BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN…
D. Uji Lanjut
Uji lanjut anava dilakukan ketika ada hipotesis nol (H0) yang ditolak. Hipotesis nol (H0) yang ditolak pada penelitian ini dilakukan uji lanjut dengan uji lanjut Scheffe. Hal ini dilakukan untuk mengetahui perlakuan-perlakuan yang secara signifikan berbeda dengan yang lain. Hasil analisis uji lanjut Scheffe dapat dilihat pada Lampiran 29. Sedangkan rangkuman uji lanjut Scheffe dapat dituliskan bahwa interaksi antara prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media film pendek dengan kemampuan penalaran analitis rendah dan prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media film pendek dengan kemampuan penalaran analitis tinggi ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media film pendek dengan kemampuan
commit to user
penalaran analitis rendah dan prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis tinggi ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media film pendek dengan kemampuan penalaran analitis tinggi dan prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media film pendek dengan kemampuan penalaran analitis rendah ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media film pendek dengan kemampuan penalaran analitis tinggi dan prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis rendah ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media film pendek dengan kemampuan penalaran analitis tinggi dan prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis tinggi ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis rendah dan prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media film pendek dengan kemampuan penalaran analitis tinggi ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis rendah dan prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis tinggi ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis tinggi dan prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media film pendek dengan kemampuan penalaran analitis
commit to user
rendah ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis tinggi dan prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media film pendek dengan kemampuan penalaran analitis tinggi ada perbedaan pengaruh. Dan interaksi antara prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis tinggi dan prestasi belajar kognitif siswa yang diberi perlakuan dengan media simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis rendah ada perbedaan pengaruh.
Sedangkan dalam prestasi afektifnya dapat dituliskan bahwa interaksi antara prestasi belajar afektif siswa yang diberi perlakuan dengan media film pendek dengan kemampuan penalaran analitis rendah dan prestasi belajar afektif siswa yang diberi perlakuan dengan media simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis tinggi ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi belajar afektif siswa yang diberi perlakuan dengan media film pendek dengan kemampuan penalaran analitis tinggi dan prestasi belajar afektif siswa yang diberi perlakuan dengan media simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis tinggi ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi belajar afektif siswa yang diberi perlakuan dengan media simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis rendah dan prestasi belajar afektif siswa yang diberi perlakuan dengan media simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis tinggi ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi belajar afektif siswa yang diberi perlakuan dengan media simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis tinggi dan prestasi belajar afektif siswa yang diberi perlakuan dengan media film pendek dengan kemampuan penalaran analitis rendah ada
commit to user
perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi belajar afektif siswa yang diberi perlakuan dengan simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis tinggi dan prestasi belajar afektif siswa yang diberi perlakuan dengan media film pendek dengan kemampuan penalaran analitis tinggi ada perbedaan pengaruh. Dan interaksi antara prestasi belajar afektif siswa yang diberi perlakuan dengan simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis tinggi dan prestasi belajar afektif siswa yang diberi perlakuan dengan simulasi animasi komputer dengan kemampuan penalaran analitis rendah ada perbedaan pengaruh.
Untuk interaksi antara kemampuan penalaran analitis dan gaya belajar dapat dituliskan bahwa interaksi antara prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar kinestetik dan prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar visual ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar kinestetik dan prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis tinggi dengan gaya belajar kinestetik ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar kinestetik dan prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis tinggi dengan gaya belajar visual ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar visual dan prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar kinestetik ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar visual dan prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis tinggi dengan gaya belajar kinestetik ada perbedaan pengaruh.
commit to user
Interaksi antara prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar visual dan prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis tinggi dengan gaya belajar visual ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis tinggi dengan gaya belajar kinestetik dan prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar kinestetik ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis tinggi dengan gaya belajar kinestetik dan prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar visual ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis tinggi dengan gaya belajar visual dan prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar kinestetik ada perbedaan pengaruh. Dan interaksi antara prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis tinggi dengan gaya belajar visual dan prestasi kognitif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar visual ada perbedaan pengaruh.
Sedangkan untuk prestasi afektifnya dapat dituliskan bahwa interaksi antara prestasi afektif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar kinestetik dan prestasi afektif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar visual ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi afektif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar kinestetik dan prestasi afektif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis tinggi dengan gaya belajar kinestetik ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi afektif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar kinestetik dan prestasi afektif siswa
commit to user
yang memiliki kemampuan penalaran analitis tinggi dengan gaya belajar visual ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi afektif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar visual dan prestasi afektif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar kinestetik ada perbedaan pengaruh. Interaksi antara prestasi afektif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis tinggi dengan gaya belajar kinestetik dan prestasi afektif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar kinestetik ada perbedaan pengaruh. Dan interaksi antara prestasi afektif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis tinggi dengan gaya belajar visual dan prestasi afektif siswa yang memiliki kemampuan penalaran analitis rendah dengan gaya belajar kinestetik ada perbedaan pengaruh.
E. Pembahasan Hasil Penelitian