• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

2. Uji Reabilitas

3.12 Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis digunakan untuk menguji apakah hasil koefisiensi regresi yang diperoleh signifikan. Pengujian ini dilakukan terhadap tiga variabel independen (bebas), apakah memiliki pengaruh yang signifikan atau tidak terhadap variabel dependen (terikat) baik secara parsial maupun secara simultan. Pengujian ini terdiri dari :

a. Uji Regresi Parsial (Uji Statistik t)

Uji statistik t digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel bebas secara parsial berpengaruh terhadap terhadap variabel terikat.Nilai signifikan < 0.05 maka variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen (H0 ditolak dan Ha diterima), sedangkan nilai signifikan >

0.05 maka variabel independen tidak berpengaruh terhdapa variabel dependen (H0 diterima dan Ha ditolak).

b. Uji Regresi Simultan (Uji Statistik F)

Uji F ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh secara bersama-sama (simultan) variabel-variabel independen secara signifikan terhadap variabel dependen. Pembuktian dilakukan dengan cara membandingkan nilai �ℎ� ��dengan � ��pada tingkat kepercayaan 5% dan derajat kebebasan (degree of freedom) df = (n-k-1) dimana n adalah jumlah responden dan k jumlah variabel. Kriteria pengujian yang digunakan adalah sebagai berikut.

1. Jika nilai probabilitas > 0,05 maka variabel independen secara simultan tidak signifikan mempengaruhi variabel terikat.

2. Jika nilai probabilitas < 0,05 maka variabel independen secara simultan signifikan mempengaruhi variabel terikat.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskriptif Data

4.1.1 Hasil Kuesioner yang Disebar

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di KAP Jakarta Selatan diperoleh data melalui kuesioner yang disebar melalui responden melalui beberapa pernyataan mengenai pengaruh pengalaman kerja, kode etik dan skeptisisme profesional auditor terhadap kualitas audit. Sedangkan pengolahan data dalam skripsi ini menggunakan program Microsoft Excel dan Statistical Package fo the Sosial Science (SPSS) versi 23.0.

Kuesioner yang disebarkan berjumlah 100 kuesioner dan jumlah kesioner yang kembali adalah sebanyak 83 kuesioner atau 83%.Kuesioner yang tidak kembali sebanyak 17 kuesioner atau 17%. Berikut adalah hasil tingkat pengembalian kuesioner yang telah diterima dapat dilihat pada tabel 4.1 di bawah ini :

Tabel 4.1

2. Kantor Akuntan Publik Junaedi, Chairul dan Subyakto

10. Kantor Akuntan Publik Gatot Permadi Joewono & Rekan penelitian ini sebesar 83% dengan demikian dapat dilanjutkan dengan uji empiris (statistik) untuk mengukur pengaruh antara variabel independen yaitu Pengalaman Kerja (X1), Kode Etik (X2), dan Skeptisisme Profesional

Auditor(X3), terhadap variabel dependen yaitu Kualitas Audit (Y).

Rekapitulasi data distribusi hasil penelitian adalah sebagai berikut : Tabel 4.2

Data Sampel Penelitian

No Keterangan Jumlah Prosentase

1. Jumlah kuesioner yang disebar 100 100%

2. Jumlah kuesioner yang tidak kembali 17 17%

3. Jumlah kuesioner yang dapat diolah/valid 83 83%

Sumber : Data diolah

Pengelolaan data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 23.0.Data yang diolah adalah pemahaman responden, mengenai pengaruh pengalamn kerja, kode etik dan skeptisisme profesional auditor terhadap kualitas audit.Data demografi responden tabel di bawah ini menyajikan beberapa karakteristik responden sebagai berikut :

4.1.2 Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan jenis kelamin dibagi menjadi dua kategori, yaitu laki-laki dan perempuan. Pada tabel 4.3 dapat dilihat persentase responden laki-laki dan perempuan sebagai berikut :

Dari data karakteristik responden berdasarkan data jenis kelamin pada tabel 4.3 di atas, maka jumlah responden terbesar adalah responden yang berjenis kelamin laki-laki yaitu berjumlah 66 responden atau 79,5%.

Sedangkan responden yang terkecil berjenis kelamin wanita yaitu berjumlah 17 responden atau 20,5%.Untuk persentase responden tertinggi di keterangan diatas di dominasi laki-laki.

4.1.3 Profil Responden Berdasarkan Usia

Berdasarkan usia, peneliti membagi menjadi 3 kategori, yaitu 25-35 tahun, 36-45 tahun, dan 35-40 tahun. pada tabel 4.4 berikut ini dapat dilihat responden atau 48,2%. Sedangkan usia responden terkecil adalah berusia 35-40 tahun yaitu 19 responden atau 22,5% dan sisanya berusia 25-30 tahun

sebanyak 24 responden atau 29,3%. Untuk persentase responden tertinggi di keterangan diatas di dominasi usia 30-35 tahun.

4.1.4 Profil Responden Berdasarkan Pendidikan

Berdasarkan pendidikan, peneliti membagi kategori ini dalam tiga bagian gelar akademik tertinggi yang dimiliki oleh responden yaitu : Strata 1, Strata 2.

Dari kuesioner yang disebar peneliti, dapat diketahui hasilnya pada tabel 4.5 sebagai berikut :

Tabel 4.5

Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid S1 63 75,9 75,9 75,9

S2 20 24,1 24,1 100,0

Total 83 100,0 100,0

Sumber Data :Output SPSS 23

Dari data karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan pada tabel 4.5 di atas, dapat dilihat bahwa responden tertinggi dengan nilai persentase untuk pendidikan terakhir S1 berjumlah 63 responden atau 75,9%, di bandingkanpendidikan terakhir S2 lebih sedikit yaitu berjumlah 20 responden atau 24,1%.Untuk persentase responden dengan tingkat tertinggi di keterangan diatas di dominasi pendidikan terakhir S1.

4.1.5 Profil Responden Berdasarkan Jabatan

Berdasarkan jabatan di Kantor Akuntan Publik, peneliti membagi menjadi 4 kategori yaitu partner, manajer, supervisor, senior auditor dan junior auditor. Dari kuesioner yang disebar peneliti persentase jabatan responden ditabel 4.6 sebagai berikut :

Tabel 4.6

Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatanya Frequency Percent Valid

Percent

Cumulative Percent

Valid Manager 22 26,5 26,5 26,5

Supervisor 35 42,2 42,2 68,7

Senior_Auditor 21 25,3 25,3 94,0

Junior_Auditor 5 6,0 6,0 100,0

Total 83 100,0 100,0

Sumber Data :Output SPSS 23

Dari data karakteristik responden berdasarkan jabatannya pada tabel 4.6 di atas, maka jabatan terakhir dengan persentase paling terendah yaitu junior auditor sejumlah 5 responden atau 6,0 %, senior auditor sejumlah 21 responden atau 25,3%, supervisor mengisi 35 responden atau 42,2%, dan jabatan manager sejumlah 22 responden atau 26,5%.Untuk responden berdasarkan jabatannya dengan nilai persentase tertinggi di keterangan diatas yaitu supervisor.

4.1.6 Profil Responden Berdasarkan Lama Bekerja

Metode pengambilan sampel yang digunakan peneliti yaitu Purposive Sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti dengan kriteria sample nya yaitu berdasarkan masa kerja yang dimiliki auditor, peneliti membagi menjadi 5 kategorinya yaitu lama bekerja minimal 1 tahun. Hal ini dapat dilihat dari persentase masa kerja auditor sehingga akan dapat rata-rata keseluruhan masa kerja auditor yang dapat dilihat dari tabel 4.7 di bawah yaitu sebagai berikut :

Tabel 4.7 tahun berjumlah 16 responden atau 19,5%, 2-3 tahun berjumlah 23 responden atau 28,0%, 3-6 tahun berjumlah 24 responden mempunyai persentase tertinggi atau sebesar 29,3% ,serta untuk 10 tahun berjumlah 14 responden atau 15,9%

dan sisanya selama 7-10 tahun dengan persentase terkecil yaitu berjumlah6 responden atau 7,3%.

4.2 Pengujian Instrumen Penelitian 4.2.1 Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner (Ghozali, 2013 : 52). Suatu pernyataan dikatakan valid jika pernyataan tersebut mampu untuk mengukur apa yang perlu diukur dan mampu mengungkapkan apa yang ingin diungkap. Validitas suatu butir pernyataan dapat dilihat pada hasil output SPSS pada tabel item-total statistic. Suatu variabel dikatakan valid apabila r n yang merupakan nilai dari Corrected Item-Total Correlation > dari r el. Nilai r el diperoleh melalui df (degree of freedom) = n-k. Atau df = 83 dengan α = 0,05 didapat r el sebesar 0,2172.

Hasil uji validitas untuk r n (per item) dapat dilihat dalam hasil output SPSS 23.0 pada kolom Corrected Item-Total Correlation seperti yang disajikan pada tabel 4.8 s/d 4.11 sebagai berikut :

1. Uji Validitas Pengaruh Pengalaman Kerja(X1) Correlation (r n ) untuk masing-masing item atau butir pernyataan nilainya lebih besar dari r el (0,2172), sehingga dapat disimpulkan bahwa 6 pernyataan pengaruh terhadap pengalaman kerjaadalah valid.

2. Uji Validitas Kode Etik (X2)

Tabel 4.9

Hasil Uji Validitas Pengaruh Kode Etik Item-Total Statistics Correlation (r n ) untuk masing-masing item atau butir pernyataan nilainya lebih besar dari r el (0,2172), sehingga dapat disimpulkan bahwa 8 pernyataan kode etikadalah valid.

3. Uji Validitas Skeptisisme Profesional Auditor(X3) Tabel 4.10

Hasil Uji Validitas Skeptisisme Profesional Auditor Item-Total Statistics Correlation (r n ) untuk masing-masing item atau butir pernyataan nilainya lebih besar dari r el (0,2172), sehingga dapat disimpulkan bahwa 5 pernyataan untuk variabel skeptisisme profesional auditor adalah valid.

4. Uji Validitas Terhadap Kualitas Audit (Y) Correlation (r n ) untuk masing-masing item atau butir pernyataan nilainya lebih besar dari r el (0,2172), sehingga dapat disimpulkan bahwa 4 pernyataan untuk variabel kepatuhan kepada kualitas auditadalah valid.

4.2.2 Uji Reliabilitas

Uji Reabilitas merupakan konsitensi stabilitas suatu skor dari suatu intrument pengukuran. Suatu kuesioner dapat dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten dari waktu ke waktu. Uji reabilitas menunjukkan instrument yang sudah dipercaya dan dapat

menghasilkan data yang dapat dipercaya pula. Reabilitas suatu variabel dapat dikatakan baik jika memiliki nilai Cronbach’s Alpha> 0,70. Pada tabel 4.12 s/d 4.15 berikut ini hasil perhitungan reabilitas dengan menggunakan software IBM SPSS Statistic versi 23.0

1. Uji Reabilitas Variabel Pengaruh Pengalaman Kerja Tabel 4.12

Hasil Uji Reabilitas Statistics Variabel Pengalaman Kerja

Cronbach's Alpha

Cronbach's Alpha Based on

Standardized Items N of Items

,851 ,851 6

Sumber Data : Output SPSS 23

Berdasarkan tabel 4.12 di atas menunjukkan Cronbranch’s Alpha 0,851

> 0,70. Dapat disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan dalam variabel pengalaman kerjaadalah reliable artinya bahwa hasil pengukuran variabel pengalaman kerja bisa dipercaya dan dinyatakan telah handal. Dibuktikan dengan nilai cronbach”s alpha yang berarti variabel pengalaman kerja konsisten lebih dari 0,70.

Standardized Items N of Items

,918 ,918 8

Sumber Data : Output SPSS 23

Berdasarkan tabel 4.13 di atas menunjukkan Cronbranch’s Alpha 0,918

> 0,70. Dapat disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan dalam variabel kode etikadalah reliable artinya bahwa hasil pengukuran variabel kode etik bisa dipercaya dan dinyatakan telah handal. Dibuktikan dengan nilai cronbach”s alpha yang berarti variabel kode etik konsisten lebih dari 0,70.

3. Uji Reabilitas Variabel Skeptisisme Profesional Auditor Tabel 4.14

Hasil Uji Reabilitas Statistics Variabel Skeptisisme Prefesional Auditor

Cronbach's Alpha

Cronbach's Alpha Based on

Standardized Items N of Items

,829 ,835 5

Sumber Data : Output SPSS 23

Berdasarkan tabel 4.14 di atas menunjukkan Cronbranch’s Alpha 0,829>

0,70. Dapat disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan dalam variabel variabel skeptisisme profesional auditor adalah reliable artinya bahwa hasil variabel skeptisisme profesional auditor bisa dipercaya dan dinyatakan telah handal.

Dibuktikan dengan nilai cronbach”s alpha yang berarti variabel skeptisisme profesional auditor konsisten lebih dari 0,70.

4. Uji Reabilitas Variabel Kualitas Audit

Tabel 4.15

Hasil Uji ReabilitasVariabel Statistics Kualitas Audit

Cronbach's Alpha

Cronbach's Alpha Based on

Standardized Items N of Items

,768 ,774 4

Sumber Data : Output SPSS 23

Berdasarkan tabel 4.15 di atas menunjukkan Cronbranch’s Alpha 0,768

> 0,70. Dapat disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan dalam variabel kualitas auditadalah reliable artinya bahwa hasil pengukuran variabel kualitas audit bisa dipercaya dan dinyatakan telah handal. Dibuktikan dengan nilai cronbach”s alpha yang berarti variabel kualitas audit konsisten lebih dari 0,70.

4.3 Transformasi Data Ordinal ke Interval

Setelah memenuhi syarat uji validitas dan reabilitas data, tahap berikutnya adalah mengubah data ordinal ke data interval. Pengubahan ini dilakukan dengan menggunakan program Sumber : Data Output IBM SPSS Statistis 23.0 dengan acuannya adalah Ti = 50 + 10 ��−�

kemudian hasil transformasi baru diolah dengan program SPSS versi 23.

4.4 Uji Asumsi Klasik

Sebelum dilakukan analisis regresi terhadap variabel-variabel penelitian, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi kalsik. Tujuannya adalah agar data yang digunakan layak dijadikan sumber pengujian.

4.5 Uji Normalitas

Uji normalitas data digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Normalitas dapat diketahui dengan melihat tabel One-Sample Kolmogorov – Smirnov Test pada kolom Asymp Sig (2-tailed) yaitu jika p value (Sig) > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data yang diambil dari populasi terdistribusi normal. Berdasarkan hasil output SPSS untuk uji normalitas data dapat dilihat dari tabel 4.16 di bawah ini :

Tabel 4.16

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

X1 X2 X3 Y

N 83 83 83 83

Normal Parametersa,b Mean 300,0034 399,9941 250,0000 199,9922 Std. Deviation 45,42899 63,76313 38,80083 30,87235

Most Extreme

Dari tabel 4.16 di atas diperoleh hasil Asymp. Sig (2-tailed) untuk variabel bebas pengalaman kerja(X1) = 0,350 > 0,05 , kode etik(X2) = 0,236 >

0,05 , dan skeptisisme profesional auditor (X3) = 0,285 > 0,05 , terhadap variabel terikat yaitu kualitas audit (Y) adalah 0,206> 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data yang diambil dari populasi berdistribusi normal.

4.5.1 Uji Multikolinieritas

Uji Multikolinieritas adalah uji yang bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independent). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebasnya. Untuk menguji multikolinieritas dapat dilihat dari output SPSS pada nilai tolerence, nilai yang terbentuk harus diatas 10% dan bila mnggunakan VIF (Varian Inflation Factors), nilai yang terbentuk harus kurang dari 10. Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinieritas dalam model regresi dapat dilihat pada tabel 4.17 dibawah ini :

Tabel 4.17

Uji Sample Coefficientsa

Model factors (VIF) ketiga variabel pengalaman kerja, kode etikdan skeptisisme profesional auditor lebih kecil dari 10, dan nilai tolerence diatas 0,10 sehingga dapat disimpulkan ketiga variabel diatas tidak terjadi persoalan multikolinieritas.

4.5.2 Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah homoskedastisitas (Ghozali, 2013 : 134). Untuk mengetahui apakah terdapat heteroskedastisitas atau tidak pada model regresi dapat dilihat pada gambar 4.1 di bawah ini :

Sumber Data :Output SPSS 23

Gambar 4.1 Uji Heteroskedastisitas

Dari gambar diatas terlihat bahwa tidak terdapat pola yang jelas yaitu titik-titiknya menyebar disekitar garis horizontal sumbu (Y) dan titik-titiknya menyebar diatas dan dibawah angka nol, maka dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terdapat masalah heteroskedastisitas pada penelitian ini.

4.5.3 Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya.

Masalah ini timbul karena residual (kesalahan pengganggu) tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya (Ghozali, 2013 : 107). Metode pengujian

yang digunakan adalah dengan uji Durbin-Watson (DW test) dengan ketentuan

4. Jika Du < d < 4 – du, maka hipotesis nol diterima, yang berarti tidak ada autokorelasi positif dan negatif.

Nilai dU dan dL dapat diperoleh dari tabel statistik Durbin Watson yang bergantung banyaknya observasi dan banyaknya variabel yang menjelaskan.

Berdasarkan tabel statistik Durbin Watson, dengan signifikansi 0,05 dan jumlah data (n) = 83, serta k = 3 (k adalah jumlah variabel independen) diperoleh nilai dL sebesar 1,5693dan dU sebesar 1,7187. Untuk mengetahui apakah terdapat autokorelasi dalam model regresi dapat dilihat pada tabel 4.18 sebagai berikut :

Dari hasil output di tabel 4.18 di atas didapat nilai Durbin Watson yang dihasilkan dari model regresi adalah 1,865. Karena nilai Durbin Watson 1,865 terletak di antara dU 1.7187dan 4-dU atau 2,2824. Maka Ho diterima yang berarti tidak ada autokorelasi.

4.6 Analisis Korelasi

Analisa korelasi bertujuan untuk mengukur kekuataan asosiasi (hubungan) linear antara dua variabel. Korelasi tidak menunjukkan hubungan fungsional atau dengan kata lain analisis korelasi tidak membedakan antara variabel dependen dengan variabel independen (Ghozali, 2013 : 93).

Koefisien korelasi ini untuk menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi anatar variabel independen yaitu pengaruh pengalaman kerja(X1), kode etik(X2), dan skeptisisme profesional auditor(X3) terhadap kualitas audit (Y).

Nilai korelasi (r) berkisar antara 0 sampai 1, nilai semakin mendekati 1 berarti hubungan yang terjadi semakin kuat, sebaliknya nilai semakin mendekati 0 maka hubungan yang terjadi semakin lemah. Untuk menganalisa korelasi antara variabel pengaruh pengalaman kerja, kode etik, dan skeptisisme profesional auditor terhadap kualitas audit dapat dilihat dari hasil output SPSS pada tabel 4.19 sebagai berikut :

Tabel 4.19

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Sumber Data:OutputSPSS

Berdasarkan tabel di atas, selanjutnya penulis melakukan interpretasi hubungan masing-masing variabel penelitian yaitu sebagai berikut :

a. Hubungan Pengalaman Kerja Auditor (X1) terhadap Kualitas Audit (Y) diperoleh hasil sebesar 0,875 dengan signifikansi sebesar 0,000 <

0,05. Angka ini menunjukan Pengalaman kerja auditor memiliki korelasi yang kuat yaitu sebesar 87,5% terhadap Kualitas Audit.

b. Hubungan Kode Etik (X2) terhadap Kualitas Audit (Y) diperoleh hasil sebesar 0,856 dengan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Angka ini menunjukan Kode Etik memiliki korelasi yang kuat yaitu sebesar 85,6% terhadap Kualitas Audit.

c. Hubungan Skeptisisme Profesional Auditor (X2) terhadap Kualitas Audit (Y) diperoleh hasil sebesar 0,974dengan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Angka ini menunjukan Skeptisisme Profesional Auditormemiliki korelasi yang sangat kuat yaitu sebesar 97,4%

terhadap Kualitas Audit.

4.6.1Uji regresi Berganda

Uji regresi berganda digunakan untuk mengetahui arah dan besarnya pengaruh dan variabel bebas yang jumlahnya lebih dari satu yaitu pengalaman kerja audtor, kode etik dan skeptisisme profesional auditorterhadap variabel terikat yaitu kualitas audit pada tabel 4.20 sebagai berikut

Tabel 4.20

Dari tabel 4.20 dapat diketahui model regresi linier berganda sebagai berikut:

Y = α + � � + � � + � � + e

Y = 36,151 + 0,221 � + 0,236 � + 0,213 � + e Keterangan :

Y : Variabel dependen (Kualitas Audit) α : Konstanta (harga Y, bila X = 0)

� : Koefisien regresi Pengalaman Kerja

� : Koefisien regresi Kode Etik

� : Koefisien regresi Skeptisisme Profesional Auditor e : Standar error

� : Variabel independen (Pengalaman Kerja)

� : Variabel independen (Kode Etik)

� : Variabel independen (Skeptisisme Profesional Auditor)

Berdasarkan hasil persamaan regresi linier berganda dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Nilai konstanta sebesar 36,151 artinya jika pengalaman kerja(X1), kode etik (X2), dan skeptisisme profesional auditor (X3) konstan atau sama dengan nol maka kualitas audit (Y) sebesar 36.151 dengan asumsi faktor-faktor lain dianggap tetap.

b. Koefisien regresi pengalaman kerja(X1) sebesar 0,221 artinya jika pengalaman kerja(X1) mengalami kenaikan satu satuan, maka kualitas

audit (Y) akan meningkat pula sebesar 0,221 dengan asumsi faktor – faktor lain dianggap tetap. Koefisien regresi tersebut bernilai positif yang artinya pengalaman kerjamempunyai pengaruh positif terhadap kualitas audit.

c. Koefisien regresi kode etik (X2) sebesar 0,236 artinya jika kode etik (X2) mengalami kenaikan satu satuan, maka kualitas audit (Y) akan meningkat pula sebesar 0,236 dengan asumsi faktor – faktor lain dianggap tetap. Koefisien regresi tersebut bernilai positif yang artinya kode etik mempunyai pengaruh positif terhadap kualitas audit.

d. Koefisien regresi skeptisisme profesional auditor (X3) sebesar 0,213 artinya jika skeptisisme profesional auditor (X3) mengalami kenaikan satu satuan, maka kualitas audit (Y) akan meningkat pula sebesar 0,213 dengan asumsi faktor – faktor lain dianggap tetap. Koefisien regresi tersebut bernilai positif yang artinya skeptisisme profesional auditor mempunyai pengaruh positif terhadap kualitas audit.

4.7 Koefisien Derterminasi

Koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengetahui presentase pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Jika koefisien determinasi diperoleh mendekati satu maka dapat dikatakan semakin kuat model tersebut menerangkan hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat. Sebaliknya jika

koefisien determinasi mendekati nol maka semakin lemah pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Berikut adalah tabel 4.21hasil perhitungan koefisien determinasi ( R² ) dengan menggunakan SPSS 0,489 atau 48,9% hal ini mengindikasikan bahwa 48,9% variabel terikat yakni kualitas audit (Y) dapat dijelaskan oleh variabel bebas yaitu pengaruh pengalaman kerja(X1), kode etik (X2), dan skeptisisme profesional auditor (X3), sedangkan sisanya 51,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini.

4.8 Uji Hipotesis

Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antara variabel pengalaman kerja(X1), kode etik (X2), dan skeptisisme profesional auditor (X3) terhadap kualitas audit (Y) secara parsial dan simultan, dapat dilakukan dengan menggunakan hasil output SPSS sebagai berikut:

4.8.1 Uji Hipotesis Secara Parsial (t-test)

Untuk mengetahui variabel independent apakah berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap variabel dependent dapat dilakukan dengan membandigkan t n dengan t el . Jika t n > t el maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh antara variabel independent dan dependent atau sebaliknya jika t n <t el maka tidak terdapat pengaruh antara variabel independent dan dependent. Pada t el dapat dilihat pada tabel statistik dengan tarif signifikan 0,05 dengan derajat kebebasan (df) = n-k-1 = 83-3-1 = 79. Hasil yang diperoleh untuk t el sebesar 1,99045. Sedangkan

Berdasarkan tabel 4.22 di atas menunjukkan seberapa besar pengaruh satuVariabelindependent secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependent.

a. Pengaruh positif pengalaman kerja auditor (X1)terhadapkualitas audit (Y)

Pada tabel 4.22, t n variabel pengalaman kerja auditor memiliki t n sebesar 3,533 dengan tingkat signifikan sebesar 0,001, kemudian dibandingkan dengan t el sebesar 1,99045 ternyata nilai t n (3,533) >t el (1,99045). Maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh positif pengalaman kerja terhadap kualitas audit, sebesar 0,221 atau 22,1%.

b. Pengaruh positifkode etik(X2)terhadap kualitas audit (Y)

Pada tabel 4.22, t n variabel kode etikmemiliki t n sebesar 5.273 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000, kemudian dibandingkan dengan t el sebesar 1,99045 ternyata nilai t n (5.273) >t el (1,99045).

Maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh positifkode etikterhadap kualitas audit, sebesar 0,236 atau 23,6%.

c. PengaruhpositifSkeptisisme profesional auditor (X3)terhadap kualitas audit (Y)

Pada tabel 4.2, t n variabel skeptisisme profesional auditormemiliki t n sebesar 9.198 dengan tingkat signifikan sebesar 0,004, kemudian

dibandingkan dengan t el sebesar 1,99045 ternyata nilai t n (9.198) >t el (1,99045). Maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh positifSkeptisisme profesional auditor terhadap kualitas audit, sebesar 0,213 atau 21,3%.

4.8.2 Uji Hipotesis Secara Simultan (F-test)

Uji F digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh secara bersama-sama (simultan) variabel bebas yaitu pengalaman kerja (X1), kode etik(X2)dan skeptisisme profesional auditor (X3)terhadap variabel terikat kepada kualitas audit (Y). Uji F dilakukan dengan cara membandingkan F n >F el dimana F n diperoleh dari hasil output SPSS dalam ANOVA, sedangkan F el diperoleh dari tabel df penyebut = n – k – 1 = 83-3-1 = 79, df pembilang k=3, yaitu F el = 2,72.

Hasil output SPSS untuk F n disajikan pada tabel 4.23 berikut : Tabel 4.23

Hasil Uji FANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean

Square F Sig.

Regression 39677.740 4 13225.913 27.155 .000a

Residual 38476.638 79 487.046

Total 78154.378 83

Sumber Data: Output SPSS

Berdasarkan output hasil pengujian SPSS 23.0 dapat disimpulkan bahwa hasil F n sebesar 27,155 dengan tingkat signifikan 0,000 artinya F n >F el (27,155 > 2,72), dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima

artinya bahwa terbukti terdapat pengaruh positif pengalaman kerja(X1), kode etik (X2), dan skeptisisme profesional auditor (X3) terhadap variabel terikat kualitas audit (Y) sebesar 0,489 atau 48,9%

4.9 Pembahasan

4.9.1 Pengaruh PositifPengalaman Kerja (X1) terhadap Kualitas Audit(Y) Hasil uji hipotesis pada tabel 4.22 memperlihatkan variabel pengalaman kerja mempunyai tingkat signifikan sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05. hal ini berarti menerima ha1 dan menolak ho1 sehingga dapat dikatakan bahwa pengalaman kerjaberpengaruh secara positif terhadap kualitas audit terbukti kebenarannya atau ha1 dapat diterima. Nilai Coefficientsabeta atau besar pengaruhnya adalah 0,221 atau 22,1% pada tabel 4.22 Coefficientsa menunjukkan hubungan yang lemah untuk saling mempengaruhi antara pengalaman kerja terhadap kualitas audit.

Pengalaman kerja auditor berdasarkan lama bekerja merupakan pengalaman auditor yang dihitung berdasarkan suatu waktu/tahun, sehingga auditor yang telah lama bekerja sebagai auditor dapat dikatakan auditor berpengalaman.

Karena semakin lama bekerja sebagai auditor, maka akan dapat menambah dan memperluas pengetahuan auditor di bidang akuntansi dan auditing dalam kualitas audit.

Hasil penelitian ini sama dan konsisten dengan penelitian yang sudah dibuktikan oleh Gusti dan Ali tahun 2008 bahwa Pengalaman kerja

Hasil penelitian ini sama dan konsisten dengan penelitian yang sudah dibuktikan oleh Gusti dan Ali tahun 2008 bahwa Pengalaman kerja