rp) Penyerapan Akumulasi
(Rp) %
Akumulasi
Januari 102.974.874.872,00 1.749.698.601,00 1,70 Februari 102.974.874.872,00 5.991.328.549,00 5,82 Maret 102.974.874.872,00 10.402.831.508,00 10,10 April 93.770.687.672,00 14.872.862.624,00 15,86 Mei 93.770.687.672,00 20.886.666.368,00 22,27 Juni 93.770.687.672,00 25.116.055.993,00 26,78 Juli 93.770.687.672,00 33.633.611.768,00 35,87 Agustus 93.770.687.672,00 39.009.469.291,00 41,60 September 98.020.687.672,00 44.333.494.554,00 45,23 Oktober 102.836.996.747,00 53.843.023.546,00 52,36 November 102.836.996.747,00 64.764.326.667,00 62,98 Desember 102.836.996.747,00 90.608.396.996,00 88,11 Sumber : Laporan Bulanan RSJM
Terlihat dari Tabel 3.6, terdapat perubahan anggaran sejak bulan April 2020 karena adanya PAPBD Mendahului 2 pada Bulan April tersebut.
Dari anggaran murni APBD Tahun 2020, terdapat pengurangan anggaran belanja non fungsional sebesar Rp9.204.187.200,00 yang terdiri dari:
1. Pengurangan Belanja Tidak Langsung Rp4.906.949.200,00;
2. Pengurangan Belanja Langsung Rp4.297.238.000,00
Pada Bulan Oktober 2020 terdapat peningkatan anggaran non fungsional sebesar Rp4.816.309.075,00 sesuai dengan PAPBD 2020.
Jika ditampilkan dalam bentuk grafik, akumulasi penyerapan belanja non fungsional dapat dilihat pada Gambar 3.3.
Gambar 3.3
Penyerapan Belanja Non Fungsional BLUD RSJM (Akumulasi) Tahun 2020
Gambar 3.3 menggambarkan akumulasi realisasi belanja non fungsional sampai dengan bulan tersebut. Terlihat bahwa pada awal tahun realisasi penyerapan belanja non fungsional masih sangat rendah, demikian juga dengan persentase penambahan realisasinya, tetapi terdapat lonjakan percepatan realisasi belanja pada Bulan November menuju Desember yang meningkat lebih dari 15%.
Tabel 3.7
Penyerapan Belanja Non Fungsional BLUD RSJM Berdasarkan Jenis Belanja Tahun 2020 Jenis Belanja Anggaran
(Rp) Penyerapan
(Rp) %
Belanja Pegawai 49.429.956.000,00 47.935.598.270,00 96,98 Belanja Barang dan
Jasa
6.918.948.500,00 5.461.489.761,00 78,94
Belanja Modal 46.488.092.247,00 37.211.308.965,00 80,04 Total 102.836.996.747,00 90.608.396.996,00 88,11
1.7 5.82
10.1 15.86
22.27
26.78 35.87 41.6
45.23
52.36 62.98
88.11
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
Persentase Realisasi (%)
Tabel 3.7 menyajikan data penyerapan belanja non fungsional menurut jenis belanjanya. Berdasarkan jenis belanjanya, realisasi terbesar belanja non fungsional terdapat pada belanja pegawai, sedangkan belanja barang dan jasa memiliki persentase penyerapan paling rendah.
Adapun penyerapan belanja fungsional per bulan dari bulan Januari sampai dengan Desember 2020 ditampilkan pada Tabel 3.8.
Tabel 3.8
Penyerapan Belanja Fungsional BLUD RSJM (Akumulasi) Per Bulan Tahun 2020
Bulan Anggaran (Rp)
Penyerapan Akumulasi (Rp)
% Akumulasi
Januari 40.850.000.000,00 69.821.400,00 0,17 Februari 40.850.000.000,00 2.006.674.994,00 4,91 Maret 40.850.000.000,00 5.552.689.335,00 13,52 April 40.850.000.000,00 8.125.077.131,00 19,89 Mei 40.850.000.000,00 12.575.780.812,00 30,79 Juni 40.850.000.000,00 15.386.782.456,00 37,67 Juli 40.850.000.000,00 18.568.320.309,00 45,45 Agustus 40.850.000.000,00 21.277.992.284,00 52,09 September 40.850.000.000,00 23.944.851.118,00 58,62 Oktober 48.361.157.478,15 29.189.418.673,00 60,36 November 48.361.157.478,15 35.368.572.334,00 73,13 Desember 48.361.157.478,15 45.829.643.557,00 94,77
Sumber : Laporan Bulanan RSJM
Penyerapan belanja fungsional ditampilkan pada Tabel 3.8, yang menunjukkan realisasi belanja fungsional sampai akhir Tahun 2020 sebesar 94,77%. Persentase realisasi ini lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja non fungsional karena adanya beberapa kendala pembangunan gedung yang dibiayai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Pada belanja fungsional, realisasi belanja pegawai juga memiliki persentase realisasi tertinggi, dalam hal ini belanja modal memiliki realisasi terendah (Tabel 3.9).
Tabel 3.9
Penyerapan Belanja Fungsional BLUD RSJM Berdasarkan Jenis Belanja Tahun 2020 Bulan Anggaran
(Rp) Penyerapan
(Rp) %
Belanja Pegawai 4.172.951.600,00 4.056.766.000,00 97,22 Belanja Barang dan
Jasa
41.370.615.878,15 40.047.516.496,00 96,80
Belanja Modal 2.817.590.000,00 1.725.361.061,00 61,24 Total 48.361.157.478,15 45.831.143.557,00 94,77 Sumber : Laporan Bulanan RSJM
Gambar 3.4
Penyerapan Belanja Fungsional BLUD RSJM (Akumulasi) Tahun 2020
0.17
4.91 13.52
19.89 30.79
26.78
45.45 52.09
58.62 60.36
73.13 94.77
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
Persentase Realisasi (%)
C. INDIKATOR KINERJA KEUANGAN Tabel 3.10
Realisasi Indikator Kinerja Keuangan Tahun 2020
3 Periode Pengalihan Piutang (Collection Period)
64,30 57,53 31,13
4 Perputaran Aset (Fixed Asset Turn Over)
0,24 0,11 0,38
5 Imbalan Atas Aset
(Return on Asset) 0,03 0,03 (0,40)
6 Imbalan Atas Equitas (Return on Equity)
10 Pertumbuhan Pendapatan
4,91 (1,94) 24,58
11 Rasio Produktivitas
Karyawan*) 91.510 42.875 116.800
Sumber Data : Bagian Keuangan
*) Dalam Ribuan
Kas dan Setara Kas
Kewajiban Jangka Pendek π₯ 100%
Aset Lancar
Kewajiban Jangka Pendek π₯ 100%
Piutang Usaha x 360
Pendapatan Usaha π₯ 1 hari
Pendapatan Operasional
Aset Tetaπ π₯ 100%
Surplus atau Defisit sblm Keuntungan/kerugian
Aset Tetap x 100%
Surplus atau Defisit sblm Keuntungan/kerugian
Ekuitas x 100%
Pendapatan Fungsional BLUD Biaya Operasional x 100%
Pendapatan Fungsional BLUD Total Belanja BLUD
Biaya Pelayanan BLUD Total Biaya BLUD
Pend. Fungsionaltβ Pend. Fungsionaltβ1 Pend. Fungsional tβ1
Pendapatan Fungsional BLUD Jumlah Pegawai
Jika dibandingkan dengan target yang tercantum dalam RBA Tahun 2020, terdapat beberapa indikator keuangan yang sudah sesuai dengan target, bahkan melebihi target yang ditetapkan, seperti cost recovery rate, tingkat kemandirian, rasio kas, rasio lancar, periode penagihan piutang, persentase beban operasional, pertumbuhan pendapatan, dan produktivitas karyawan.
Jika dibandingkan dengan realisasi indikator kinerja keuangan pada Semester 1 Tahun 2020, terdapat beberapa indikator yang mengalami peningkatan atau perbaikan yaitu rasio kas, rasio lancar, periode pengalihan piutang, cost recovery, pertumbuhan pendapatan, dan tingkat produktivitas karyawan. Tingkat kemandirian keuangan RS justru mengalami penurunan karena meningkatnya realisasi belanja modal terkait adanya penambahan anggaran dalam PAPBD 2020 dengan jeni Belanja Modal.
Pengukuran Cost Recovery Rate (CRR) dan Tingkat Kemandirian (TK) keuangan RSJM diperlukan guna mengukur efektifitas dan efisiensi kinerja rumah sakit yang menerapkan PPK-BLUD. CRR adalah rasio yang menunjukkan seberapa banyak belanja operasional rumah sakit dapat dibiayai dari pendapatan fungsionalnya. Sementara Tingkat Kemandirian (TK) merupakan rasio yang menunjukkan seberapa mampu rumah sakit membiayai seluruh belanja dari pendapatan fungsionalnya, baik belanja operasional maupun belanja investasinya (belanja modal). Perhitungan CRR dan Tingkat Kemandirian Keuangan RSJM mulai Bulan Januari sampai dengan Desember Tahun 2020 secara bulanan maupun akumulasi ditampilkan pada Tabel 3.11 dan Tabel 3.12.
Pada Tabel 3.11 CRR Bulan Oktober berada di atas 100%, karena pendapatan RS per bulan mencapai titik tertinggi sementara realisasi belanja operasional lebih kecil dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.
Nilai CRR bulanan terendah berada pada Bulan Juli 2020 yang disebabkan oleh rendahnya pendapatan fungsional tetapi realisasi belanja operasional justru berada pada titik tertingi. Secara akumulatif, nilai CRR tertinggi berada pada Bulan November, tetapi kembali menurun pada Bulan Desember karena peningkatan pendapatan fungsional tidak sebanding (Lebih kecil) dengan peningkatan realisasi belanja operasional.
Tingkat Kemandirian Keuangan secara bulanan menempati nilai tertingi pada Bulan Agustus, tetapi secara akumulatif nilai Tingkat Kemandirian Keuangan Tertinggi berada pada Bulan Oktober sebesar 49,45%
selanjutnya kembali menurun hingga pada akhir tahun hanya mencapai 38,01%.
Tabel 3.11
Perhitungan CRR dan Tingkat Kemandirian Per Bulan Tahun 2020
Sumber Data : Bagian Keuangan
Tabel 3.12
Perhitungan CRR dan Tingkat Kemandirian Akumulasi Tahun 2020
Sumber Data : Bagian Keuangan
Bulan CRR (%) Tingkat
Kemandirian (%)
Januari 176,39 176,39
Februari 75,36 75,36
Maret 36,27 35,48
April 38,23 35,72
Mei 15,82 15,20
Juni 66,81 66,33
Juli 23,28 19,61
Agustus 70,49 68,58
September 72,88 61,49
Oktober 138,29 59,93
November 62,10 37,59
Desember 25,88 12,04
Bulan CRR (%) Tingkat
Kemandirian (%)
Januari 176,39 176,39
s.d. Februari 98,34 98,34
s.d. Maret 67,79 67,05
s.d. April 59,05 57,42
s.d. Mei 45,65 44,22
s.d. Juni 49,40 48,06
s.d. Juli 44,18 41,68
s.d. Agustus 47,80 45,29
s.d. September 50,45 47,19
s.d. Oktober 58,44 49,45
s.d. November 58,91 47,42
s.d. Desember 53,19 38,01
Secara ringkas, realisasi pengukuran CRR dan Tingkat Kemandirian Keuangan secara komulatif sampai dengan akhir Tahun 2020 disajikan pada Tabel 3.13.
Tabel 3.13
Perbandingan CRR dan Tingkat Kemandirian RSJM Tahun 2020
No Indikator Nilai
1 Cost Recovery Rate (CRR) 53,19
2 Tingkat Kemandirian 38,01
Sumber Data : Bagian Keuangan
BAB IV KINERJA NON KEUANGAN
A. KINERJA LAYANAN
1. Instalasi Rawat Jalan, Psikologi, dan Kesehatan Jiwa Anak &
Remaja
Tabel 4.1
Kunjungan Rawat Jalan RSJM Tahun 2020
Uraian K. Baru K. Lama Total
L P β L P β L P β
Jiwa 236 87 323 12.978 6.833 19.811 13.214 6.920 20.134
Umum 227 327 554 81 96 177 308 423 731
Spesialis Paru 6 3 9 63 54 117 69 57 126
Spesialis Kulit &
Kelamin 10 1 11 10 6 16 20 7 27
Spesialis Saraf 23 23 46 133 151 284 156 174 330 Spesialis
Psikiatri 338 335 673 3.587 2.668 6.255 3.925 3.003 6.928
SKBN 95 103 198 13 7 20 108 110 218
Spesialis Internis 7 3 10 37 25 62 44 28 72
Spesialis
Psikogeriatri 65 57 122 1.278 1.286 2.564 1.343 1.343 2.686 Spesialis
Jantung 0 0 0 5 5 10 5 5 10
Jiwa Anak dan
Remaja 213 138 351 1.952 699 2.651 2.165 837 3.002
VCT 70 26 96 1.488 179 1.667 1.558 205 1.763
Spesialis Gigi
dan Mulut 87 92 179 351 70 421 438 162 600
Psikologi 79 135 214 42 49 91 121 184 305
Rehabilitasi
Medik 23 22 45 30 23 53 53 45 98
MBCU 72 74 146 211 181 392 283 255 538
JUMLAH 1.551 1.426 2.977 22.259 12.332 34.591 23.810 13.758 37.568 Sumber Data : Seksi Rekam Medis
Komposisi kunjungan pasien lama mendominasi kunjungan rawat jalan yaitu sebesar 92,08%;
sedangkan proporsi kunjungan pasien baru sebanyak 7,92%.
Komposisi kunjungan pasien rawat jalan berdasarkan gender
menunjukkan bahwa pasien laki-laki menempati proporsi lebih besar yaitu 63,38% dan pasien perempuan sebanyak 36,62%.
Tabel 4.2
Kunjungan Rawat Jalan RSJM Berdasarkan Debitur Per Bulan Tahun 2020
Bulan JKN PBI
JKN NPBI
BIAKES Kota SBY
SPM Umum SK Dir. Total
Januari 890 1.195 366 16 45 1.336 0 3.848
Februari 609 1.071 206 196 0 1.197 0 3.279
Maret 607 1.114 327 225 1 1.080 9 3.363
April 614 958 269 88 1 828 218 2.976
Mei 569 846 191 43 30 561 68 2.308
Juni 754 829 311 138 5 987 53 3.077
Juli 774 842 97 174 0 908 59 2.854
Agustus 663 940 17 360 1 859 97 2.937
September 724 907 483 13 1 958 0 3.086
Oktober 764 581 409 6 0 950 0 2.710
November 725 968 392 6 0 1.963 0 4.054
Desember 702 974 439 10 0 951 0 3.076
JUMLAH 8.395 11.225 3.507 1.275 84 12.578 504 37.568 Sumber Data : Seksi Rekam Medis
Berdasarkan data pada Tabel 4.2 terlihat bahwa kunjungan tertinggi tercapai pada Bulan November. Pada Bulan Januari kunjungan juga tinggi tetapi cenderung menurun pada setiap bulannya karena dampak pandemi, tetapi cenderung mengalami peningkatan di akhir tahun.
Jika dilihat menurut jenis debiturnya, proporsi terbanyak kunjungan pasien rawat jalan merupakan pasien umum sebesar 33,48%; disusul pasien JKN Non PBI sebesar 29,88%; dan pasien PBI 22,35%.
10 besar Diagnosa penyakit terbanyak sepanjang tahun 2020 ditampilkan pada Tabel 4.3. Terlihat bahwa di antara 10 diagnosa tersebut terdapat 1 diagnosa yang bukan termasuk diagnosa gangguan jiwa yaitu urutan ke 4 (HIV).
Tabel 4.3
10 Besar Diagnosa Rawat Jalan RSJM Tahun 2020
No. Kode Diagnosa Jumlah
1. F25 Schizoaffective disorders 3.647
2. F20.5 Residual schizophrenia 2.424
3. F20.3 Undifferentiated schizophrenia 1.012 4. F06 Other specified mental disorder brain
damage and dysfunction/physical disease 738 5. B20 Human immunodeficiency virus (HIV)
disease resulting in infectious and parasitic disease
573
6. F32 Severe Depresive episode without
psychotic symptoms 433
7. F70 Mild mental retardation 307
8. F84 Pervasive developmental disorders 298
9. F41 Other anxiety disorder 298
10. F20 Schizophrenia 264
Sumber Data : Seksi Rekam Medis
2. Instalasi Rawat Inap Jiwa dan Non Jiwa
Layanan rawat inap jiwa akan disajikan pada Tabel 4.4 sedangkan layanan rawat inap non jiwa pada Tabel 4.5 berikut ini.
Tabel 4.4
Layanan Rawat Inap (Jiwa) RSJM Tahun 2020
Uraian L P Jumlah
Masuk Rumah Sakit (MRS) a. MRS Pasien Baru Keluar Rumah Sakit (KRS)
a. Sembuh
b. Permintaan Keluarga c. Rujuk
Hari Perawatan 34.215 14.625 48.840
Lama Dirawat 33.019 16.565 49.584
Sumber Data : Seksi Rekam Medis
Jumlah pasien jiwa yang Masuk Rumah Sakit (MRS) masih dinominasi oleh pasien lama (63,88%); sedangkan pasien baru sebesar 36,12%. Terlihat juga pada Tabel 3.4 bahwa pasien MRS laki-laki memiliki komposisi yang lebih besar yaitu 67,97% dibandingkan pasien perempuan yang hanya 32,03%.
Dari total pasien jiwa yang Keluar Rumah Sakit (KRS), sebanyak 97,19% dinyatakan sembuh, tetapi ada 2,25% pasien jiwa yang KRS karena permintaan keluarga, serta 0,19% pasien lari dari perawatan.
Tabel 4.5
Layanan Rawat Inap (COVID-19) RSJM Tahun 2020
Uraian L P Jumlah
Masuk Rumah Sakit (MRS) a. MRS Pasien Baru Keluar Rumah Sakit (KRS)
a. Sembuh
b. Permintaan Keluarga c. Rujuk
Indikator Pelayanan Rawat Inap Tahun 2020
NO. INDIKATOR
LAYANAN RAWAT INAP
JIWA RAWAT INAP
Tabel 4.7
Pasien Rawat Inap RSJM Berdasarkan Debitur Per Bulan Tahun 2020
Bulan Umum BPJS
PBI BPJS
NPBI JKD P100
JKD SBY
SPM Biakes Total
Januari 31 94 57 113 1 4 0 303
Februari 35 65 54 71 0 8 1 245
Maret 30 57 69 101 14 1 0 279
April 39 48 43 45 8 6 0 195
Mei 51 45 32 19 7 0 1 157
Juni 132 58 44 15 2 4 0 258
Juli 168 60 38 8 2 1 0 279
Agustus 104 63 41 23 1 3 0 236
September 88 66 43 39 6 5 1 251
Oktober 49 78 52 30 4 2 0 216
November 27 85 58 56 2 6 0 237
Desember 72 58 51 75 6 4 0 269
JUMLAH 826 777 582 595 53 44 3 2.880
Sumber Data : Seksi Rekam Medis
Sumber Data : Seksi Rekam Medis