BAB III METODE PENELITIAN
D. Pengembangan Instrumen
2. Uji Instrumen Angket
a. Penggunaan teknologi b. Interaksi dengan konsumen c. Pengembangan layanan baru
1,2 b. Minat penggunaan ulang
c. Kesediaan untuk merekomendasi Kan
17,18 19,20 21,22
Instrumen penelitian dapat dibuat dalam bentuk pilihan ganda hasil angket ditabulasi dalam bentuk tabulasi data hasil angket. Agar angket ini dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan angket terlebih dahulu untuk diuji validitasnya. Pengujian validitas instrumen peneliti lakukan sewaktu selesai melakukan penyebaran angket kuesioner ke para responden sebanyak 10 orang.
2. Uji Instrumen Angket a. Uji Validitas Instrumen
Uji validitas item merupakan uji instrument data untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Item dapat dikatakan valid jika adanya korelasi yang signifikan dengan skor totalnya, hal ini menunjukkan adanya dukungan item tersebut dalam mengungkap suatu yang ingin
diungkap. Item biasanya berupa pertanyaan dan pernyataan yang ditujukan kepada responden dengan menggunakan bentuk kuesioner dengan tujuan untuk mengungkap sesuatu (Priyatno,2014: 51).
Pengujian validitas item dalam SPSS bisa menggunakan tiga metode analisis, yaitu korelasi pearson, corrected item total correlation dan analisis faktor. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode korelasi pearson. Teknik uji validitas item dengan korelasi pearson, yaitu dengan cara mengorelasikan skor item dengan skor totalnya. Skor total adalah penjumlahan seluruh item pada satu variable. Kemudian pengujian signifikansi dilakukan dengan criteria menggunakan r tabel pada tingkat signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi. Jika nilai positif dan rhitung > rtabel maka item dapat dinyatakan valid, jika rhitung < r tabel maka item dinyatakan tidak valid.
Adapun angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1) Angket Inovasi Layanan
Angket ini digunakan untuk melihat seberapa pentingnya inovasi layanan dalam kepuasan pelanggan. Untuk pernyataan angket, maka skornya dapat dilihat di tabel 3.1.
Berdasarkan hasil validitas uji coba angket inovasi layanan yang dilakukan menggunakan teknik korelasi pearson ini diperoleh hasil yaitu 6 butir pernyataan pada angket. Berikut hasil validitas angket inovasi layanan dapat dilihat pada table di bawah ini:
Tabel 3. 3
Hasil Validitas Angket Inovasi Layanan No. Butir
Angket
rhitung rtabel Kategori
1 0,619 0,549 Valid
2 0,733 0,549 Valid
3 0,655 0,549 Valid
4 0,752 0,549 Valid
5 0,604 0,549 Valid
6 0,797 0,549 Valid
Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa untuk variabel inovasi layanan untuk ke 6 item menyatakan nomor 1,2,3,4,5, dan 6 dinyatakan valid karena rhitung > rtbael.
2) Angket Kualitas Pelayanan
Angket ini digunakan untuk melihat seberapa pentingnya kualitas pelayanan dalam meningkatkan kepuasan pelanggan.
Adapun indikator kualitas pelayanan dalam penelitian ini dapat dilihat tabel 3.1. Berdasarkan hasil validitas uji coba angket kualitas pelayanan yang dilakukan menggunakan metode korelasi pearson ini diperoleh hasil yaitu 10 butir pernyataan pada angket.
Berikut hasil validitasi angket kualitas pelayanan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3. 4
Hasil Validitas Angket Kualitas Pelayanan No. Butir
Angket
rhitung rtabel Kategori
1 0,672 0,549 Valid
2 0,740 0,549 Valid
3 0,702 0,549 Valid
4 0,860 0,549 Valid
5 0,665 0,549 Valid
6 0,799 0,549 Valid
7 0,580 0,549 Valid
8 0,740 0,549 Valid
9 0,576 0,549 Valid
10 0,673 0,549 Valid
Sumber: data uji coba instrument angket (diolah) menggunakan SPSS 22
Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa untuk variabel kualitas pelayanan untuk ke 10 item pernyataan dinyatakan valid karena rhitung < rtabel
3) Angket Kepuasan Pelanggan
Angket ini digunakan untuk melihat seberapa pentingnya kepuasan pelanggan untuk meningkatkan minat pelanggan dalam
melakukan pengiriman barang ataupun yang lainnya. Adapun indikator kepuasan pelanggan dapat dilihat pada tabel dibawah ini Berdasarkan validitas uji coba angket kepuasan pelanggan yang dilakukan menggunakan metode korelasi pearson ini diperoleh hasil yaitu 6 butir pernyataan pada angket. Berikut hasil validitas angket kepuasan pelanggan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3. 5
Hasil Validitas Angket Kepuasan Pelanggan No. Butir
Angket
rhitung rtabel Kategori
1 0,612 0,549 Valid
2 0,646 0,549 Valid
3 0,606 0,549 Valid
4 0,615 0,549 Valid
5 0,659 0,549 Valid
6 0,724 0,549 Valid
Sumber: data uji coba instrument angket (diolah) menggunakan SPSS 22
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa untuk variabel kepuasan pelanggan untuk ke 6 item pernyataan dinyatakan valid karena rhitung > rtabel .
b. Uji Reabilitas Instrumen
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur yang biasanya menggunakan kuesioner. Maksudnya apakah alat ukur tersebut akan mendapatkan pengukuran yang tetap konsistensi jika pengukuran diulang kembali. Metode yang sering digunakan dalam penelitian untuk mengukur skala rentangan adalah Cronbach Alpha. Untuk menentukan apakah instrument reliable atau tidak menggunakan batasan 0,6. Menurut Sekaran, reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan diatas 0,8 adalah baik.
Untuk mencari reliabilitas digunakan salah satu teknik yaitu menggunakan rumus Alpha, dalam SPSS (Statistical Product and
Service Solutions) ada fasilitas yang digunakan untuk mengukur reliabilitas yaitu melalui uji statistic cronbach alpha dan variabel dikatakan reliable jika nilai cronbach alpha > 0,60 adapun rumus tersebut adalah:
Keterangan:
r11 = Koefisien Reliabilitas Instrumen k = Banyaknya Butir Pertanyaan
∑σb2 = Jumlah Varian Butir Pertanyaan σ12
= Jumlah Total
1) Inovasi layanan
Hasil reabilitas yang dilakukan terhadap angket inovasi layanan adalah nilai 0,7, berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa angket uji coba inovasi layanan memiliki reabilitas baik. Berikut hasil reliabilitas angket inovasi layanan.
Tabel 3. 6
Hasil Reliabilitas Angket Inovasi Layanan Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.780 6
Sumber: data uji coba instrument angket (diolah) menggunakan SPSS 22
Berdasarkan dari tabel uji reabilitas dengan mrnggunakan perhitungan SPSS versi 22 maka dapat dilihat bahwa variabel inovasi layanan adalah reliabel karena nilai pada cronbach's alpha
> 0,6 yaitu 0,780. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel inovasi layanan adalah reliabel.
2) Kualitas pelayanan
Hasil reliabilitas yang dilakukan terhadap angket kualitas pelayanan diperoleh nilai 0,8, berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa angket uji coba kualitas pelayanan memiliki reliabilitas baik. Perhitungan reliabilitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3. 7
Hasil Uji Reliabilitas Kualitas Pelayanan Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.880 10
Sumber: data uji coba instrument angket (diolah) menggunakan SPSS 22
Berdasarkan dari tabel uji reabilitas dengan mrnggunakan perhitungan SPSS versi 22 maka dapat dilihat bahwa variabel kualitas pelayanan adalah reliabel karena nilai pada cronbach's alpha > 0,6 yaitu 0,880. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas pelayanan adalah reliabel.
3) Kepuasan pelanggan
Hasil reliabilitas yang dilakukan terhadap angket kepuasan pelanggan diperoleh nilai 0,7 berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa angket uji coba kepuasan pelanggan memiliki reliabilitas baik. Perhitngan reliabilitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3. 8
Hasil Uji Reliabilitas Kepuasan Pelanggan Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.704 6
Sumber: data uji coba instrument angket (diolah) menggunakan SPSS 22
Berdasarkan dari tabel uji reabilitas dengan mrnggunakan perhitungan SPSS versi 22 maka dapat dilihat bahwa variabel kepuasan pelanggan adalah reliabel karena nilai pada cronbach's alpha > 0,6 yaitu 0,704. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel kepuasan pelanggan adalah reliabel.