• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

3. Uji Heterokesdastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah ada model regresi ini terjadi ketidaksamaan varian dari residu satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varian dari residu pengamatan ke pengamatan lain berbeda berarti ada gejala heteroskedastisitas dalam model regresi tersebut. Model regresi yang baik tidak terjadi adanya heteroskedastisitas.

Gambar 4.2 Scatterplot

Sumber: Data Primer yang diolah (2015)

Berdasarkan gambar 4.2 di atas, dapat diketahui bahwa data (titik-titik) menyebar secara merata di atas dan di bawah garis nol, tidak berkumpul di satu tempat , serta tidak

membentuk pola tertentu sehingga dapat disimpulkan bahwa uji regresi ini tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.

4.7 Analisis Regresi Linear Berganda

Teknik regresi berganda digunakan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen. Hasil uji regresi linear berganda terhadap ketiga variabel independen, yaitu kesadaran wajib pajak, pelayanan fiskus, penyuluhan wajib pajak dan sanksi pajak dapat dilihat pada tabel 4.17 berikut ini.

Tabel 4.17

Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1,053 1,494 ,705 ,483 Sadar ,212 ,099 ,198 2,135 ,035 Fiskus ,367 ,094 ,341 3,910 ,000 Penyuluhan ,242 ,120 ,178 2,017 ,046 Sanksi ,206 ,093 ,207 2,218 ,029

a. Dependent Variable: Patuh

Sumber: Data Primer yang diolah (2015)

Berdasarkan tabel 4.17 persamaan regresi linear berganda, yang dibaca adalah nilai dalam kolom B, baris pertama menunjukkan konstanta (a) dan baris selanjutnya menunjukkan koefisien variabel independen. Berdasarkan tabel 4.17 model regresi yang digunakan adalah sebagai berikut.

Y = 1,053 + 0,212 Sadar + 0,367 Fiskus+ 0,242 Penyuluhan + 0,206 Sanksi +

Nilai konstanta dengan koefisien regresi pada tabel 4.15 dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Konstanta sebesar 1,053 menunjukkan bahwa jika variabel-variabel independen (kesadaran wajib pajak, pelayanan fiskus, Penyuluhan dan sanksi pajak) diasumsikan tidak mengalami perubahan (konstan) maka nilai Y (kepatuhan formal wajib pajak) adalah sebesar 1,053%.

2. Koefisien variabel kesadaran wajib pajak (x1) sebesar 0,212 berarti setiap kenaikan kesadaran wajib pajak sebesar 1%, maka kepatuhan formal wajib pajak akan naik sebesar 0,212%.

3. Koefisien variabel pelayanan fiskus (x2) sebesar 0,367 berarti setiap kenaikan kesadaran wajib pajak sebesar 1%, maka kepatuhan formal wajib pajak akan naik sebesar 0,367%.

3. Koefisien variabel penyuluhan wajib pajak (x3) sebesar 0,242 berarti setiap kenaikan kesadaran wajib pajak sebesar 1%, maka kepatuhan formal wajib pajak akan naik sebesar 0,242%.

4. Koefisien variabel sanksi pajak (x4) sebesar 0,206 berarti setiap kenaikan kesadaran wajib pajak sebesar 1%, maka kepatuhan formal wajib pajak akan naik sebesar 0,206%.

4.8 Pengujian Hipotesis 1. Uji t

Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara individu terhadap variabel terikat. Pada penelitian ini hipotesis 1 sampai dengan hipotesis 4 diuji dengan menggunakan uji t. Pada uji t dilakukan dengan cara berdasarkan nilai probabilitas. Jika nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 atau 5% maka hipotesis yang diajukan diterima atau dikatakan signifikan. Sedangkan jika nilai signifikan lebih besar dari 0,05 atau 5% maka hipotesis yang diajukan ditolak atau dikatakan tidak signifikan. Hasil uji t pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.18 berikut ini.

Tabel 4.18 Hasil Uji t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1,053 1,494 ,705 ,483 Sadar ,212 ,099 ,198 2,135 ,035 Fiskus ,367 ,094 ,341 3,910 ,000 Penyuluhan ,242 ,120 ,178 2,017 ,046 Sanksi ,206 ,093 ,207 2,218 ,029

a. Dependent Variable: Patuh

1. Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Formal Wajib Pajak

Berdasarkan tabel 4.18 secara parsial diperoleh nilai t hitung sebesar 2,135 dengan signifikansi 0,035. Rasio kesadaran wajib pajak berpengaruh secara parsial terhadap kepatuhan formal wajib pajak, karena nilai signifikansi lebih kecil daripada 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan yang terjadi pada rasio kesadaran wajib pajak akan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan formal wajib pajak. Hasil penelitian menunjukkan koefisien transformasi regresi sebesar 2,135, hal ini menunjukkan bahwa rasio kesadaran wajib pajak memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan formal wajib pajak. Pengaruh positif yang ditunjukkan oleh kesadaran wajib pajak mengindikasikan bahwa apabila kesadaran wajib pajak mengalami kenaikan maka angka kepatuhan formal wajib pajak akan mengalami kenaikan pula, begitupun sebaliknya.

2. Pengaruh Pelayanan Fiskus terhadap Kepatuhan Formal Wajib Pajak

Berdasarkan tabel 4.18 secara parsial diperoleh nilai t hitung sebesar 3,910 dengan signifikansi 0,000. Rasio pelayanan fiskus berpengaruh secara parsial terhadap kepatuhan formal wajib pajak, karena nilai signifikansi lebih kecil daripada 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan yang terjadi pada rasio pelayanan fiskus akan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan formal wajib pajak. Hasil penelitian menunjukkan koefisien transformasi regresi sebesar 3,910, hal ini menunjukkan bahwa rasio pelayanan fiskus memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan formal wajib pajak. Pengaruh positif yang ditunjukkan oleh pelayanan fiskus mengindikasikan bahwa apabila kesadaran wajib pajak mengalami kenaikan maka angka kepatuhan formal wajib pajak akan mengalami kenaikan pula, begitupun sebaliknya.

3. Pengaruh Penyuluhan Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Formal Wajib Pajak

Berdasarkan tabel 4.18 secara parsial diperoleh nilai t hitung sebesar 2,017 dengan signifikansi 0,046. Rasio penyuluhan wajib pajak berpengaruh secara parsial terhadap

kepatuhan formal wajib pajak, karena nilai signifikansi lebih kecil daripada 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan yang terjadi pada rasio penyuluhan wajib pajak akan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan formal wajib pajak. Hasil penelitian menunjukkan koefisien transformasi regresi sebesar 2,017, hal ini menunjukkan bahwa rasio penyuluhan wajib pajak memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan formal wajib pajak. Pengaruh positif yang ditunjukkan oleh penyuluhan wajib pajak mengindikasikan bahwa apabila penyuluhan wajib pajak mengalami kenaikan maka angka kepatuhan formal wajib pajak akan mengalami kenaikan pula, begitupun sebaliknya.

4. Pengaruh Sanksi Pajak terhadap Kepatuhan Formal Wajib Pajak

Berdasarkan tabel 4.18 secara parsial diperoleh nilai t hitung sebesar 2,218 dengan signifikansi 0,029. Rasio sanksi pajak berpengaruh secara parsial terhadap kepatuhan formal wajib pajak, karena nilai signifikansi lebih kecil daripada 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan yang terjadi pada rasio sanksi pajak akan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan formal wajib pajak. Hasil penelitian menunjukkan koefisien transformasi regresi sebesar 2,218, hal ini menunjukkan bahwa rasio sanksi pajak memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan formal wajib pajak. Pengaruh positif yang ditunjukkan oleh sanksi pajak mengindikasikan bahwa apabila kesadaran wajib pajak mengalami kenaikan maka angka kepatuhan formal wajib pajak akan mengalami kenaikan pula, begitupun sebaliknya.

2. Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara keseluruhan. Uji F dilakukan berdasarkan nilai probabilitas. Jika nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen. Sedangkan jika nilai signifikan lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen

terhadap variabel dependen. Hasil uji F pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.19 berikut ini.

Tabel 4.19 Hasil Uji F

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 545,001 4 136,250 30,586 ,000a

Residual 423,189 95 4,455

Total 968,190 99

a. Predictors: (Constant), Sanksi, Fiskus, Penyuluhan, Sadar b. Dependent Variable: Patuh

Sumber: Data Primer yang diolah (2015)

Berdasarkan tabel 4.19 dapat dilihat bahwa hasil uji F menunjukkan nilai F hitung sebesar 30,586 dengan signifikan sebesar 0,000. Nilai signifikan tersebut lebih kecil daripada 0,05, sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa variabel independen berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Artinya, setiap perubahan yang terjadi pada variabel independen yaitu kesadaran wajib pajak, pelayanan fiskus, penyuluhan wajib pajak dan sanksi pajak secara bersama-sama akan berpengaruh pada kepatuhan formal wajib pajak orang pribadi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah.

4.9 Pembahasan

1. Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Formal Pajak Orang

Dokumen terkait