2.3 Identifikasi Data Kompetitor .1. Data Kota Singkawang
2.3.1.1.6. Tujuan Wisata
1. Taman Rekreasi Sinka Island Park
Gambar 2.120 Sinka Island Park Sumber : humas.singkawangkota.go.id
Salah satu tujuan wisata baru di Singkawang terletak di kawasan wisata Teluk Karang/Teluk Ma'jantuh. Terletak sebelah selatan kota Singkawang 8 km sebelum memasuki kota Singkawang. Dari pinggir jalan raya Pontianak - Singkawang berjarak 3 km. Keunikan taman rekreasi ini terletak di pinggir pantai dan menampilkan hewan-hewan langka lokal maupun luar daerah, taman rekreasi ini juga memiliki jembatan yang dibangun menuju pulau Simping. Selain itu pengelola menyediakan delman maupun kuda bagi pengunjung untuk disewa untuk mengelilingi taman rekreasi ini.
2. Taman Pasir Panjang Indah
Gambar 2.121 Taman Pasir Panjang Indah Sumber : humas.singkawangkota.go.id
Taman Pasir Panjang Indah merupakan tempat tujuan wisata pertama yang ada di kota Singkawang sebelum munculnya taman rekreasi yang lain.
Beberapa fasilitas disediakan pengelola kawasan pantai ini untuk kenyamanan dan memanjakan para pengunjungnya agar dapat menikmati keindahan pantai dan laut disekelilingnya, diantaranya : Palapa Beach Hotel, Kolam Renang, Diskotik, Circuit Roadrace, Bumi Perkemahan, Pusat Jajanan, Gedung Pertemuan, Restoran.
3. Palm Beach
Gambar 2.122 Palm Beach Sumber : humas.singkawangkota.go.id
Palm Beach dahulu dikenal Taman Impian Pasir Panjang yang letaknya bersebelahan dengan Taman Pasir Panjang Indah, jika masuk dari pingir jalan raya Singkawang-Pontianak akan melewati perbukitan kecil kurang lebih 1.5 km baru sampai di pantai. Selain itu juga dapat masuk dari Taman Pasir Panjang Indah melewati pintu gerbang di pinggir pantai. Fasilitas yang disediakan pengelola untuk kenyamanan pengunjung : Hotel, Kolam Renang, Kantin, Bumi Perkemahan, Arena Offroad, Area Volly Pantai.
4. Taman Bukit Bougenville
Gambar 2.123 Taman Bougenville Sumber : humas.singkawangkota.go.id
Terletak di Sijangkung 6 km dari pusat kota Singkawang, taman ini banyak ditumbuhi berbagai jenis bunga serta memiliki koleksi puluhan varietas bougenville. Pengelola menyediakan fasilitas untuk pengunjung seperti : Kolam renang anak-anak, Penjualan souvenir dan aneka bibit bunga, Kantin yang menyediakan makanan dan minuman jus buah yang tumbuh di taman rekreasi ini.
Dari taman ini pengunjung dapat memandang gunung Passi serta Viara Surga Neraka dari kejauhan.
5. Wisata Alam Hang Moy
Gambar 2.124 Hang Moy Sumber : humas.singkawangkota.go.id
Hangmoy adalah nama suatu tempat juga nama sungai yang berhulu di gunung Poteng sebagian masyarakatnya dari etnis tionghoa berpropesi sebagai petani sehingga nuansa pedesaan masih sangat terasa. Pada bulan-bulan tertentu masyarakat tionghoa menjadiakan sungai Hangmoy tempat pelaksanaan mandi Pehcun yang terletak 6 km dari Kota Singkawang. Tempat yang menarik untuk dikunjungi karena pengunjung dapat menikmati hutan yang masih alami.
6. Taman Rekreasi Teratai Indah
Gambar 2.125 Teratai Indah Sumber : humas.singkawangkota.go.id
Taman Rekreasi ini terletak 2 km dari pusat Kota Singkawang, fasilitas yang disediakan pengelola untuk pengunjung yaitui : Kolam Renang, Restoran, Sepeda air yang disewakan untuk mengitari danau. Pengunjung juga dapat melihat keindahan perbukitan yang tampak dari kejauhan.
7. Batu Belimbing
Gambar 2.126 Batu Belimbing Sumber : humas.singkawangkota.go.id
Bongkahan batu yang unik karana proses alam bentuk batu menyerupai buah belimbing, masyarakat setempat menyebutnya batu bergantung karena letaknya seperti terapung diatas air. Batu Belimbing ini terletak di daerah Pajintan dengan jarak 8 km sebelah timur kota Singkawang. Tempat sangat menarik untuk dikunjungi karena pengunjung dapat menikmati hutan disekitarnya yang masih alami.
8. Gunung Roban
Gambar 2.127 Gunung Roban Sumber : humas.singkawangkota.go.id
Terletak di Roban 4 km sebelah timur kota Singkawang, Letak yang tidak terlalu jauh dari pusat kota menjadikan tempat ini lokasi favorit warga yang menyukai olahraga Hiking. Dari puncaknya yang tidak terlalu tinggi akan tampak aktivitas kora Singkawang dari kejauhan.
9. Taman Burung
Gambar 2.128 Taman Burung Sumber : humas.singkawangkota.go.id
Terletak di tengah kota di pinggir sungai Singkawang yang tepatnya di jalan Merdeka di depan kantor walikota lama. Tempat ini cocok untuk santai di sore hari bersama keluarga dan kegiatan lainnya, serta pada malam hari taman ini dipenuhi anak-anak remaja yang santai menikmati indahnya lampu yang berwarna-warni. Remaja setempat menyebutnya Taman Mess Daerah karena letaknya persis disamping Mess Daerah Singkawang.
2.3.1.2.Data Cap Go Meh
Perayaan Cap Goh Meh di Singkawang biasanya ditandai dengan arak-arakan para Tatung menuju vihara atau klenteng. Perayaan dipercaya sudah dilaksanakan turun temurun sejak 200 tahun yang lalu. Perayaan Cap Go Meh di kota Singkawang atau yang dikenal dengan kota seribu kelenteng sudah menjadi agenda tahunan Visit Kalbar. Apalagi dalam menyambut Visit Indonesia tahun 2010, perayaan yang dilaksanan selama 3 hari berturut-turut ini selalu dipersiapkan dengan sebaik mungkin. Total sudah ada 4 rekor yang diciptakan Singkawang dalam rangka perayaan Cap Go Meh, yakni pada tahun 2008, rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) diperoleh dengan Replika Naga terbesar dengan tinggi kepala 8,42 meter, panjang 2,98 meter dan diameter 5,00 meter.
Gambar 2.129 Ekor Naga Raksasa Sumber : http://efprizan.blogspot.com (2008)
Kemudian tahun 2010, Kue keranjang yang memecahkan rekor MURI dengan tinggi 99 centimeter, diameter 2,88 meter, dan berat 8,735 ton.
Gambar 2.130 Kue Keranjang Raksasa
Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3494240
Dua rekor lainnya yakni lampion dengan catatan tinggi 23 meter dan diameter 32 meter dan rekor perarakan tatung terbanyak, yakni 777 orang.
Gambar 2.131 Lampion Raksasa
Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=174300962
Pada hari pertama perayaan Cap Go Meh tahun 2010, Singkawang mengadakan seminar kebudayaan bertajuk “Cap Go Meh dalam Kerangka Bhinneka Tunggal Ika” di Gedung Sun Moon, Singkawang. Hadir sebagai pembicara, antara lain Pastor Dr. Robini Marianto, OP dari Pusat Kajian Asia Timur UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta; Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa; Dekan FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak, Dr Aswandi; dan mantan Wakil Kepala Staf TNI-AD Letnan Jenderal (Purn) Kiki
Syahnakri. Di malam harinya, Festival Lampion pun diselenggarakan. Berbagai jenis mobil hias dan figur dekoratif lain berbaris menyusuri jalan-jalan arteri dan tikungan-tikungan di kawasan pertokoan. Puluhan ribu warga berdiri di sepanjang tepi jalan, menyaksikan parade jalanan dengan antusias.
Gambar 2.132 Festival Lampion Sumber : Hireka Eric @ facebook (2010)
Pada hari kedua, orang-orang akan ke Stadion Kridasana, tempat akan berlangsungnya pentas seni dan hiburan pada malam harinya. Pada pagi hari, di Stadion Kridasana sudah terdapat Lampion raksasa dan Kue Keranjang Raksasa yang menarik banyak perhatian masyarakat. Tepat diseberang, terdapat pameran fotografi bertajuk “Singkawang: Jade of Equator“ memajang foto-foto perayaan Cap Go Meh tahun lalu. Foto-foto tersebut merupakan jepretan delapan fotografer kondang Indonesia, salah satunya yang saya ingat ialah Jay Subyakto. Sekitar pukul 10 pagi, para Tatung (orang yang tubuhnya dimasuki roh dewa) memulai aksi pembersihan jalan dari gangguan roh jahat. Tepatnya di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, yang merupakan vihara terbesar di kota Singkawang, para Tatung
dari segala penjuru kota akan diarak oleh tandu-tandu beralaskan bilah pisau dan bergigi paku sambil diiringi tetabuhan simbal dan genderang.
Gambar 2.133 Tatung melakukan aksi pembersihan jalan Sumber : Hireka Eric @ facebook (2010)
Pada malam hari, keramaian dipusatkan di Stadion Kridasana. Di sini berbagai acara hiburan digelar, seperti lagu-lagu yang dinyanyikan para jawara karaoke Mandarin se-ASEAN, atraksi barongsai dan liong, kembang api, tarian Dayak dan Eropa, peragaan busana rancangan Clara Niken, dan paduan suara.
Semua acara ditampilkan hingga larut malam.
Gambar 2.134 Gambar Panggung Hiburan Sumber : Hireka Eric @ facebook (2010)
Sampailah pada hari ke-3 perayaan Cap Go Meh, sejak jam 5 pagi tetabuhan simbal dan genderang sudah meramaikan suasana. Secara beriringan, arak-arakan bergerak menuju ke pusat kota. Di beberapa titik, misalnya di dekat patung Naga Emas yang menjadi maskot Kota Singkawang, telah dipersiapkan altar persembahan. Di dekat altar dipajang pula babi-babi merah utuh yang akan dipotong-potong dan dibagikan kepada warga sekitar (semacam zakat). Ada juga beberapa benda seni yang akan dilelang selama perayaan berlangsung. Pada hari inilah atraksi tatung mencapai puncaknya. Mereka menusukkan pipi mereka dengan bilah-bilah logam. Ada pula yang memakai teralis jendela, bilah payung, tombak, pedang, dan lain-lain. Para tatung pun tidak hanya berasal dari kalangan pria dewasa, tetapi juga wanita dan bahkan anak-anak. Tidak hanya menusukkan benda tajam, beberapa dari mereka juga mengisap darah ayam dan anjing. Arak-arakan terus menjalankan tugasnya berkeliling dari satu altar ke altar lain di setiap sudut kota hingga menjelang petang hari.
2.3.2. Data Kota Manado