HASIL DAN PEMBAHASAN
3. Uji Koefisien Determinasi (R 2 )
Koefisien determinasi (R2) adalah alat untuk mengukur seberapa baik variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat. Koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Nilai koefisien yang kecil (mendekati 0) artinya bahwa kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variasi variabel terikat sangat terbatas atau kurang tepat, sebaliknya jika nilai koefisien determinasi besar (mendekati 1) maka dapat dikatakan bahwa variabel bebas memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memperkirakan variabel terikat. Pengolahan uji determinasi ini menggunakan software spss versi 25 dan hasilnya dapat dilihat pada lampiran 8.
Berdasarkan hasil pengolahan di spss diperoleh nilai koefisien determinasi pada kolom R Square 0,921 yang berarti bahwa 92,1% besar presentasi variasi Produktivitas Karyawan yang bisa dijelaskan oleh variasi variabel bebas yaitu
Keselamatan kerja dan Kesehatan Kerja sedangkan sisanya sebesar 7,9 % dijelaskan oleh variabel-variabel lain diluar variabel penelitian ini. Dari koefisien determinasi dikatakan bahwa jika nilai R2 mendekati 1 maka variabel bebas dapat menjelaskan hubungannya dengan variabel terikat. Oleh karena itu, berdasarkan hasil yang didapat, disimpulkan bahwa model yang digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel bebas (keselamatan dan kesehatan) yang diteliti terhadap variabel terikat (produktivitas) lebih pasti.
Adapun faktor yang mempengaruhi produktivitas karyawan menurut Hadiyanti (2017) adalah pendidikan, keterampilan kerja, disiplin kerja, sikap dan etos kerja, motivasi, dan sebagainya. Sedangkan menurut Haikal (2020) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas karyawan merupakan faktor yang berasal dari dalam diri pekerja dan faktor eksternal pekerja. Faktor dari dalam diri pekerja seperti psikologis, fisik (kelelahan pekerja), usia, bakat, karakter, pengalaman, keahlian, kepuasan kerja, mral, dan persepsi gaji. Faktor eksternal pekerja seperti pencahayaan, kebisingan, musik di tempat kerja, waktu istirahat, jam kerja, sistem pembayaran, dan tanggung jawab keluarga.
Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan
Berdasarkan (uji F) menyatakan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produktivitas karyawan. Ini karena perusahaan menyediakan alat pelindung kerja, perusahaan juga menyediakan asuransi kecelakaan bagi karyawannya sehingga karyawan merasa aman saat bekerja, ditambah lagi perusahaan menyediakan sarana kamar mandi yang baik serta perusahaan menyediaka pelayanan kesehatan yang baik yang dapat menunjang produktivitas karyawan. Hadiyanti (2017) menyatakan bahwa setiap perusahaan selalu menginginkan dan mengupayakan agar setiap karyawan memiliki produktivitas kerja yang tinggi dan meningkat. Oleh karena itu, perusahaan harus bisa menjaga dan membangun produktivitas karyawannya agar tujuan perusahaan dapat terlaksana secara optimal dan maksimal.
Bekerja di industri penggergajian kayu merupakan pekerjaan yang memiliki resiko kecelakaan yang tinggi, itulah alasan mengapa begitu pentingnya penerapan K3. Dari yang dilihat dilapangan masih banyak para pekerja di PT. Erika Mila Bersama yang tidak menerapkan keselamatan kerja saat bekerja ditambah lagi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja kurang maksimal di PT. Erika Mila Bersama. Salah satunya yaitu membiarkan para karyawan bekerja tanpa alat pelindung diri. Berdasarkan persepsi karyawan yang bekerja di PT. Erika Mila Bersama mereka menyatakan bahwa perusahaan memberikan perlindungan kerja seperti helm, masker, sarung tangan dan sepatu tetapi mereka lebih memilih tidak menggunakannya dengan alasan tidak nyaman dan mengganggu pekerjaan mereka saat bekerja. Contohnya saja pada saat musim hujan, tanah di tempat mereka bekerja menjadi basah dan berlumpur mereka lebih memilih tidak menggunakan alas kaki dari pada menggunakan sepatu dengan alasan licin dan mengganggu aktivitas bekerja mereka.
Dari segi keselamatan, perusahaan harus mampu memberikan rencana keselamatan kerja yang baik dan menghidangkan sarana pelindung diri yang baik seperti masker, sarung tangan, alat pelindung telinga (earplug) dan sepatu. Sanksi dan pengawasan yang ketat agar karyawan tetap patuh dan tidak melanggar terhadap peraturan perusahaan, adanya knseling atau sosialisasi tentang pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja bagi karyawan minimal 6 bulan sekali. Kemudian dari segi kesehatan perusahaan harus mampu menjamin karyawannya agar terhindar dari penyakit akibat kerja seperti memperbaiki dan meningkatkan sistem pembuangan sampah dan limbah, melakukan pemeriksaan fisik secara berkala kepada semua karyawan.
Pengaruh Keselamatan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan
Dari hasil pengujian parsial, keselamatan kerja berpengaruh nyata terhadap produktifitas karyawan di PT. Erika Mila Bersama Kabupaten Asahan. Hal ini menunjukkan bahwa jika ada peningkatan pada keselamatan kerja karyawan, produktivitas kerja karyawan akan meningkat pula, sebaliknya jika terjadi penurunan
maka produktivitas kerja karyawan akan menurun/ berkurang. Dengan tingkat keselamatan kerja yang tinggi, maka akan mengurangi resiko kecelakaan kerja yang mengakibatkan sakit, cacat bahkan kematian di PT. Erika Mila Bersama. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Lumenta et al (2021) dalam penelitiannya menyatakan bahwa jika ada peningkatan pada keselamatan kerja karyawan maka produktivitas karyawan juga akan meningkat.
Tingkat keselamatan yang tinggi juga berjalan seiring dengan pemeliharaan dan penggunaan peralatan kerja yang produktif dan efisien.
Jika perusahaan menginginkan karyawannya memiliki tingkat produktivitas yang tinggi, maka perusahaan juga harus menyediakan alat pelindung diri bagi karyawan, memperhatikan dan menjaga kondisi peralatan kerja, memberikan penerangan yang baik di lokasi kerja, serta menjaga kebersihan dan ketertiban. Lebih lanjut Busyairi (2014) menekankan bahwa, jika perusahaan dapat memenuhi semua ini, karyawan akan bekerja dengan lebih nyaman tanpa berpikir tentang kecelakaan kerja, sehingga karyawan akan lebih produktif dalam bekerja. Menurut uraian responden atas jawaban kuesioner “perusahaan menghadiahkan hukuman pada karyawan yang tidak memenuhi alat pelindung ketika bekerja” adalah gagasan utama dengan skor rata-rata yaitu 3,86. Kuesioner tersebut menyatakan bahwa pentingnya memakai alat pelindung bagi karyawan agar terhindar dari kecelakaan. Perasaan safety dan nyaman akan membuat karyawan semangat dalam bekerja, juga sesuai dengan pernyataan Handayani (2010), mengungkapkan terciptanya rasa aman terhindar dari kemungkinan kecelakaan akan memudahkan kinerja perusahaan serta menjaga produktivitas kerja karyawan.
Pengaruh Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan
Dari hasil pengujian parsial kesehatan kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas karyawan di PT. Erika Mila Bersama. Hal ini sejalan dengan penelitian Kaligis (2013) yang menyatakan bahwa kesehatan kerja tidak signifikan atau tidak terdapatnya pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Lain halnya dengan penelitian yang dilakukan Jayusman (2020) yang menyatakan bahwa
terdapat pengaruh kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. Hasil yang tidak signifikan ini menandakan bahwa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan bagi para pekerja. Berdasarkan yang terjadi di lapangan para karyawan ingin makan siang mereka dijamin kesehatan dan gizinya oleh perusahaan, sebagai contoh perusahaan memberikan jatah makan siang berupa nasi bungkus kepada para karyawannya melihat pekerjaan yang karyawan lakukan sangat berat dan membutuhkan tenaga yang banyak tetapi sampai saat ini perusahaan belum merealisasikan keinginan para karyawan tersebut.
Menurut uraian responden atas jawaban “gizi saya selalu terpenuhi oleh perusahaan”, “suhu udara di tempat saya bekerja sangat baik”, “sarana kamar mandi di tempat saya bekerja selalu dalam kondisi baik”, “perusahaan memberikan jam istirahat yang cukup untuk memulihkan stamina karyawan sehabis bekerja”
merupakan gagasan utama variabel kesehatan pada penelitian ini. Gangguan yang berasal dari lingkungan kerja seperti ruangan yang terlalu panas atau dingin dapat menghambat proses produksi dan kurang efektifnya karyawan dalam bekerja. Hal ini diperkuat oleh Marom (2018), dikatakan bahwa karyawan yang sehat bekerja lebih produktif untuk meningkatkan produktivitas perusahaan, dan perusahaan dengan karyawan yang sangat produktif akan lebih efektif dalam mencapai tujuan perusahaan.
Sementara itu, kuesioner “sistem pengolahan limbah dan sampah di perusahaan tidak mempengaruhi kesehatan karyawan” memiliki jawaban terendah dengan skor rata-rata 3,50. Berdasarkan pernyataan tersebut menjelaskan bahwa perusahaan tidak memiliki sistem pembuangan sampah dan limbah yang memadai, padahal untuk mencapai tingkat produksi yang tinggi perusahaan harus menjamin itu.
Hal ini ditegaskan oleh Mulyanti (2020) yang menyatakan bahwa tingkat kesehatan fisik dan mental seluruh karyawan harus dijaga pada tingkat yang tinggi dan ditingkatkan dengan upaya perusahaan dalam hal ini yaitu perbaikan limbah dan pembuangan limbah, agar tidak mengganggu jalannya bekerja.