ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Usaha
3. Pendekatan Kolmogorov-Smirnov
4.2.4 Uji Hipotesis
a. Uji F (Uji Serempak)
Uji F dilakukan untuk menguji apakah variabel percaya diri (X1), kreatif (X2), inovatif (X3) dan berani mengambil resiko (X4) secara bersama-sama atau serempak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Pengembangan Karir Individu (Y).
Langkah-langkah pengujiannya adalah sebagai berikut:
1. Menentukan hipotesis untuk H0dan H1
2. Mencari nilai Ftabel dengan cara menentukan tingkat kesalahan (α) dan menentukan derajat kebebasan
3. Menentukan kriteria pengambilan keputusan
4. Mencari nilai Fhitungdengan bantuan aplikasi SPSS 17.0
1. Model hipotesis yang digunakan dalam uji F ini adalah sebagai berikut:
H0: b1= b2= b3= b4= 0
Artinya secara bersama-sama atau serempak tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel independen (percaya diri, kreatif, inovatif dan berani mengambil resiko) terhadap variabel dependen ( pengembangan karir individu).
H0: b1≠ b2≠ b3≠ b4≠ 0
Artinya secara bersama-sama atau serempak terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel independen (percaya diri, kreatif, inovatif dan berani mengambil resiko) terhadap variabel dependen ( pengembangan karir individu).
2. Ftabeldapat diperoleh dari F pada α = 5% di mana: df pembilang = k-1, df penyebut = n – k (k=5, n=96)
maka Ftabel= 2,47
3. Kriteria pengambilan keputusan:
H0 diterima jika Fhitung ≤ Ftabel pada α = 5% dengan tingkat kepercayaan 95%.
H1 diterima jika Fhitung > Ftabel pada α = 5% dengan tingkat kepercayaan 95%.
4. Hasil uji Fhitung dapat dilihat pada Tabel 4.15 berikut: Tabel 4.15
Hasil Uji F (Uji Serempak) ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 583.798 4 145.949 85.027 .000a
Residual 156.202 91 1.717
Total 740.000 95
a. Predictors: (Constant), Berani_mengambil_resiko, Percaya_diri, Inovatif, Kreatif b. Dependent Variable: Pengembangan_Karir
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 17.0 (Februari 2012)
Pada Tabel 4.15 dapat dilihat bahwa hasil perolehan Fhitung pada kolom F yakni sebesar 85,027 dengan tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan Ftabel pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) adalah 2,47. Hal ini berarti Fhitung > Ftabel (85,027 > 2,47) dengan tingkat signifikansinya (0,000) < 0,05 menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen (percaya diri, kreatif, inovatif, dan berani mengambil resiko) secara serempak adalah signifikan terhadap pengembangan karir individu.
b. Uji Signifikansi Parsial (Uji t)
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh suatu variabel independen secara parsial (individual) terhadap variabel dependen, kriteria pengujiannya adalah:
H0: b1= 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.
H0 : b1 ≠ 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.
Kriteria pengambilan keputusan adalah:
H0diterima jika thitung< ttabelpada α = 5% H0ditolak jika thitung> ttabelpada α = 5%
Hasil pengolahan SPSS 17.0 dapat dilihat pada Tabel 4.16 berikut ini: Tabel 4.16
Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji t) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 3.015 1.649 1.829 .071 Percaya_diri .373 .090 .233 4.125 .000 Kreatif .638 .123 .369 5.206 .000 Inovatif .472 .120 .274 3.945 .000 Berani_mengambil_resik o .306 .101 .235 3.029 .003
a. Dependent Variable: Pengembangan_Karir
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 17.0 (Mei 2012)
Ttabeldapat diperoleh dari tabel t pada α = 5% di mana: df pembilang = k-1, df penyebut = n-k (k=5, n= 96) maka ttabel= 1,661
Sehingga berdasarkan Tabel 4.18 dapat dilihat bahwa nilai thitung dari variabel percaya diri (X1), kreatif (X2), inovatif (X3), dan berani mengambil resiko (X4) berturut-turut adalah 4,125 ; 5,206 ; 3,945 ; 3,029.
Nilai ttabel pada α = 5% adalah 1,661. Berdasarkan nilai ini dapat disimpulkan bahwa:
1. Variabel percaya diri (X1) memiliki thitung (4,125) > ttabel (1,661) dan nilai signifikansi (0,000) dibawah (lebih kecil dari) 0,05, hal ini berarti variabel percaya diri (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pengembangan karir individu (Y). Apabila variabel percaya diri (X1) meningkat maka pengembangan karir para distributor akan bertambah baik.
2. Variabel kreatif (X2) memiliki thitung(5,206) < ttabel(1,661) dan nilai signifikansi (0,000) di bawah (lebih kecil dari) 0,05, hal ini berarti variabel kreatif (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pengembangan karir individu (Y). Apabila variabel kreatif (X2) meningkat maka pengembangan karir para distributor akan bertambah baik.
3. Variabel inovatif (X3) memiliki thitung (3,945) < ttabel (1,661) dan nilai signifikansi (0,000) di bawah (lebih kecil dari) 0,05, hal ini berarti variabel inovatif (X3) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pengembangan karir individu (Y). Apabila variabel inovatif (X3) meningkat, maka pengembangan karir para distributor akan bertambah baik
4. Variabel berani mengambil resiko (X4) memiliki thitung (3,029) < ttabel (1,661) dan nilai signifikansi (0,003) di bawah (lebih kecil dari) 0,05, hal ini berarti variabel berani mengambil resiko (X4)
berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pengembangan karir individu (Y). Apabila variabel berani mengambil resiko (X4) meningkat, maka pengembangan karir para distributor akan bertambah baik.
Uraian tersebut menyimpulkan bahwa variabel percaya diri (X1), kreatif (X2), Inovatif (X3), dan berani mengambil resiko (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan karir Individu (Y) pada PT. Amindoway Jaya atau Amway Indonesia cabang Medan.
c. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Pengujian koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur persentasi atau proporsi kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai 1 (0 ≤ R2 ≥ 1). Jika R2 semakin besar (mendekati 1), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar (kuat) terhadap variabel terikat (Y).
Tabel 4.17
Pengujian Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .888a .789 .780 1.31016
a. Predictors: (Constant), Berani_mengambil_resiko, Percaya_diri, Inovatif, Kreatif
b. Dependent Variable: Pengembangan_Karir Sumber: Pengolahan SPSS 17.0 (Mei 2012)
Berdasarkan tabel 4.17 dapat dilihat bahwa:
a. R = 0,888 berarti hubungan antara variabel percaya diri (X1), kreatif (X2), inovatif (X3) dan berani mengambil resiko (X4) terhadap pengembangan karir individu (Y) sebesar 88,8%, artinya hubungannya sangat erat.
b. ust sebesar 0,780 berarti 78% variabel pengembangan karir (Y) dapat dijelaskan oleh percaya diri (X1), kreatif (X2), inovatif (X3) dan berani mengambil resiko (X4). Sedangkan sisanya 22% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
c. ! t" # $% (standar deviasi) artinya mengukur variasi dari nilai yang diprediksi. Dalam penelitian ini standar deviasinya adalah 1,31016. Semakin kecil standar deviasi berarti model semakin baik.
4.3 Pembahasan
Penelitian ini menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, di mana digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Di mana faktor-faktor kemampuan wirausaha yang terdiri dari percaya diri, kreatif, inovatif, dan berani mengambil resiko (Variabel bebas) dapat berpengaruh terhadap pengembangan karir individu distributor (Variabel terikat) PT. Amindoway Jaya Indonesia cabang Medan.
Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner kepada 96 distributor Amway Indonesia cabang Medan, secara serempak variabel percaya diri, kreatif, inovatif , dan berani mengambil resiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan karir individu. Hal ini sesuai dengan teori Kasmir (2009 : 16) yang menyatakan bahwa secara sederhana wirausahawan adalah orang yang berjiwa
berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Dan salah satu bentuk wirausaha yang dapat menjawab permasalahan diatas adalah berusaha sendiri sebagai distributor&'(t) (*v*(&+, -*t)./ (MLM).
Pemahaman mengenai kemampuan wirausaha akan membantu para distributor untuk lebih mudah dalam mencapai keinginan mereka dalam menjalankan bisnis MLM. Sehingga para distributor dapat mengetahui secara lebih jelas langkah-langkah apa yang harus mereka terapkan agar dapat terus berkembang di dalam bisnis MLM yang sebenarnya cukup menjanjikan untuk masa depan mereka.
Dari hasil penelitian uji t, sebagian besar responden memberikan indikasi bahwa faktor utama yang mempengaruhi pengembangan karir mereka adalah variabel kreatif dimana variabel ini melihat bagaimana seorang distributor mampu melakukan dengan lebih baik (0 1) .-s Better ). Sesuai dengan teori Zimmerer (dalam Suryana dan Bayu, 2010:190) yang menyatakan bahwa kreativitas tidak hanya penting untuk menciptakan keunggulan kompetitif, akan tetapi juga sangat penting bagi kesinambungan perusahaan (Survive). Hal ini menunjukkan bahwa kreatifitas dalam pengembangan jaringan dan pencapaian target merupakan salah satu penunjang keberhasilan karir para distributor di dalam menjalankan bisnis MLM.
Meskipun demikian, beberapa responden menemukan sedikit kendala dalam mengembangkan kreativitas mereka karena sebagian responden baru saja bergabung dalam bisnis Amway dan sebagian lainnya belum memiliki jaringan yang cukup kuat untuk dikembangkan, hal ini mengakibatkan mereka menjadi
lebih sulit untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik karena belum terbekali dengan pengetahuan-pengetahuan dasar terutama tentang produk yang akan mereka tawarkan. Tiadanya dorongan dan motivasi dari 2345 67 dalam mengajak para 89: 64567 untuk aktif mengikuti pertemuan-pertemuan maupun seminar-seminar yang diadakan, juga dapat menjadi salah satu kendala bagi para distributor baru dalam mengembangkan karir mereka.
Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner untuk variabel inovatif, sebagian besar responden berpendapat bahwa pengembangan karir mereka juga dipengaruhi oleh faktor inovatif dalam diri yang diimplementasikan dalam bentuk kemauan, kesabaran dan ketabahan dalam berkomunikasi secara persuasif menghadapai karakteristik-karakteristik masyarakat yang berbeda-beda. Menurut Wiratmo dalam Anshori (2003), ciri pengusaha yang sukses adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk berinovasi. Faktor inovatif menjadi faktor kedua yang paling berpengaruh terhadap pengembangan karir karyawan pada PT. Amindoway Jaya Indonesia cabang Medan. Adapun kendala yang kerap ditemukan oleh para distributor hanyalah terletak di masa-masa awal seseorang bergabung menjadi distributor, dimana seseorang tersebut sama sekali tidak dibekali dengan cara-cara menawarkan produk mereka, sehingga distributor tersebut sering mendapatkan penolakan. Namun dengan semakin rajin seorang distributor mengikuti seminar-seminar, meeting, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bertujuan untuk menambah pengetahuan para distributor, maka dengan sendirinya juga para distributor akan menjadi mampu dalam berinovasi terutama dalam komunikasi secara persuasif kepada para pelanggan.
Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner untuk variabel percaya diri, sebagian besar responden berpendapat bahwa pengembangan karir mereka juga dipengaruhi oleh faktor percaya diri terhadap diri sendiri dan juga usaha yang mereka jalankan. Hal ini dapat dilihat dari keyakinan dan optimisme mereka dalam menjalankan bisnis ini dengan sepenuh hati. sedangkan beberapa responden lainnya masi belum terlalu percaya diri atau ragu dalam menjalankan bisnis ini dikarenakan beberapa faktor seperti bahwa bisnis Amway ini hanyalah bisnis sampingan yang mereka jalankan untuk mengisi waktu luang dan untuk mendapatkan penghasilan tambahan, ada juga yang menyatakan bahwa di karenakan persaingan bisnis MLM sangat ketat di luar sana tetapi belum tentu benar-benar menjanjikan. Dari hasil yang didapatkan melalui data empirial, faktor percaya diri menjadi faktor ketiga yang paling berpengaruh terhadap pengembangan karir karyawan pada PT. Amindoway Jaya Indonesia cabang Medan.
Dari hasil penyebaran kuesioner untuk variabel berani mengambil resiko yang melihat kemampuan distributor dalam mengambil resiko, sebagian responden berpendapat bahwa pengembangan karir mereka juga dipengaruhi oleh faktor berani mengambil resiko dalam menjalankan bisnis MLM. bentuk-bentuk resiko yang mereka hadapi seperti ketidakpastian penghasilan yang mereka dapatkan setiap bulannya, respon dari pelanggan yang tidak sesuai dengan harapan dan tantangan-tantangan yang mereka hadapi dari lingkungan saat berpergian untuk mempromosikan produk mereka. Faktor berani mengambil
resiko menjadi faktor terakhir yang paling berpengaruh terhadap pengembangan karir karyawan pada PT. Amindoway Jaya Indonesia cabang Medan.
Hasil dari uji koefisien determinasi menunjukkan Pengembangan Karir Individu pada bisnis MLM di Amway mampu dipengaruhi sebesar 78% oleh kemampuan wirausaha yang terdiri dari variabel percaya diri, kreatif, inovatif dan berani mengambil resiko. Sedangkan 22% sisanya, pengembangan karir individu distributor dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sehingga PT.Amindoway Jaya Indonesia cabang Medan harus tetap memperhatikan kemampuan wirausaha para distributornya.
Apabila dilihat dari uji parsial yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar variabel bebas berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel terikat. Keselurahan variabel percaya diri, kreatif, inovatif dan berani mengambil resiko memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pengembangan karir individu pada PT. Amindoway Jaya atau Amway Indonesia cabang Medan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Anshori (2003) bahwa
MLM adalah kemampuan bersosialisasi dalam pergaulan. Seorang distributor dapat belajar cara-cara mensponsori dan menjual produk yang sesuai dengan dirinya melalui pergaulan dengan para distributor lain yang berhasil. Selain pengetahuan meningkat seorang distributor dituntuk untuk lebih kreatif, inovatif dan berani dalam meningkatkan nilai tambah pada kepercayaan dirinya dan inilah yang diperlukan seorang distributor MLM untuk mengaktualisasikan potensinya yang optimal.
Seorang distributor pada saat memilih mengembangkan karir berwirausaha lewat MLM, dia benar-benar harus sudah mempersiapkan diri, bekerja untuk diri sendiri dan juga bermitra dengan orang lain, membina hubungan dengan sesama distributor maupun pelanggan, dan diikuti dengan berbagai seminar dan
pertemuan-pertemuan yang menunjang karir mereka. Faktor pemicu timbulnya jiwa kewirausahaan di diri para distributor memang tidak begitu jelas tetapi yang membuat pengembangan diri para distributor menjadi wirausaha adalah lingkungan yang memberikan bimbingan, mengasah dan membawanya ke arena bisnis sehingga pada saat ini seorang distributor menjadi wirausaha.
Dengan pengalaman dan kemampuan seorang distributor MLM memberikan kontribusi penting bagi diri mereka sendiri dan juga para ; <=>?@ >A mereka. Dan apabila memungkinkan juga membuka peluang bagi masyarakat luas untuk ikut bergabung menjadi distributor sehingga angka pengangguran tidak begitu mencolok.
Pengembangan karir kewirausahaan merupakan suatu proses. Tidak mustahil bahwa mereka yang saat ini bekerja dari bawah, yaitu presentasi, menjual produk dan lain-lain akan membawa mereka pada suatu keberhasilan di masa mendatang, walaupun demikian ketidak pastian yang ada, namun setidaknya pada saat ini mereka dapat memenuhi kebutuhan individual mereka sendiri dan tidak menjadi beban terhadap lingkungan mereka.
Dengan begitu pentingnya faktor – faktor kemampuan wirausaha yang akan mengembangkan karir individu para distributor, sehingga perlu diperhatikan cara-cara dalam meningkatkan kemampuan wirausaha yang bergabung di dalam bisnis ini baik itu distributor yang baru bergabung maupun distributor yang sudah lama bergabung.
BAB V