• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II URAIAN TEORITISURAIAN TEORITIS

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1.5 UJI HIPOTESIS

Setelah menyelesaikan tabel tunggal dan tabel silang, maka peneliti akan melakukan langkah selanjutnnya, yakni melakukan pengujian hipotesis. Dimana pengujian hipotesis ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah hipotesis dalam penelitian ini ditolak atau diterima. Hipotesis ini meliputi variabel bebas (X) yakni press release Bagian Humasy Setda Kota Medan dan variabel terikat (Y) yakni citra Pemerintah Kota Medan.

Sebelum melakukan pengujian tentang sejauhmana variabel X mempengaruhi variabel Y, maka hubungan antara variabel yang dikorelasikan dengan menggunakan rumus Koefisien Korelasi Tata Jenjang (Rank Order Correlation Coefficient) oleh Spearman menggunakan peranti lunak SPSS versi 17.0. Hasil uji korelasi bivariat Spearman diperoleh sebesar:

Tabel 4.43

Hasil Uji Korelasi antara Press Release Bagian Hubungan Masyarakat (Humasy) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Medan dan Citra Pemerintah

Kota Medan

RBHMSDKM PCPKM Spearman's rho PRBHMSDK Correlation

M Coefficient Sig. (2-tailed) N PCPKMCorrelation Coefficient Sig. (2-tailed) N 1.000 . 100 .681** .000 100 .681** .000 100 1.000 . 100

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan hasil korelasi Spearman pada tabel diatas, terdapat hubungan (korelasi) antara variabel X dengan variabel Ysebesar 0.681 dengan tingkat signifikan 0,00 atau < 0,05. Berdasarkan skala Guilford hasil 0.681 menunjukkan hubungan yang cukup berarti. Artinya Press Release Bagian Hubungan Masyarakat (Humasy) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Medan mempengaruhi Citra Pemerintah Kota Medan di masyarakat Kota Medan.

Untuk melihat besarnya Kekuatan Pengaruh (KP) yang ditimbulkan Press Release Bagian Hubungan Masyarakat (Humasy) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Medan dan Citra Pemerintah Kota Medan di masyarakat Kota Medan, maka digunakan rumus: KP = (Rho)2x 100% KP = (0,681)2 x 100% KP = 0,463761 x 100% KP = 46,3761 % KP = 46%

Maka dapat disimpulkan, bahwa terdapat pengaruh Press Release Bagian Hubungan Masyarakat (Humasy) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Medandengan kekuatan sebesar 46% dalam mempengaruhi Citra Pemerintah Kota Medan di masyarakat Kota Medan. Hal tersebut bermakna bahwa hanya 46% Citra Pemerintah Kota Medan dipengaruhi oleh Press Release Bagian Hubungan Masyarakat (Humasy) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Medan. Selebihnya, yakni

54% Citra Pemerintah Kota Medan dipengaruhi oleh faktor lain seperti pengalamanmasyarakat secara langsung terhadap Pemko Medan, dan sebagainya.

4.2 Pembahasan

Pemerintah Kota Medan menyadari bahwa citra instansi adalah salah satu hal yang penting untuk dibentuk dalam benak masyarakat, rekan, media massa maupun di kalangan pegawainya sendiri. Untuk mendapatkan citra positif tersebut, Pemko Medan harus menjalankan serangkaian kegiatan untuk mewujudkan suatu hubungan yang harmonis.Apalagi untuk membentuk citra positif dari masyarakatnya.Pemerintah Kota Medan membutuhkan public relations untuk menangani hal tersebut.Public relations di Pemerintah Kota Medan di kenal dengan Humasy Setda Kota Medan.Bagian tersebut bekerja sesuai dengan Peraturan Walikota Medan No. 45 Tahun 2010 Tentang Rincian Fungsi dan Tugas Sekretariat Daerah.

Seperti yang diketahui citra Pemko Medan belakangan ini terus menurun di mata masyarakatnya.Itu karena pemimpinnya yang belakangan ini terus tersandung kasus korupsi.Pada tahun 2013 di pertengahan bulan Mei, Walikota Medan di nonaktifkan dan di angkat Plt. Walikota Medan.Karena di angkat pada pertengahan tahun, jadi Plt. Walikota Medan hanya mengikuti aturan-aturan dan kebijakan-kebijakan yang sudah dibuat sebelumnya. Dan pada tahun 2014 ini, Plt. Walikota Medan tentu memiliki target dan kebijakan-kebijakan baru yang harus di capai hingga akhir tahun maupun akhir jabatannya nanti. Selain itu, Plt. Walikota Medan juga harus berupaya untuk mengembalikan citra baik Pemko Medan dengan dibantu oleh Jajaran-jajaran SKPD yang terpecah atas bagian-bagian yang memiliki tugas dan fungsinya masing-masing.Dan salah satunya adalah Bagian Humasy Setda Kota Medan yang kerjanya sejalan dengan Dinas Kominfo.

“Tujuan PRs secara universal yakni: menciptakan citra, memelihara citra yang baik, meningkatkan citra yang baik, dan memperbaiki citra jika citra organisasi menurun/buruk (Yulianita, 2003:42)”.

“Fungsi pokokpublic relations pemerintah Indonesia pada dasarnya antara lain: mengamankan kebijaksanaan pemerintah, memberikan pelayanan dan menyebarluaskan pesan atau informasi mengenai

kebijaksanaan hingga program-program kerja secara nasional kepada masyarakat….. (Rachmadi, 1992 :37)”.

Dengan berdasarkan teori di atas, Bagian Humasy Setda Kota Medan harus berusaha keras untuk meningkatkan kembali citra Pemko Medan yang sedang buruk di mata masyarakatnya. Dan sesuai dengan fungsinya memberikan pelayanan dan menyebarluaskan informasi mengenai kebijakan dan program kerja kepada masyarakat, mengharuskan Bagian Humasy Setda Kota Medan setiap harinya untuk menyampaikan informasi-informasi yang ada di Pemko Medan kepada masyarakat. Informasi tersebut dibuat menjadi sebuah press release, dan

press release tersebut akan dikirim ke media-media yang sudah ada bekerja samanya dengan Pemko Medan. Kemudian keesokan harinya, informasi yang dibuat oleh Bagian Humasy Setda Kota Medan melalui pegawainya tersebut sudah terbit di media-media, dan sudah bisa untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Tetapi, media yang paling banyak bekerja sama dengan Pemko Medan adalah media cetak.

“Ada beberapa hal yang penting yang harus diperhatikan dalam penulisan suatu press release, antara lain: tulislah press releasedengan ringkas dan padat. Jangan memanjangkan isi press release. Dan sebaiknya jangan terlalu pendek (Misal dengan setengah halaman), usahakan press release mengandung unsur 5W+1H, artinya apa, kapan, dan dimana kegIatan yang dilakukan itu. Siapa yang hadir atau sasaran kegiatan.Mengapa kegiatan itu dilakukan. Dan bagaimana pelaksanaannya….(Abdullah, 2004 :83)”.

Dalam membuat press release, Bagian Humasy Setda Kota Medan dituntut untuk memiliki skill dalam menulis informasi, supaya orang-orang yang membacanya mudah mengerti atas pesan/informasi yang akan disampaikan. Menulis press release, ada hal-hal yang harus diperhatikan yaitu kelengkapan informasi seperti 5W+1H, jelas, singkat, padat, menggunakan bahasa yang baik, serta memiliki topik yang menarik. Press release yang biasanya dibuat Bagian Humasy Setda Kota Medan biasanya berisi informasi seputar kegitan-kegiatan Plt. Walikota Medan beserta jajaran SKPD lingkungan Pemko Medan dan kebijakan-kebijakan baru yang ada di Pemko Medan. Informasi tersebut disebarluaskan melalui media massa (surat kabar) agar masyarakat mengetahui kinerja para pejabat di Pemko Medan.

Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar responden menganggap bahwa press release Bagian Humasy Setda Kota Medan menyebutkan dengan jelas kegiatan apa yang dilaksanakan Pemko Medan, siapa-siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut, dimana kegiatan tersebut dilaksanakan, kapan kegiatan tersebut dilaksanakan, mengapa kegiatan tersebut dilaksanakan, dan bagaimana proses kegiatan tersebut belangsung. Selain itu, press release Bagian Humasy Setda Kota Medan juga termasuk singkat, jelas, dan menggunakan bahasa yang baik, sehingga informasinya dapat dimengerti dan dipahami.Press release Bagian Humasy Setda Kota Medan juga menyertai foto-foto kegiatannya untuk lebih meyakinkan pembacanya. Tetapi sebagian besar dari responden menganggap bahwa informasi-informasinya disajikan dengan topik-topik yang kurang menarik minat para pembaca. Contohnya jika dalam 1 hari informasi tentang Pemko Medan ada didalam surat kabar, tetapi hanya 1 saja yang topiknya menarik untuk dibaca. Itu dikarenakan topiknya dianggap masih sama seperti yang terdahulu yang pernah dibaca oleh responden. Supaya informasi tersebut selalu diminati oleh pembacanya, maka dibutuhkan skill dan pengalaman dalam menyajikan informasi.

Berdasarkan dari hasil penelitian ini juga, sebagian besar responden menganggap bahwa Bagian Humasy Setda Kota Medan memiliki pengalaman dalam menyampaikan informasi tentang Pemko Medan.Karena para pegawainya sudah bekerja lebih dari 1 tahun, maka pegawainya sudah terlatih dan terbiasa dalam menyampaikan informasi. Tetapi responden masih meragukan akan kebenaran dari informasi-informasi yang disampaikan oleh Bagian Humasy Setda Kota Medan dan tidak bisa dipercayai begitu saja. Karena para responden merasa informasi yang disampaikan oleh Bagian Humasy Setda Kota Medan terlalu berlebihan, jadi tidak sesuai dengan kenyataan yang dilapangan.

Sehingga dapat diketahui kuat-lemahnya hubungan antara Variabel X dan variabel Y dalam penelitian ini menunjukkan bahwa, nilai rs sebesar 0,681, dengan menggunakan Skala Guilford. Yang artinya terdapat hubungan yang cukup berarti antara kedua variabel dalam penelitian ini, kemudian besarnya pengaruh variabel X dan variabel Y dalam penelitian ini adalah sebesar 46%,

sedangkan 54% bersumber dari faktor lain seperti pengalaman masyarakat secara langsung terhadap Pemko Medan, dan sebagainya. Karena para pejabat Pemko Medan dianggap kurang professional, ulet dan tidak bertanggungjawab atas kerjanya, Itu dapat dilihat dari bagaimana pejabat Pemko Medan melayani masyarakat dalam keseharian. Masih banyak pejabat Pemko Medan yang suka mempersulit dan tidak ramah dalam melayani masyarakat.Padahal seharusnya para pejabat Pemko Medan dapat melayani masyarakat dengan baik, supaya penilaian masyarakat baik terhadap kinerja pejabat Pemko Medan. Jika hubungan antara instansi dan masyarakat sudah harmonis dan sejalan, maka perkembangan Kota Medan akan lebih pesat lagi dan menjadi Kota Metropolitan sesuai dengan Visi Kota Medan Jangka Menengah (Visi Tahun 2015).

BAB V

Dokumen terkait