18 Nilai Karakter
METODE PENELITIAN
G. Uji Keabsahan Data
Keabsahan data merupakan konsep penting yang diperbarui dari
konsep keterandalan (reabilitas) dan kesahihan (validitas) menurut
versi positivisme dan disesuaikan dengan tuntunan pengetahuan,
kriteria dan paradigmanya sendiri.96 Pengechekan keabsahan data
sangat perlu dilakukan agar data yang dihasilkan dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan dapat dipercaya.
Pegechekan keabsahan data merupakan salah satu langkah untuk
mengurangi kesalahan dalam proses perolehan data penelitian yang
dapat berimbas terhadap hasil akhir penelitian. Maka dari itu, dalam
penelitian kualitatif, peneliti menguji keabsahan data pada penelitian
melalui teknik pengujian sebagai berikut:
95 Hadi Sutrisno, Metodologi Research, Jilid II, (Yogyakarta: Andi Offset, 1994), hlm. 42.
96
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2012), hlm. 321.
Pengumpulan Data Penyajian Data
Reduksi Data
1. Perpanjang Pengamatan
Perpanjangan keikutsertaan berarti peneliti tinggal di lapangan
tempat penelitian sampai kejenuhan data tercapai, sebagaimana
dalam penelitian kualitatif bahwa yang menjadi instrumen utama
dalam penelitian adalah peneliti itu sendiri. Keikutseraan tersebut
tidak hanya memerlukan waktu yang singkat melainkan
membutuhkan perpanjangan pengamatan. Dengan perpanjangan
pengamatan hubungan peneliti dengan informan atau narasumber
akan semakin terpercaya, akrab dan terbuka sehingga tidak ada
informasi yang disembunyikan lagi. Artinya, perpanjangan
pengamatan memungkinkan peneliti terbuka terhadap pengaruh
ganda, yaitu meliputipengaruh bersama pada peneliti maupun
subjek yang akhirnya mempengaruhi fenomena yang diteliti dan
faktor-faktor kontekstual.97
Melakukan perpanjangan pengamatan, berarti peneliti
kembali ke lapangan, melakukan pengamatan dan wawancara
dengan sumber data yang pernah ditemui maupun sumber data yang
baru. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan keakraban, semakin
terbuka, saling mempercayai antara peneliti dan narasumber
sehingga tidak ada informasi yang disembunyikan lagi. Selain itu
perpanjangan pengamatan ini dilakukan untuk mengecheck kembali
apakah data yang diberikan oleh sumber data selama ini merupakan
data yang sudah benar atau tidak. Apabila data yang diperoleh tidak
97
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2012), hlm. 327.
benar, maka peneliti melakukan pengamatan lagi yang lebih luas
dan mendalam, sehingga diperoleh data yang pasti kebenarannya.
2. Meningkatkan Ketekunan
Meningkatkan ketekunan pengamatan berarti melakukan
pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Dengan
cara tersebut maka urutan data, kepastian data dan peristiwa yang
terjadi dapat direkam secara sistematis dan pasti. Ketekunan
pengamatan berarti mencari data secara konsisten interpretasi
dengan berbagai cara dengan proses analisis tentatif atau konstan.98
Pengujian kredibilitas data pada penelitian kualitatif dengan
meningkatkan ketekunan, peneliti dapat memberikan deskripsi data
yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati. Selain itu,
peneliti dapat melakukan pengechekan untuk memastikan kembali
apakah data yang ditemukan itu salah atau tidak. Sebagai bekal
peneliti untuk meningkatkan ketekunan adalah dengan cara
membaca berbagai referensi buku maupun hasil penelitian atau
dokumentasi-dokumentasi yang terkait dengan temuan yang diteliti.
Dengan membaca ini, maka wawasan peneliti akan semakin luas
dan tajam, sehingga dapat digunakan untuk memeriksa data yang
ditemukan.
3. Menggunakan Triangulasi
Triangulasi adalah teknik pemerikasaan keabsahan data yang
memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan
98
Sugiono, Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan RnD, (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm. 371.
pengechekan atau sebagai pembanding terhadap data yang
diperoleh.Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan
sebagai pengechekan dari berbagai sumber data dengan berbagai
cara dan berbagai waktu. Sebagaimana yang diungkapkan William Wiersma “Triangulation is qualitative cros-validation. It assesses
the suffiency of the data according to the convergence of multiple data collection procedures”99
Triangulasi juga diartikan sebagai teknik pengumpulan data
yang menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan
sumber data yang telah ada. Apabila peneliti melakukan
pengumpulan data dengan teknik triangulasi maka peneliti selain
mengumpulkan data namun juga menguji kredibilitas data.
Mengecheck keabsahan temuan dalam penelitian untuk memperkuat
kredibilitas dan mengukur validitas data dengan menggunakan
triangulasi dan member check atau membandingkan berbagai
sumber data dalam proses pengumpulan data. Ada tiga triangulasi,
antara lain:100
a. Triangulasi Sumber Data
Triangulasi sumber data yaitu untuk menguji kredibilitas
data yang dilakukan dengan cara mengecheck data yang
diperoleh melalui beberapa sumber. Dalam hal ini ada tujuh
sumber atau informan yaitu kepala sekolah, waka kurikulum,
99Sugiono, Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan RnD, (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm. 372.
100 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif (Cetakan IV, Bandung: CV. Alfabeta, 2008), hlm. 125-130.
staff perpustakaan, staff sarana dan prasana, guru mata
pelajaran IPS, guru kelas atau wali kelas, dan peserta didik.
Kemudian kelima sumber ini dideskripsikan dan dikaregorikan.
b. Triangulasi Teknik atau Metode
Truangulasi teknik yaitu untuk menguji kredibilitas data
dilakukan dengan cara mengecheck data kepada sumber yang
sama dengan teknik yang berbeda. Pengujian ini dilakukan
dengan teknik mengujian menghasilkan data yang berbeda,
maka akan dilakukan diskusi lebih lanjut untuk memastikan
kredibilitas data atau data yang benar.
c. Triangulasi Waktu
Triangulasi waktu yaitu dalam pengujian kredibilitas data
dapat dilakukan pengechekan dengan cara observasi,
wawancara dan dokumentasi dalam situasi atau waktu yang
berbeda. Apabila data yang dihasilkan berbeda, maka dilakukan
berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya.
Pengujian keabsahan data untuk memperkuat kredibilitas
data dan mengukur validitas data digunakan member check
yaitu proses pengechekan data yang diperoleh peneliti kepada
pemberi data. Apabila data yang ditemukan disepakati oleh
para pemberi data maka data tersebut dikatakan valid sehingga
semakin dipercaya atau kredibel. Sebaliknya, apabila data yang
ditemukan tidak disepakati oleh para pemberi data, maka akan
Pelaksanaan member check dapat dilakukan setelah satu
periode pengumpulan data selesai atau setelah mendatkan suatu
temuan atau kesimpulan.
Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data dan
metode. Dalam penelitin triangulasi sumber data ini, untuk
mengecheck keabsahan data dengan cara membandingkan
antara informasi yang diperoleh dari subjek dan informan.
Sebagai contoh membandingkan serta mengecheck kembali
keabsahan data suatu informasi yang berbeda dengan fokus
yang sama, dari hasil wawancara Kepala madrasah, Waka
Kurikulum, Guru Mata Pelajaran IPS dan peserta didik MTs
Negeri 2 Kota Malang.
Sedangkan triangulasi teknik atau metode maksudnya untuk
memeriksa keabsahan data dalam meneliti sebuah masalah,
perlu membandingkan beberapa metode dalam penelitian.
Dalam penelitian ini digunakan teknik atau metode observasi,
wawancara dan dokumentasi, maka pemerikasaan keabsahan
data ini dilakukan dengan cara membandingkan data yang
diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi untuk
memastikan data-data itu tidak saling bertentangan.
Selama penelitian hasil pengamatan langsung atau
observasi data yang diperoleh dibandingkan dengan hasil
wawancara dan dokumentasi terkait internalisasi nilai-nilai
IPS yang diterapkan di MTs Negeri 2 Kota Malang. Dari data
yang diperoleh peneliti menunjukkan bahwa saling berkaitan
dan sesuai. Keabsahan data menunjukkan sejauh mana suatu
alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur dan
pengumpulan data yang diperoleh, maka perlu adanya usaha
untu mencari keabsahan data.