HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Uji Hipotesis
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
Ho : Bimbingan Konseling Rational Emotive Behaviour Therapy teknik Homework Assigment tidak dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa korban bullying.
Ha : Bimbingan Konseling Rational Emotive Behaviour Therapy teknik Homework Assigment dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa korban bullying.
Berikut hipotesa statistiknya: Ho:µ1=µ2
Ha:µ1≠µ2
Berdasarkan hasil uji paired sample t-test pada bimbingan konseling Rational Emotive Behaviour Therapy dengan teknik homework Assigment untuk menangani peserta didik korban bullying yang mengalami kepercayaan diri rendah, perhitungan dilakukan dengan menggunakan SPSS (statistical product and service solution) for windows realize 17, didapat hasil sebagai berikut:
Tabel 12 Paired Samples Test Paired Differences t df Sig. (2-tailed) Mean Std. Deviation Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 Pretest – Postest -39.82353 8.13354 1.97267 -44.00541 -35.64165 -20.188 16 .000 E. Pembahasan
Kurangnya kepercayaan diri yang dialami oleh tujuh belas peserta didik diakibatkan oleh bullying verbal dari teman-teman di sekolahnya. Bullying sendiri memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku peserta didik, seperti menarik diri terhadap lingkungan, merasa tidak aman, cemas yang berlebihan, mempengaruhi konsentrasi di sekolah serta membuat peserta didik menghindari sekolah sehingga selalu saja ada alasan untuk tidak masuk sekolah. Selain itu, peserta didik juga memiliki keyakinan-keyakinan irasional yang membuat dia selalu takut dalam melakukan suatu hal dan tidak meyakini bahwa dirinya memiliki kemampuan. Ciri-ciri orang yang memiliki kepercayaan diri rendah dalam kehidupan pribadinya diliputi keragu-raguan
89
untuk menentukan suatu tindakan, mudah cemas, selalu tidak yakin, dan mudah patah semangat.1
Dalam kehidupan sosial, remaja yang kurang percaya diri seringkali menunjukkan sikap yang pasif, merasa malu, menarik diri dari pergaulan, komunikasi terbatas, kurang berani menampilkan kreatifitas dan kurang inisiatif.2 Dalam bidang belajar remaja yang kurang percaya diri tampak dengan menurunnya kinerja akademik atau prestasi belajar, menyontek yang merupakan gambaran kurangnya percaya diri pada kemampuannya, tidak adanya keberanian untuk bertanya dan menanggapi penjelasan guru serta grogi ketika diperintah untuk maju ke depan kelas. Kepercayaan diri rendah pada ketujuh belas peserta didik terlihat dari tanda-tanda yaitu keinginan untuk menutup diri, mempunyai konsep diri yang negatif, tidak percaya pada kemampuan diri sendiri, merasa bahwa dirinya tidak akan mampu mengatasi segala persoalan, adanya kecenderungan menghindari situasi komunikasi, ketakutan bahwa orang lain akan mengejek pendapat atau apa yang dibicarakan (communication apprehension), kecenderungan ragu-ragu dalam menentukan atau memutuskan sesuatu. Peserta didik korban bullying yang memiliki kepercayaan diri rendah, mereka cenderung introvert dan sulit untuk berinteraksi dengan orang lain maupun dengan lingkungan, karena peserta didik tersebut cenderung menghindari situasi komunikasi. Terlalu
1
Jurnal kepercayaan diri” (On-line), tersedia di: http// digilib.uinsby.ac.id.htm (10 juny 2016)
2
memperhatikan kelemahan yang dimilikinya sehingga cenderung memiliki pikiran negatif apabila memperoleh kegagalan.
Berdasarkan tabel 12 diperoleh bahwa t adalah -020,188 mean adalah -39,823533, 95 % confidence interval of the difference lower = -44,0054 dan upper = -35,64165. Kemudian thitungdibandingkan ttabel = 2,11991 pada derajat kebebasan df = 16 , maka ketentuan thitung ≥ dari ttabel (-20,188 ≥2,11991). Nilai sig. (2-tailed) lebih kecil dari nilai kritik 0,005 (0.000≤0,005). Ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian peserta didik korban bullying yang kepercayaan dirinya rendah terdapat perubahan setelah diberikan layanan Bimbingan Konseling Rational Emotive Behaviour Therapy teknikHomework Assigment. Dilihat dari ketentuan thitung > ttabel, hasil perhitungan lebih besar thitung > ttabel, jadi dapat disimpulkan bahwa layanan Bimbingan Konseling Rational Emotive Behaviour Therapy teknik Homework Assigment dapat menangani peserta didik korban bullying yang mempunyai kepercayaan diri rendah di SMP Negeri 3 Terbanggi Besar Tahun Pelajaran 2016/2017.
Bimbingan Konseling rational emotif behavior therapy pada dasarnya membantu individu yang mengalami rasa kurang percaya diri, karena rasa kurang percaya diri bermula pada pola pikir yang salah, keragu-raguan yang muncul karena sesuatu hal yang ada pada pikiran peserta didik tersebut. Pola pikir yang salah disini adalah pola pikir negatif yang muncul pada diri individu, yang memunculkan persepsi yang akan merubah sikap atau tingkah
91
laku seseorang, sebagai contoh seseorang selalu merasa tidak yakin akan kemampuannya sendiri padahal belum pernah mencoba untuk menyalurkan kemampuannya tersebut, sehingga hal tersebut yang nantinya akan membentuk seseorang tersebut menjadi orang yang kurang percaya diri karena selalu ragu akan kemampuannya.3
Bimbingan Konseling rational emotif behavior therapy dengan menggunakan teknik home work assignment membantu peserta didik yang memiliki kepercayaan diri rendah akibat bullying dengan menunjukkan keyakinan irasional yang dimiliki peserta didik tersebut, kemudian mempertentangkannya sehingga peserta didik menyadari bahwa kurangnya kepercayaan dirinya berasal dari keyakinan irasional yang dianutnya serta mampu mengubah keyakinan irasinoal menjadi keyakinan yang lebih rasional sehingga kepercayaan diri peserta didik meningkat. Teknik yang digunakan adalah teknik home work assignment dimana peserta didik diberi tugas-tugas rumah untuk berlatih membiasakan diri serta menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menentukan pola tertentu yang diharapkan. Dengan tugas rumah yang diberikan, peserta didik dapat menghilangkan ide-ide atau perasaan-perasaan tertentu, mempraktikan respon-respon tertentu, berkonfrontasi dengan self verbalitation yang mendahuluinya. Tugas yang diberikan adalah
3
Suzana, “ Efektivitas Layanan Konseling Individual Teknik Rational Emotive Behaviour Therapy Dalam Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Peserta Didik Kelas VIII SMP Gajah Mada
Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2015/2016”. (Sripsi Bimbingan Konseling Fakultas Tarbiyah IAIN
mempelajari perjalanan hidup seorang tokoh terkenal yang memulai karirnya dari nol untuk mengubah aspek kognisinya yang keliru bahwa orag miskin tidak bisa melakukan apa-apa, melakukan latihan-latihan untuk memulai pembicaraan dengan orang lain. Selanjutnya tugas yang diberikan, dilaporkan oleh klien dalam pertemuan konseling ke 3 dengan praktikan. Tugas atau latihan yang diberikan kepada tiap peserta didik hampir sama, hal ini didasarkan pada believe irrasional yang selama ini dipelihara oleh peserta didik hampir sama.
Pada kasus kurangnya kepercayaan diri peserta didik korban bullying ini home work yang diberikan berupa tugas untuk membaca biografi dari tokoh-tokoh inspirasi seperti Chairil Tanjung, Dahlan Iskan. Harapannya peserta didik dapat termotivasi dengan perjalanan hidup tokoh tersebut yang sangat menginspirasi. Peserta didik bisa mengetahui bahwa untuk mendapatkan hasil yang maksimal harus disertai dengan usaha yang keras. Setelah klien membaca kemudian memahami biografi tokoh tersebut, peserta didik bersama dengan praktikan mendiskusikan tentang pemahaman yang telah peserta didik peroleh kemudian mengaplikasikannya terhadap kehidupan peserta didik. Dari proses konseling yang telah dilakukan terlihat perubahan perilaku klien yang menunjukkan pada meningkatnya kepercayaan diri peserta didik. Hal ini bisa dilihat dari perubahan perilaku peserta didik ketika di sekolah terutama ketika pelajaran berlangsung. Peserta didik yang dulunya selalu menolak jika mendapat tugas untuk mengerjakan soal di papan tulis
93
sekarang sudah mau melaksanakan tugas tersebut, peserta didik juga sudah mau mengajukan pertanyaan kepada guru. Untuk menanggulangi kendala yang dia hadapi dia sudah berani untuk meminta bantuan kepada guru maupun temannya. Peserta didik juga mulai aktif dalam diskusi kelompok, walaupun tidak banyak yang dia sampaikan. Proses konseling yang dilaksanakan selama 4 kali pertemuan pada setiap akhir pertemuan dengan peserta didik diberikan penilaian hasil akhir layanan bimbingan dan konseling, sehingga ada beberapa kesan untuk proses konseling yang diungkapkan oleh peserta didik. Penilaian tersebut dapat disimpulkan bahwa, pertemuan pada kegiatan konseling individu ini cukup berarti bagi peserta didik, karena dapat menyelesaikan masalah, mengurangi beban pikiran, dan yang terpenting kurangnya kepercayaan diri peserta didik dapat teratasi.
Perubahan perilaku peserta didik yang menunjukkan kepercayaan diri mengalami peningkatan yang cukup berarti terlihat sekali setelah pertemuan konseling ketiga, dimana peserta didik telah belajar untuk mempertentangkan pemikiran irasional serta mendiskusikan perjalanan tokoh inspiratif dari bawah sampai memperoleh kesuksesan. Banyak hal menarik yang membuat klien merasa termotivasi dan menyadari bahwa mereka juga mampu melakukan yang terbaik jika mau berusaha, dari keyakinan itulah yang membuat kepercayaan diri peserta didik secara bertahap mengalami peningkatan. Berdasarkan uraian diatas, hipotesis penelitian yang mengatakan bahwa ada pengaruh layanan bimbingan konseling Rational Emotive
Behaviour Therapy dengan teknik Homework Assigment dalam meningkatkan percaya diri peserta didik korban bullying.