• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

3) Uji Hipotesis

Hipotesis 1 menyatakan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dempet tahun ajaran 2012/2013. Peningkatan hasil belajar ini dapat dilihat dari perbedaan kemampuan awal siswa sebelum diberi perlakuan dan kemampuan akhir siswa kelas eksperimen setelah diberi perlakuan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Cara menguji hipotesis ini yaitu dengan membandingkan hasil kemampuan awal (Pre test) dengan kemampuan akhir (Post test) siswa kelas eksperimen. Untuk menguji hipotesis ini digunakan program SPSS 16 paired sample t-test pada skor pre-test dan post-test kelompok eksperimen dengan taraf kepercayaan α= 5%, H1 diterima apabila Sig. (2-tailed) < 0,05 pada Equal varians assumed.

b. Uji Hipotesis 2

Hipotesis 2 menyatakan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dempet tahun ajaran 2012/2013 menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Pengujian hipotesis ini menggunakan program SPSS 16 Independent Sample T Test dengan taraf kepercayaan α= 5%. Hasilnya H2 diterima apabila Sig. (2-tailed) < 0,05 pada Equal varians assumed untuk data homogen dan H2 diterima jika Sig. (2-tailed) < 0,05 pada Equal varians not assumed untuk data tidak homogen.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Penelitian eksperimen ini dilakukan untuk menguji efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dempet. Penelitian ini, dilaksanakan dengan bekerjasama dengan guru mata pelajaran di sekolah tersebut, yaitu Maskanah, S.Pd dan observer yang bertugas untuk mencatat hasil keaktifan siswa selama penerapan pembelajaran dilaksanakan. Untuk mengetahui keefektivitasan metode pembelajaran yang dilaksanakan, maka kelas eksperimen akan diuji untuk mendapatkan hasil akhir dan penentuan keefektivitasan penerapan metode pembelajan tersebut.

4.1.1 Deskripsi Objek Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Dempet kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperiman dengan jumlah siswa 31 dan kelas XI IPS 4 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 31. Dimana dalam penelitian ini masing-masing kelas berawal dari kondisi yang normal dan homogen tanpa adanya kelas unggulan.

4.1.2 Tahap Pelaksanaan Penelitian

Tahap pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan mengetahui hasil belajar siswa mata pelajaran akuntansi pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik dengan menggunakan model pembelajaran

model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) dengan model pembelajaran konvensional. Pelaksanaan eksperimen dilakukan selama 3 (tiga) kali pertemuan tatap muka, dengan rincian: 1 (satu) kali pre test, 2 (dua) kali pembelajaran dan 1 (satu) kali post test. Guna menguji penerapan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD), maka digunakan kelas pembanding (kelas kontrol). Pada kelas kontrol diterapkan pembelajaran tanpa penerapan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD). Pelaksanaan perlakuan (treatment) baik dikelas eksperimen maupun di kelas kontrol dilakukan dengan didampingi oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan dan seorang observer untuk membantu mengamati aktivitas siswa sekaligus memberi penilaian pada lembar aktivitas siswa yang telah disediakan.

4.1.3 Pelaksanaan Pembelajaran

1. Pelaksanaan Pembelajaran pada Kelas Eksperimen

Proses yang dilakukan di kelompok eksperimen kelas XI IS 3 menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) yang terdiri dari 3 pertemuan. Pertemuan pertama melakukan pre test, pembagian kelompok dan penjelasan terkait materi jurnal penutup dengan alokasi 2x45 menit. Pertemuan ke 2 berupa pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) dengan alokasi waktu 2x45 menit, dan pertemuan terakhir yaitu pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dilanjutkan post test dengan alokasi waktu 2x45 menit dan penghargaan tim. Tahapan pembelajaran pada kelas eksperimen ditampilkan dalam tabel berikut:

Tabel 4.1

Tahapan Pembelajaran Kelas Eksperimen

Pertemun Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Kelas Eksperimen 1. Pertemuan Pertama

Selasa, 4 Juli 2013 Waktu : 90 Menit

a. Perkenalan dengan siswa. b. Melakukan pre tes.

c. Pengenalan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD).

d. Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok.

e. Guru memberikan materi tentang Junal Penutup dan Jurnal Pembalik.

f. Menutup dan menjelaskan pertemuan berikutnya. 2. Pertemuan Kedua

Rabu, 5 Juli 2013 Waktu : 90 menit

a. Mengkondisikan siswa untuk menyiapkan pembelajaran dan mengingatkan kembali prosedur model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD).

b. Guru menjelaskan ulasan singkat materi tentang Junal Penutup dan Jurnal Pembalik.

c. Memberi kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk memahami materi dengan cara diskusi dan memberi soal kepada siswa.

Penutup dan Pembalik.

e. Guru menutup pembelajaran yang telah dilakukan. 3. Pertemuan Ketiga

Kamis, 6 Juli 2013 Waktu : 90 Menit

a. Mengkondisikan siswa untuk menyiapkan pembelajaran. b. Guru sedikit memberikan ulasan materi sebelumnya. Guru

memberikan soal kepada siswa terkait materi jurnal pembalik dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing.

c. Guru memberikan kuis kepada siswa. d. Guru melaksanakan post-test

e. Guru memberikan penghargaan bagi kelompok yang memperoleh skor tertinggi

f. Menutup pembelajaran yang telah dilakukan. Sumber : Data diolah tahun 2013 (lampiran 14)

Dari tabel diatas, pada tahap pertama pembelajaran peneliti memberikan salam kepada siswa, dan tidak lupa untuk memperkenalkan diri serta maksud berada dikelas tersebut lalu mengatur kelas agar siap untuk melakukan kegiatan pre test. Setelah semua siswa siap selanjutnya pemberian soal-soal pre test untuk dikerjakan siswa dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal setiap siswa. Kegiatan pre test ini dilakukan dengan alokasi waktu selama 45. Kegiatan selanjutnya adalah membagi kelas menjadi kelompok-kelompok belajar, setelah itu guru menjelaskan materi jurnal penutup dan pembalik. Kegiatan terakhir dalam tahap ini adalah guru menutup pelajaran.

Tahap selanjutnya yaitu pada pertemuan 2 guru melakukan proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD). Pada pertemuan kedua guru (peneliti) memberikan salam, mengabsen siswa sebelum pembelajaran dimulai lalu mengatur kelas agar siap untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Selanjutnya guru menjelaskan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa. Kemudian guru melanjutkan penjelasan terkait pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik kepada siswa

dengan alokasi waktu yang telah ditentukan oleh guru sebelumnya. Bagian berikutnya siswa diberikan soal berhubungan dengan materi yang sudah diajarkan dan dikerjakan secara kelompok. Masing-masing kelompok bertanggung jawab atas pemahaman semua anggotanya, setelah atugas tersebut selesai guru meminta beberapa siswa maju untuk memaparkan jawaban mereka dan menunjuk beberapa siswa untuk member pendapat atas jawaban temannya. Tahapan selanjutnya adalah diadakan kuis yang dilaksanakan secara individu. Tahap terakhir dalam pertemuan ini adalah guru menutup kegiatan belajar mengajar.

Pertemuan ketiga diawali dengan guru membuka pelajaran, kemudian guru mengulas kembali materi yang sudah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. Selanjutnya guru memberikan soal kepada siswa untuk dikerjakan secara kelompok dan semua anggota kelompok bertanggung jawab atas pemahaman semua anggotanya. Setelah siswa mengerjakan soal guru meminta beberapa siswa untuk maju menuliskan jawaban mereka atas soal tersebut dan meminta beberapa siswa untuk berpendapat terkait jawaban temannya itu, tahap selanjutnya adalah guru memberikan kuis terkait materi jurnal pembalik yang harus dikerjakan secara individu. Setelah pemberian kuis, tahap selanjutnya pada pertemuan ini adalah post- test dengan alokasi waktu 45 menit. Selagi siswa mengerjakan soal post-test guru mengoreksi kuis siswa dan mentotal skor kemajuan individu yang didapatkan masing-masing kelompok dari kuis pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Kelompok yang mendapatkan skor tertinggi akan mendapatkan penghargaan (reward), pemberian penghargaan ini dilaksanakan setelah siswa menjalani post- test.

2. Pelaksanaan Pembelajaran pada Kelas Kontrol

Pembelajaran yang dilakukan pada kelas kontrol XI IPS 4 adalah pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Tahapan pembelajaran pada kelas kontrol ditampilkan dalam tabel berikut:

Tabel 4.2

Tahapan Pembelajaran Kelas Kontrol

Pertemun Pembelajaran egiatan Pembelajaran Kelas Kontrol 1. Pertemuan Pertama

Selasa, 4 Juni 2013 Waktu : 90 menit

a. Perkenalan dengan siswa b. Pelaksaan Pre tes

c. Menjelaskan materi jurnal penutup dan pembalik. d. Menutup pelajaran.

2. Pertemuan Kedua Rabu, 5 Juni 2013 Waktu : 90 Menit

a. Mengkondisikan siswa untuk menyiapkan pembelajaran.

b. Pembelajaran materi jurnal penutup dan jurnal pembalik dengan metode ceramah.

c. Memberikan soal latihan kepada siswa dan mengklarifikasi jawaban siswa.

d. Menutup pembelajaran dan memberi tahu materi yang akan diajarkan pada pertemuan selanjutnya. 3. Pertemuan Ketiga

Kamis, 6 Juni 2013 Waktu : 90 menit

a. Mengkondisikan siswa untuk menyiapkan pembelajaran.

b. Pembelajaran materi lanjutan jurnal penutup dan jurnal pembalik dengan metode ceramah.

c. Memberikan latihan soal kepada siswa.

d. Membahas soal dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam materi.

e. Melaksanakan post-test.

f. Menutup pembelajaran yang telah dilakukan. Sumber : Data diolah tahun 2013 (lampiran 15)

Dilihat dari tabel diatas, pembelajaran dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan pada pertemuan 1, 2 dan 3. Pada pertemuan pertama guru memberikan pre test

guna mengetahui kemampuan awal siswa pada pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pembelajaran yang diawali dengan membuka pelajaran oleh guru melalui pemberian apresepsi dan motivasi, serta penyampaian tujuan pembelajaran dan menyampaikan materi jurnal penutup dan pembalik. Tahap selanjutnya yakni guru menjelaskan materi jurnal penutup dan pembalik menggunakan metode ceramah.

Pertemuan ke 2 guru mengulas kembali materi jurnal penutup dan jurnal pembalik yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya, memberikan latihan soal kepada siswa dan meminta siswa untuk maju mengerjakan soal latihan. Guru mengklarifikasi jawaban siswa dan memberikan pujian kepada siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Tahap terakhir dalam pertemuan ini adalah guru menutup pelajaran dan menjelaskan materi yang akan disampaikan pada pertemuan selanjutnya.

Pada pertemuan ke-3 tahap pertama yang dilakukan adalah guru membuka pelajaran, mengulas kembali materi jurnal penutup dan pembalik kepada siswa, siswa diberikan latihan soal yerkait materi jurnal penutup dan pembalik. Langkah selanjutnya adalah guru memeriksa siswa dan mengklarifikasi jawaban siswa serta member kesempatan kepada siswa memperdalam materi dengan bertanya kepada guru materi yang belum mereka pahami. Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan post test yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa terhadap materi pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik setelah dilakukannya proses pembelajaran dan tahap terakhir adalah guru menutup dan mengakhiri pembelajaran.

4.1.4 Analisis Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa

Data aktivitas belajar siswa diperoleh dari hasil observasi kegiatan pembelajaran di kelas XI IPS 3 (Kelas eksperimen) dan XI IPS 4 (Kelas kontrol) yang dilakukan selama 3 kali pertemuan pada pembelajaran akuntansi pokok bahasa jurnal penutup dan jurnal pembalik. Pengamatan dilakukan pada pertemuan ke 2 dan pertemuan ke 3 pada masing-masing kelas. Ada 5 aspek penilaian aktivitas siswa yang dapat dilihat dalam tabel 4.3 berikut ini:

Tabel 4.3 Aspek Penilaian Aktivitas Siswa

No Aspek yang dinilai

1. Siswa memperhatikan penjelasan dari guru. 2. Siswa mampu memecahkan soal secara individu.

3. Siswa menyelesaikan masalahnya dengan bantuan teman.

4. Siswa berani menjelaskan materi dan mengajukan pertanyaan di dalam kelas.

5. Siswa saling memberikan bantuan kepada temannya yang belum mengerti.

Sumber: Instrumen pengamatan aktivitas siswa (lampiran 29)

Hasil observasi terhadap aktivitas siswa dapat dilihat dalam tabel 4.4 berikut:

Tabel 4.4 Hasil Penilaian Aktivitas Siswa

Pertemuan Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

% Kriteria % Kriteria

Pertemuan 2 68 % Aktif 56 % Cukup Aktif Pertemuan 3 88 % Sangat Aktif 72 % Aktif Peningkatan

aktivitas

20 % 16 %

Tabel 4.4 menjelaskan bahwa berdasarkan kategori tingkat aktivitas, siswa kelas eksperimen memiliki aktivitas yang lebih baik dibanding kelas kontrol. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) efektif dalam meningkatkan aktivitas siswa.

4.1.5 Deskripsi Hasil Pre test dan Post test

1. Hasil Pre Test

Hasil analisis pre test kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dempet diperoleh dari nilai pre test siswa yang dilaksanakan di kelas kontrol dan kelas eksperimen. Deskripsi hasil pre test siswa kelas eksperimen dan kontrol disajikan dalam tabel 4.5 berikut:

Tabel 4.5 Deskripsi Hasil Pre test

No Komponen Pre test Eksperimen Kontrol 1 anyak Siswa 31 31 2 Rerata 60 59,5 3 ilai tertinggi 80 75 4 ilai terendah 50 50

5. umlah siswa tuntas 3 4

6. umlah siswa tidak tuntas 28 27

Sumber : Data penelitian diolah 2013 (lampiran 24-25)

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk kompetensi dasar menyusun laporan keuangan adalah 70 dengan prosentase ketuntasan klasikal minimal sebesar ≥ 75%. Tabel di atas menunjukkan bahwa pada kedua kelas

penelitian yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen sudah ada yang tuntas masing-masing kelas kontrol 4 siswa, dan kelas eksperimen 3 siswa. Nilai tertinggi untuk kelas kontrol mencapai 75 dan untuk kelas eksperimen mencapai 80. Dan untuk nilai terenda kelas kontrol adalah 50 sedangkan eksperimen 50.

2. Hasil Post test

Hasil analisis post test diperoleh dari nilai post test yang dilakukan di kelas kontrol dan kelas eksperimen. Deskripsi hasil post test kelas kontrol dan eksperimen disajikan pada tabel 4.6 berikut:

Tabel 4.6 Deskripsi Hasil Post Test

No Komponen Post test

Eksperimen Kontrol

1. anyak Siswa 31 31

2. Rerata 81,9 77,7

3. ilai tertinggi 95 90

4. ilai terendah 70 70

5. umlah siswa tuntas 31 31

6. umlah siswa tidak tuntas 0 0

Sumber : Data penelitian diolah 2013 (lampiran 26-27)

Tabel 4.6 menunjukkan bahwa hasil kelas kontrol dan eksperimen terjadi perbedaan hasil yang signifikan, rata-rata kelas kontrol dan Eksperimen masing untuk kelas kontrol yaitu 77,7 dan untuk kelas eksperimen yaitu 81,9. Nilai tertingi untuk kelas kontrol adalah 90 dan eksperimen mencapai 95. Secara klasikal masing-masing kelas setelah melakukan post test memiliki hasil belajar diatas KKM. Hal ini terjadi karena adanya perlakuan yang berbeda.

Pembelajaran pada kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) sedangkan pada kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional.

4.1.6 Deskripsi Hasil Desain Eksperimen

Deskripsi efek penggunaan treatment dengan desain Nonequivalent control group design ditunjukkan dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.7 Hasil Desain Nonequivalent Control Group Desain

Kelas Pre-test Perlakuan di kelas kontrol

& eksperimen

Post-test

Eksperimen 60 Pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student

Team Achievement Divisions (STAD)

81,9

Kontrol 59,5 Pembelajaran dengan model konvensional

77,7

Sumber: data penelitian diolah tahun 2013

Tabel 4.7 di atas dapat diketahui bahwa peningkatan hasil belajar jika di lihat dari rata-rata nilai pre test dan post test untuk kelas eksperimen adalah 21,9 dan kelas kontrol adalah 18,2. Efek dari adanya treatment pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) yaitu (81,9 – 60) – (77,7 – 59,5) = 3,7. Deskripsinya dapat dilihat dalam tabel 4.8 sebagai berikut:

Tabel 4.8 Peningkatan Hasil Belajar Siswa dari Rata-rata Nilai Pre Test dan Post Test

Eksperimen 60 81,9 21,9

Kontrol 59,5 77,7 18,2

Efektivitas 3,7

Sumber: data penelitian diolah tahun 2013

4.1.7 Deskripsi Hasil Pembelajaran Kelas Eksperimen

Penelitian yang dilakukan pada kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sebagai deskripsinya dapat dilihat dalam pada tabel 4.9 berikut:

Tabel 4.9 Deskripsi Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pokok Bahasan Jurnal Penutup dan Jurnal Pembalik di Kelas Eksperimen

Keterangan Kelas Eksperimen KKM Pertemuan 2 Pertemuan 3 ≥ 70 Nilai rata-rata 69,71 80,21 Siswa Tuntas 14 30

Siswa tidak Tuntas 17 1

Prosentase Siswa tuntas 45,16 % 96,77% Prosentase Siswa tidak tuntas 54,84 % 3,33%

Jumlah siswa 31 (100%)

Sumber : Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013 (lampiran 28)

Analisa deskriptif pada tabel 4.9 menunjukkan adanya peningkatan nilai hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dari pertemuan kedua sampai pertemuan ketiga. Selisih nilai rata-rata pada pertemuan kedua dan ketiga sebesar 10,5. Dilihat dari prosentase KKM yaitu ≥ 70 pada pertemuan kedua di

kelas eksperimen hasil belajar siswa masih belum mencapai KKM, sedangkan pada pertemuan ketiga hasil belajar siswa sudah mencapai KKM.

Simpulan secara umum dari hasil analisis di atas bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) efektif dalam meningkatkan hasil belajar akuntansi siswa pada pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik.

4.1.8 Analisis Data

1. Analisis Data Pre test a. Uji Homogenitas

Hasil analisis homogenitas dengan SPSS 16 Levene-Statistic diperoleh nilai signifikansi 0,401 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data pre test kelas kontrol dan eksperimen homogen. Hal ini terlihat pada tabel 4.10 berikut :

Tabel 4.10 Hasil Uji Homogenitas Pre test

Test of Homogeneity of Variances

Nilai

Levene Statistic df1 df2 Sig.

.715 1 60 .401

Sumber : Data penelitian diolah 2013 (lampiran 35)

b. Uji Normalitas

Hasil analisis normalitas dengan SPSS 16 Kolmogorov-Smirnov diperoleh nilai signifikansi untuk kelas eksperimen 0,657 dan kelas kontrol 0,518. Nilai signifikansi kedua kelas lebih besar dari 0,05 sehingga dapat

disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Hasil uji normalitas pre test disajikan berikut ini:

Tabel 4.11 Hasil Uji Normalitas Pre test

Sumber : Data penelitian diolah 2013 (lampiran 34)

c. Uji Kesamaan Dua Rata-Rata

Pengujian kesamaan dua rata-rata dilakukan pada data pre test kelas eksperimen dan kontrol menggunakan SPSS 16 Independet Sample t test dengan taraf signifikansi α = 0,05 dengan kriteria pengujian rata-rata nilai pre test kedua kelas tidak ada perbedaan (sama) jika Sig. (2-tailed) lebih dari 0,05 pada Equal varians assumed untuk data yang homogen. Hasil pengujian diperoleh nilai signifikansi 0,824 pada Equal variances assumed karena data nilai homogen. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai pre test kelas eksperimen dan kelas kontrol

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Eksperimen Kontrol

N 31 31

Normal Parametersa Mean 60.0000 59.5968

Std. Deviation 7.61030 6.52229

Most Extreme Differences Absolute .132 .147

Positive .132 .147

Negative -.128 -.079

Kolmogorov-Smirnov Z .732 .816

Asymp. Sig. (2-tailed) .657 .518

tidak ada perbedaan (sama). Hasil uji Independet Sample t test dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

Tabel 4.12 Hasil Uji Kesamaan Dua Rata-Rata Independent Samples Test

Levene's Test for Equality

of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t df Sig. (2- tai le d) Mean Differ ence Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Nilai Equal variance s assumed .715 .401 .224 60 .824 .40323 1.80015 -3.19761 4.00407 Equal variance s not assumed .224 58.626 .824 .40323 1.80015 -3.19935 4.00580

Sumber : Data penelitian diolah 2013 (lampiran 36)

2. Analisis Data Post test

a. Uji Homogenitas

Hasil analisis homogenitas dengan SPSS 16 Levene-Statistic disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 4.13 Hasil Uji Homogenitas Post test Test of Homogeneity of Variances

Nilai

Levene Statistic df1 df2 Sig.

.399 1 60 .530

Sumber : Data penelitian diolah 2013 (lampiran 37)

Hasil uji levene statistic pada table 4.13 diperoleh nilai signifikansi 0,530 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data post test kelas kontrol dan eksperimen homogen.

b. Uji Normalitas

Hasil analisis normalitas dengan SPSS 16 Kolmogorov-Smirnov disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 4.14 Hasil Uji Normalitas Post test

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Eksperimen Kontrol

N 31 31

Normal Parametersa Mean 81.7742 77.7419

Std. Deviation 6.06196 6.20332

Most Extreme Differences Absolute .128 .124

Positive .104 .124

Negative -.128 -.106

Kolmogorov-Smirnov Z .714 .688

Asymp. Sig. (2-tailed) .687 .731

a. Test distribution is Normal.

Hasil uji kolmogorov- smirnov pada tabel 4.14 diperoleh nilai signifikansi untuk kelas eksperimen 0,687 dan kelas kontrol 0,731. Nilai signifikansi kedua kelas lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.

3. Uji Hipotesis

a. Uji Hipotesis 1

Hipotesis 1 berbunyi “Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) efektif meningkatkan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dempet tahun ajaran 2012/2013”. Data yang digunakan pada hipotesis 1 adalah nilai pre test dan post test kelas eksperimen. Hipotesis 1 ini diuji dengan menggunakan program SPSS 16 paired sample t- test dengan taraf kepercayaan α = 0,05. Uji hipotesis yang digunakan:

Ho : Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) tidak efektif meningkatkan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dempet tahun ajaran 2012/2013. H1 : Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement

Divisions (STAD) efektif meningkatkan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dempet tahun ajaran 2012/2013

H1 diterima apabila nilai sig. (2-tailed) lebih kecil dari 0,05 dan Ho di

terima jika nilai sig. (2-tailed) lebih besar dari 0,05. Hasil pengujian hipotesis 1 dapat dilihat pada tabel 4.15 berikut ini :

Tabel 4.15 Hasil Uji Paired Sample T-Test Paired Samples Test

Paired Differences t df Sig. (2-tailed) Mean Std. Deviation Std. Error Mea n 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 Posttest - Pretest 21.11290 7.8219 1.4049 18.2599 23.9981 15.040 30 .000 Sumber : Data penelitian diolah 2013 (lampiran 38)

Hasil pengujian diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 yang

menyatakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dempet tahun ajaran 2012/2013, diterima.

b. Uji Hipotesis 2

Hipotesis 2 berbunyi “Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) efektif meningkatkan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dempet tahun ajaran 2012/2013 menjadi lebih

tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional”. Untuk menguji hipotesis ini maka digunakan independent sample t-test dengan taraf kepercayaan α = 0,05. Data yang digunakan untuk melakukan uji ini adalah data nilai post test kelas eksperimen dan data nilai post test kelas kontrol. Uji hipotesis yang digunakan:

Ho : Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team

Dokumen terkait