• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

C. Metode Analisis Data

3. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji heteroskedestisitas, dan uji multikolonieritas.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel independen dan variabel dependen keduanya mempunyai distribusi normal atau mendekati normal (Ghozali, 2011:160). Dalam penelitian ini, uji normalis menggunakan Normal Probability Plot (P-P Plot). Suatu variabel dikatakan normal jika gambar distribusi dengan titik-titik data yang menyebar di sekitar garis diagonal, dan penyebaran titik-titik data searah mengikuti garis diagonal (Ghozali, 2011:163).

Selain itu, uji statistik lain yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik non-parametrik Kolmogorov- smirnov (K-S). Jika nilai signifikansi dari kolmogorov-smirnov lebih besar dari 0,05 berarti data normal (Ghozali,2011).

b. Uji Heteroskedestisitas

Uji Heteroskedestisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap maka disebut homoskedestisitas, jika berbeda disebut heteroskedestisitas. Model Regresi yang baik adalah homoskedestisitas (Ghozali, 2011:139). Deteksi ada atau tidaknya

63 heteroskedestisitas dapat dilihat dari ada atau tidaknya pola tertentu dari grafik scatterplot. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit) maka mengindikasikan bahwa telah terjadi heteroskedestisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik yang menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedestisitas (Ghozali, 2011:139).

Untuk memperkuat bahwa data bebas dari heteroskedastisitas, data akan diuji kembali dengan Uji Spearman’s Rho. Menurut Priyatno (2013:66) menjelaskan bahwa untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dengan melakukan analisis korelasi spearman antara residual dengan masing-masing variabel independen. Jika nilai signifikansi antara variabel independen dengan residual lebih dari 0,05, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

c. Uji Multikolonieritas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen (Ghozali, 2011:105). Deteksi ada atau tidaknya multikolonieritas dalam model regresi adalah dilihat dari besaran VIF (Variance Inflation Factor) dan Tolerance (TOL). Regresi bebas dari masalah multikolonieritas jika nilai VIF <10 dan nilai TOL >10 (Ghozali, 2011:106).

64

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e 4. Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda. Analisis regresi linier berganda merupakan alat analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu antara Kompensasi (X1), Kepemimpinan (X2), lingkungan kerja (X3), dan Kepuasan Kerja (Y). Mencari persamaan garis regresi dengan menggunakan rumus :

Dimana :

Y = Kepuasan kerja Karyawan a = Konstanta X1 = Kompensasi X2 = Kepemimpinan X3 = Lingkungan Kerja b1, b2, b3 = Koefesien Regresi e = Eror

Terkait dengan penggunaan alat uji regresi berganda, terdapat beberapa analisis yang digunakan, antara lain :

65 a. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien Determinasi (R2) bertujuan mengukur seberapa jauh kemampuan variabel independen (pengaruh kompensasi, kepemimpinan, dan lingkungan kerja) dalam menjelaskan variasi variabel dependen (Kepuasan kerja). Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai yang mendekati satu berarti variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen (Ghozali, 2011:97).

Kelemahan mendasar koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Setiap penambahan satu variabel independen maka R2 pasti meningkat tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan nilai R2. Jika nilai R2 adalah 1 berarti fluktuasi variabel dependen seluruhnya dapat dijelaskan oleh variabel independen dan tidak ada faktor lain yang menyebabkan fluktuasi variabel dependen. Nilai R2 berkisar dari 0 sampai 1. Jika mendekati 1 maka semakin kuat kemampuan variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen. Sebaliknya, jika nilai R2 semakin mendekati angka 0 berarti semakin lemah kemampuan variabel independen untuk dapat menjelaskan fluktuasi variabel dependen (Ghozali, 2011:97).

66 b. Uji Simultan (Uji Statistik F)

Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen untuk mengambil keputusan hipotesis diterima atau ditolak dengan membandingkan tingkat signifikansi sebesar 0,05. Jika Probability F lebih besar dari 0,05 maka model regresi tidak dapat digunakan atau memprediksi variabel dependen dengan kata lain variabel independen secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (Ghozali, 2011:98).

c. Uji Parsial (Uji Statistik T)

Uji statistik t digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen dan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen dengan tingkat signifikansi 0,05. Jika nilai probability t lebih besar dari 0,05 maka tidak ada pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen (koefisien regresi tidak signifikan) sedangkan jika nilai probability t lebih kecil dari 0,05 maka terdapat pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen koefisien regresi signifikan (Ghozali, 2011:98).

67

D.Operasional Variabel Penelitian

Variabel-variabel dalam penelitian ini diukur melalui instrumen- instrumen yang telah digunakan dan dikembangkan oleh penelitian-penelitian sebelumnya. Penggunaan instrument-instrumen dalam penelitian-penelitian terdahulu dimungkinkan karena telah teruji tingkat validitas dan reabilitasnya. Terdapat empat variabel yang akan diukur dalam penelitian ini yaitu kompensasi, kepemimpinan, lingkungan kerja, dan kepuasan kerja. Berikut akan diuraikan definisi dari variabel-variabel yang digunakan.

1. Variabel Independen (X)

Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kompensasi, kepemimpinan, dan lingkungan kerja. Skala dalam pengukuran ini menggunakan skala Likert. Menurut Sugiyono (2009:134) Skala Likert adalah jenis skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang kejadian atau gejala sosial yang sedang berlangsung.

Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen adalah sebagai berikut :

a. Kompensasi

Variabel kompensasi diukur dengan menggunakan instrument yang dikembangkan oleh Rivai (2009:744) dari jenis kompensasi finansial langsung diantaranya terdiri dari pembayaran karyawan dalam bentuk upah dan insentif.

68 Upah merupakan imbalan finansial langsung yang dibayarkan kepada karyawan berdasarkan jam kerja, jumlah barang yang dihasilkan atau banyaknya pelayanan yang diberikan (Rivai, 2009:758). Ada lima buah indikator yang menjabarkan upah, masing-masing ke lima buah indikator tersebut adalah sebagai berikut :

1) Ikatan kerjasama 2) Kepuasan kerja 3) Motivasi 4) Disiplin

5) Ketentuan pemerintah

Insentif diartikan sebagai bentuk pembayaran yang dikaitkan dengan kinerja, sebagai pembagian keuntungan bagi karyawan akibat peningkatan produktivitas (Rivai, 2009:767). Ada empat buah indikator yang menjabarkan insentif, masing-masing ke empat buah indikator tersebut adalah sebagai berikut :

1) Semangat 2) Tanggung jawab 3) Kualitas

4) Kuantitas

b. Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, atau seni mempengaruhi perilaku manusia baik perorangan maupun kelompok (Thoha,2010:9). Variabel kepemimpinan diukur

69 dengan menggunakan empat buah indikator dalam teori jalur-tujuan yang dikemukakan oleh Robert House dalam Robbins (2002:16), masing- masing ke empat buah indikator tersebut adalah sebagai berikut :

1) Kepemimpinan direktif 2) Kepemimpinan pendukung 3) Kepemimpinan partisipasif

4) Kepemimpinan yang berorientasi pada prestasi

c. Lingkungan Kerja

Variabel Lingkungan Kerja diukur dengan menggunakan instrument yang dikembangkan oleh Nitisemito (2000:183) yang mengemukakan bahwa lingkungan kerja adalah sesuatu yang ada disekitar para pekerja dan yang mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan. Menurut Sedarmayanti (2001:21) menyatakan bahwa secara garis besar, jenis lingkungan kerja terbagi menjadi 2 yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik.

1) Lingkungan kerja fisik

Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan yang berbentuk fisik yang terdapat disekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Berikut faktor-faktor lingkungan kerja fisik menurut Nitisemito (2000) yang dijadikan indikator dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

70 a) Pewarnaan b) Penerangan c) Udara d) Suara bising e) Ruang Gerak f) Keamanan g) Kebersihan

2) Lingkungan kerja non fisik

Lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja baik hubungan dengan atasan maupun hubungan sesama rekan kerja, ataupun hubungan dengan bawahan (Sedarmayanti, 2001:31). Berikut lima aspek lingkungan kerja non fisik yang dijadikan indikator dalam penelitian ini, yaitu :

a) Struktur kerja

b) Tanggung jawab kerja

c) Perhatian dan dukungan pemimpin d) Kerjasama antar kelompok

e) Kelancaran komunikasi.

2. Variabel Dependen (Y)

Variabel ini sering disebut variabel terikat. Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel independen atau variabel bebas. Skala pengukurannya adalah dengan skala Likert. Menurut Sugiyono

71 (2009:93) Skala Likert adalah jenis skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang kejadian atau gejala sosial yang sedang berlangsung.

Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah kepuasan kerja karyawan. Variabel kepuasan kerja diukur dengan menggunakan instrument yang dikembangkan oleh Rivai (2009:858) yang mengungkapkan bahwa kepuasan kerja merupakan evaluasi yang menggambarkan seseorang atas perasaan sikapnya senang atau tidak senang, puas atau tidak puas dalam bekerja. Untuk mengukur variabel kepuasan kerja digunakan tiga buah indikator yang dikemukakan oleh Edward Lawler, ketiga indikator itu meliputi :

a) Memenuhi kebutuhan dasar karyawan

b) Memenuhi harapan karyawan yang sedemikian rupa, sehingga mungkin tidak mau pindah kerja ke tempat lain.

c) Memenuhi keinginan karyawan dengan mendapat lebih dari apa yang diinginkan karyawan.

72

Tabel 3.1

Operasional Variabel Penelitian

Bersambung pada halaman berikutnya

Variabel Sub variabel Indikator Nomor

Angket Skala Kompensasi (X1) Rivai (2009:744) a. Upah b. Insentif Ikatan kerjasama Kepuasan individu Motivasi Disiplin Ketentuan pemerintah Semangat Tanggung jawab Kualitas Kuantitas 1,2 3,4 5 6 7 8 9 10 11 Likert Kepemimpinan (X2) Robert House dalam Robbins (2002:16) a. Direktif b. Pendukung c. Partisipatif d. kepemimpi nan berorientasi pada prestasi Mengetahui apa yang diharapkan pemimpin Pengarahan khusus dalam penyelesaian tugas Ramah Kepedulian Berkonsultasi Mempertimbang- kan saran Menetapkan tujuan yang menantang Mengharapkan bawahan untuk berprestasi 1 2 3 4 5 6 7 8 Likert

73 Tabel 3.1 (Lanjutan)

Variabel Sub variabel Indikator Nomor

Angket Skala Lingkungan Kerja (X3) Nitisemito (2000) a. Lingkungan Kerja Fisik b. Lingkungan Kerja Non Fisik Pewarnaan Penerangan Udara Suara bising Ruang Gerak Keamanan Kebersihan Struktur kerja Tanggung jawab kerja Perhatian dan dukungan pemimpin Kerjasama antar kelompok Kelancaran komunikasi. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13,14 Likert Kepuasan Kerja (Y) Rivai (2009:475) a. Memenuhi kebutuhan dasar b. Memenuhi harapan karyawan c. Memenuhi keinginan karyawan Sistem kompensasi yang sesuai. Hubungan yang baik antar karyawan Pekerjaan yang sesuai dengan jabatan Dapat memberikan saran Mendapat penghargaan Mempunyai kesempatan yang sama dalam meningkatkan karir. 1,2 3 4 5 6 7 Likert

74

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A.Ruang Lingkup Penelitian 1. Fokus

Penelitian ini difokuskan pada pembahasan analisis pengaruh kompensasi, kepemimpinan, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan.

2. Lokus

Lokus/tempat penelitian ini dilakukan di PT. Oni Jaya yang berlokasi di Jl. Raya Serang Km 14, Dukuh Cikupa Tangerang Banten.

3. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2015 sampai dengan bulan September 2015.

B.Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah singkat Perusahaan

PT. Oni Jaya merupakan perusahaan industri yang bergerak dibidang kimia yang memproduksi bahan-bahan kimia seperti bahan kimia untuk membuat cat, kaca, kursi plastik, balon dan berbagai barang yang berbahan dasar kimia. PT. Oni Jaya ini berlokasi di Jl. Raya Serang Km 14, Dukuh Cikupa Tangerang Banten.

Perusahaan ini merupakan anak atau cabang dari PT. Eternal chemmical Industries dan baru berdiri sekitar 6 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2009. PT. Oni Jaya memiliki dua kegiatan utama, kegiatan

75 pertama yaitu memproduksi bahan-bahan kimia dan kegiatan kedua yaitu melakukan packaging. Dalam melakukan packaging perusahaan ini memerlukan banyak stok drum sebagai wadah bahan kimia. Untuk drum perusahaan ini melakukan Recondition (melakukan daur ulang drum). Jadi perusahaan ini membeli drum bekas yang masih layak pakai kemudian dikondisikan lagi agar terlihat lebih sangat layak dan dapat digunakan. Selain untuk dipakai sendiri, drum yang sudah dikondisikan juga di jual ke perusahaan-perusahaan lain yang membutuhkan.

PT. Oni Jaya telah berkembang untuk menjadi perusahaan yang baik dalam menyediakan bahan-bahan kimia dan drum recondition-nya. Sehingga PT. Oni Jaya ini siap bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain yang sejenis. Dan kini PT. Oni Jaya sudah memiliki beberapa customer yang membutuhkan hasil produksinya, diantaranya yaitu PT. Pardic Jaya Chemical, PT. Tri Hasta Perkasa, PT. Akasia Panca Persada, PT. Eternal, PT. Trend Oil, dan PT. Senso Oil Lestari.

2. Deskriptif Demografi Responden

Deskriptif Demografi Responden memberikan gambaran mengenai karakteristik responden yang diukur dengan skala nominal yang menunjukkan besarnya frekuensi absolut dan presentase jenis kelamin, umur, pendidikan terakhir, divisi/jabatan, dan lamanya bekerja pada karyawan PT. Oni Jaya.

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui metode penyebaran kuesioner penelitian yang dibagikan secara langsung kepada

76 para responden. Peneliti memilih responden karyawan kontrak PT. Oni Jaya yang berjumlah 41 orang. Untuk lebih jelasnya mengenai data responden dapat dilihat dari tabel di bawah ini.

Tabel 4.1

Proses Penyebaran dan Penerimaan Kuesioner

Responden Jumlah Presentase

Kuesioner yang disebar 41 100%

Kuesioner yang tidak kembali 0 0%

Kuesioner kembali namun tidak dapat diolah 0 0%

Kuesioner yang dapat diolah 41 100

Sumber data : Hasil wawancara dengan HRD

Pada tabel 4.1 di atas menunjukkan bahwa kuesioner yang dibagikan kepada responden sebanyak 41 kuesioner, dengan tingkat pengembalian sebesar 100% yang berarti bahwa seluruh kuesioner kembali dan dapat diolah.

a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel yang ditunjukkan dibawah ini :

Tabel 4.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah Presentase

1) Laki-laki 2) Perempuan 41 0 100% 0% Jumlah 41 100%

Sumber data : Hasil wawancara dengan HRD

Pada tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa responden penelitian pada karyawan PT. Oni Jaya seluruhnya adalah laki-laki, dengan jumlah 41 karyawan atau sebesar 100%. Hal ini karena jenis pekerjaan yang berada di perusahaan tersebut merupakan jenis pekerjaan yang lebih

77 menggunakan tenaga laki-laki dari pada perempuan, karena perempuan sangat sensitif dan lebih rentan terhadap kesehatannya.

b. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel yang ditunjukkan dibawah ini :

Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Jenis Kelamin Jumlah Presentase

1) 20-30 Tahun 2) 31-40 Tahun 3) > 40 Tahun 24 15 2 58,54% 36,58% 4,88% Jumlah 41 100%

Sumber data : Hasil wawancara dengan HRD

Pada tabel 4.3 di atas menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan usia dalam penelitian ini dominan responden yang berusia 20-30 tahun sebanyak 24 orang atau sebesar 58,54%, responden yang bekerja antara 31-40 tahun sebanyak 15 orang atau sebesar 36,58%, dan sisanya yaitu responden yang bekerja lebih dari 40 tahun sebanyak 2 orang atau sebesar 4,88%.

c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat pada tabel yang ditunjukkan dibawah ini :

Tabel 4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Pendidikan Terakhir Jumlah Presentase

1) SMA/SMK 2) S1 39 2 95,12% 4,88% Jumlah 41 100%

78 Pada tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir dalam penelitian ini didominasi oleh responden yang berpendidikan SMA/SMK dengan jumlah 39 orang atau sebesar 95,12% dan sisanya yaitu responden yang berpendidikan S1 sebanyak 2 orang atau sebesar 4,88%.

d. Karakteristik Responden Berdasarkan Divisi/Jabatan

Karakteristik responden berdasarkan divisi/jabatan dapat dilihat pada tabel yang ditunjukkan dibawah ini :

Tabel 4.5

Karakteristik Responden Berdasarkan Divisi/Jabatan

Divisi/Jabatan Jumlah Presentase

1) Operator Produksi 2) Operator Mesin Cat 3) Operator Mesin cuci 4) Sopir angkutan 5) Karnetangkutan 20 6 4 6 5 48,8% 14,6% 9,8% 14,6% 12,1% Jumlah 41 100%

Sumber data : Hasil wawancara dengan HRD

Pada tabel 4.5 di atas menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan divisi/jabatan dalam penelitian ini didominasi oleh responden yang berposisi sebagai operator produksi dengan jumlah 20 orang atau sebesar 48,8%, responden yang berposisi sebagai operator mesin cat dan sopir angkutan sebanyak 6 orang atau sebesar 14,6%, kemudian disusul dengan responden yang berposisi sebagai karnet angkutan sebanyak 5 orang atau sebesar 12,1%, dan sisanya yaitu responden yang berposisi sebagai operator mesin cuci sebanyak 4 orang atau sebesar 9,8%.

79

e. Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja

Karakteristik responden berdasarkan lama bekerja dapat dilihat pada tabel yang ditunjukkan dibawah ini :

Tabel 4.6

Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja

Lama Bekerja Jumlah Presentase

1) 1-3 Tahun 2) 3-5 Tahun 3) > 5 Tahun 4 11 26 9,8% 26,8% 63,4% Jumlah 41 100%

Sumber data : Hasil wawancara dengan HRD

Pada tabel 4.6 di atas menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan lamanya bekerja dalam penelitian ini didominasi oleh responden yang bekerja selama lebih dari 5 tahun dengan jumlah 26 orang atau sebesar 63,4%, kemudian disusul dengan responden yang bekerja antara 3-5 tahun sebanyak 11 orang atau sebesar 26,8%, dan sisanya yaitu responden yang bekerja antara 1-3 tahun sebanyak 4 orang atau sebesar 9,8%.

C.Analisis dan Pembahasan 1. Statistik Deskriptif

Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kompensasi, kepemimpinan, lingkungan kerja, dan kepuasan kerja yang akan diuji secara statistik deskriptif.

Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data

80 yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2010:206).

Tabel 4.7

Analisis Statistik Deskriptif

Sumber : Data primer yang diolah dengan SPSS

Tabel 4.7 di atas menunjukkan dari jumlah responden sebanyak 41 orang nilai kompensasi terendah adalah 35 dan nilai kompensasi tertinggi 51, nilai rata-rata kompensasi dari 41 orang adalah 45,63 dengan standar deviasi sebesar 3,277. Sementara itu dilihat dari kepemimpinan nilai terendah adalah 30 dan nilai kepemimpinan tertinggi 35, nilai rata-rata kepemimpinan dari 41 orang adalah 32,44 dengan nilai standar deviasi sebesar 1,285.

Jika dilihat dari lingkungan kerja nilai terendah adalah 48 dan nilai lingkungan kerja tertinggi 70, nilai rata-rata lingkungan kerja dari 41 orang adalah 57,24 dengan nilai standar deviasi sebesar 6,172. Sementara itu dilihat dari kepuasan kerja nilai terendah adalah 24 dan nilai kepuasan kerja tertinggi 33, nilai rata-rata kepuasan kerja dari 41 orang adalah 27,73 dengan nilai standar deviasi sebesar 2,292.

81 Berikut adalah hasil output kuesioner yang diberikan kepada responden karyawan PT. Oni Jaya :

a. Variabel Kompensasi

Dalam variabel kompensasi, peneliti memasukkan 11 pernyataan dalam kuesioner, berikut adalah hasil jawabannya :

Tabel 4.8

Distribusi Jawaban Responden Variabel Kompensasi

No Pernyataan STS TS RR S SS

1 Saya merasa upah yang diberikan perusahaan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati sebelumnya

0% 2,4% 2,4% 56% 39%

2 Upah yang saya terima sesuai dengan pekerjaan yang saya lakukan

0% 0% 4,8% 51% 43%

3 Saya merasa puas dengan upah yang saya terima saat ini

0% 0% 12,1% 75,6% 12,1% 4 Upah yang saya terima dapat

memenuhi kebutuhan saya

0% 0% 12,1% 73,1% 14,6% 5 Saya merasa termotivasi dalam

bekerja dengan upah yang saya dapatkan

0% 0% 24,3% 68,2% 7,3%

6 Saya merasa upah yang diberikan perusahaan dapat meningkatkan disiplin saya dalam bekerja

0% 0% 14,6% 68,2% 17%

7 Sistem kompensasi di PT. Oni Jaya sesuai dengan UMR (Upah Minimum Regional) yang ditentukan pemerintah

0% 0% 4,8% 58,5% 36,5%

8 Saya merasa bersemangat dalam bekerja dengan insentif yang diberikan perusahaan

0% 0% 7,3% 68,2% 24,3%

9 Saya merasa lebih bertanggung jawab dalam bekerja dengan insentif yang diberikan perusahaan

0% 0% 4,8% 56% 39%

82 Tabel 4.8 (Lanjutan)

No Pernyataan STS TS RR S SS

10 Saya merasa dengan adanya insentif dapat menjaga kualitas saya dalam bekerja

0% 0% 17% 63,4% 19,5%

11 Saya merasa insentif dapat meningkatkan jumlah hasil kerja yang saya lakukan

0% 0% 0% 80% 19,5%

Sumber : Data primer yang diolah

Pada tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa mayoritas karyawan memilih jawaban setuju pada kuesioner variabel kompensasi. Hal ini berarti bahwa kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawannya sudah sesuai dengan harapan dan keinginan karyawan, namun pada point pernyataan nomor 11 terdapat persentase yang paling tinggi yaitu sebesar 80%. Dimana pernyataan nomor 11 termasuk ke dalam indikator kuantitas, maka dapat disimpulkan bahwa karyawan merasa setuju dengan adanya insentif dapat meningkatkan kuantitas atau jumlah hasil kerja yang mereka lakukan.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa insentif merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Apabila insentif diberikan sesuai dengan kebutuhan karyawan, maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat. Sebaliknya apabila insentif diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan karyawan, maka kepuasan kerja karyawan akan menurun. Hal ini sesuai dengan pendapat Rivai (2009:860) yang mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja salah satunya adalah gaji dan keuntungan dalam bidang finansial lainnya seperti insentif.

83

b. Variabel Kepemimpinan

Dalam variabel kepemimpinan, peneliti memasukkan 8 pernyataan dalam kuesioner, berikut adalah hasil jawabannya :

Tabel 4.9

Distribusi Jawaban Responden Variabel Kepemimpinan

No Pernyataan STS TS RR S SS

1 Saya mendapat arahan yang jelas dari pemimpin disetiap tugas yang diberikan

0% 0% 0% 56% 43,9%

2 Pemimpin selalu memberikan bimbingan khusus disetiap tugas yang bersifat rumit

0% 0% 0% 73% 26,8%

3 Saya merasa pemimpin bersikap ramah kepada para karyawan

0% 0% 4,8% 87,8% 7,3% 4 Saya merasa pemimpin selalu

menunjukkan rasa kepedulian terhadap karyawan

0% 0% 0% 95,1% 4,8%

5 Saya merasa pemimpin selalu meminta saran kepada karyawan dalam pengambilan keputusan

0% 0% 0% 97,5% 2,4%

6 Saya merasa pemimpin selalu mempertimbangkan saran-saran dari karyawan

0% 0% 12,1% 85,3% 2,4% 7 Saya merasa tujuan yang ditetapkan

pemimpin menantang kemampuan saya

0% 0% 21,9% 75,6% 2,4%

8 Saya merasa pemimpin

mengharapkan kemampuan saya dalam menyelesaikan tugas dengan baik

0% 0% 9,7% 90% 0%

Sumber : Data primer yang diolah

Pada tabel 4.9 di atas menunjukkan bahwa mayoritas karyawan memilih jawaban setuju pada kuesioner variabel kepemimpinan. Hal ini berarti bahwa penerapan kepemimpinan di PT. Oni Jaya dapat dikatakan sudah baik, namun pada point pernyataan nomor 5 terdapat persentase yang paling tinggi yaitu sebesar 97,5%. Dimana pernyataan nomor 5 termasuk ke

84 dalam indikator berkonsultasi, maka dapat disimpulkan bahwa karyawan merasa setuju dan mengharapkan pemimpin selalu meminta saran kepada karyawan dalam pengambilan suatu keputusan.

Oleh karena itu, perusahaan harus selalu memberikan penerapan kepemimpinan yang baik agar karyawan memperoleh kepuasan kerjanya. Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di perusahaan. Apabila kepemimpinan yang

Dokumen terkait