BAB IV METODE PENELITIAN
4.8 Uji Asumsi Klasik
4.8.1 Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel residual memiliki distribusi normal. Pada penelitian digunakan uji statistik untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak. Uji statistik dapat digunakan adalah uji statistik non parametrik Kolmogrov-Smirnov (K-S), analisis grafik, dan uji statistik. Data dikatakan normal apabila nilai Asymp. Sig lebih besar dari 0,05 (Ghazali, 2012). Analisis grafik dengan melihat grafik histogram dan normal P-P Plot. Untuk grafik histogram berbentuk lonceng sempurna dan grafik normal P-P Plot tersebar sepanjang garis diagonal. Ujistatistik untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak. Uji statistik dapat digunakan adalah uji statistik non parametrik Kolmogrov-Smirnov (K-S) (Ghazali, 2012).
4.8.2 Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji korelasi antara variabel independen.
Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independen (Ghozali, 2012). Pengujian multikolinearitas dilakukan dengan menggunakan Variance Inflation Factor (VIF) dan tolerance. Nilai yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikoleniaritas adalah nilai tolerance ≤ 0,10 atau sama dengan nilai VIF ≥ 10.
4.8.3 Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2012). Cara memprediksi ada tidaknya heteroskedastis pada suatu model dapat dilihat dari pola gambar scatterplot model tersebut. Adapun
dasar analisisnya adalah sebagai berikut:
a. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
b. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
4.9 Uji Hipotesis Penelitian
Uji hipotesis berupa uji perbedaan antara nilai sampel dengan populasi atau nilai data yang diteliti dengan nilai ekspektasi (hipotesis) peneliti (Erlina, 2008). Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Uji Koefisien Determinasi (R2), uji Simultan (F) dan uji Parsial (t). Dengan persamaan regresi berganda sebagai berikut:
Y = b0 + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + b6X6 + ε Dimana :
Y = Fraud / Kecurangan X1 = Pressure
b0 = Intercept X2 = Opportunity
b1 = Koefisien Regresi Pressure X3 = Rationalization b2 = Koefisien Regresi Opportunity X4 = Capability b3 = Koefisien Regresi Rationalization X5 = Greed b4 = Koefisien Regresi Capability X6 = Exposure b5 = Koefisien Regresi Greed
b6 = Koefisien Regresi Exposure
4.9.1 Uji Koefisien Determinasi (R2)
Mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghazali, 2012).
4.1.1 Uji Simultan (F)
Uji Statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen.
Adapun langkah-langkah dalam pengambilan keputusan untuk uji F adalah:
H0 : b1 = b2 = b3 = b4 = b5 = b6 = 0, artinya pressure / tekanan , opportunity / kesempatan, rationalization / rasionalisasi, capability / kemampuan, greed / keserakahan, dan exposure / pengungkapan secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap fraud atau kecurangan pada perusahaan farmasi di Sumatera Utara.
Ha : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ b4 ≠ 0, pressure / tekanan , opportunity / kesempatan, rationalization / rasionalisasi, capability / kemampuan, greed / keserakahan, dan exposure / pengungkapan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap fraud atau kecurangan pada perusahaan farmasi di Sumatera Utara.
Kriteria pengujian :
P Value (Sig) < 0,05 = Ha dapat diterima P Value (Sig) > 0,05 = Ha tidak dapat diterima
4.1.2 Uji Parsial (t)
Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh satu variabel independen secara individual atau parsial dapat menerangkan variasi variabel terikat. Adapun langkah-langkah dalam pengambilan keputusan untuk uji t adalah:
H0 : bi = 0 , artinya pressure / tekanan , opportunity / kesempatan, rationalization / rasionalisasi, capability / kemampuan, greed / keserakahan, dan exposure / pengungkapan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap fraud atau kecurangan pada perusahaan farmasi di Sumatera Utara.
Ha : bi ≠ 0, pressure / tekanan , opportunity / kesempatan, rationalization / rasionalisasi, capability / kemampuan, greed / keserakahan, dan exposure / pengungkapan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap fraud atau kecurangan pada perusahaan farmasi di Sumatera Utara.
Kriteria pengujian :
P Value (Sig) < 0,05 = Ha dapat diterima.
P Value (Sig) > 0,05 = Ha tidak dapat diterima.
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Gambaran Umum Perusahaan Farmasi
PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) adalah anak perusahaan Perseroan yang didirikan pada tanggal 4 Januari 2003, bergerak di bidang layanan distribusi dan perdagangan produk kesehatan dan memiliki wilayah layanan yang luas mencakup 34 Propinsi dan 511 Kabupaten atau Kota. Sebagai penyedia Jasa Layanan Distribusi,KFTD menyalurkan aneka produk dari Perseroan, produk dari keagenan lainnya, serta produk-produk non-keagenan. KFTD mendistribusikan produk-produk tersebut melalui penjualan reguler ke apotek (apotek Kimia Farma dan apotek non Kimia Farma), rumah sakit, Toko obat,supermarket, restoran dan Cafe.Komposisi pemegang saham PT Kimia Farma (Persero) Tbk yaitu 99.99% dan Kimia Farma Apotek (KFA) 0.01%.
PT. Indofarma Global Medika (PT. IGM) adalah anak perusahaan Indofarma (Persero), Tbk yang bergerak di bidang distribusi obat, alat keseharan, dan makanan sehat. Awal tahun 2007, PT. IGM melakukan reorganisasi menjadi divisi perdagangan dan distribusi dengan jumlah cabang yang totalnya bertambah menjadi 30 cabang. Cakupan layanan di 30 cabang PT. IGM tersebut telah menerapkan sistem informasi berbasis ERP Azecsoft yang bersifat online dan terintegrasi di seluruh cabang dalam mengembangkan bisnis alat kesehatan.
Pengaplikasian System Analysis and Program Development (SAP) Pengaplikasian Tag Line baru perusahaan “Si Jempol”. Menyiapkan dan memproses Sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dan Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB). Beberapa cabang (21 Cabang) telah mendapatkan Sertifikat CDOB.
PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Rajawali Nusindo) merupakan salah satu perusahaan tertua di Indonesia dengan ukiran sejarah yang cemerlang. Pada awalnya Perusahaan bernama Kian Gwan Company Limited NV didirikan dengan akta No.85 dari Tan A Sioe Notaris di Semarang tanggal 22 Juli 1955 yang bernaung di dalam grup Oei Tiong Ham Concern. Anggaran dasar telah mengalami perubahan dengan akta No. 91 tanggal 30 Agustus 1955 dari Notaris yang sama dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman RI No.J.A.1/103/13 tanggal 5 November 1955. Pada tahun 1961 perusahaan tersebut dinasionalisasikan oleh Pemerintah RI berdasarkan Keputusan Pengadilan Ekonomi No.32/1961 EKS tanggal 10 Juli 1961 yang kemudian dikukuhkan dengan Keputusan Mahkamah Agung RI No.5/Kr/K/1963 tanggal 27 April 1963 dimana kegiatan perusahaan berada dibawah penguasaan Menteri / Jaksa Agung untuk selanjutnya pada tanggal 20 Juli 1963 penguasaan diserahterimakan dari Jaksa Agung kepada Menteri Urusan Pendapatan Pembiayaan dan Pengawasan (P3) yang sekarang menjadi Departemen Keuangan Republik Indonesia.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kompartemen Keuangan tanggal 19 Agustus 1964 No.0642/M.K.3/64 dari seluruh harta Oei Tiong Ham Concern oleh Pemerintah dipergunakan sebagai Penyertaan Modal Pemerintah dalam pendirian PT. Perusahaan Perkembangan Ekonomi Nasional (PPEN) Rajawali Nusantara Indonesia termasuk di dalamnya seluruh saham Kian Gwan Company Indonesia Limited NV.
Dalam perkembangannya sesuai dengan akte No.5 dari Joeni Moelyani Notaris di Semarang tanggal 1 Pebruari 1971 telah diadakan perubahan Anggaran Dasar Perseroan Kian Gwan Company Indonesia Limited NV dengan merubah nama perusahaan tersebut menjadi PT.
Rajawali Impor Ekspor dan pada tanggal 18 Juni 1971 terjadi lagi perubahan Anggaran Dasar
perusahaan menjadi PT. Perusahaan Impor Ekspor Rajawali Nusindo dan perubahan tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman RI No.J.A.5/138/3 tanggal 23 September 1971
5.2 Deskripsi Responden
Sebelum melakukan pembahasan mengenai data secara statistik, peneliti terlebih dahulu mendeskripsikan data responden yang telah ditentukan sebagai sampel dalam penelitian ini. Adapun objek yang menjadi sampel adalah 61 orang yang terdiri dari karyawan di lingkungan Perusahaan farmasi di sumatera utara yang berstatus Karyawan perusahaan farmasi.
5.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Karakteristik karyawan di lingkungan Perusahaan farmasi di sumatera utara berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada penjelasan Tabel 5.1 berikut:
Tabel 5.1
Responden Menurut Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah Responden Proporsi (%)
1 Pria 39 63,93
2 Wanita 22 36,0
Jumlah 61 100
Sumber : data primer diolah, 2019
Dari Tabel 5 terlihat bahwa responden pada penelitian ini berdasarkan jenis kelamin pria berjumlah 39 orang atau 63,93%, sedangkan jumlah karyawan yang berjenis kelamin wanita ada 22 orang atau 36,00%. Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas perusahaan farmasi di Provinsi Sumatera Utara berjenis kelamin pria. Hal ini dikarenakan dalam penempatan karyawan, pimpinan lebih mengutamakan karyawan berjenis kelamin pria yang
ditempatkan pada beberapa bagian dan subbagian terutama pada bagian atau subbagian dimana pekerjaan yang ada lebih menitik beratkan pada keterampilan dan tenaga fisik dalam bekerja.
5.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Karakteristik Karyawan di lingkungan perusahaan farmasi di Provinsi Sumatera Utara berdasarkan usia dapat terlihat pada penjelasan Tabel 5.2 berikut:
Tabel 5.2
Responden Menurut Usia
No Usia Jumlah Proporsi
(%)
1 25 – 30 Tahun 33 54,09
2 31 – 35 Tahun 18 25,50
3 36 – 40 Tahun 7 11,47
4 41 – 50 Tahun 3 4,91
Jumlah 61 100
Sumber : data primer diolah, 2019
Tabel 5.1 menunjukkan karakteristik responden berdasarkan umur Karyawan perusahaan farmasi di Provinsi Sumatera Utara dengan sebaran usia direntang 25-30 tahun berjumlah 33 orang atau 54,09%, usia 31-35 tahun berjumlah 18 orang atau 25,50% , usia 36-40 tahun berjumlah 7 orang atau 11,47% , usia 41-50 tahun berjumlah 3 orang atau 4,91%
Berdasarkan data tersebut, terlihat bahwa karyawan yang berusia direntang 41-50 tahun merupakan karyawan paling sedikit dengan hanya berjumlah 3 orang atau 4,91% dari keseluruhan. Hal ini merupakan implikasi dari kebijakan perusahaan farmasi pada beberapa tahun terakhir sehingga regenerasi karyawan berjalan dengan baik. Saat ini karyawan perusahaan farmasi di Provinsi Sumatera Sedangkan untuk rentang usia mayoritas karyawan di lingkungan Perusahaan yang diteliti adalah karyawan dengan usia antara 25-30 tahun sebanyak 33 orang atau 54,09%. Hal ini menunjukkan mayoritas karyawan berada pada usia produktif dimana karyawan tersebut telah memiliki pengalaman dan kematangan dalam bekerja sehingga tugas-tugas rutin dapat selesai tepat waktu.
5.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan responden yang bekerja di Perusahaan farmasi di sumatera utara juga dapat terlihat pada penjelasan Tabel 5.3 berikut ini:
Tabel 5.3
Proporsi Responden Menurut Tingkat Pendidikan
No Tingkat Pendidikan Jumlah Responden Proporsi (%)
2 SMA, SMK, STM 1 1,63
3 D3 17 27,86
4 S1 39 63,93
5 S2 4 6,55
Jumlah 61 100
Sumber: data primer diolah, 2019
Dari Tabel 5.2 dapat diketahui karakteristik Responden berdasarkan Tingkat Pendidikan karyawan di lingkungan Perusahaan Farmasi di Provinsi Sumatera Utara yang peneliti lakukan pendidikan SMA berjumlah 1 orang atau 1,63%, , pendidikan D3 berjumlah 17 orang atau 27,86%, pendidikan Strata – 1 (S1) berjumlah 39 orang atau 63,93% pendidikan Strata -2 (S2) berjumlah 4 orang atau 6,55 %.
Dari data tersebut diketahui mayoritas tingkat pendidikan karyawan adalah Sarjana Strata-1 (S1) dengan jumlah 39 orang atau 63,93%. Tentunya hal ini menunjukkan tingkat pendidikan karyawan di lingkungan Perusahaan farmasi di sumatera utara sudah dapat dikatakan tinggi. Dengan banyaknya karyawan yang berpendidikan S1 tentunya karyawan tersebut mampu bekerja dengan menggunakan analisis dan metode kerja yang baik sehingga dapat memberikan kontribusi bersar terutama dalam hal efisiensi dan efektivitas kerja dalam mencapai dan mewujudkan visi dan misi perusahaan.
5.2.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja
Lama bekerja responden juga dapat terlihat pada penjelasan tabel 5.4 di bawah ini:
Tabel 5.4
Proporsi Responden Berdasarkan Masa Kerja No Masa Kerja Jumlah Responden Proporsi
(%)
1 1 – 5 Tahun 17 27,86
2 6 – 10 Tahun 29 47,54
3 11 – 15 Tahun 5 8,19
4 16 – 20 Tahun 7 11,47
5 >20 Tahun 3 4,91
Jumlah 61 100
Dari tabel 5.3 berdasarkan masa kerja karyawan di lingkungan Perusahaan farmasi di sumatera utara, diketahui masa kerja 1-5 tahun berjumlah 17 orang atau 27,86%, masa kerja 6-10 tahun berjumlah 29 orang atau 47,54% , masa kerja 11-15 tahun berjumlah 5 orang atau 8,19%, masa kerja 16-20 tahun berjumlah 7 orang atau 11,47% dan masa kerja > 20 tahun berjumlah 3 orang atau 4,91 %.
Berdasarkan data tersebut masa kerja responden mayoritas memiliki masa kerja 6-10 tahun. Hal ini mengidikasikan bahwa mayoritas karyawan di lingkungan Perusahaan farmasi di sumatera utara telah memiliki pengalaman dalam pekerjaannya, baik dalam menganalisis ataupun mengatasi permasalahan dalam pekerjaan serta menggunakan metode yang lebih efektif dan efisien dalam peneyelesaian tugas-tugas dalam mendukung kebijakan-kebijakan organisasi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
5.3 Hasil Penelitian
5.3.1 Analisis Statistik Deskriptif Penelitian
Statistik deskriptif dalam penelitian ini merangkum serta memberikan gambaran secara keseluruhan atas jawaban responden pada setiap butir pernyataan yang digunakan dalam mengukur setiap variabel penelitian. Setiap butir pernyataan diukur dengan menggunakan lima
Sumber: data primer diolah, 2019
kategori jawaban yang berhubungan dengan kesetujuan reponden pada pernyataan yang diberikan.
Variabel dalam penelitian ini adalah Pressure (tekanan) , Opportunity (kesempatan), Rationalization (rasionalisasi), Capability (Kemampuan), Greed (keserakahan) , Exposure (Pengungkapan) terhadap Fraud (Kecuarangan) di lingkungan Perusahaan Farmasi di sumatera utara yang menjadi tempat penelitian. Statistik deskriptif penelitian hanya bertujuan untuk menjelaskan jawaban dari responden penelitian dan tidak untuk digeneralisasi. Statistik deskriptif penelitian ditabulasi berdasarkan jawaban dari seluruh responden terhadap setiap butir pernyataan dalam kuesioner dan diperoleh rangkuman jawaban yang selanjutnya dikategorikan dalam kelompok kesimpulan berdasarkan nilai rata-rata (mean) dari jawaban responden.
Tabel 5.5
Pengkategorian Nilai Rata-rata Jawaban Responden Nilai Rata-rata
(Mean)
Kategori
Kesimpulan Jawaban
Kesimpulan Variabel 1,00 – 1,80 E Sangat Tidak Setuju Sangat Buruk
1,81 – 2,60 D Tidak Setuju Buruk
2,61 – 3,40 C Kurang Setuju Cukup
3,41 – 4,20 B Setuju Baik
4,21 – 5,00 A Sangat Setuju Sangat Baik
5.3.2 Deskripsi Jawaban Responden atas Variabel Pressure
Variabel Pressure diukur melalui item-item pernyataan yang ada pada kuesioner berjumlah 4 pernyataan. Pada setiap item pernyataan, terdapat 5 poin skala likert yang digunakan (sangat tidak setuju s/d sangat setuju). Berikut adalah distribusi frekuensi variabel Pressure :
Tabel 5.6
Jawaban Responden Variabel Pressure Item
Pernyataan
Skor Jawaban Responden
Mean
STS TS KS S SS
F % F % F % F % F %
1 0 0,0 0 0,0 7 11,4 24 39,3 30 49,1 4,4 2 0 0,0 0 0,0 8 13,1 23 37,7 30 49,1 4,4 3 0 0,0 0 0,0 8 13,1 23 37,7 30 49,1 4,4 4 0 0,0 0 0,0 5 8,1 42 68,8 14 22,9 4,1 Sumber : Hasil penelitian, 2019 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 5.6 dapat dilihat bahwa pada pernyataan 1, menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 49,1,5% (sangat setuju) dan frekuensi terendah 0% (tidak setuju). Pernyataan 2 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 49,1% (sangat setuju) dan frekuensi terendah 0%
(tidak setuju). Pernyataan 3 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 49,1% (sangat setuju) dan frekuensi terendah 0% (tidak setuju). Pernyataan 4 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 68,8% (setuju) dan frekuensi terendah 0% (tidak setuju).
5.3.3 Deskripsi Jawaban Responden atas Variabel Opportunity
Variabel Opportunity diukur melalui item-item pernyataan yang ada pada kuesioner berjumlah 4 pernyataan. Pada setiap item pernyataan, terdapat 5 poin skala likert yang digunakan (sangat tidak setuju s/d sangat setuju). Berikut adalah distribusi frekuensi variabel Opportunity.
Tabel 5.7
Jawaban Responden Variabel Opportunity Item
Pernyataan
Skor Jawaban Responden
Mean
STS TS KS S SS
F % F % F % F % F %
1 0 0,0 1 1,6 3 4,9 37 60,6 20 32,7 4,2 2 0 0,0 4 6,5 15 24,5 33 54,0 9 14,7 3,8 3 0 0,0 2 3,2 7 11,4 35 57,3 17 27,8 4,1 4 0 0,0 4 6,5 14 22,9 24 39,3 19 31,1 4,0 Sumber : Hasil penelitian, 2019 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 5.7 dapat dilihat bahwa pada pernyataan 1, menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 60,6% (setuju) dan frekuensi terendah 0% (sangat tidak setuju). Pernyataan 2 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 54,0% (setuju) dan frekuensi terendah 0% (sangat tidak setuju). Pernyataan 3 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 57,3% (setuju) dan frekuensi terendah 0% (sangat tidak setuju). Pernyataan 4 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 39,3% (setuju) dan frekuensi terendah 0% (sangat tidak setuju).
5.3.4 Deskripsi Jawaban Responden atas Variabel Rationalization
Variabel Ratinalization diukur melalui item-item pernyataan yang ada pada kuesioner berjumlah 4 pernyataan. Pada setiap item pernyataan, terdapat 5 poin skala likert yang digunakan (sangat tidak setuju s/d sangat setuju). Berikut adalah distribusi frekuensi variabel Ratinalization.
Tabel 5.8
Jawaban Responden Variabel Rationalization Item
Pernyataan
Skor Jawaban Responden
Mean
STS TS KS S SS
F % F % F % F % F %
1 0 0,0 0 0,0 5 8,1 33 54,0 23 37,7 4,3 2 0 0,0 0 0,0 9 14,7 24 39,3 28 45,9 4,3 3 0 0,0 0 0,0 7 11,4 30 49,1 24 39,3 4,3 4 0 0,0 0 0,0 3 4,9 38 62,2 20 32,7 4,3 Sumber : Hasil penelitian, 2019 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 5.8 dapat dilihat bahwa pada pernyataan 1, menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 54,0% (setuju) dan frekuensi terendah 0% (sangat tidak setuju). Pernyataan 2 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 45,9% (sangat setuju) dan frekuensi terendah 0%
(sangat tidak setuju). Pernyataan 3 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 49,1% (setuju) dan frekuensi terendah 0% (sangat tidak setuju). Pernyataan 4 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 62,2% (setuju) dan frekuensi terendah 0% (sangat tidak setuju).
5.3.5 Deskripsi Jawaban Responden atas Variabel Capability
Variabel Capability diukur melalui item-item pernyataan yang ada pada kuesioner berjumlah 4 pernyataan. Pada setiap item pernyataan, terdapat 5 poin skala likert yang digunakan (sangat tidak setuju s/d sangat setuju). Berikut adalah distribusi frekuensi variabel Capability :
Tabel 5.9
Jawaban Responden Variabel Capability Item
Pernyataan
Skor Jawaban Responden
Mean
STS TS KS S SS
F % F % F % F % F %
1 0 0,0 0 0,0 29 47,5 27 44,2 5 8,1 3,6 2 0 0,0 3 4,9 26 42,6 30 49,1 2 3,2 3,5 3 0 0,0 3 4,9 26 42,6 26 42,6 6 9,8 3,6 4 2 3,2 2 3,2 30 49,1 23 37,7 4 6,5 3,4 Sumber : Hasil penelitian, 2019 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 5.9 dapat dilihat bahwa pada pernyataan 1, menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 47,5% (netral) dan frekuensi terendah 0% (sangat tidak setuju). Pernyataan 2 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 49,1% (setuju) dan frekuensi terendah 0% (sangat tidak setuju). Pernyataan 3 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 42,6% (setuju dan sangat setuju) dan frekuensi terendah 0% (sangat tidak setuju). Pernyataan 4 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 49,1% (netral) dan frekuensi terendah 2% (sangat tidak setuju dan tidak setuju).
5.3.6 Deskripsi Jawaban Responden atas Variabel Greed
Variabel Greed diukur melalui item-item pernyataan yang ada pada kuesioner berjumlah 4 pernyataan. Pada setiap item pernyataan, terdapat 5 poin skala likert yang digunakan (sangat tidak setuju s/d sangat setuju). Berikut adalah distribusi frekuensi variabel Greed :
Tabel 5.10
Jawaban Responden Variabel Greed Item
Pernyataan
Skor Jawaban Responden
Mean
STS TS KS S SS
F % F % F % F % F %
1 1 1,6 2 3,2 26 42,6 26 42,6 6 9,8 3,6 2 5 8,1 2 3,2 28 45,9 11 18,0 15 24,5 3,5 3 6 9,8 2 3,2 33 54,0 12 19,6 8 13,1 3,2 4 1 1,6 6 9,8 35 57,3 13 21,3 6 9,8 3,3 Sumber : Hasil penelitian, 2019 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 5.10 dapat dilihat bahwa pada pernyataan 1, menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 42,6% (netral dan setuju) dan frekuensi terendah 1% (sangat tidak setuju).
Pernyataan 2 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 45,9% (netral) dan frekuensi terendah 2% (tidak setuju). Pernyataan 3 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 54,0% (netral) dan frekuensi terendah 2% (tidak setuju). Pernyataan 4 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 57,3% (netral) dan frekuensi terendah 1% (sangat tidak setuju).
5.3.7 Deskripsi Jawaban Responden atas Variabel Exposure
Variabel Exposure diukur melalui item-item pernyataan yang ada pada kuesioner berjumlah 4 pernyataan. Pada setiap item pernyataan, terdapat 5 poin skala likert yang digunakan (sangat tidak setuju s/d sangat setuju). Berikut adalah distribusi frekuensi variabel Exposure
Tabel 5.11
Jawaban Responden Variabel Exposure Item
Pernyataan
Skor Jawaban Responden
Mean
STS TS KS S SS
F % F % F % F % F %
1 0 0,0 11 18,0 13 21,3 34 55,7 3 4,9 3,5 2 0 0,0 5 8,1 10 16,3 40 65,5 6 9,8 3,8 3 0 0,0 0 0,0 9 14,7 36 59,0 16 26,2 4,1 4 0 0,0 1 1,6 12 19,6 36 59,0 12 19,6 4,0 Sumber : Hasil penelitian, 2019 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 5.11 dapat dilihat bahwa pada pernyataan 1, menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 55,7% (setuju) dan frekuensi terendah 0% (sangat tidak setuju). Pernyataan 2 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 65,5% (setuju) dan frekuensi terendah 0% (sangat tidak setuju). Pernyataan 3 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 59,0% (setuju) dan frekuensi terendah 0% (sangat tidak setuju). Pernyataan 4 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 59,0% (setuju) dan frekuensi terendah 0% (sangat tidak setuju).
5.3.8 Deskripsi Jawaban Responden atas Variabel Fraud
Variabel Fraud diukur melalui item-item pernyataan yang ada pada kuesioner berjumlah 4 pernyataan. Pada setiap item pernyataan, terdapat 5 poin skala likert yang digunakan (sangat tidak setuju s/d sangat setuju). Berikut adalah distribusi frekuensi variabel Fraud / Kecurangan :
Tabel 5.12
Jawaban Responden Variabel Fraud Item
Pernyataan
Skor Jawaban Responden
Mean
STS TS KS S SS
F % F % F % F % F %
1 0 0,0 2 3,2 15 24,5 26 42,6 18 29,5 4,0 2 1 1,6 3 4,9 20 32,7 20 32,7 17 27,8 3,8 3 1 1,6 3 4,9 13 21,3 30 49,1 14 22,9 3,9 4 0 0,0 5 8,1 9 14,7 29 47,5 18 29,5 4,0 Sumber : Hasil penelitian, 2019 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 5.12 dapat dilihat bahwa pada pernyataan 1, menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 42,6% (setuju) dan frekuensi terendah 0% (sangat tidak setuju). Pernyataan 2 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 32,7% (netral dan setuju) dan frekuensi terendah 1%
(sangat tidak setuju). Pernyataan 3 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 49,1% (setuju) dan frekuensi terendah 1% (sangat tidak setuju). Pernyataan 4 menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 47,5% (setuju) dan frekuensi terendah 0% (sangat tidak setuju).
5.4 Uji Kualitas Data 5.4.1 Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghazali, 2013). Uji validitas dalam penelitian ini digunakan untuk menguji kevalidan kuesioner. Validitas menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan kecermatan fungsi alat ukurnya. Pengujian menggunakan 2 sisi dengan taraf signifikan 0,05 jika rhitung ≥ rtable maka instrument atau item-item pernyataan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid), dan sebaliknya jika rhitung ≤ rtable Dinyatakan tidak valid.
Nilai rtabel untuk uji dua sisi pada taraf signifikansi 5% (p = 0,05) dengan jumlah N = 61 adalah 0,252. Berikut ini ditampilkan hasil pengujian validitas:
Tabel 5.13
Uji Validitas Variabel Pressure
rhitung rtabel Keterangan
pernyataan 1 0,830 0,252 Valid
pernyataan 2 0,738 0,252 Valid
pernyataan 3 0,832 0,252 Valid
pernyataan 4 0,581 0,252 Valid
Sumber: data primer diolah, 2019
Dari Tabel 5.13 di atas dapat diketahui bahwa seluruh butir pertanyaan variabel pressure / Tekanan memiliki nilai rhitung > rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh butir kuisioner dinyatakan valid dan layak untuk di analisis lebih lanjut.
Tabel 5.14
Uji Validitas Variabel Opportunity
rhitung rtabel Keterangan
pernyataan 1 0,734 0,252 Valid
pernyataan 2 0,654 0,252 Valid
pernyataan 3 0,650 0,252 Valid
pernyataan 4 0,745 0,252 Valid
Dari Tabel 5.14 di atas dapat diketahui bahwa seluruh butir pertanyaan variabel opportunity / kesempatan memiliki nilai rhitung > rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh butir kuisioner dinyatakan valid dan layak untuk di analisis lebih lanjut.
Tabel 5.15
Uji Validitas Variabel Rationalization
rhitung rtabel Keterangan
pernyataan 1 0,731 0,252 Valid
pernyataan 2 0,818 0,252 Valid
pernyataan 3 0,639 0,252 Valid
pernyataan 4 0,580 0,252 Valid
Sumber: data primer diolah, 2019
Dari Tabel 5.15 di atas dapat diketahui bahwa seluruh butir pertanyaan variabel rationalization / rasionalisasi memiliki nilai rhitung > rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh butir kuisioner dinyatakan valid dan layak untuk di analisis lebih lanjut
Tabel 5.16
Uji Validitas Variabel Capability
rhitung rtabel Keterangan
pernyataan 1 0,841 0,252 Valid
pernyataan 2 0,912 0,252 Valid
pernyataan 3 0,900 0,252 Valid
pernyataan 4 0,706 0,252 Valid
Sumber: data primer diolah, 2019
Dari Tabel 5.16 di atas dapat diketahui bahwa seluruh butir pertanyaan variabel capability / kemampuan memiliki nilai rhitung > rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh butir kuisioner dinyatakan valid dan layak untuk di analisis lebih lanjut
Tabel 5.17
Uji Validitas Variabel Greed
rhitung rtabel Keterangan
pernyataan 1 0,418 0,252 Valid
pernyataan 2 0,780 0,252 Valid
pernyataan 3 0,931 0,252 Valid
pernyataan 4 0,854 0,252 Valid
Sumber: data primer diolah, 2019
Dari Tabel 5.17 di atas dapat diketahui bahwa seluruh butir pertanyaan variabel greed / keserakahan memiliki nilai rhitung > rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh butir kuisioner dinyatakan valid dan layak untuk di analisis lebih lanjut
Tabel 5.18
Uji Validitas Variabel Exposure
rhitung rtabel Keterangan
pernyataan 1 0,717 0,252 Valid
pernyataan 2 0,755 0,252 Valid
pernyataan 3 0,649 0,252 Valid
pernyataan 4 0,515 0,252 Valid
Sumber: data primer diolah, 2019
Dari Tabel 5.18 di atas dapat diketahui bahwa seluruh butir pertanyaan variabel exposure / pengungkapan memiliki nilai rhitung > rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh butir kuisioner dinyatakan valid dan layak untuk di analisis lebih lanjut
Tabel 5.19
Uji Validitas Variabel Fraud
rhitung rtabel Keterangan
pernyataan 1 0,546 0,252 Valid
pernyataan 2 0,842 0,252 Valid
pernyataan 3 0,813 0,252 Valid
pernyataan 4 0,752 0,252 Valid
Sumber: data primer diolah, 2019
Dari Tabel 5.19 di atas dapat diketahui bahwa seluruh butir pertanyaan variabel fraud / Kecurangan memiliki nilai rhitung > rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh butir kuisioner dinyatakan valid dan layak untuk di analisis lebih lanjut
5.4.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang.
Adapun cara yang dugunakan untuk menguji reliabilitas kuesioner dalam peneitan ini adalah
reliable akan dilakukan pengujian reabilitas kuesioner dengan bantuan komputer program SPSS 21.0 for windows.
Kriteria pengujian uji reabilitas menurut Ghozali (2013) adalah :
1) Apabila hasil koefisien alpha lebih besar dari taraf signifikan 60% atau 0,6 maka kuesioner tersebut reliable.
2) Apabila hasil koefisien Alpha lebih kecil dari taraf signifikan 60% atau 0,6 maka kuesioner tersebut tidak reliable.
Tabel 5.20 Uji Reliabilitas Variabel Cronbach’s
Alpha Nilai Kritis Keterangan
Pressure 0,742 0,60 Reliabel
Opportunity 0,634 0,60 Reliabel
Rationalization 0,645 0,60 Reliabel
Capability 0,850 0,60 Reliabel
Greed 0,748 0,60 Reliabel
Exposure 0,669 0,60 Reliabel
Fraud 0,728 0,60 Reliabel
Sumber: data primer diolah, 2019
Berdasarkan uji reliabilitas pada semua variabel diketahui nilai Alpha pada kolom Cronbach’s Alpha > 0,60 sehingga dinyatakan reliabel.
5.5 Uji Asumsi Klasik
Analisa dilakukan dengan model analisa regresi berganda. Sebelum dilakukan uji hipotesis, peneliti akan melakukan uji asumsi klasik. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi data yang digunakan dalam penelitian sudah normal, serta bebas
Analisa dilakukan dengan model analisa regresi berganda. Sebelum dilakukan uji hipotesis, peneliti akan melakukan uji asumsi klasik. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi data yang digunakan dalam penelitian sudah normal, serta bebas