HASIL DAN PEMBAHASAN
5.6 Moderated Regression Analysis ( MRA )
5.6.2 Uji Hipotesis Penelitian (Uji t)
Berdasarkan tabel 5.10 dapat diuji hipotesis penelitian (Uji t), untuk mengetahui diterima atau ditolaknya hipotesis penelitian, sebagai berikut:
1) Ha.1.1: Kapabilitas personal berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja SIA.
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui nilai beta variabel kapabilitas personal (X1) adalah -0.858 dengan nilai signifikansi sebesar 0,054 yang lebih besar daripada α = 0,05. Artinya, variabel kapabilitas personal (X1) berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan pada kinerja SIA . Dengan demikian maka hipotesis penelitian Ha 1.1 yang menyatakan bahwa kapabilitas personal berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja SIA. tidak dapat diterima atau ditolak.
2) Ha.1.2: Workshop/pelatihan pengguna berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja SIA.
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui nilai beta variabel variabel workshop/pelatihan pengguna (X2) adalah -0,277 dengan nilai signifikansi sebesar 0,85 yang lebih besar daripada α = 0,05. Artinya, variabel workshop/pelatihan pengguna (X2) berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan
pada kinerja SIA. Dengan demikian maka hipotesis penelitian Ha 1.2 yang menyatakan bahwa workshop/pelatihan pengguna berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja SIA tidak dapat diterima atau ditolak.
3) Ha.1.3: Komitmen organisasional (X3) berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja SIA.
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui nilai beta variabel komitmen organisasional (X3) adalah 1,854 dengan nilai signifikansi sebesar 0,027 yang lebih kecil daripada α = 0,05. Artinya, variabel komitmen organisasional (X3) berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja SIA. Dengan demikian maka hipotesis penelitian Ha 1.3 yang menyatakan bahwa Komitmen organisasional (X3) berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja SIA tidak dapat ditolak atau diterima.
4) Ha.1.4: Formalisasi pengembangan SI berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja SIA.
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui nilai beta variabel formalisasi pengembangan SI (X4) adalah 1,070 dengan nilai signifikansi sebesar 0,382 yang lebih besar daripada α = 0,05. Artinya, variabel formalisasi pengembangan SI (X4) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan pada kinerja SIA. Dengan demikian maka hipotesis penelitian Ha 1.4 yang menyatakan bahwa formalisasi pengembangan SI (X4) berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja SIA tidak dapat diterima atau ditolak.
5) Ha.1.5: Komite Pengendali SI berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja SIA.
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui nilai beta variabel komite pengendali SI (X5) adalah 3,871 dengan nilai signifikansi sebesar 0,024 yang lebih kecil daripada α = 0,05. Artinya, variabel komite pengendali SI (X5) berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja SIA. Dengan demikian maka hipotesis penelitian Ha 1.5 yang menyatakan bahwa variabel komite pengendali SI berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja SIA tidak dapat ditolak atau diterima.
6) Ha.1.6: Dukungan top manajemen berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja SIA.
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui nilai beta variabel dukungan top manajemen (X6) adalah 1,199 dengan nilai signifikansi sebesar 0,068 yang lebih besar daripada α = 0,05. Artinya, variabel dukungan top manajemen (X6) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan pada kinerja SIA. Dengan demikian maka hipotesis penelitian Ha 1.6 yang menyatakan bahwa variabel dukungan top manajemen berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja SIA tidak dapat diterima atau ditolak.
7) Ha.2.1: Komitmen Organisasional memoderasi pengaruh Kapabilitas Personal pada kinerja SIA.
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui nilai beta interaksi variabel komitmen organisasional dan variabel kapabilitas personal (X1.X3) adalah 0,054 dengan
nilai signifikansi sebesar 0,402 yang lebih besar daripada α = 0,05. Artinya, interaksi variabel komitmen organisasional dan variabel kapabilitas personal (X1.X3) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan pada kinerja SIA. Dengan demikian maka hipotesis penelitian Ha 2.1 yang menyatakan bahwa komitmen organisasional memoderasi pengaruh kapabilitas personal pada kinerja SIA tidak dapat diterima atau ditolak.
8) Ha.2.2: Komitmen Organisasional memoderasi pengaruh Workshop/pelatihan pengguna pada kinerja SIA.
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui nilai beta interaksi variabel komitmen organisasional dan variabel workshop/pelatihan pengguna (X2.X3) adalah -0,004 dengan nilai signifikansi sebesar 0,980 yang lebih besar daripada α = 0,05. Artinya, interaksi variabel komitmen organisasional dan variabel workshop/pelatihan pengguna (X2.X3) berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan pada kinerja SIA. Dengan demikian maka hipotesis penelitian Ha 2.2 yang menyatakan bahwa komitmen organisasional memoderasi pengaruh workshop/pelatihan pengguna pada kinerja SIA tidak dapat diterima atau ditolak. 9) Ha.2.3: Komitmen organisasional memoderasi pengaruh Formalisasi
Pengembangan SI pada kinerja SIA.
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui nilai beta interaksi variabel komitmen organisasional dan variabel formalisasi pengembangan SI (X4.X3) adalah 0,031 dengan nilai signifikansi sebesar 0,905 yang lebih besar daripada α = 0,05. Artinya, interaksi variabel komitmen organisasional dan variabel formalisasi pengembangan SI (X4.X3) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan pada
kinerja SIA. Dengan demikian maka hipotesis penelitian Ha 2.3 yang menyatakan bahwa komitmen organisasional memoderasi pengaruh formalisasi pengembangan SI pada kinerja SIA tidak dapat diterima atau ditolak.
10) Ha.2.4: Komitmen organisasional memoderasi pengaruh komite pengendali SI pada kinerja SIA.
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui nilai beta interaksi variabel komitmen organisasional dan variabel komite pengendali SI (X5.X3) adalah 0,408 dengan nilai signifikansi sebesar 0,046 yang lebih kecil daripada α = 0,05. Artinya, interaksi variabel komitmen organisasional dan variabel komite pengendali SI (X5.X3) berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja SIA. Dengan demikian maka hipotesis penelitian Ha 2.4 yang menyatakan bahwa komitmen organisasional memoderasi pengaruh komite pengendali SI pada kinerja SIA tidak dapat ditolak atau diterima.
11) Ha.3.1: Dukungan top manajemen memoderasi pengaruh kapabilitas personal pada kinerja SIA.
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui nilai beta interaksi variabel dukungan top manajemen dan variabel kapabilitas personal (X1.X6) adalah 0,131 dengan nilai signifikansi sebesar 0,088 yang lebih besar daripada α = 0,05. Artinya, interaksi variabel dukungan top manajemenl dan variabel kapabilitas personal (X1.X6) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan pada kinerja SIA. Dengan demikian maka hipotesis penelitian Ha 3.1 yang menyatakan bahwa dukungan top manajemen memoderasi pengaruh kapabilitas personal pada kinerja SIA tidak dapat diterima atau ditolak.
12) Ha.3.2: Dukungan top manajemen memoderasi pengaruh workshop/pelatihan pengguna pada kinerja SIA.
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui nilai beta interaksi variabel dukungan top manajemen dan variabel workshop/pelatihan pengguna (X2.X6) adalah 0,074 dengan nilai signifikansi sebesar 0,677 yang lebih besar daripada α = 0,05. Artinya, interaksi variabel dukungan top manajemenl dan variabel workshop/pelatihan pengguna (X2.X6) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan pada kinerja SIA. Dengan demikian maka hipotesis penelitian Ha 3.2 yang menyatakan bahwa dukungan top manajemen memoderasi pengaruh workshop/pelatihan pengguna pada kinerja SIA tidak dapat diterima atau ditolak. 13) Ha.3.3: Dukungan top manajemen memoderasi pengaruh formalisasi
pengembangan SI pada kinerja SIA.
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui nilai beta interaksi variabel dukungan top manajemen dan variabel formalisasi pengembangan SI (X4.X6) adalah 0,255 dengan nilai signifikansi sebesar 0,224 yang lebih besar daripada α = 0,05. Artinya, interaksi variabel dukungan top manajemen dan variabel formalisasi pengembangan SI (X4.X6) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan pada kinerja SIA. Dengan demikian maka hipotesis penelitian Ha 3.3 yang menyatakan bahwa dukungan top manajemen memoderasi pengaruh formalisasi pengembangan SI pada kinerja SIA tidak dapat diterima atau ditolak.
14) Ha.3.4 : Dukungan top manajemen memoderasi pengaruh komite pengendali SI pada kinerja SIA.
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui nilai beta interaksi variabel dukungan top manajemen dan variabel komite pengendali SI (X5.X6) adalah 0,201 dengan nilai signifikansi sebesar 0,263 yang lebih besar daripada α = 0,05. Artinya, interaksi variabel dukungan top manajemen dan variabel komite pengendali SI (X5.X6) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan pada kinerja SIA. Dengan demikian maka hipotesis penelitian Ha 3.4 yang menyatakan bahwa dukungan top manajemen memoderasi pengaruh komite pengendali SI pada kinerja SIA tidak dapat diterima atau ditolak.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1) Kapabilitas personal dan workshop/pelatihan pengguna berpengaruh positif tetapi tidak signifikan pada kinerja SIA;
2) Komitmen organisasional dan komite pengendali SI berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja SIA;
3) Formalisasi pengembangan SI dan dukungan top manajemen berpengaruh positif tetapi tidak signifikan pada kinerja SIA;
4) Komitmen organisasi mampu memoderasi pengaruh komite pengendali SI pada kinerja SIA;
5) Komitmen organisasi tidak mampu memoderasi pengaruh kapabilitas personal, workshop/pelatihan, formalisasi pengembangan SI pada kinerja SIA;
Dukungan top manajemen tidak mampu memoderasi pengaruh kapabilitas personal, workshop/pelatihan, formalisasi pengembangan SI, dan komite pengendali SI pada kinerja SIA
6.2 Saran
Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat diberikan saran sebagai berikut:
2) Informasi berkelanjutan situasi lingkungan SIAKU kepada pemakai dan pimpinan unit, terutama di masa transisi konversi;
3) Tim konversi yang kuat dan full time terutama ketika menghadapi perubahan signifikan;
4) Programmer pendamping internal, selain pengembang; 5) Pemahaman dan komitmen bersama;