BAB III METODOLOGI PENELITIAN
G. Uji Coba Instrument Penelitian
3. Uji Normalitas
Uji normalitas untuk mengetahui apakah variabel dependen, independen atau keduanya berdistribusi normal dalam artiannya mendekati normal atau tidak. Dalam hal ini menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan
SPSS 16.0. 4. Uji Hipotesis
Hipotesis menurut Kartini Kartono adalah “selling patokan atau dalil yang
dianggap benar untuk sementara waktu dan perlu dibuktikan kebenarannya”.86
Sedangkan menurut pendapat Suharsimi Arikunto hiopotesis adalah
“suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul”.87
Dari kedua pendapat tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian. Adapun hipotesis yang penulis ajukan dalam penelitian ini adalah :
H1 : Ada pengaruh antara Kompetensi Kepribadian Guru PAI
Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Di SMP Negeri 1 Bukitkemuning Kabupaten Lampung Utara.
H0 : Tidak ada pengaruh antara Kompetensi Kepribadian Guru
PAI Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Di SMP Negeri 1 Bukitkemuning Kabupaten Lampung Utara.
86
Kasrtini Kartono, Op. Cit, h. 78
87
5. Uji Regresi Linier Sederhana
Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk memprediksi atau menguji pengaruh satu veriabel bebas atau variabel Independent terhadap variabel dependent.
Persamaan umum regresi linier sederhana adalah : = �+
Keterangan:
= variabel kriterium X = variabel predictor
� = bilangan konstan
b = koefisien arah regresi linier.88
88
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
Data hasil penelitian terdiri dari dua variabel, yaitu variabel bebas adalah kompetensi kepribadian guru PAI dan variabel terikat adalah hasil belajar peserta didik kelas VIII. Untuk mendeskripsikan pengaruh variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian ini, maka dibagian ini akan disajikan deskripsi data dari masing-masing variabel berdasarkan data yang diperoleh di lapangan.
1. Kompetensi Kepribadian Guru PAI
Variabel ini diukur menggunakan angket yang disebar pada peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Bukitkemuning. Berdasarkan data yang diperoleh dari angket yang disebar pada 60 responden diperoleh skor tertinggi sebesar 121 dan skor terendah sebesar 89.89 Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.190
Distribusi Frekuensi Kompetensi Kepribadian Guru PAI
No kelas Kelas Interval Frekuensi Persentase
1 89 – 93 7 11,67 % 2 94 – 98 6 10 % 3 99 – 103 15 25 % 4 104 – 108 12 20 % 5 109 – 113 5 8,33 % 6 114 – 118 11 18,33 % 7 119 – 123 4 6,67 % 89 Lihat Lampiran 4 90 Lihat Lampiran 5
Hasil distribusi frekuensi data variabel kompetensi kepribadian guru yang disajikan pada tabel diatas digambarkan dalam histogram sebagai berikut:
Dari daftar tersebut, kita dapat mengetahui bahwa selang kelas nilai yang paling banyak diperoleh oleh peserta didik adalah sekitar 99 – 103 yaitu ada 15 orang, sekitar 104 – 108 ada 12 orang, sekitar 114 – 118 ada 11 orang, sekitar 89 – 93 ada 7 orang, sekitar 94 – 98 ada 6 orang, sekitar 109 – 113 ada 5 orang, dan sekitar 119 – 123 ada 4 orang.
Dari data angket dapat diperoleh nilai mean ∑fx = 6315 dan N = 60 dengan demikian: Mx = ∑fx N
=
6315 60 = 105,25 (lihat lampiran 8)Kemudian standar deviasi data angket dapat diperoleh ∑fx2 = 4641,25 dan N = 60 dengan demikian: 0 2 4 6 8 10 12 14 16 89 –93 94 –98 99 –103 104 –108 109 –113 114 –118 119 –123
Grafik Histogram Angket
SD = ∑fx 2
� =
4641 ,25
60 = 77,35417 = 8,79 (lihat lampiran 10)
Berdasarkan mean dan SD diatas dapat ditemukan posisi peringkat kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Islam dalam kategori tinggi, sedang dan rendah sebagai berikut:
1) Kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Islam dikatakan tinggi apabila nilai yang diperoleh berada diantara mean + 1 SD atau 105,25 + 1 (8,79) = 114,04 ke atas.
2) Kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Islam dikatakan sedang apabila nilai yang diperoleh berada diantara Mean - 1 SD sampai dengan Mean + 1 SD atau 105,25 – 1 (8,79) = 96,64 sampai dengan 105,25 + 1 (8,79) = 114,04.
3) Kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Islam dikatakan rendah apabila nilai yang diperoleh berada dibawah Mean – (1) SD atau 105,25 – 1 (8,79) = 96,64 kebawah.
Tabel 4.2
Distribusi Frekuensi Kategori Nilai Kompetensi Kepribadian Guru Pendidikan Agama Islam
No Nilai Kategori Frekuensi Persentase 1 >114,04 Tinggi 13 21,67 %
2 96,64 – 114,04 Sedang 35 58,33 %
3 <96,64 Rendah 12 20 % N = 60 100 %
Tabel diatas menunjukkan bahwa kecenderungan kompetensi kepribadian guru pendidikan agama Islam tersebar berada pada kategori sedang yaitu 35 orang ( 58,33 %) dari 60 orang responden yang diteliti. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kompetensi kepribadian guru pendidikan agama Islam berada pada tingkat sedang.
2. Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 1 Bukitkemuning
Data yang berkenaan dengan hasil belajar diperoleh dari nilai MID semester kelas VIII SMP Negeri 1 Bukitkemuning. Dari data hasil belajar dengan jumlah responden sebanyak 60 orang peserta didik diperoleh nilai tertinggi sebesar 90 dan nilai terendah sebesar 56.91 Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.392
Distribusi Frekuensi Hasil Belajar
No kelas Kelas Interval Frekuensi Persentase
1 56 – 60 4 6,67 % 2 61 – 65 6 10 % 3 66 – 70 7 11,67 % 4 71 – 75 16 26,67 % 5 76 – 80 10 16,67 % 6 81 – 85 11 18,33 % 7 86 – 90 6 10 %
Hasil distribusi frekuensi data variabel kompetensi kepribadian guru yang disajikan pada tabel diatas digambarkan dalam histogram sebagai berikut:
91
Lihat Lampiran 6
92
Dari daftar tersebut, kita dapat mengetahui bahwa selang kelas nilai yang paling banyak diperoleh oleh peserta didik adalah sekitar 71 – 75 yaitu ada 16 orang, sekitar 81 – 85 ada 11 orang, 76 – 80 ada 10 orang, sekitar 66 – 70 ada 7 orang, sekitar 86 – 90, 61 – 65 masing-masing ada 6 orang, dan sekitar 56 – 60 ada 4 orang.
Dari data nilai hasil belajar dapat diperoleh nilai mean, ∑fx = 4475 dan N = 60 dengan demikian: Mx =∑ fx N
=
4475 60 = 74,58 (lihat lampiran 9)Kemudian standar deviasi dari data nilai hasil belajar dapat diperoleh ∑fx2 = 4224,584 dan N = 60 dengan demikian:
SD = ∑fx 2 � = 4224 ,584 60 = 70,40973 = 8,39 (lihat lampiran 10) 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 56 –60 61 –65 66 –70 71 –75 76 –80 81 –85 86 –90
Grafik Histogram
Hasil Belajar
Berdasarkan mean dan SD diatas dapat ditemukan posisi peringkat hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Bukitkemuning dalam kategori tinggi, sedang dan rendah sebagai berikut:
1) Hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Bukitkemuning dikatakan tinggi apabila nilai yang diperoleh berada diantara mean + 1 SD atau 74,58 + 1 (8,39) = 82,97 ke atas.
2) Hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Bukitkemuning dikatakan sedang apabila nilai yang diperoleh berada diantara Mean - 1 SD sampai dengan Mean + 1 SD atau 74,58 – 1 (8,39) = 66,19 sampai dengan 74,58 + 1 (8,39) = 82,97.
3) Hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Bukitkemuning dikatakan rendah apabila nilai yang diperoleh berada dibawah Mean – (1) SD atau 74,58 – 1 (8,39) = 66,19 kebawah.
Tabel 4.4
Distribusi Frekuensi Kategori Nilai Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 1 Bukitkemuning
No Nilai Kategori Frekuensi Persentase 1 >82,97 Tinggi 13 21,67 %
2 66,19 – 82,97 Sedang 35 58,33 %
3 <66,19 Rendah 12 20 % N = 60 100 %
Tabel diatas menunjukkan bahwa kecenderungan hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Bukitkemuning tersebar berada pada kategori sedang yaitu 35 orang ( 58,33 %) dari 60 orang responden yang diteliti.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kompetensi kepribadian guru pendidikan agama Islam berada pada tingkat sedang.
B. Hasil Uji Coba Instrumen
1. Analisis Uji Validitas Angket
Untuk mengetahui validitas, penulis melakukan uji coba kepada responden diluar sampel yang ditentukan berjumlah 25 orang, dengan menggunakan 32 butir soal angket yang dibuat sesuai dengan indikator dari Kompetensi Kepribadian Guru tersebut. Adapun hasil uji validitas tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.593
Hasil Analisis Uji Validitas Angket
No rxy rtabel Keterangan 1 0,28 0,396 Tidak Valid 2 0,44 0,396 Valid 3 0,40 0,396 Valid 4 0,24 0,396 Tidak Valid 5 0,20 0,396 Tidak Valid 6 0,43 0,396 Valid 7 0,74 0,396 Valid 8 0,22 0,396 Tidak Valid 9 0,50 0,396 Valid 10 0,61 0,396 Valid 11 0,42 0,396 Valid 12 0,30 0,396 Tidak Valid 13 0,42 0,396 Valid 14 0,45 0,396 Valid 15 0,48 0,396 Valid 16 0,51 0,396 Valid 93 Lihat lampiran 2
No rxy rtabel Keterangan 17 0,26 0,396 Tidak Valid 18 0,57 0,396 Valid 19 0,58 0,396 Valid 20 0,52 0,396 Valid 21 0,46 0,396 Valid 22 0,76 0,396 Valid 23 0,48 0,396 Valid 24 0,37 0,396 Tidak Valid 25 0,52 0,396 Valid 26 0,70 0,396 Valid 27 0,58 0,396 Valid 28 0,42 0,396 Valid 29 0,66 0,396 Valid 30 0,58 0,396 Valid 31 0,64 0,396 Valid 32 0,53 0,396 Valid
Berdasarkan tabel hasil validitas uji instrumen di atas yang telah di uji cobakan diperoleh 25 soal yang tergolong valid dimana taraf signifikan α = 0,05 dan untuk rtabel = 0,396. Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa
didapat item soal no. 1, 4, 5, 8, 12, 17, 24 masuk dalam kategori tidak valid atau ditolak karena nilai rxy < rtabel. Berdasarkan kriteria tersebut yang akan
digunakan untuk pengambilan data, maka butir soal nomor 2, 3, 6, 7, 9, 10, 11, 13, 14, 15, 16, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32 yang diambil untuk diujikan ke sempel asli.
2. Analisis Uji Reliabilitas Angket
Perhitungan indeks reliabilitas angket dilakukan terhadap butir soal instrument yang terdiri dari 32 soal. Instrument dikatakan reliabel jika �11 >
�� �� pada taraf signifikan α= 0,05, begitu sebaliknya. Berikut merupakan
hasil analisis uji reliabilitas dalam penelitian ini yaitu:
Tabel 4.694
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen
Statistik
�11 0,91
Kesimpulan Tingkat reliabel
sangat tinggi
Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa instrument soal angket tersebut memiliki indeks reliabilitas 0,91 sehingga soal-soal tersebut termasuk kriteria sangat tinggi. Artinya angka ini lebih besar dari harga rtabel, nilai rtabel
untuk N=25pada taraf signifikan α= 0,05. Berarti 0,91 > 0,396 artinya bahwa butir-butir instrument angket dalam penelitian ini sangat baik dan layak untuk digunakan.
3. Uji Normalitas
Uji normalitas untuk mengetahui apakah variabel dependen, independen atau keduanya berdistribusi normal dalam artiannya mendekati normal atau tidak, dalam hal ini menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov. Adapun hasil dari perhitungannya dapat dilihat pada tabel hasil output SPSS16.0 berikut ini:
94
Tabel 4.7 Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Kompetensi Kepribadian Guru
PAI
Hasil belajar
N 60 60
Normal Parametersa Mean 105.25 74.58
Std. Deviation 8.709 8.397 Most Extreme Differences Absolute .097 .076 Positive .097 .055 Negative -.092 -.076 Kolmogorov-Smirnov Z .751 .587
Asymp. Sig. (2-tailed) .626 .881
a. Test distribution is Normal.
Berdasarkan tabel diatas, hasil uji normalitas data dengan Kolmogorov Smirnov, diperoleh nilai signifikansi dengan rincian sebagai berikut:
a. Signifikansi kompetensi kepribadian guru PAI sebesar 0,626 > 0,05. b. Signifikansi hasil belajar peserta didik sebesar 0,881 > 0,05.
Oleh karena keduanya memiliki nilai signifikansi > 0,05 maka H1 diterima
dan H0 ditolak, artinya data berdistribusi normal. Karena data yang digunakan
dalam penelitian harus data berdistribusi normal dan berdasarkan uji K-S didapat bahwa data penelitian berdistribusi normal.