HASIL PENELITIAN A. Hasil Penelitian
adalah 14 siswa atau 38,88 % yang memiliki kategori kurang sebanyak 20 siswa 0
B. Pengujian Persyaratan Analisis
1. Uji Normalitas
Salah satu teknik analisis dalam uji normalitas adalah teknik analisis Lilliefors, yaitu suatu teknik analisis uji persyaratan sebelum dilakukannya uji
hipotesis. Berdasarkan sampel acak maka diuji hipotesis nol bahwa sampel berasal dari populasi berdistribusi normal dan hipotesis tandingan bahwa populasi berdistribusi tidak normal. Dengan ketentuan Jika L-hitung < L-tabel maka sebaran data memiliki distribusi normal. Tetapi jika L-hitung > L-tabel maka sebaran data tidak berdistribusi normal. Hasil analisis normalitas untuk masing-masing sub kelompok dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Hasil Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran Everyone is a Teacher Here (A1B1)
Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan pemahaman konsep matemati siswa yang diajar dengan model pembelajaran Everyone is a Teacher Here (A1B1) diperoleh nilai L-hitung = 0,123 dengan nilai L-tabel = 0,147 Karena L-hitung < L-tabel yakni 0,123 < 0,147 maka dapat disimpulkan hipotesis nol diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa sampel pada kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran Everyone is a Teacher Here berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Everyone is a Teacher Here merupakan salah satu faktor yang mampu mempengaruhi
perubahan pada kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.
b. Hasil Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran the Power of two (A2B1) Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan Pemahaman Konsep matematis siswa yang diajar dengan Pembelajaran the Power of two (A2B1) diperoleh nilai L-hitung = 0,125 dengan nilai L-tabel = 0,147. Karena L-hitung < L-tabel yakni 0,125 < 0,147 maka dapat disimpulkan hipotesis nol diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa sampel pada hasil kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan model Pembelajaran the Power of two berasal dari populasi yang berdistribusi normal, atau dapat dikatakan dikatakan bahwa model pembelajaran the Power of Two merupakan salah satu faktor yang mampu mempengaruhi perubahan pada kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.
c. Hasil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran Everyone is a Teacher Here(A1B2)
Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran ETH (A1B2) diperoleh nilai L-hitung = 0,137 dengan nilai L-tabel = 0,147. Karena L-hitung < L-tabel, yakni 0,137 < 0,147 maka dapat disimpulkan hipotesis nol diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa sampel pada hasil kemampuan Pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran ETH berasal dari populasi yang berdistribusi normal, atau dapat dikatakan dikatakan bahwa model pembelajaran Everyone is a Teacher Here merupakan salah satu faktor yang mampu mempengaruhi perubahan pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
d. Hasil Kemampuan Pemecahan masalah Matematika Siswa yang Diajar Menggunakan Pembelajaran the Power of Two(A2B2)
Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model Pembelajaran the Power of Two (A2B2) diperoleh nilai L-hitung = 0,068 dengan nilai L-tabel = 0,147. Karena L-hitung < L-tabel yakni 0,068 < 0,147 maka dapat disimpulkan hipotesis nol diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa sampel pada hasil kemampuan Pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model Pembelajaran the Power of Two berasal dari populasi yang berdistribusi normal, atau dapat dikatakan dikatakan bahwa model pembelajaran the power of Twomerupakan salah satu faktor yang mampu mempengaruhi perubahan pada
e. Hasil Kemampuan Pemahaman konsep dan Pemecahan Masalah Matematis Siswa yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran Everyone is a Teacher Here (A1)
Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran ETH (A1) diperoleh nilai L-hitung = 0,085 dengan nilai L-tabel = 0,104. Karena L-hitung < L-tabel yakni 0,085 < 0,104 maka dapat disimpulkan hipotesis nol diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa sampel pada hasil kemampuan pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran ETH berasal dari populasi yang berdistribusi normal, atau dapat dikatakan dikatakan bahwa model pembelajaran Everyone is a Teacher Here merupakan salah satu faktor yang mampu
mempengaruhi perubahan pada kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
f. Hasil Kemampuan Pemahaman konsep dan Pemecahan Masalah Matematis Siswa yang Diajar dengan Model Pembelajaran the Power of Two (A2)
Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan model Pembelajaran the Power of Two (A2) diperoleh nilai L-hitung = 0,103 dengan nilai L-tabel = 0,104. Karena L-hitung < L-tabel yakni 0,103 < 0,104. maka dapat disimpulkan hipotesis nol diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa sampel pada hasil kemampuan pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model Pembelajaran the Power of Two berasal dari populasi yang berdistribusi normal, atau dapat dikatakan dikatakan bahwa model pembelajaran the Power of Two merupakan salah satu faktor yang
mampu mempengaruhi perubahan pada kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa
g. Hasil Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran ETH dan Pembelajaran the Power of Two (B1)
Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran ETH dan Pembelajaran the Power of Two (B1) diperoleh nilai L-hitung = 0,008 dengan nilai L-tabel = 0,104. Karena L-L-hitung < L-tabel yakni 0,008 < 0,104maka dapat disimpulkan hipotesis nol diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa sampel pada hasil kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran ETH dan Pembelajaran the Power of Two berasal dari populasi yang berdistribusi normal. atau dapat dikatakan dikatakan bahwa model pembelajaran ETH dan model pembelajaran the Power of Two merupakan salah satu faktor yang mampu mempengaruhi perubahan pada kemampuan pemahaman konsep.
h. Hasil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran ETH dan Pembelajaran the Power of Two (B2)
Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran ETH dan Pembelajaran the Power of Two (B2) diperoleh nilai Lhitung = 0,095 dengan nilai L-tabel = 0,104. Karena L-hitung < L-tabel yakni 0,095 < 0,104. maka dapat disimpulkan hipotesis nol diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa sampel pada hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran ETH dan Pembelajaran the Power of Two
berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Atau dapat dikatakan dikatakan bahwa model pembelajaran ETH dan model pembelajaran the Power of Two merupakan salah satu faktor yang mampu mempengaruhi perubahan pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Kesimpulan dari seluruh data hasil uji normalitas kelompok-kelompok data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa semua sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal sebab semua L-hitung < L-tabel. Kesimpulan hasil uji normalitas dari masing-masing kelompok dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.18 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Teknik Analisis Lilliefors Kelompok L – hitung L - tabel α= 0,05 Kesimpulan
A₁B₁ 0,123
0,147
Ho : Diterima, Normal
A₁B₂ 0,085 Ho : Diterima, Normal
A2B1 0,125 Ho : Diterima, Normal
A₂B2 0,068 Ho : Diterima, Normal
A1 0,085
0,104
Ho : Diterima, Normal
A₂ 0,103 Ho : Diterima, Normal
B1 0,087 Ho : Diterima, Normal
B2 0,095 Ho : Diterima, Normal
Keterangan:
A1B1 = Hasil Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran ETH
A1B2 = Hasil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran ETH
A2B1 = Hasil Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran the Power of Two
A2B2 = Hasil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran the Power of Two