METODE PENELITIAN
3.5 Uji Keabsahan Data
3.5.1 Uji Kredibilitas
Uji kredibilitas melibatkan penetapan hasil penelitian kualitatif yang dilakukan peneliti itu kredibel atau dapat dipercaya dari perspektif partisipan dalam penelitian tersebut, karena dari perspektif ini tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk mendeskripsikan atau memahami fenomena yang menarik perhatian dari sudut pandang partisipan. Uji kredibilitas atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif ini antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, dan member check.
Julivia Saptadini, 2015
EKSISTENSI SENI NGARAK POSONG DAN PENGARUHNYA TERHADAP SOSIOEKONOMI MASYARAKAT
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Melihat bagian dari proses uji kredibilitas tersebut, akhirnya peneliti menggunakan beberapa teknik pemeriksaan keabsahan data dengan cara:
a. Perpanjangan Pengamatan yang berarti peneliti kembali ke lapangan,
melakukan pengamatan, wawancara lagi dengan sumber data yang pernah ditemui maupun yang baru. Hal tersebut peneliti lakukan dengan cara:
Pada tahap awal, peneliti mulai mengkaji tesis yang membahas mengenai folklore seni Ngarak Posong dan menemui peneliti tesis tersebut yaitu Febri Marindra Cysbya Erdlanda untuk menanyakan fokus penelitian selanjutnya yang perlu diteliti.
Kemudian, peneliti melakukan pengamatan pada saat peneliti masih pada tahap pembuatan proposal skripsi. Pada saat itu peneliti mendatangi budayawan setempat selaku penggagas atau pencipta seni Ngarak Posong yaitu Bapak E. Supardi dan pemilik home industri olahan belut yaitu Bapak Asep Mukdas. Peneliti sudah mulai menanyakan fokus penelitian yang akan dilaksanakan nanti ketika proposal skripsi sudah diacc, dan kebetulan sehari setelah peneliti menemui kedua orang tersebut tepatnya pada tanggal 18 Agustus 2014 akan diselenggarakan pawai seni Ngarak Posong di Kabupaten Cianjur, di mana seni Ngarak Posong itu sendiri melakukan pertunjukan pawai untuk mewakili Kecamatan Cibeber. Semula peneliti hanya berniat untuk melakukan studi dokumentasi pada saat pawai seni Ngarak Posong itu berlangsung, namun ternyata sebuah kehormatan di mana Bapak E. Supardi dan Bapak Asep Mukdas meminta peneliti untuk ikut serta terlibat dalam rombongan pawai seni Ngarak Posong tersebut.
Kebetulan pada saat pawai seni Ngarak Posong, peneliti berdampingan dengan Bapak E. Supardi, Bapak Asep Mukdas, dan Bapak Ucup (Camat Cibeber), sehingga peneliti memanfaatkan kesempatan tersebut untuk banyak bertanya mengenai eksistensi seni Ngarak Posong dan pengaruhnya terhadap sosioekonomi masyarakat setempat. Kemudian, pada saat SK skripsi sudah keluar, peneliti pun melakukan penelitian kepada Bapak E. Supardi (budayawan setempat dan pencipta seni Ngarak Posong), Bapak Asep Mukdas (pemilik home industri olahan belut), Bapak Uju (pengrajin posong), dan Bapak Arga (pemilik sanggar tari seni Ngarak Posong dan sebagai penerus generasi kedua seni Ngarak
65
Julivia Saptadini, 2015
EKSISTENSI SENI NGARAK POSONG DAN PENGARUHNYA TERHADAP SOSIOEKONOMI MASYARAKAT
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Posong). Penelitian pun dilakukan berulang-ulang agar dapat terlibat langsung dalam pembuatan olahan belut, pembuatan posong, dan latihan tari seni Ngarak Posong serta dapat mengecek kembali kebenaran data yang sudah diberikan oleh masing-masing informan sebelumnya.
b. Meningkatkan Ketekunan yang berarti melakukan pengamatan secara lebih
cermat dan berkesinambungan. Hal tersebut dilakukan peneliti dengan cara melakukan pengecekan kembali apakah data yang telah didapatkan itu salah atau benar. Selain daripada itu, peneliti juga berusaha meningkatkan ketekunan agar dapat memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati. Hal tersebut peneliti lakukan dengan cara mendengarkan hasil rekaman wawancara, kemudian menulis dan mengetik langsung hasil wawancara di hari peneliti melakukan wawancara.
c. Triangulasi yang berarti pengecekan kebenaran data dari berbagai sumber
dengan berbagai cara atau teknik, dan berbagai waktu. Triangulasi berfungsi untuk mengecek validasi data yang menilai kecukupan data dari sejumlah data yag beragam. Hal tersebut dikarenakan peneliti tidak dapat begitu saja percaya dengan semua informasi yang diperoleh dari sumber, maka harus dilakukan dengan cara mengecek informasi dari sumber satu dengan sumber lain agar validitas kebenaran informasi tersebut terbukti. Hal tersebut peneliti lakukan dengan cara:
Triangulasi Sumber yaitu mengecek data yang telah diperoleh melalui
beberapa sumber. Untuk menguji kredibilitas data tentang eksistensi seni Ngarak Posong, maka pengumpulan dan pengujian data yang telah diperoleh dilakukan kepada penggagas dan pencipta seni Ngarak Posong yaitu Bapak E. Supardi dan penerusnya yang juga sebagai pemilik sanggar tari seni Ngarak Posong yaitu Bapak Arga Sudirga. Untuk menguji kredibilitas data tentang sosioekonomi masyarakat, maka pengumpulan dan pengujian data yang telah diperoleh dilakukan kepada pemilik home industri olahan belut dan pengolah belut yaitu Bapak Asep Mukdas serta pengrajin posong yaitu Bapak Uju. Hal ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Julivia Saptadini, 2015
EKSISTENSI SENI NGARAK POSONG DAN PENGARUHNYA TERHADAP SOSIOEKONOMI MASYARAKAT
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Gambar 3.2 Triangulasi “sumber” pengumpulan data
(satu teknik pengumpulan data pada bermacam-macam sumber data A, B, C, D)
Triangulasi “sumber” pengumpul data ini peneliti lakukan dengan cara melakukan wawancara mendalam kepada empat informan utama yaitu:
A = sebagai budayawan atau pencipta seni Ngarak Posong yaitu Bapak E. Supardi,
B = sebagai pemilik home industri olahan belut dan pengolah belut yaitu Bapak Asep Mukdas,
C = sebagai pengrajin posong yaitu Bapak Uju,
D = sebagai pemilik sanggar tari seni Ngarak Posong (sanggar Hibar) yaitu Bapak Arga Sudirga.
Triangulasi Cara atau Teknik yaitu mengecek data kepada sumber yang
sama dengan teknik yang berbeda. Awalnya peneliti melakukan wawancara mendalam saja, namun kemudian dicek dengan observasi partisipatif yaitu dengan ikut terlibat langsung dalam pengolahan belut, pembuatan posong, dan pelatihan tari seni Ngarak Posong, yang juga disertai dengan dokumentasi hingga data dari keempat informan tersebut sama. Hal ini dapat digambarkan seperti gambar berikut: Observasi Partisipatif Wawancara Mendalam Sumber data sama Wawancara Mendalam A B C D
67
Julivia Saptadini, 2015
EKSISTENSI SENI NGARAK POSONG DAN PENGARUHNYA TERHADAP SOSIOEKONOMI MASYARAKAT
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Gambar 3.3 Triangulasi “teknik” pengumpulan data
(bermacam-macam cara pada sumber yang sama)
Triangulasi “teknik” pengumpulan data ini peneliti lakukan dengan cara melakukan observasi partisipatif ke Desa Sukaraharja dan Cihaur Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur, wawancara mendalam kepada penggagas seni Ngarak Posong (Bapak E. Supardi), pemilik home industri olahan belut dan pengolah belut (Bapak Asep Mukdas), pengrajin posong (Bapak Uju), pemilik sanggar Hibar (Bapak Arga Sudirga). Studi dokumentasi dengan cara mengumpulkan sejumlah dokumen atau informasi mengenai eksistensi seni Ngarak Posong dan pengaruhnya terhadap sosioekonomi masyarakat setempat yang dapat diperoleh dari Disbudpar Kabupaten Cianjur, budayawan setempat selaku penggagas atau pencipta seni Ngarak Posong, pemilik home industri dan pengolah belut, pengrajin posong, dan pemilik sanggar tari seni Ngarak Posong serta dokumentasi saat proses pengolahan belut, pembuatan posong, pelatihan nari, persiapan pertunjukan seni Ngarak Posong dan pelaksanaan pawai seni Ngarak Posong, acara Cap Gomeh di Kabupaten Cianjur dan penampilan pertunjukan seni Ngarak Posong serta penjualan olahan belut JSL (Jemur Sari Lembur) di CFD (Car Free Day) Cianjur pada tanggal 08 Maret 2015.
Triangulasi Waktu yaitu melakukan pengecekan data dalam waktu atau
situasi yang berbeda. Hal tersebut peneliti lakukan pada saat pagi hari, siang hari, dan sore hari di lokasi penelitian berlangsung.
d. Menggunakan Bahan Referensi yang berarti adanya pendukung untuk
membuktikan data yang telah diperoleh peneliti. Hal tersebut peneliti lakukan dengan cara data wawancara didukung dengan adanya rekaman wawancara melalui alat perekam data yang terdapat dalam handphone peneliti. Penghargaan-penghargaan atau juara-juara seni Ngarak Posong didukung dengan adanya piagam penghargaan yang disimpan di sanggar Hibar dan sudah peneliti foto menggunakan camera.
Studi Dokumentasi
Julivia Saptadini, 2015
EKSISTENSI SENI NGARAK POSONG DAN PENGARUHNYA TERHADAP SOSIOEKONOMI MASYARAKAT
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
e. Mengadakan Member Check yang berarti proses pengecekan data yang
diperoleh peneliti kepada pemberi data. Hal tersebut peneliti lakukan dengan cara datang dan menyampaikan temuan kepada pemberi data setelah mendapat temuan atau kesimpulan. Setelah data disepakati bersama, maka para pemberi data diminta untuk menandatangani, agar lebih otentik. Selain itu juga sebagai bukti bahwa peneliti telah melakukan member check.