HASIL DAN PEMBAHASAN
4.5 Uji Koefisien Determinasi (R 2 )
Tabel 4.15
Uji Koefisien Determinasi (R2)
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .711a .505 .495 .352103
a. Predictors: (Constant), Country of Origin (X2), Green Marketing (X1) b. Dependent Variable: Minat Beli (Y)
Sumber: Lampiran 24
Berdasarkan Tabel 4.15 hasil koefisien determinasi (R2) memiliki nilai Adjusted R Square sebesar 0,495 yang berarti 49,5 persen. Nilai tersebut dapat diartikan variabel green marketing, country of origin mampu mempengaruhi minat beli sebesar 50,5% sisanya sebesar 100% - 50,5% = 49,5% dijelaskan oleh variabel atau faktor lainnya.
4.6 Uji Hipotesis
4.6.1 Uji Signifikan Simultan (Uji F)
Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat.
Penelitian ini memiliki jumlah sampel (n) sebesar 97 dan jumlah parameter (k) sebanyak 3, sehingga diperoleh df1 = k-1 = 3-1 = 2; df2 = n-k = 97-3 =94, maka pada α = 0,05 diperoleh Ftabel sebesar 3,093.
Tabel 4.13
a. Predictors: (Constant), Country of Origin (X2), Green Marketing (X1) b. Dependent Variable: Minat Beli (Y)
Sumber: Lampiran 20
Berdasarkan Tabel 4.13, diketahui nilai F hitung 48 dan nilai Sig. adalah 0,000. Diketahui nilai F hitung 48 > F tabel 3,093 dan nilai Sig adalah 0,000 <
0,05. Hal ini menunjukkan bahwa green marketing dan country of origin secara bersama-sama atau simultan berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang.
4.6.2 Uji Signifikan Parsial (Uji-t)
Tabel 4.14
Penelitian ini memiliki jumlah sampel (n) = 97, jumlah parameter (k) = 3, df = (n-k) = 97-3 = 94, maka pada tingkat kesalahan α = 0,05, diperoleh ttabel
=1,98. Berdasarakan tabel 4.14 dapat disimpulkan bahwa:
1. Variabel green marketing (X1) memiliki koefisien (β1) = 0,448 > 0 dengan
thitung (4,715) > ttabel (1,98) dan signifikan (0,000) < 0,05. Dengan demikian variabel green marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang. Jika green marketing meningkat maka minat beli ulang juga akan meningkat secara signifikan, demikian sebaliknya.
2. Variabel country of origin (X2) memiliki koefisien (β2) = 0,477 > 0 dengan nilai Sig dari variabel country of origin adalah 0,000 < 0,05 dan t hitung 5,749 > t tabel 1,98. Dengan demikian variabel country of origin berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang. Jika country of origin meningkat maka minat beli ulang juga akan meningkat secara signifikan, demikian sebaliknya.
4.7 Pembahasan
4.7.1 Pengaruh Green Marketing terhadap Minat Beli Ulang
Variabel Green Marketing (X1) mempunyai koefisien (β1)= 0,448 > 0 dengan thitung (4,715) > ttabel (1,98) dan signifikan (0,000) < 0,05. Dengan demikian variabel green marketing (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli Ulang (Y) produk Innisfree Di Sun Plaza Medan. Jika variabel Green Marketing ditingkatkan maka Minat Beli Ulang akan meningkat secara signifikan.
Green marketing menggambarkan strategi yang melibatkan pengembangan dan promosi produk ramah lingkungan dan menekankan atribut ini Ketika produsen berkomunikasi dengan pelanggan. Penerapan Green marketing dalam proses bisnis dapat menjadi pemicu perusahaan untuk lebih peduli kepada lingkungan sekitar, maka dari itu dengan adanya penerapan green marketing
dalam sebuah perusahaan dapat menjadikan Perusahaan tersebut sebagai perusahaan yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan maupun green marketing sebagai orientasi bisnis suatu perusahaan (Dahlstrom, 2011).
Berdasarkan hasil distribusi jawaban 97 responden ditemukan bahwa variabel Green Marketing memiliki rata-rata variabel sebesar 3,57 yang berarti sebagian besar konsumen membeli produk Innisfree dikarenakan mengusung konsep hijau. Skor rata-rata tertinggi dalam pernyataan mengenai Green Marketing adalah butir pernyataan 1, yaitu “Saya memilih Innisfree karena menggunakan bahan dasar alami dalam pembuatan produknya” dengan nilai rata-rata sebesar 3,75. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden membeli Innisfree karena produk-produknya menggunakan bahan dasar alami yang tidak berbahaya.
Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang dikemukakan oleh Beyzavi & Lotfizadeh (2014) dan Lu. (2014) yang menyatakan bahwa variabel green marketing memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat beli ulang.
4.7.2 Pengaruh Country Of Origin terhadap Minat Beli Ulang
Variabel Country Of Origin (X2) mempunyai koefisien (β2) = 0,477 > 0 dengan nilai Sig dari adalah 0,000 < 0,05 dan t hitung 5,749 > t tabel 1,98.
Dengan demikian variabel Country Of Origin (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli Ulang (Y) produk Innisfree Di Sun Plaza Medan.
Jika variabel Country Of Origin ditingkatkan maka Minat Beli Ulang akan meningkat secara signifikan.
Menurut Shamidra & Saroj (2011), Country of Origin sering dikaitkan dengan kualitas produk. Konsumen akan menggunakan Country of Origin sebagai standar kualitas suatu produk sebelum produk tersebut dibeli.
Berdasarkan hasil distribusi jawaban 97 responden ditemukan bahwa variabel Country Of Origin memiliki rata-rata variabel sebesar 3,39 yang berarti sebagian besar konsumen membeli produk Innisfree dikarenakan asal negaranya yaitu Korea Selatan. Skor rata-rata tertinggi dalam pernyataan mengenai Country Of Origin adalah butir pernyataan 7, yaitu “Saya tertarik membeli Innisfree karena Korea Selatan adalah Negara Maju” dengan nilai rata-rata sebesar 3,49. Hal ini menunjukkan bahwa asal negara sangat mempengaruhi minat konsumen dalam membeli.
Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang dikemukakan oleh Yunus & Rashid (2015) dimana country of origin yang dipersepsikan positif dapat menimbulkan minat beli konsumen dan berakhir pada pembelian ulang. karena negara asal merupakan salah satu faktor penting yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli produk.
4.7.3 Pengaruh Green Marketing dan Country Of Origin terhadap Minat Beli Ulang
Variabel green marketing dan country of origin secara simultan memiliki nilai Fhitung > Ftabel (48> 3,093) dan nilai Sig adalah 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa green marketing dan country of origin secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap minat beli ulang produk Innisfree Sun Plaza Medan.
Menurut Safria (2014), adanya pengaruh variabel-variabel bauran pemasaran yang berbasis konsep green marketing terhadap minat membeli ulang ini semakin mendorong kalangan praktisi perusahaan-perusahaan untuk merancang dan meningkatkan strategi bauran pemasaran, khususnya bauran pemasaran yang berbasis konsep green marketing dalam meningkatkan penjualan.
Menurut Jannah (2018), fenomena country of origin yang terjadi pada konsumen menimbulkan persepsi tertentu akan suatu merek produk, hinggal level yang akan mendorong terciptanya pembelian aktual. Menigkatnya globalisasi ekonomi mengakibatkan turunnya hambatan dalam perdagangan antar negara.
Sehingga ketersediaan akan produk asing di pasar local semakin luas seiring dengan gaya hidup konsumen pengikut tren.
BAB V