Untuk menguji kelayakan model dalam penelitian ini digunakan uji F dengan kriteria pengujiannya adalah jika nilai signifikansi pada uji F lebih kecil dari 0,05, menunjukkan bahwa model dalam penelitian ini dapat dikatakan layak. Hasil pengujiannya adalah sebagai berikut:
Tabel 4.18. Uji Kelayakan Model (Uji F) Model Sum of Squares df Mean
Square F Sig.
Regression 21.688 7 3.098
199.408 0,000
Residual 1.663 107 0,016
Total 23.351 114
Dari hasil output diatas diperoleh nilai signifikan 0,000 kurang dari α = 5%. Hal ini menunjukkan bahwa model persamaan dalam penelitian ini dapat dikatakan layak.
4.3.5. Koefisien Determinasi (R2) dan Korelasi (R)
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar persentase kontribusi yang diberikan oleh variabel product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan.
Hasil perhitungan koefisien determinasi dengan dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 4.19. Koefisien Determinasi (R2) dan Korelasi (R) R R Square Adjusted R Square Std. Error of the
Estimate
0,964 0,929 0,924 0,12465
Dari tabel 4.19 tersebut di atas diketahui nilai adjusted R square sebesar 0,924 atau 92.4% yang menunjukkan sumbangan atau kontribusi dari variabel product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan adalah cukup besar. Sedangkan sisanya 7.6% dikontribusi oleh faktor lainnya.
Koefisien korelasi (R) digunakan untuk mengukur keeratan hubungan secara simultan antara variabel product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Koefisien korelasi berganda ditunjukkan dengan (R) sebesar 0,964 yang terletak antara 0,80 – 1,000 (sangat kuat) seperti yang terlihat pada tabel berikut.
Tabel 4.20. Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan
4.4. Pembahasan
4.4.1. Pengaruh Product Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas product (X1) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini diketahui dengan nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,000 atau < 0,05. Dengan demikian hipotesis pertama yang berbunyi “Product memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Susan Spa and Resort, Bandungan”, dinyatakan diterima.
Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa keputusan pembelian pada Susan Spa and Resort, Bandungan dapat dibentuk melalui variabel product.
Responden menilai produk yang ditawarkan Susan Spa And Resort, Bandungan adalah baik, dimana Susan Spa and Resort, Bandungan menawarkan berbagai variasi kamar, SPA, chapel, restoran, ballroom, dll dengan nilai mean sebesar 3,64. Namun apabila Susan Spa and Resort, Bandungan ingin meningkatkan keputusan pembelian, maka perlu untuk memperhatikan kualitas layanan yang diberikan kepada konsumen, mengingat pada indikator ini sebagian besar responden memberikan penilaian netral dengan nilai mean sebesar 3,16. Seperti pendapat Kotler dan Amstrong (2010) yang mengatakan bahwa pelayanan merupakan bentuk jasa yang penting bagi konsumen.
Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ulfa dkk (2013) yang membuktikan bahwa variabel produk memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Demikian halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Sukotjo dan Sumanto (2010) yang menemukan bahwa variabel produk secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Klinik Kecantikan Teta. Pada konteks yang berbeda hasil penelitian yang dilakukan Fajri dkk (2013) juga membuktikan adanya pengaruh variabel produk terhadap keputusan nasabah untuk menabung pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Malang.
4.4.2. Pengaruh Price Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas price (X2) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini diketahui dengan nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,000 atau < 0,05. Dengan demikian hipotesis kedua yang berbunyi “Price memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Susan Spa and Resort, Bandungan”, dinyatakan diterima.
Sebagian besar responden menilai bahwa harga yang dikeluarkan dalam menggunakan jasa pada Susan Spa and Resort, Bandungan sesuai dengan manfaat yang diperoleh dengan nilai mean sebesar 3,72. Hal ini menunjukkan bahwa Susan Spa and Resort, Bandungan menawarkan harga yang relevan atau sesuai dengan harapan konsumen atas apa yang ditawarkan oleh Susan Spa And Resort, Bandungan. Namun untuk dapat meningkatkan keputusan konsumen, Susan Spa and Resort, Bandungan perlu memberikan adanya diskon atau potongan harga pada pembelian tertentu. Selain itu juga perlu adanya strategi penentuan harga dengan mengevaluasi harga competitor. Hal ini dimungkinkan karena harga yang ditawarkan masih relatif mahal.
Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sukotjo dan Sumanto (2010) yang membuktikan bahwa harga secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Klinik Kecantikan Teta. Hasil ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Tjiptono et al. (2008, p.475) bahwa penentuan harga dalam bauran pemasaran dapat meningkatkan jumlah pemakai atau tingkat pemakaian atau pembelian ulang dalam bentuk atau kategori produk tertentu.
4.4.3. Pengaruh Place Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas place (X3) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini diketahui dengan nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,000 atau < 0,05. Dengan demikian hipotesis ketiga yang berbunyi
“Place memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Susan Spa and Resort, Bandungan”, dinyatakan diterima.
Berdasarkan hasil yang ada, dapat diketahui bahwa keputusan pembelian pada Susan Spa and Resort, Bandungan dapat dibentuk melalui place. Dengan demikian, untuk dapat meningkatkan keputusan pembelian perlu memperhatikan hal-hal yang dapat menciptakan keputusan pembelian, dimana sebagian besar responden menyatakan bahwa lokasi Susan Spa and Resort, Bandungan strategis (mean: 3.80), dalam artian lokasi memiliki aksesibilitas yang baik seperti dekat dengan pasar Bandungan, pabrik tahu, candi Gedung serta dapat melihat view kota Semarang dengan jelas. Namun untuk dapat meningkatkan keputusan konsumen, Susan Spa and Resort, Bandungan perlu memperhatikan lokasi Susan Spa and Resort, Bandungan yang tidak mudah dijangkau oleh kendaraan umum.
Hal ini dikarenakan Susan Spa dan resort letaknya paling tinggi, jalannya terjal sehingga agak susah dijangkau dengan kendaraan umum.
Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ulfa dkk (2013) yang membuktikan bahwa tempat memiliki pengaruh secara parsial terhadap keputusan menggunakan jasa rawat jalan rumah sakit Bina Sehat.
Demikian halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Sukotjo dan Sumanto (2010) yang menemukan bahwa lokasi secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada klinik kecantikan Teta. Hasil ini juga sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Yazid (2003) bahwa keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para konsumen potensial akan memudahkan konsumen dapat membeli produk dan bagaimana produk menjangkau tempat itu (Booms and Bitner, 2002), sehingga lebih besar kemungkinan konsumen melakukan keputusan pembelian.
4.4.4. Pengaruh Promotion Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas promotion (X4) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini diketahui dengan nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,002 atau < 0,05. Dengan demikian hipotesis keempat yang
berbunyi “Promotion memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Susan Spa and Resort, Bandungan”, dinyatakan diterima.
Berdasarkan hasil yang ada, dapat diketahui bahwa keputusan pembelian dapat dibentuk melalui promotion yang dilakukan oleh Susan Spa and Resort, Bandungan. Dengan demikian, untuk dapat meningkatkan keputusan pembelian perlu memperhatikan hal-hal yang dapat menciptakan keputusan pembelian melalui promosi, dimana sebagian besar responden menyatakan bahwa responden menggunakan jasa Susan Spa and Resort, Bandungan atas dasar rekomendasi dari teman yang sudah lebih dulu menggunakan jasa Susan spa dan puas akan keseluruhan pelayanan. Namun untuk dapat meningkatkan keputusan konsumen, Susan Spa and Resort, Bandungan perlu memperhatikan iklan yang dibuat lebih menarik dengan pembuatan baleho yang lebih eye catching, mengingat sebagian besar responden menyatakan netral pada indikator ini.
Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ulfa dkk (2013) yang membuktikan bahwa promosi memiliki pengaruh secara parsial terhadap keputusan menggunakan jasa rawat jalan rumah sakit Bina Sehat. Demikian halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Sukotjo dan Sumanto (2010) yang menemukan bahwa promosi secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada klinik kecantikan Teta. Selain itu hasil penelitian Sukotjo dan Sumanto (2010) juga membuktikan bahwa promosi memiliki pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian pada klinik kecantikan Teta. Hal ini sejalan dengan teori Stanton, et al. (2007) yang mengatakan bahwa secara konseptual promosi berfungsi untuk menginformasikan, membujuk dan mengingatkan pasar atau organisasi tentang suatu produk dengan harapan mempengaruhi perasaan, keyakinan atau perilaku penerima. Dengan demikian promosi memungkinkan untuk mempengaruhi perilaku konsumen dalam hal pengambilan keputusan pembelian.
4.4.5. Pengaruh People Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas people (X5) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini diketahui dengan nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,000 atau < 0,05. Dengan demikian hipotesis kelima yang berbunyi
“People memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Susan Spa and Resort, Bandungan”, dinyatakan diterima.
Berdasarkan hasil yang ada, dapat diketahui bahwa keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan dapat dibentuk melalui people. Dengan demikian, untuk dapat meningkatkan keputusan pembelian perlu memperhatikan hal-hal yang dapat menciptakan keputusan pembelian melalui people, dimana sebagian besar responden menyatakan bahwa penampilan karyawan Susan Spa and Resort, Bandungan menarik dengan pakaian yang seragam, selalu menggunakan make up, dan good looking. Namun untuk dapat meningkatkan keputusan konsumen, Susan Spa and Resort, Bandungan perlu memperhatikan indikator yang dipersepsikan kurang oleh konsumen, yaitu karyawan Susan Spa and Resort, Bandungan terkadang jika bertemu tamu tidak disertai dengan senyuman dan kurang menyapa tamu. Dengan demikian perlu dilakukan perbaikan oleh manajemen Susan Spa and Resort dengan memberikan arahan kepada karyawan untuk selalu membudayakan senyum sapa.
Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ulfa dkk (2013) yang membuktikan bahwa petugas memiliki pengaruh secara parsial terhadap keputusan menggunakan jasa rawat jalan rumah sakit Bina Sehat. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Ratih (2005) yang menyatakan bahwa semua pelaku yang memainkan peranan dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi pembeli.
4.4.6. Pengaruh Physical Evidence Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas physical evidence (X6) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini diketahui dengan nilai
signifikansi pada uji t sebesar 0,011 atau < 0,05. Dengan demikian hipotesis keenam yang berbunyi “Physical evidence memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Susan Spa and Resort, Bandungan”, dinyatakan diterima.
Untuk dapat meningkatkan keputusan pembelian perlu memperhatikan hal-hal yang dapat menciptakan keputusan pembelian melalui physical evidence dimana sebagian besar responden menyatakan bahwa fasilitas pendukung yang disediakan Susan Spa and Resort, Bandungan sudah lengkap, seperti tersedianya kolam renang, lahan parkir yang luas, playground, dan toilet yang bersih. Namun untuk dapat meningkatkan keputusan konsumen, Susan Spa and Resort, Bandungan perlu memperhatikan indikator yang dipersepsikan kurang oleh konsumen, yaitu kenyamanan yang didapatkan saat berada di dalam ruangan kamar Susan Spa And Resort, Bandungan, dimana konsumen merasa bahwa di dalam kamar, udara terasa pengap dikarenakan kamar yang memiliki turn over rendah dan bau aromaterapi dalam ruangan spa yang terlalu berlebihan.
Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ulfa dkk (2013) yang membuktikan bahwa sarana physical evidence memiliki pengaruh secara parsial terhadap keputusan menggunakan jasa rawat jalan rumah sakit Bina Sehat. Hasil ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Alma (2007) yang menyatakan bahwa lingkungan fisik atau kondisi nyata dari benda-benda yang menghasilkan jasa tersebut dapat mempengaruhi konsumen menerima jasa terhadap produk yang ditawarkan. Dengan demikian kondisi fisik dapat memungkinkan untuk mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian.
4.4.7. Pengaruh Process Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas process (X7) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini diketahui dengan nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,000 atau < 0,05. Dengan demikian hipotesis ketujuh yang
berbunyi “Process memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Susan Spa and Resort, Bandungan”, dinyatakan diterima.
Berdasarkan hasil yang ada, dapat diketahui bahwa keputusan pembelian dapat dibentuk melalui process dalam pelayanan Susan Spa and Resort, Bandungan. Dengan demikian, untuk dapat meningkatkan keputusan pembelian perlu memperhatikan hal-hal yang dapat menciptakan keputusan pembelian melalui process dimana sebagian besar responden menyatakan bahwa pelayanan Susan Spa and Resort menyenangkan dari awal hingga akhir, seperti pada proses check in hingga check out berlangsung dengan cepat dan menyenangkan dari awal hingga akhir. Namun untuk dapat meningkatkan keputusan konsumen, Susan Spa and Resort, Bandungan perlu memperhatikan indikator yang dipersepsikan kurang oleh konsumen, yaitu karyawan di Susan Spa And Resort, Bandungan terkadang kurang teliti dalam membuat bill dan dalam memberikan info kepada konsumen.
Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fajri dkk (2013) yang membuktikan bahwa variabel proses mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan nasabah dalam menabung pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Malang.