• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil dari uji normalitas dan homogenitas data hasil belajar siswa pada kedua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dibaca pada

4.5 Analisis Akhir

4.5.1 Uji Analisis Akhir Data Hasil Belajar Siswa

Uji analisis data hasil belajar siswa dilakukan dengan statistik parametris menggunakan uji t. Pengujian analisis perbedaan dilakukan untuk menguji hipotesis perbedaan dengan bantuan program SPSS versi 20. Ketentuan uji t yaitu apabila thitung≥ttabel atau nilai signifikansi <0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sebaliknya, apabila thitung<ttabel atau nilai signifikansi ≥0,05, maka Ho diterima dan

Ha ditolak (Priyatno 2012: 83). Hasil pengujian analisis perbedaaan dapat dibaca pada tabel 4.9 berikut ini.

Tabel 4.9. Analisis Uji Hipotesis Data Hasil Belajar

Levene's Test for Equality of Variances

t-test for Equality of Means

F Sig. T Df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Equal variances assumed Equal variances not assumed 0,15 ,904 2,407 56 ,019 3,466 1,439 ,582 6,349 2,407 55,957 ,019 3,466 1,439 ,582 6,349

Berdasarkan tabel 4.9 tersebut, dari hasil uji Independent Sample T Test

diperoleh thitung = 2,407 dan diketahui ttabel = 2,003, serta signifikansi 0,019. Berdasarkan tabel 4.9, diketahui bahwa thitung >ttabel (2,407>2,003) dan signifikansi hasil belajar <0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada materi bermain alat musik melodis antara kelas yang menerapkan strategi Practice Rehearsal Pairs dan kelas yang menerapkan strategi ekspositori disertai metode demonstrasi. Pengujian analisis hasil belajar selanjutnya menggunakan uji t dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 20. Ketentuan uji t yaitu apabila thitung≥ ttabel atau nilai signifikansi <0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sebaliknya, apabila thitung<ttabel atau nilai signifikansi ≥ 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak.

Hasil pengujian analisis dapat dibaca pada tabel berikut.

Tabel 4.10. Analisis Uji Hipotesis Keefektifan Data Hasil Belajar

One-Sample Test Test Value = 79,43

T Df Sig. (2-tailed) Mean Difference 95% Confidence Interval of the

Difference

Lower Upper

Eksperimen 3,359 28 ,002 3,467 1,35 5,58

Berdasarkan hasil uji One Sample T Test diperoleh thitung hasil = 3,359 dan signifikansi 0,002. Berdasarkan tabel 4.10, maka dapat disimpulkan thitung > ttabel (3,359>2,048) dan signifikansi hasil <0,05 (0,002<0,05), jadi Ho ditolak yang berarti hasil belajar siswa di kelas IV yang menerapkan strategi Practice Rehearsal Pairs pada pembelajaran materi bermain alat musik melodis lebih baik daripada hasil belajar siswa di kelas yang menerapkan strategi ekspositori disertai metode demonstrasi pada materi bermain alat musik melodis.

4.6 Pembahasan

Seni Budaya dan Keterampilan di sekolah dasar memiliki fungsi dan tujuan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan dalam berkarya dan berapresiasi. Tujuan pembelajaran seni musik yakni yang berada dalam lingkup kelompok mata pelajaran estetika dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 23 Tahun 2006 adalah membentuk karakter siswa menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses, proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. Suasana yang nyaman dan menyenangkan serta komunikasi aktif timbal balik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006, Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran SBK bidang seni musik di Sekolah Dasar mencakup memainkan alat musik, apresiasi dan ekspresi karya seni musik. Salah satu dari ruang lingkup seni musik tersebut yaitu kemampuan memainkan alat musik yang terdapat pada silabus SBK kelas IV pada materi bermain alat musik melodis. Materi bermain alat musik melodis merupakan materi pelajaran yang masuk pada Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan bidang seni musik, yaitu mengapresiasi dan

mengekspresikan karya seni musik dengan memperhatikan dinamika melalui berbagai ragam lagu daerah dan wajib dengan iringan alat musik. Peneliti memfokuskan penelitian pada standar kompetensi mengekspresikan diri melalui karya seni musik dan kompetensi dasar memainkan alat musik melodis sederhana dengan materi bermain alat musik melodis.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV di SD Negeri Tembok Luwung 01 Kabupaten Tegal pada Selasa, 31 Maret 2015, didapatkan informasi bahwa pada pembelajaran seni musik guru hanya mengandalkan strategi ekspositori disertai metode demonstrasi. Strategi ekspositori disertai metode demonstrasi tersebut merupakan strategi dan metode pembelajaran yang berpusat pada guru. Padahal, menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 pembelajaran seni musik harus interaktif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. Selain itu, menurut Gagne dalam

Rifa‟i dan Anni (2011: 95) yang menyatakan bahwa untuk meningkatkan hasil belajar diperlukan adanya repetisi dalam pembelajaran. Merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 dan teori yang dikemukakan Gagne tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan menerapkan strategi

Practice Rehearsal Pairs pada pembelajaran seni musik materi bermain alat musik melodis.

Kegiatan pembelajaran untuk keperluan penelitian ini dilaksanakan mulai 18 April sampai dengan 2 Mei 2015. Sampel penelitian yaitu kelas IV A sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B sebagai kelas kontrol. Masing-masing kelas berjumlah 35 siswa, sedangkan sampel yang digunakan untuk per kelas hanya

sebanyak 29 siswa berdasarkan perhitungan tabel krecjie. Daftar nama siswa selengkapnya dapat dibaca pada lampiran 1 dan 2. Mata pelajaran yang diambil dalam penelitian ini, yaitu Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) materi bermain alat musik melodis dengan pelaksanaan keseluruhan empat kali pertemuan. Dua kali pertemuan di kelas kontrol dan dua kali pertemuan di kelas eksperimen. Alokasi waktu per pertemuan untuk masing-masing kelas yaitu dua jam pelajaran. Hal tersebut disesuaikan dengan silabus kelas IV semester 2 serta berdasarkan kesepakatan antara peneliti dan kedua guru kelas IV SD Negeri Tembok Luwung 01 Kabupaten Tegal.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan strategi

Practice Rehearsal Pairs terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran SBK materi bermain alat musik melodis, khususnya pada permainan pianika. Keefektifan penerapan strategi Practice Rehearsal Pairs dibaca dari perbandingan nilai hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang menerapkan strategi Practice Rehearsal Pairs dan kelas kontrol yang menerapkan strategi ekspositori disertai metode demonstrasi. Pembahasan mengenai hasil belajar siswa akan dijelaskan sebagai berikut.

Dokumen terkait