• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Kualitas Instrumen dan Data a. Analisis Statistik Deskriptif

BAB III METODE PENELITIAN

E- WALLET DALAM

2. Uji Kualitas Instrumen dan Data a. Analisis Statistik Deskriptif

Analisis statistik deskriptif. Bertujuan untuk mengetahui memberikan penjelasan dan gambaran terkait data yang telah dianalisis tujuannya agar lebih mudah untuk dipahami.

Tabel 4.2

Hasil Uji Statistik Deskriptif

N Minimum Maximum Mean Std.dev

Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

a. Dilihat dari tabel diatas nilai pada tabel N merupakan jumlah data yang telah diteliti yaitu sebanyak 125 sampel

b. Variabel Sikap Terhadap Menabung (X1) nilai rata-rata (mean) sebesar 22,46 kemudian nilai minimum sebesar 10, dan nilai maksimum sebesar 30 dengan standar deviasi (tingkat sebaran datanya) sebesar 3,710 dengan hasil data sebaran jumlah sampel 125.

c. Variabel Norma Subjektif (X2) nilai rata-rata (mean) sebesar 21,37, nilai minimum sebesar 11 kemudian dan nilai maksimum sebesar 30 dengan standar deviasi (tingkat sebaran datanya) sebesar 3,428 dengan hasil data sebaran jumlah sampel 125.

d. Variabel Niat Menabung (intention) (X3) nilai rata-rata (mean) sebesar 15,03 kemudian nilai minimum sebesar 10, dan nilai maksimum sebesar 20 dengan standar deviasi (tingkat sebaran datanya) sebesar 3,338 dengan hasil data sebaran jumlah sampel 125.

e. Variabel Minat Menggunakan e-wallet (intention) (X4) nilai rata-rata (mean) sebesar 27,10 kemudian nilai minimum sebesar 17, dan nilai maksimum sebesar 35 dengan standar deviasi (tingkat sebaran datanya) sebesar 3,556 dengan hasil data sebaran jumlah sampel 125.

f. Variabel Minat Menabung di Perbankan Syariah (intention) (Y) nilai rata-rata (mean) sebesar 26,76 kemudian nilai minimum sebesar 13, dan nilai maksimum sebesar 35 dengan standar deviasi (tingkat sebaran datanya) sebesar 4,116 dengan hasil data sebaran jumlah sampel 125.

b. Uji Asumsi Klasik a) Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak dikarenakan model regresi yang baik yaitu memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Pada penelitian ini uji normalitas menggunakan Kolmogorov smirnov.

Berikut adalah tabel hasil uji Normalitas:

Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas N Asymp. Sig. (2-tailed)

125 0,811

Dari hasil uji normalitas pada tabel di atas dapat diketahui bahwa hasil nilai signifikan sebesar 0,811. Disimpulkan bahwa nilai signifikan 0,811

> 0,05 (taraf signifikan) maka residual terdistribusi normal.

b) Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas merupakan bagian dari uji asumsi klasik pada analisis regresi berganda bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi interkorelasi antar variabel independent. Pada penelitiaan ini uji multikolinearitas menggunakan metode Tolerance dan VIF ( Variance Inflattion Factor). Dilihat dari nilai tolerance apabilai nilai tolerance >

0,10 dan nilai VIF < 10,0 , maka tidak terjadi multikolinearitas.

Berikut hasil uji multikolonearitas.

Tabel 4.4

Hasil Uji Multikolinearitas

Dilihat dari hasil tabel di atas dapat disimpulkan nilai tolerance pada seluruh variabel yaitu sikap terhadap menabung (X1), norma subjektif (X2), niat menabung intention (X3), minat menggunakan e-wallet (X4) lebih besar dari > 0,10 sehingga kesimpulannya seluruh variabel tidak terjadi multikolinearitas. Selanjutnya dilihat dari nilai VIF seluruh variabel lebih kecil dari < 10,0 maka tidak terjadi multikolinearitas.

c) Uji Autokorelasi

Penelitian ini dilakukan uji kolerasi guna menguji di dalam model regresi linear berganda terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t (sebelumnya) atau tidak. Pada uji Autokorelasi pada penelitian ini menggunakan Durbin Watson, hasil uji autokorelasi sebagai berikut.

Tabel 4.5

Hasil Uji Autokorelasi

Nilai du dicari pada distribusi nilai tabel Durbin Watson berdasarkan k (4) dan N (120) dengan signifikan 5% . kesimpulannya dari tabel diatas niali du (1,7745) < durbin Watson (2,023) < 4-du (2,225) tidak ada gejala autokorelasi.

d) Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah ada atau tidak kesamaan dari variance nilai residual untuk semua pengamatan model regresi. Uji Heteroskedastisitas ini adalah salah satu faktor penyebab model dari regresi linear tidak efisien dan akurat. Model regresi yang dianggap baik yaitu model regresi yang ditandai dengan tidak adanya gejala heteroskedastisitas, pada uji heteroskedastisitas penulis menggunakan metode Sparkman rho

Tabel 4.6

Hasil Uji Heteroskedastisitas

No Variabel Signifikan Keputusan 1 Sikap terhadap

menabung

0,633 Tidak terjadi gejala heteroskedastisitas 2 Norma Subjektif 0,519 Tidak terjadi gejala

heteroskedastisitas 3 Niat menabung

(intention)

0,857 Tidak terjadi gejala heteroskedastisitas

4 Minat

menggunakan e-wallet

0,661 Tidak terjadi gejala heteroskedastisitas

Dari tabel di atas menunjukan hasil uji heterokedastisitas seluruh nilai dari setiap variabel menunjukan absolut residual diatas dari taraf signifikan sebesar 0,05 yang berarti semua variabel tidak memiliki masalah heteroskedastisitas maka model regresi ini dianggap baik.

C. Analisis Regresi Linear Berganda

Dilakukan analisis regresi linear berganda bertujuan untuk menguji pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali, 2011). Regresi linear berganda digunakan guna mengetahui adakah hubungan positif atau hubungan negatif atau bahkan tidak ada antara variabel independen dengan variabel dependen. Analisis regresi linear berganda juga bertujuan mengetahui apakah koefisien regresi yang menentukan hipotesis yang telah dibuat akan diterima atau ditolak. Berikut hasil analisis regresi linear berganda:

Tabel 4.7

Hasil Analisis Regresi Linear Berganda 1

Variabel coefficient Std.Error t Sig.

Constant 1,781 1,329 1,340 0,183

Dari hasil tabel diatas maka dapat disimpulkan, menunjukan hasil persamaan regresi linear berganda sebagai berikut :

Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + e

Y = -0,794 + 0,495 X1 + 0,189 X2 + 0,635 X3 + 0,105 X4 + e

a. Konstanta sebesar 1,781 artinya jika sikap terhadap perilaku menabung, norma subjektif, minat menggunakan e-wallet, = 0 dan mengalami kenaikan satu kesatuan maka variabel niat menabung (intention) akan naik atau terpenuhi.

b. Koefisien sikap terhadap perilaku menabung sebesar +0,134 artinya setiap nilai sikap terhadap perilaku menabung akan menambah nilai niat menabung (intention) sebesar 0,134.

c. Koefisen norma subjektif sebesar +0,048 artinya I unit nilai norma subjektif akan menambah nilai niat menabung (intention) sebesar +0,048.

d. Koefisen minat menggunakan e-wallet sebesar +0,153 artinya 1 unit nilai minat menggunakan e-wallet akan menambah nilai niat menabung (intention) sebesar 0,153.

Tabel 4.8

Hasil Analisis Regresi Linear Berganda 2

Variabel coefficient Std.Error t Sig.

Constant 3,968 1,934 2,051 0,042

Niat menabung 1,255 0,113 11,069 0,000

Minat

menggunakan e-wallet

0,145 0,074 1,953 0,053

Dari hasil tabel diatas maka dapat disimpulkan, menunjukan hasil persamaan regresi linear berganda sebagai berikut :

Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + e

Y = -0,794 + 0,495 X1 + 0,189 X2 + 0,635 X3 + 0,105 X4 + e

a. Konstanta sebesar 3,968 artinya jika sikap terhadap niat menabung, minat menggunakan e-wallet = 0 dan mengalami kenaikan satu kesatuan maka variabel minat menabung di perbankan syariah akan naik atau terpenuhi

b. Koefisien niat menabung (intention) sebesar +1,255 artinya tiap nilai dari niat menabung akan menambah nilai minat menabung di perbankan syariah sebesar 1,255

c. Koefisien Minat menggunakan e-wallet sebesar +0,145 artinya tiap nilai dari minat menggunakan e-wallet akan menambah nilai minat menabung sebesar 0,145

Dokumen terkait