• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan

31. PT Verena Multi Finance Tbk (VRNA)

4.3 Uji Hipotesis

Pada pengujian ini dilakukan dengan tingkat signifikansi sebesar 10%. Hasil pengujian hipotesis sebagai berikut:

Tabel 4.5

Hasil Uji Koefisien Regresi Variables in the Equation

B S.E. Wald df Sig. Exp(B)

Step 1 LIKUIDITAS 6.380 3.782 2.845 1 .092 589.795 PROFITABILITAS 5.479 2.970 3.404 1 .065 239.697 PRODUKTIVITAS 2.912 1.832 2.526 1 .112 18.385 LEVERAGE -.256 .238 1.152 1 .283 .774 UMUR 1.167 1.615 .522 1 .470 3.212 SIZE 2.018 1.133 3.170 1 .075 7.520 GROWTH .878 .781 1.265 1 .261 2.407 Constant -17.746 8.451 4.410 1 .036 .000

Sumber : hasil pengolahan SPSS

Dari Tabel 4.5 dapat ditulis persamaan sebagai berikut:

�� �−� = -17,746 – 6,380X1 + 5,479X2 + 2,912X3 - 0,256X4 + 1,167X5 +

Keterangan :

Ln p

1−� = 1, jika peringkat obligasi termasuk investment grade

Ln p

1−� = 0, jika peringkat obligasi termasuk non investment grade

X1 = likuiditas X2 = profitabilitas X3 = produktivitas X4 = leverage X5 = umur obligasi X6 = size X7 = growth

ε = error (tingkat kesalahan) Interpretasi:

a. Konstanta sebesar -17,746 menunjukkan bahwa apabila tidak memperhitungkan nilai likuiditas, profitabilitas, produktivitas, leverage, umur obligasi, size, dan growth maka kemungkinan penerimaan peringkat obligasi investment grade sebesar 17,746.

b. Koefisien regresi likuiditas sebesar 6,380 menunjukkan bahwa apabila setiap kenaikan likuiditas sebesar 1%, dengan asumsi variabel profitabilitas, produktivitas, leverage, umur obligasi, size, dan growth dianggap konstan, maka akan mempengaruhi obligasi perusahaan dalam memperoleh peringkat investment grade sebesar 6,380.

c. Koefisien regresi profitabilitas sebesar 5,479 menunjukkan bahwa apabila setiap kenaikan profitabilitas sebesar 1%, dengan asumsi variabel likuiditas, produktivitas, leverage, umur obligasi, size, dan growth dianggap konstan, maka akan mempengaruhi obligasi perusahaan dalam memperoleh peringkat investment grade sebesar 5,479.

d. Koefisien regresi produktivitas sebesar 2,912menunjukkan bahwa apabila setiap kenaikan produktivitas sebesar 1%, dengan asumsi variabel likuiditas, profitabilitas, leverage, umur obligasi, size, dan growth dianggap konstan, maka akan mempengaruhi obligasi perusahaan dalam memperoleh peringkat investment grade sebesar 2,912.

e. Koefisien regresi leverage sebesar -0,256 menunjukkan bahwa apabila setiap kenaikan leverage sebesar 1%, dengan asumsi variabel likuiditas, profitabilitas, produktivitas, umur obligasi, size, dan growth dianggap konstan, maka akan mempengaruhi obligasi perusahaan dalam memperoleh peringkat investment grade sebesar 0,256.

f. Koefisien regresi umur obligasi sebesar 1,167menunjukkan bahwa apabila setiap kenaikan umur obligasi sebesar 1%, dengan asumsi variabel likuiditas, profitabilitas, produktivitas, leverage, size, dan growth dianggap konstan, maka akan mempengaruhi obligasi perusahaan dalam memperoleh peringkat investment grade sebesar 1,167.

g. Koefisien regresi size sebesar 2,018 menunjukkan bahwa apabila setiap kenaikan size sebesar 1%, dengan asumsi variabel likuiditas, profitabilitas, produktivitas,

leverage, umur obligasi, dan growth dianggap konstan, maka akan mempengaruhi obligasi perusahaan dalam memperoleh peringkat investment grade sebesar 2,018.

h. Koefisien regresi growth sebesar 0,878 menunjukkan bahwa apabila setiap kenaikan growth sebesar 1%, dengan asumsi variabel likuiditas, profitabilitas, produktivitas, leverage, umur obligasi, dan size dianggap konstan, maka akan mempengaruhi obligasi perusahaan dalam memperoleh peringkat investment grade sebesar 0,878.

4.4Pembahasan

a. Hubungan Likuiditas dengan Peringkat Obligasi

Hasil pengujian likuiditas terhadap peringkat obligasi diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,092 ˂ 0,10. Dengan demikian nilai signifikansi lebih kecil dari 0,10. Maka dapat disimpulkan bahwa likuiditas berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi, sehingga hipotesis pertama (H1) diterima. Rasio likuiditas yang diproksikan current ratio menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Tingkat likuiditas yang tinggi memungkinkan perusahaan untuk membiayai kewajiban jangka pendeknya sehingga pemenuhan operasional perusahaan akan dapat terpenuhi oleh perusahaan dari sumber-sumber aktiva perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Alwi dan Nurhidayati (2012) yang menunjukkan bahwa variabel likuiditas yang diukur dengan rasio lancar (current ratio) berpengaruh terhadap peringkat obligasi.

b. Hubungan Profitabilitas dengan Peringkat Obligasi

Hasil pengujian profitabilitas terhadap peringkat obligasi diperoleh nilai signifikansi sebesar 0, 065 ˂ 0,10. Dengan demikian nilai signifikansi lebih kecil dari 0,10. Maka dapat disimpulkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi, sehingga hipotesis kedua (H2) diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Purwaningsih (2008) yang menunjukkan bahwa variabel profitabilitas berpengaruh terhadap peringkat obligasi.

Hasil ini mengkonfirmasi pernyataaan Purwaningsih (2008) yang menyatakan profitabilitas yang tinggi mengindikasikan perusahaan untuk melangsungkan kegiatan usahanya/going concern. Selain menunjukkan kemampuan untuk melangsungkan hidup (going concern), laba juga merupakan alat penarik sumber pendanaan eksternal. Dengan adanya laba yang tinggi, pemberi pinjaman lebih dapat diyakinkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan membayar bunga secara teratur pada investor. Hal ini tentu saja memperkecil risiko gagal bayar sehingga peringkat perusahaan penerbit obligasi menjadi semakin baik atau dapat terklasifikasi pada kategori investment grade.

c. Hubungan Produktivitas dengan Peringkat Obligasi

Hasil pengujian produktivitas terhadap peringkat obligasi diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,112 > 0,10. Dengan demikian nilai signifikansi lebih besar dari 0,10. Maka dapat disimpulkan bahwa produktivitas tidak berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi, sehingga hipotesis ketiga (H3) ditolak. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Alwi dan Nurhidayati (2012)

yang menunjukkan bahwa variabel produktivitas berpengaruh terhadap peringkat obligasi. Produktivitas yang tinggi menghasilkan pendapatan yang tinggi namun, pendapatan yang tinggi belum tentu dialokasikan dalam pembayaran hutang.

d. Hubungan Leverage dengan Peringkat Obligasi

Hasil pengujian leverage terhadap peringkat obligasi diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,283 > 0,10. Dengan demikian nilai signifikansi lebih besar dari 0,10. Maka dapat disimpulkan bahwa leverage tidak berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi, sehingga hipotesis keempat (H4) diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pandutama (2012) yang menunjukan bahwa variabel leverage tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi. Leverage yang tinggi cenderung memiliki kemampuan yang rendah dalam memenuhi kewajibanya. Salah satu alasanya adalah semakin tinggi leverage diartikan bahwa sebagian besar aktiva perusahaan didanai dengan hutang yang berdampak pada rendahnya kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban-kewajibanya sehingga dapat menurunkan peringkat obligasi perusahaan.

e. Hubungan Umur Obligasi dengan Peringkat Obligasi

Hasil pengujian umur obligasi terhadap peringkat obligasi diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,470 > 0,10. Dengan demikian nilai signifikansi lebih besar dari 0,10. Maka dapat disimpulkan bahwa umur obligasi tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi, sehingga hipotesis kelima (H5) diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pandutama (2012) yang menunjukan bahwa variabel umur obligasi tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi. Hasil

observasi penelitian menunjukan bahwa umur obligasi sebagian besar memiliki umur obligasi yang pendek, dibawah lima tahun, sehingga tidak terlalu diperhitungkan dalam pemeringkatan obligasi perusahaan.

f. Hubungan Size dengan Peringkat Obligasi

Hasil pengujian size terhadap peringkat obligasi diperoleh nilai signifikansi sebesar 075 ˂ 0,10. Dengan demikian nilai signifikansi lebih kecil dari 0,10. Maka dapat disimpulkan bahwa size berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi, sehingga hipotesis keenam (H6) diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Alwi dan Nurhidayati (2012) yang menunjukan bahwa variabel size berpengaruh terhadap peringkat obligasi. Ukuran perusahaan diukur dengan total aset. Total aset merupakan gabungan dari modal sendiri perusahaan dengan modal yang berasal dari hutang termasuk dari obligasi. Dengan demikian perusahaan dengan aset yang besar mempunyai kemampuan dalam menjamin aktivanya sehingga berdampak pada rendahnya risiko yang dihadapi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perusahaan dengan total aset yang tinggi memberikan peringkat yang tinggi juga terhadap obligasi perusahaan tersebut.

g. Hubungan Growth dengan Peringkat Obligasi

Hasil pengujian growth terhadap peringkat obligasi diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,261 > 0,10. Dengan demikian nilai signifikansi lebih besar dari 0,10. Maka dapat disimpulkan bahwa growth tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi, sehingga hipotesis ketujuh (H7) ditolak. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Adhisyahfitri, dkk (2012) yang menunjukan bahwa

variabel growth tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi. Pada umumnya growth perusahaan yang baik akan memberikan peringkat investment grade. Namun growth dapat dilihat dari berbagai sisi, seperti kondisi politik negara dimana perusahaan tersebut beroperasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa growth tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait