• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.8 Uji Penyimpangan Asumsi Klasik

Multikolinearity adalah suatu keadaan dimana satu atau lebih variabel independen dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari variabel independen lainnya. Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearity dapat dilihat dari nilai R2, F-hitung, t-hitung, dan standard error.

Adapun multikolinearity ditandai dengan:

a. Standard error tidak terhingga

b. Tidak ada satupun atau sangat sedikit t-statistik yang signifikan pada

%

c. Terjadi perubahan tanda atau tidak sesuai dengan teori.

d. R2 sangat tinggi (Catur Sugiyanto, 1994:82).

Pengujian yang lain, yang dapat digunakan untuk melihat multikolinearity antar variabel adalah dengan menggunakan uji parsial (Wahyu Ario Pratomo dan Paidi Hidayat, 2007:90).

3.8.2 Heterokedastisitas

Heterokedastisitas terjadi apabila variabel pengganggu (Error Term) tidak mempunyai varian yang konstan (sama) untuk semua observasi sehingga residual variabel pengganggu tidak bernilai nol atau E

( )

µi 2 ≠σ2.

Ini merupakan pelanggaran salah satu asumsi klasik tentang model regresi linier berdasarkan metode kuadrat terkecil biasa. Heterokedastisitas pada umumnya lebih banyak ditemui pada data cross section yaitu data yang menggambarkan keadaan pada suatu waktu tertentu misalnya data hasil suatu survei. Keberadaan heterokedastisitas akan dapat menyebabkan kesalahan dalam penaksiran sehingga koefisien regresi menjadi tidak efisien dan dapat meyesatkan (Nachrowi Djalal Nachrowi dan Hardius Usman, 2006:109).

Menguji Heterokedastisitas

Untuk menguji keberadaan heterokedastisitas dilakukan dengan cara uji formal yaitu Uji White (white`s General Heterocedasticity Test).

Uji White memulai pengujiannya dengan membentuk model:

i

i X X X

Y01 12 23 3

Kemudian persamaan di atas, dimodifikasi dengan membentuk regresi bantuan (auxiliary regression) sehingga model menjadi:

i

i α α X α X α X α X α X α X α X X X υ

µ 2 = 0 + 1 1+ 2 2 + 3 3 + 4 12 + 5 22 + 6 32 + 7 1 2 3 + Pedoman dari penggunaan uji white ini adalah tidak terdapat masalah heterokedastisitas dalam hasil estimasi, jika nilai R2 hasil regresi dikalikan dengan

jumlah data atau (n.R2 = χ hitung) lebih kecil dibandingkan 2 χ tabel. Sementara, 2 akan terdapat masalah heterokedastisitas apabila hasil estimasi menunjukkan bahwa χ hitung lebih besar dibandingkan 2 χ tabel (Wahyu Ario Pratomo dan Paidi 2 Hidayat, 2007:98).

3.9 Defenisi operasional

1. Pemanfaatan Jasa Perum Pegadaian (Y) yang diukur dari jumlah pinjaman nasabah (Dalam Rupiah).

2. Pendapatan (Χ ) adalah segala sesuatu bentuk penghasilan yang didapat oleh 1 nasabah baik itu gaji pokok dan juga di luar gaji pokok (Dalam Rupiah per Bulan).

3. Pendidikan (Χ2) adalah jenjang pendidikan terakhir nasabah (diberi nilai/scors SD = 1, SLTP = 2, SLTA = 3, Perguruan tinggi = 4

4. Jumlah tanggungan keluarga (Χ ) Jumlah tanggungan terdiri dari anak, istri 3 serta famili yang tinggal dalam satu rumah dan menjadi tanggungan kepala keluarga.

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perum Pegadaian 4.1.1 Sejarah Berdirinya Perum Pegadaian

Lembaga kredit dengan sistem gadai pertama kali hadir di bumi nusantara pada saat VOC berkuasa, adapun institusi yang menjalankan usaha ini adalah Bank Van Leching. Dengan surat keputusan Gubernur Jenderal Van lmhof tanggal 28 agustus 1746 dengan modal sebesar (f 7.500.000) yang terdiri dari modal VOC 2/3 dan sisanya milik swasta. Tahun 1800 VOC dibubarkan dan kekuasaan di Indonesia diambil alih oleh Belanda, semasa pemerintahan Deandels dikeluarkan peraturan tentang macam barang yang dapat diterima sebagai jaminan gadai seperti perhiasan, kain dan lain-lain.

Tahun 1811 kekuasaan di Indonesia diambil alih oleh Inggris -Rafles selaku penguasa mengeluarkan peraturan dimana setiap orang yang dapat mendirikan Bank Van Learnig asal mendapt izin penguasa setempat, yang disebut lisentiestelsel ini ternyata tidak menguntungkan pemerintah. Tahun 1811 lisentiestelsel ini ternyata dihapuskan, dan diganti dengan pachstelsel yang dapat didirikan oleh anggota masyarakat umum dengan syarat sanggup membayar sewa dengan tinggi kepada pemerintah.

Tahun 1816 Belanda kembali menguasai Indonesia, pachstelsel semakin berkembang, namun berdasarkan penelitian pemerintah ternyata banyak pachstelsel

yang melakukan perbuatan sewenang-wenang, seperti menaikan suku bunga, memiliki barang jaminan yang kadaluarsa karena tidak melelangnya, membayar uang kelebihan kepada yang berhak, dengan adanya kekurangan tersebut tahun 1870 pachstelsel dihapuskan dan diganti lagi dengan licentiestelsel, dengan maksud untuk mengurangi pelanggaran yang merugikan masyarakat umum dan pemerintah. Usaha ini tidak berhasil, karena ternyata penyelewengan masih berjalan tanpa menghiraukan peraturan pemerintah sehingga timbul kehendak pemerintah untuk menguasai sendiri badan usaha ini.

Tahun 1900 diadakan penelitian untuk maksud tersebut dan berkesimpulan bahwa badan usaha tersebut cukup menguntungkan. Maka didirikan STBL No. 131 tanggal 1 April 1901 sebagai Pegadaian Negeri pertama di Indonesia, tanggal 1 April inilah kemudian dijadikan hari lahirnya Pegadaian. Pada mulanya uang pinjaman yang diberikan pada peminjam berjumlah f 300 dan tidak dikenakan ongkos administratif.

Karena Pegadaian Negeri ini semakin berkembang dengan baik maka dikeluarkan peraturan monopoli, diantaranya STBL No 749 tahun 1914 dan STBL No 28 tahun 1921.

Sanksi terhadap pelanggaran peraturan monopoli diatur dalam kitab undang-undang hukum pidana pasal 509. berdasarkan STBL No 266 tahun 1930. pegadaian Negeri dijadikan perusahaan Negara seperti yang dimaksudkan dalam pasal 2 pada Indonesia Bedrijvenwet STBL No 419 tahun 1927.

Proklamasi kemerdekaan RI mengakibatkan pengalihan penguasaan terhadap Pegadaian Negara, yaitu kepada pemerintahan RI melalui peraturan pemerintah No 176 tahun 1961, maka tanggal 1 Januari 1967 Pegadaian Negara dijadikan Perusahaan Negara dan berada dalam lingkup Departemen Keuangan.

Perusahaan Pegadaian Negara ini mengalami kerugian, untuk itu dikeluarkan instruksi Presiden No 17 tahun 1969, undang-undang No 9 tahun 1969 dan peraturan pemerintah No 17 tahun 1969 dan pelaksanaannya.

Menurut surat keputusan Menteri Keuangan RI No .Kep.664/MK/9/1969, yang mulai berlaku 1 Mei 1969, perusahaan Pegadaian Negara menjadi jawatan Pegadaian.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 10 tahun 1990, Perjan Pegadaian diubah menjadi Perusahaan Umum Pegadaian, dengan status Perum Pegadaian hingga sekarang, diharapkan mampu mengelola usahanya secara profesional, berwawasan bisnis oriental tanpa meninggalkan misinya yaitu pertama turut melaksanakan dan menunjang pelaksanaan dan kebijaksanaan dan program pemerintah dibidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya melalui penyaluran uang pinjaman atas dar hukum gadai, kedua mencegah timbulnya pegadaian gelap, riba dan pinjaman tidak wajar lainnya.

Kantor cabang mengadakan transaksi dengan para nasabah, melaksanakan pencatatan dan selanjutnya mengirimkan laporannya ke kantor daerah. Sedangkan Kantor daerah diberi otorisasi penuh untuk mengelola dan mengawasi setiap operasional cabang oleh kantor pusat.

4.1.2 Visi dan Misi Perum Pegadaian

1. VISI : Pada tahun 2013, Perum Pegadaian menjadi ”Champion” dalam pembiayaan mikro dan kecil berbasis gadai dan fiducia bagi masyarakat menengah ke bawah.

2. MISI :

a. Membantu program pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya golongan menengah ke bawah dengan memeberikan solusi keuangan yang terbaik melalui penyaluran pinjaman skala mikro, kecil dan menengah atas dasar hukum gadai dan fidusia.

b. Memberikan manfaat kepada pemangku kepentingan dan melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik, secara konsisten.

c. Melaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya.

Perjalanan Misi Perusahaan Perum Pegadaian :

Misi Pegadaian sebagai suatu lembaga yang ikut menigkatkan perekonomian dengan cara memberikan uang pinjaman berdasarkan hukum gadai kepada masyarakat kecil, agar terhindar dari praktek pinjaman uang dengan bunga yang tidak wajar ditegaskan dalam keputusan Menteri Keuangan No.Kep-39/MK/6/1/1971 tanggal 20 Januari tahun 1970.

Dengan seiring perubahan status perusahaan dari Perjan menjadi Perum pernyataan misi perusahaan perusahaan dirumuskan kembali dengan pertimbangan

jangan sampai misi perusahaan itu justru membatasi ruang gerak perusahaan dan sasaran pasar tidak hany masyarakat kecil dan golongan menengah saja.

Maka terciptalah misi perusahaan Perum Pegadaian yaitu ”Ikut membantu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat golongan menengah kebawah melalui kegiatan utama berupa penyaluran kredit gadai dan melakukan usaha lain yang menguntungkan”.

Bertolak dari misi pegadaian tersebut dapat dikatakan bahwa sebenarnya pegadaian adalah sebuah lembaga dibidang keuangan yang mempunyai visi dan misi bagaimana masyarakat mendapat perlakuan dan kesempatan yang adil dalam perekonomian.

Dengan tugas pokok sebagai berikut:

a. Membina perekonomian rakyat kecil dengan menyalurkan kredit atas dasar hukum gadai kepada para petani, nelayan, pedagang kecil, industri kecil yang bersifat produktif, kaum buruh/pegawai negeri yang ekonomi lemah dan bersifat konsumtif.

b. Ikut serta mencegah adanya pemberian pinjaman yang tidak wajar, ijon, pegadaian gelap, dan praktek riba lainnya.

c. Disamping menyalurkan kredit, maupun usaha-usaha lainnya yang bermanfaat terutama bagi pemerintah dan masyarakat.

d. Membina pola perkreditan supaya benar-benar terarah dan bermanfaat dan bila perlu memperluas daerah operasinya.

4.1.3 Struktur Organisasi Perum Pegadaian

Dalam menjalankan aktifitasnya Perum Pegadaian Medan tentu menetapkan suatu struktur organisasi yang efisien dan efektif dalam menunjang operasional perusahaan. Dalam struktur organisasi yang sesuai akan memudahkan seseorang mengetahui kemana karyawan akan bertanggung jawab atas tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Struktur organisasi Perum Pegadaian Kantor Daerah I Medan dapat dilihat pada halaman berikut:

Fungsi dan tugas masing –masing bagian adalah : a. Pimpinan Wilayah

Kegiatan perusahaan di wilayah terutama bidang operasional serta membantu fungsi-fungsi kantor pusat sesuai dengan kewenangan yang dilimpahkan direksi. Sedangkan fungsi lainnya adalah membantu dalam menetapkan sewa modal, promosi produk yang ditawarkan dan juga mewaikili pusat dalam hal masalah hukum apabila jasa yang ditawarkan mendapat masalah.

b. Inspektur Wilayah

Penilaian atas sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan seluruh kegiatan perusahaan, memberikan saran-saran dan mengawasi kantor wilayah dan kantor cabang dalam menjalankan usahanya.

c. Bagian Operasional/Pemasaran (OPP)

Merencanakan dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan operasional dan pengembangan usaha inti, usaha lain dan syariah serta melakukan pemasarannya. Setiap cabang memberikan laporan setiap bulannya baik dari omzet setiap produk yang ada di pegadaian sehingga bagian pengembangan dapat membandingkan perkembangan disetiap kantor cabang di daerah baik itu dari usaha jasa gadai, jasa titipan, jasa taksiran.

d. Asisten Manajer Usaha Inti

Merencanakan, mengkoordinasi, melakukan dan mengawasi pelaksanaan dan kegiatan operasional usaha inti serta melakukan pemasarannya serta mengatur semua kegiatan operasional dan pengembangan.

e. Asisten Manajer Usaha Lain

Merencanakan, mengkoordinasi, melakukan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan operasional usaha lain serta melakukan pemasaran dan bekerja sama dengan staff operasional pengembangan dalam menjalankan usaha lain dan berusaha untuk melakukan promosi kepada masyarakat.

f. Manajer Keuangan

Perbendaharaan serta akuntansi kantor wilayah. Manajer keuangan yang menentukan biaya yang keluar dengan persetujuan pimpinan wilayah.

g. Asisten Manajer perbendaharaan

Merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, mengawasi pengurusan perbendaharaan penagihan dan perpajakan serta menuyusun rencana kerja dan anggaran kantor wilayah dan kantor cabang. Kerja sama dengan para staff keuangan dalam menjalankan fungsinya baik masalah pajak, listrik, telepon dan lainnya yang menyusun biaya-biaya yang harus dikelarkan setiap bulannya selama setahun kedepan.

h. Assisten Manajer Akuntansi

Mengawasi verivikasi dokumen keuangan dan pembukuan serta penyajian laporan keuangan serta mengawasi kinerja satff pegawai dalam melakukan pengelompokkan dokumen keuangan serta pembukuan dan laporan keuangan kantor wilayah dan kantor cabang.

i. Manajer Sumber Daya Manusia

Merencanakan, mengkoordinasikan, menyelenggarakan, menegndalikan administrasi dan pengembangan serta kesejahteraan SDM dan bekerja sama dengan staff pegawai dalam melakukan beberapa hal diantaranya pelatihan, diklat untuk pegawai, akses, mutasi, dan lainnya sesuai dengan kewarganegaraan.

j. Asisten Manajer Administrasi dan pengembangan SDM

Merencanakan, mengkoordinasikan, menyelenggarakan, dan mengawasi proses usulan diklat rekrutmen, promosi, mutasi, pensiunan pegawai, pengangkatan, kepangkatan, dan kenaikan gaji berkala, pemberian penghargaan dan hukuman.

k. Assisten Manajer Perusahaan

Merencanakan, mengkoordinasikan, melaksankan dan mengawasi proses pembuatan daftar gaji dan tunjangan, asuransi pegawai,cuti, bantuan pembinaan jasmani dan rohani, rekreasi, surat perintah perjalanan dinas serta bantuan lainnya untuk pegawai kantor wilayah dan kantor cabang.

l. Manajer Logistik

Merencanakan, mengendalikan kegiatan dan perlengkapan, rumah tangga dan pengelolaan bangunan pada kantor pusat dan kantor cabang dengan menjaga fasilitas yang dimiliki maupun perawatan bangunannya agar perlengkapan rumah tangga dapat dirawat.

m. Asisten Manajer Perlengkapan dan Rumah Tangga

Merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan dan pengurusan tata usaha, kantor, kebutuhan rumah tangga, perlengkapan dan keamanan serta kenderaan dinas.

n. Assisten Manajer Bangunan

Merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi pelaksnaan pengurusan administrasi tanah, bangunan dan prasarananya, rencana bangunan, membuat kalkulasi biaya, dan pemeliharaan bangunan, serta pengawasan pelaksanaan pembangunan, perbaikan bangunan di kantor pusat dan kantor cabang.

o. Fungsional Hukum dan Humas

Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan kehumasan, protokol dan hukum di kantor pusat dan kantor cabang.

p. Ahli Taksir

Membantu pimpinan wilayah dalam merencankan, melaksanakan dan mengevaluasi pelaksanaan tugas sesuai dengan keahliannya dalam rangka penilaian dan penyesuaian taksiran barang jaminan sesuai dengan prosedur.

q. Fungsional Teknologi Informasi

Melakukan pemeliharaan dan pengamanan database, perangkat lunak, jaringan dan teknis perangkat lunak dan meluakan pemeliharaan dan perawatan database ( data pegawai yang ada di komputer).

4.1.4 Bidang Usaha Perum Pegadaian

Perum Pegadaian adalah suatu lembaga yang menjalankan operasional aktif dalam bidang perkreditan dengan menerima jaminan barang bergerak sebagai agunan atau yang disebut kredit cepat aman, untuk mengenal produk pegadaian ada produk jasa yang ditawarkan. Adapun Produk-produk layanan pegadaian yang ditawarkan saat ini adalah :

A. Produk Layanan Pegadaian 1. Kredit cepat aman (KCA) 2. Kredit Syariah (KRESYARI) 3. Kredit Angsuran Fidusia (KREASI) 4. Kredit Angsuran Gadai (KRASIDA) 5. Kredit Usaha Rumah Tangga (KRISTA) 6. Ar-RahnUsaha Mikro(ARRUM)

7. Gadai Efek (INVESTA)

8. Kiriman uang cepat dan aman (KUCICA) 9. Murabahah Logam Mulia (MULIA) 10. Jasa Taksiran dan Titipan

B. Produk Jasa yang ditawarkan Perum Pegadaian 1. Jasa Kredit cepat aman (KCA)

Merupakan Kredit jangka pendek guna memenuhi kebutuhan nasabah yang yang merupakan fasilitas pinjaman berdasarkan hukum gadai dengan prosedur yang cepat, aman dan murah. Pada operasionalnya, jenis barang bergerak adalah perhiasan, barang elektronik, kenderaan barang-barang rumah tangga, mesin dan tekstil yang dapat dijadikan agunan. Dalam hal pelunasan kredit perlu diketahui bahwa kredit tersebut dapat diliunasi sebelum jatuh tempo. Apabila kredit tidak ditebus sampai batas jangka waktu yang diberikan maka barang jaminan tersebut akan dilelang satu sampai dua minggu dari tanggal jatuh tempo dan saat itu masih diberikan kesempatan untuk menebus barang jaminan, apabila masih belum juga ditebus sampai batas waktu ditentukan dilelang di depan umum.

2. Jasa Taksiran

Jasa yang diberikan kepada masyarakat selain jasa kredit cepat aman (KCA) adalah jasa taksiran. Jasa taksiran ini diberikan kepada masyarakat dimulai pada tahun 1994. Pegadaian melayani masyarakat yang ingin mengetahui keaslian serta mutu dari perhiasannya. Untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah, pegadaian melakukan berbagai cara dan upaya untuk mewujudkan pelayanan yang mantap dan terbaik seperti:

a. Penyediaan, pelatihan karyawan untuk menghasilkan penaksir yang benar-benar ahli dan terampil dalam menaksir nilai suatu barang berharga.

b. Penyediaan sarana-sarana lain eperti mempergunakan teknologi yang lebih baik untuk membantu juru taksir dalam menentukan nilai suatu barang.

Barang-barang yang ditaksir terbatas hanya barang-barang berharga seperti emas, perak, berlian dan lain-lain.

3. Jasa Titipan

Jasa titipan ini dibrikan kepada masyarakat yang menginginkan keamanan barang mereka selama mereka berpergian untuk waktu yang lama. Penitipan barang-barang ini berlaku seperti surat berharga dan barang-barang-barang-barang berharga lainnya.

Jasa titipan adalah suatu bentuk layanan penyimpanan barang untuk dititipkan sementara di cabang pegadaian. Yang dimaksud dengan titipan adalah:

1. Barang berharga yang berdasarkan ketentuan yang berlaku diterima sebagai barang gadaian.

2. Surat-surat berharga atau dokumen lain yang oleh pemiliknya dianggap berharga.

Syarat-syarat penitipan barang berdasarkan ketetapan yang dibuat oleh pihak Perum Pegadaian adalah:

1. Barang pegadaian tidak menngusut atau tidak bertanggung jawab atas asal usul barang titipan, status barang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik.

2. Perum Pegadaian tidak bertanggung jawab atas kerusakan atau penyusutan yang diakibatkan oleh proses alamiah barang itu sendiri.

3. Dalam hal penitip meninggal dunia, barang titipan hanya dapat diambil oleh salah seorang ahli waris dan dengan surat kematian dari yang berwenang.

4. Untuk barang yang rusak sebagian atau seluruhnya yang diakibatkan oleh kesalahan pegadaian akan diganti oleh Pegadaian sesuai dengan peraturan yang berlaku.

5. Perum Pegadaian bertanggung jawab atas keadaan barang titipan sampai jatuh tempo apabila tidak diambil atau tidak ada keterangan perpanjangan dianggap diperpanjang akan dikenakan biaya tambahan sesuai tarif penitipan barang yang berlaku.

Selain dikenakan tarif biaya penyimpanan juga dikenakan biaya asuransi tapi biayatersebut relatif murah, yang dapat dilihat pada tabel I dibawah ini.

Tabel 4.1

Tabel Biaya Penyimpanan dan Asuransi

Golongan Barang Biaya Penyimpanan dan Asuransi

A Tekstil Rp. 200

A Kantong Rp. 200

A Gudang Rp. 400

B Kantong Rp. 1000

B Gudang Rp. 2000

C Kantong Rp. 2000

C Gudang Rp. 2000

D Kantong Rp. 5000

D Gudang Rp. 6000

(Sumber: Perum Pegadaian kantor Daerah I Medan)

Dalam menjalankan operasional usahanya, Pegadaian mempunyai aturan dasar dalam menetapkan barang yang dijadikan sebagai barang jaminan kredit. Bila ditinjau dari segi barang itu sendiri, barang jaminan dapat diklasifikasikan ke dalam 5 golongan yaitu:

1. Barang perhiasan yaitu semua barang yang tergolong ke dalam perhiasan seperti emas, platina, perak, berlian, permata dan lain-lain.

2. Barang rumah tangga yaitu barang-barang yang tergolong ke dalam barang rumah tangga seperti mesin jahit, jam dinding dan lain-lain.

3. Barang elektronik yaitu barang- barang yang termasuk golongan elektronika seperti televisi, komputer, tape recorder, rice coooker, blender dan lain-lain.

4. Barang tekstil yaitu barang-barang yang termasuk golongan kain seperti bakal, kain panjang, kain sarung, songket, ulos dan lain-lain.

5. Kenderaan yaitu barang yang dikategorikan sebagai kenderaan seperti sepeda motor, mobil dan lain-lain.

Syarat-syarat yang ditetapkan Perum Pegadaian sebagai jaminan kredit yaitu:

1. Batas maksimum umur barang.

a. Sepeda motor ≤ 5 tahun.

b. Mobil ≤ 10 tahun.

c. Barang Elektronik ≤ 3 tahun.

2. Memiliki bukti kepemilikan barang.

3. Berada dalam kekuasaan nasabah.

4. Khusus bagi sound system atau tape harus menyertakan loudspeaker.

5. Persyaratan lain yang di atur dalam surat edaran direksi.

Dalam memberikan Kredit gadai kepada nasabah barang jaminan kredit disesuaikan dengan kredit yang diberikan. Perum Pegadaian dalam menjalankan operasional pemberian kredit gadai membuat golongan uang pinjaman, seperti yang terlihat pada tabel 2.

Tabel 4.2

Tabel Penggolongan Uang Pinjaman dan Tarif Sewa Modal

Golongan Uang pinjaman

Sewa (Sumber: Perum Pegadaian Kantor Daerah I Medan)

Adapun prosedur pemberian kredit sebagai berikut:

1. Tahap Permohonan

Nasabah menyerahkan barang yang akan dijadikan sebagai barang jaminan kepada penaksir. Bersamaan dengan penyerahan yang akan digadaikan tersebut nasabah juga wajib menyerahkan bukti kpemilikan atas barang tersebut besrta pengenal. Hal ini merupakan suatu yang wajib dilaksanakan oleh nasabah.

2. Tahap analisa kredit

Pada tahap ini penaksir akan melakukan analisa kredit yang berorientasi kepada barang jaminan. Penaksir yang melakukan besarnya plafon pinjaman yang didasari kepada barang jaminan. Guna menentukan nilai barang jaminan, penaksir berpedoman kepada buku peraturan menaksir dan surat edaran yang berlaku.

3. Tahap Keputusan

Kuasa pemutus kredit (KPK) akan memutuskan besarnya permohonan kredit.

Untuk pinjaman yang dikategorikan ke dalam golongan A dapat diputuskan langsung oleh penaksir. Sedangkan untuk pinjaman yang dikategorikanke dalam golongan B/C/D akan diputuskan oleh KPK atau kacab. Besarnya uang pinjaman yang diperoleh oleh nasabah dapat dilihat pada tabel 4.3.

Tabel 4.3

Persentase Uang Pinjaman Atas Taksiran

Golongan Uang Pinjaman (UP)

A Taksiran x 91% = UP

B Taksiran x 91% = UP

C Taksiran x 89% = UP

D Taksiran x 88% = UP

(Sumber: Perum Pegadaian Kantor Daerah I Medan)

4. Tahap Pengikatan Jaminan

Pengikatan barang jaminan wajib dilakukan guna menjamin keamanan kredit gadai. Barang yang diserahkan diikat dengan cara:

a. Barang secara fisik diserahkan kepada Perum Pegadaian dan secara fisik dikuasai oleh Perum Pegadaian.

b. Hak kepemilikan barang jaminan tetap berada pada pihak pemilik barang tersebut.

5. Tahap Realisasi

Setelah barang ditaksir oleh penaksir dan besarnya pinjaman telah disetujui maka nasabah dapat memperoleh uang pinjaman. Prosedur memperoleh pinjaman biasanya memakan waktu kurang lebih 15 menit dan tanpa dibebani biaya apapun.

Pelunasan uang pinjaman dapat dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu tanggal jatuh tempo kredit karena dengan menunda-nunda akan memperbesar bunga kredit. Penyelesaian pinjaman dapat dilakukan dengan cara:

1. Penebusan /Pelunasan Penuh, hal ini berarti nasabah membayar seluruh uang pinjaman beserta dengan sewa modal /bunga pinjaman uang diterima nasabah.

2. Gadai ulang , artinya nasabah dapat memperbaharui kredit/ pinjaman dengan hanya membayar bunganya saja. Hal ini merupakan kemudahan bahkan keuntungan bagi nasabah. Dengan gadai ulang maka nasabah diberi perpanjangan waktu kredit selama empat bulan kedepan.

3. Mencicil, yaitu nasabah memperbaiki kredit dengan membayar bunga/sewa modal dan dengan mengurangi/mencicil sebagian uang pinjaman. Bila nasabah mencicil uang pinjaman maka perhitungan persentase sewa modal/bunga akan dihitung dari saldo kredit yang baru.

Setiap sampai batas waktu kredit nasabah tidak melunasi, menyicil atau memperpanjang kredit maka barang jaminannya akan dilelang. Prosesnya sebagai berikut:

1. Dua bulan sebelum tahun kalender berakhir setiap kantor cabang diwajibkan mengirimkan daftar lelang untuk tahun berikutnya ke kantor daerah masing-masing.

2. Penentuan pelelangan atas barang jaminan tersebut menurut golongan adalah sebagai berikut:

a. Golongan A dilelang pada awal bulan ke-8.

b. Golongan B, C, dan D dilelang pada awal bulan ke-5.

3. Dalam setiap bulannya lelang dilaksanakan tanggal 5 sampai dengan 15 atau berdasarkan pertimbangan tertentu dan tanggal lelang dapat diundur sepanjang masih dalam bulan tersebut.

4. Pelaksanaan lelang harus diumumkan pada :

a. Papan pengumuman yang ada di kantor cabang Medan.

b. Khusus untuk golongan C dan harus diberitahukan secara tertuli kepada pemilik barang jaminan.

4.1.5 Kredit Cepat Dan Aman (KCA)

Kredit KCA adalah pinjaman berdasarkan hukum gadai dengan prosedur pelayanan yang mudah, aman dan cepat. Dengan usaha ini, Pemerintah melindungi

Kredit KCA adalah pinjaman berdasarkan hukum gadai dengan prosedur pelayanan yang mudah, aman dan cepat. Dengan usaha ini, Pemerintah melindungi