• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.3 Teknik Analisis Data .1 Uji Instrumen

4.3.3 Uji Hipotesis

4.3.3.2 Uji Koefisen Determinasi (R²)

000 Tingk at Kapabilitas Inovasi .6 13 .092 .713 6 .669 . 000

a. Dependent Variable: Perbaikan Produk Sumber: Data diolah penulis, 2017

Berdasarkan tabel 4.32 dapat diketahui nilai t-hitung kapabilitas inovasi adalah 6,669 dan dari nilai t-tabel adalah 2,016 sehingga t hitung > t tabel (6,669 > 2,016), maka dapat disimpulkan bahwa kapabilitas inovasi berpengaruh positif dan signifikan (0,00 < 0,05) secara parsial terhadap perbaikan produk usaha kecil menengah (UKM) Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU. Hal ini berarti Ha diterima dan Ho ditolak.

4.3.3.2 Uji Koefisen Determinasi (R²)

Uji koefisen determinasi (R²) diukur untuk melihat besarnya pengaruh variabel kapabilitas inovasi (X) terhadap variabel perbaikan produk (Y). Nilai koefisien determinasi adalah di antara nol dan satu. Semakin kecil nilai R² maka semakin terbatas kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat.

Tabel 32

Hasil Uji Koefisen Determinasi (R²)

Model Summary

odel Square ted R Square Error of the Estimate 1 . 713a .5 08 .497 4.801

a. Predictors: (Constant), TotalY Sumber: Data diolah penulis, 2017. Berdasarkan tabel 4.35 dapat disimpulkan bahwa:

1. R = 0,713 menunjukkan hubungan antara variabel kapabilitas inovasi (X) terhadap variabel perbaikan produk (Y) adalah sebesar 71,3%. Hal ini berarti bahwa kapabilitas inovasi (X) dan perbaikan produk (Y) memiliki hubungan yang erat.

2. Angka R Square (R²) sebesar 0,508 menunjukkan bahwa variabel kapabilitas inovasi (X) memberikan pengaruh sebesar 50,8% terhadap perbaikan produk (Y) dengan kategori sedang artinya kapabilitas inovasi dapat mempengaruhi perbaikan produk namun memberikan pengaruh yang tidak terlalu dominan, hal ini disebabkan banyaknya pengaruh dari faktor lain yaitu sebesar 41,2% diluar kapabilitas inovasi yang dapat dijelaskan oleh faktor-faktor atau variabel lain yang mempengaruhi perbaikan produk usaha kecil menengah (UKM) Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

4.4 Pembahasan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kapabilitas inovasi terhadap perbaikan produk usaha kecil menengah (UKM) pada Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU.

Hasil uji reliabilitas pada penelitian ini menunjukkan bahwa nilai

chronbach alpha dari setiap variabel lebih besar dari 0,60 yang berarti bahwa kuisioner yang merupakan indikator-indikator dari variabel tersebut adalah reliabel atau handal. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel 4.30, nilai chronbach alpha sebesar 0,939 > 0,60.

Hasil uji validitas pada tabel 4.28 dan tabel 4.29 menunjukkan bahwa r hitung dari masing-masing variabel lebih besar dari r tabel sebesar 0,2940 dan tingkat signifikansi dari variabel kurang dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa masing-masing butir pernyataan adalah valid.

Hasil pengolahan regresi sederhana yang ditunjukkan pada tabel 4.31 diperoleh hasil konstanta (a) = 17936 artinya nilai konstanta positif menunjukkan pengaruh positif variabel independen, dimana jika kapabilitas inovasi (X) = 0, maka perbaikan produk pada usaha kecil menengah (UKM) pada Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU maka nilainya positif yaitu sebesar 17,963 satuan. Nilai koefisien regresi (B) = 0,613 artinya, jika kapabilitas inovasi mengalami peningkatan sebesar 1%, maka tingkat perbaikan produk akan mengalami peningkatan sebesar 0,61%. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara

kapabilitas inovasi dengan perbaikan produk, semakin baik kapabilitas inovasi maka semakin meningkatkan perbaikan produk.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai t-hitung kapabilitas inovasi adalah 6,669 lebih besar dari nilai t-tabel yaitu 2,016 (6,669 > 2, 016) serta nilai signifikansi adalah 0,00 (0,00 < 0,05) maka dapat penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis pertama yang menyatakan “Kapabilitas inovasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perbaikan produk usaha kecil menengah (UKM) pada Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU”.

Berdasarkan tabel 4.33 uji determinasi (R²) disimpulkan bahwa R = 0,713 menunjukkan hubungan antara variabel kapabilitas inovasi (X) terhadap variabel perbaikan produk (Y) adalah sebesar 71,3%. Hal ini berarti bahwa kapabilitas inovasi (X) dan perbaikan produk (Y) memiliki hubungan yang erat. Kemudian Angka R Square (R²) sebesar 0,508 menunjukkan bahwa variabel kapabilitas inovasi (X) memberikan pengaruh sebesar 50,8% terhadap perbaikan produk (Y) dengan kategori sedang artinya kapabilitas inovasi dapat mempengaruhi perbaikan produk namun memberikan pengaruh yang tidak terlalu dominan, hal ini disebabkan banyaknya pengaruh dari faktor lain yaitu sebesar 41,2% diluar kapabilitas inovasi yang dapat dijelaskan oleh faktor-faktor atau variabel lain yang mempengaruhi perbaikan produk usaha kecil menengah (UKM) Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

Hasil penelitian ini terkait dengan teori yang terdapat pada penelitian ini. Inovasi adalah produk atau jasa yang dipersepsikan oleh konsumen sebagai produk atau jasa baru. Namun Dhewanto Wawan, dkk (2015) menambahkan bahwa inovasi biasanya mengacu pada kata sifat seperti: memperbaharui, mengubah, atau membuat proses maupun produk, serta cara dalam melakukan sesuatu sehingga jadi lebih efektif. Oleh sebab itu perusahaan diharapkan bukan hanya mampu menciptakan produk baru namun juga mampu memperbaiki produk, mengembangkan produk serta meningkatkan kualitas produk. Hal tersebut dilakukan bukan saja hanya untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan namun juga untuk unggul dalam persaingan. Dhewanto Wawan, dkk (2015) juga menjelaskan bahwa diperlukan cara-cara baru dalam menciptakan dan menghasilkan produk baru atau melakukan perbaikan (tangible maupun intangible) dengan meningkatkan kemampuan kreatif dari para karyawan perusahaan atau anggota organisasi. Artinya perusahaan harus memiliki kemampuan dalam mengendalikan perusahaannya dan memiliki kemampuan kreatif serta strategi-strategi yang mampu meningkatkan kredibilitas perusahan. Untuk itu berdasarkan hasil penelitian, usaha kecil menengah (UKM) pada Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU menyadari besarnya pengaruh kapabilitas inovasi dalam melakukan perbaikan produk usaha dan menunjukkan bahwa kemampuan yang dimiliki oleh masing-asing usaha kecil menengah (UKM) dalam menciptakan inovasi mempengaruhi perbaikan produk yang dihasilkannya. Hal ini didukung oleh peran Pusat

Inkubator Bisnis Cikal USU sebagai suatu aktivitas yang dapat mendukung program pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM) dan peningkatan kompetensi SDM pengelola Inkubator Bisnis Perguruan Tinggi dan mendukung usaha kecil menengah (UKM) dengan melakukan pendampingan terhadap usaha kecil menengah (UKM) sehingga dapat mengembangkan kewirausahaan dan serta meningkatkan kinerja usaha kecil menengah (UKM).

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yanuarto, dkk (2012) dengan judul “Peran Kapabilitas Inovasi Terhadap Perbaikan Produk Usaha Kecil Menengah dengan Tekanan Lingkungan dan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi (Studi pada UKM di Kabupaten Purbalingga)”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas inovasi mempunyai pengaruh yang positif terhadap perbaikan produk UKM.

BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai “Pengaruh Kapabilitas Inovasi Terhadap Perbaikan Produk Usaha Kecil Menengah (UKM) pada Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU” maka kesimpulan yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini yaitu hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas inovasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perbaikan produk. Hal ini berarti pada penelitian ini Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kapabilitas inovasi (X) memberikan pengaruh terhadap perbaikan produk (Y) dengan kategori sedang artinya kapabilitas inovasi dapat mempengaruhi perbaikan produk namun memberikan pengaruh yang tidak terlalu dominan, hal ini disebabkan banyaknya pengaruh dari faktor lain diluar kapabilitas inovasi yang dapat dijelaskan oleh faktor-faktor atau variabel lain yang mempengaruhi perbaikan produk usaha kecil menengah (UKM) Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan, maka selanjutnya penulis memberikan saran-saran yang dapat berguna mengenai kapabilitas inovasi terhadap perbaikan produk usaha kecil

menengah (UKM) pada Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU yaitu sebagai berikut:

1. Kapabilitas inovasi pada usaha kecil menengah (UKM) pada Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU sudah dapat dikatakan baik, namun usaha kecil menengah (UKM) harus lebih memanfaatkan keberadaan Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU sebagai lembaga yang menyediakan layanan bagi usaha kecil menengah (UKM) untuk meningkatkan kinerja usaha dan mengembangkan kewirausahaan. Contohnya dengan memanfaatkan seluruh fasilitas yang disediakan oleh Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU

2. Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU melakukan evaluasi secara rutin dan menyeluruh terhadap usaha kecil menengah (UKM) untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil menengah secara berkelanjutan, misalnya pada penggunaan teknologi yang dewasa ini terus berkembang dan tidak menutup kemungkinan menjadi sumber inspirasi dalam melakukan inovasi seperti ditunjukkan dalam indikator kapabilitas inovasi dan terbukti pada hasil pengolahan data penelitian.

Dokumen terkait