METODE PENELITIAN
A. Analisis Hasil Penelitian
4) Uji Reliabilitas
Perhitungan indeks reliabilitas soal dilakukan dengan menggunakan Rumus Alfa Cronbach terhadap 20 butir soal. Dapat dilihat pada Lampiran 4, bahwa item-item soal yang tersebut memiliki indeks reliabilitas sebesar 0,889 lebih besar dari rtabel = 0,374. Sehingga instrument tes tersebut dikatakan reliable dan memiliki keajegan atau konsisten dalam mengukur sampel dan layak digunakan untuk pengambilan data hasil belajar matematika.
Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas, uji tingkat kesukaran dan uji daya beda soal, dari 20 soal yang diujikan terdapat 10 soal yang dapat digunakan untuk mengambil data. Soal yang digunakan harus memenuhi syarat validitas yakni rhitung> rtabel harus memiliki tingkat kesukaran cukup (sedang) antara 0,30 sampai dengan 0,70 serta memiliki 0,20 ≤ IDP ≤ 1,00. Berikut rangkuman hasil analisis butir soal dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 10
Rekapitulasi Hasil Analisis Butir Soal
No Soal Uji Validitas Tingkat Kesukaran Daya Pembeda Reliabilitas Kesimpulan
1 Valid Mudah Diterima
Reliabel
Digunakan
2 Valid Mudah Diterima Digunakan
3 Valid Sedang Diterima Digunakan
4 Valid Mudah Diterima Digunakan
5 Valid Sedang Diterima Digunakan
6 Valid Sedang Diterima Digunakan
7 Valid Sedang Diterima Digunakan
8 Valid Mudah Diterima Digunakan
9 Valid Sukar Ditolak Tidak digunakan
10 Valid Sukar Diterima Digunakan
11 Valid Sedang Diterima Digunakan
12 Tidak Valid Mudah Ditolak Tidak digunakan
13 Valid Sedang Diterima Digunakan
14 Valid Sedang Diterima Digunakan
15 Tidak Valid Sedang Diterima Tidak digunakan
16 Valid Sedang Diterima Digunakan
17 Valid Sedang Diterima Digunakan
18 Valid Sedang Diterima Digunakan
19 Valid Sukar Diterima Digunakan
20 Valid Sukar Ditolak Tidak digunakan
Berdasarkan tabel di atas, maka soal yang dapat digunakan yaitu soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 11, 13, 14, 16, 17, 18, dan 19.Maka
dipilih soal yang dapat digunakan untukpretest dan posttest ada 10 soal saja yang diambil, yaitu 1, 2, 3, 5,6,10,14,17,18, dan 19.
b. Data Kemampuan Awal Peserta Didik (Pretest)
Pengambilan data awal dilakukan sebelum memulai pembelajaran materi pengubinan. Pada lampiran 2 dapat dilihat nama responden dari eksperimen yang berjumlah 27 orang dan responden kelas kontrol yang juga berjumlah 27 orang. Rangkuman data kemampuan awal peserta didik yang diperoleh dari hasil pretest dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 11
Rekapitulasi Hasil Pretest
Skor Maks
Kelas Eksperimen Kelas Kontrol
Nilai Maks Nilai Min ( ) S Nilai Maks Nilai Min ( ) S 100 70 24 50,96 12,33 68 20 50,37 12,12
Sumber : Pengelolaan data Lampiran 12 dan 13
Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa dengan skor maksimal 100 kelas eksperimen memiliki nilai tertinggi 70 dan nilai terendah 24dengan nilai rata-rat nilai 50,96 dan simpangan baku sebesar 12,33. Pada kelas kontrol dengan skor maksimal 100, memiliki nilai tertinggi 72 dan nilai terendah 20 dengan nilai rata-rata nilai 50,37 dan simpangan baku sebesar 12,12. Maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai awal
hasil belajar peserta didik yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak jauh berbeda.
b. Hasil Uji Prasyarat Data Pretest 1). Uji Nomalitas Data Pretest
Skor awal data dari setiap kelas digunakan untuk menguji normalitas data. Uji normalitas data menggunakan rumus Liliefors Lhitung = max | F (zi) – S (zi) |. Rangkuman hasil uji normalitas terhadap data hasil pretest dengan taraf nyata sebesar 0.05 dapat dilihat pada tabel 11 berikut :
Tabel 12
Hasil Perhitungan Uji Normalitas
Kelas N Kesimpulan
Eksperimen 27 0,172 0,173
diterima
Kontrol 27 0,169 0,173
Sumber : Pengolahan data lampiran 14 dan 15
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik 27 diperoleh Lhitung= 0,172. Dengan α = 5% = 0,05 didapat Ltabel = 0,173. Oleh karena itu Lhitung< Ltabel yaitu 0,172 < 0,73. sedangkan pada kelas kontrol dengan jumlah peserta didik 27 diperoleh Lhitung = 0,169. Dengan α = 5% = 0,05 didapat Ltabel= 0,173. Oleh karena itu Lhitung< Ltabel yaitu 0,169 < 0,73. Maka dapat disimpulkan hasil uji normalitas data pretest bahwa data kelas eksperimen dan kelas kontrol maka H0 diterima yang berarti bahwa populasi berdistribusi normal.
2). Uji Kesamaan Dua Varians Data Pretest
Uji kesamaan dua varians (homogenitas) digunakan untuk melihat kesamaan kedua varians kelas eksperimen dan kelas kontrol. Adapun rangkuman data hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 13
Hasil Perhitungan Uji Homogenitas
Kelas Varians Kesimpulan
Eksperimen 146,48 1,03
1,95 diterima Kontrol 141,64
Sumber : Pengolahan data lampiran 16
Berdasarkan tabel di atas diperoleh = 1,03 dengan taraf sitgnifikan α = 0,05, diperoleh = 1,95. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut terlihat bahwa < . Maka dapat diambil kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang homogen dengan demikian data pretest telah memenuhi syarat uji perbedaan dua rata-rata.
3). Uji perbedaan Data Tes Awal (Pretest)
Perhitungan uji perbedaan dua rata-rata menggunakan uji-t dengan taraf nyata 0,05 terhadap data hasil pretest untuk mengetahui bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang sama. Dengan hepotesis penelitian :
H0 : µ1 = µ2 (Tidak terdapat perbedaan hasil belajar matematika peserta didik yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen)
H1 : µ1≠ µ2 (Terdapat perbedaan hasil belajar matematika peserta didik yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen)
Tabel 14
Hasil Uji Hipotesis Uji-t
n1 n2 n1 + n2 - 2 thitung ttabel Keputusan uji
27 27 52 2,236 2.00665 H0 diterima
Sumber : pengolahan data lampiran 17
Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwathitung = 2,236 dan daya beda 52 denganttabel= 2,00665. Jika thitung lebih kecil atau sama dengan (≤) dari ttabel maka H0 diterima. Hal ini dapat dikatakan bahwa rata-rata hasil belajar matematika peserta didik yang akan dijadikan kelas eksperimen sama dengan rata-rata hasil belajar matematika peserta didik kelas kontrol.
c. Data Peningkatan Hasil belajar
Setelah diberikan tes awal (pretest) dean tes terakhir (posttest) selanjutnya data hasil pretest dan posttest dilakukan perhitungan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika kelas IV setelah melaksanakan pembelajaran dengan rumus
normalized(n-gain).Berikut rekapitulasi data indeks peningkatan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 15
Data Indeks Peningkatan No Peningkatan Eksperimen Peningkatan Kontrol 1 0,645 0,133 2 0,458 0,571 3 0,416 0,210 4 0,6 0,4 5 0,684 0,591 6 0,750 0,409 7 0,312 0,190 8 0,680 0,210 9 0,394 0,833 10 0,434 0,095 11 0,391 0,347 12 0,250 0,227 13 0,9 0,304 14 0,736 0,575 15 0,5 0,857 16 0,391 0,576 17 0,2 0,368 18 0.764 0,450 19 0.318 0,381 20 0.694 0,176 21 0.648 0,047 22 0.307 0,227 23 0.440 0,842 24 0.2 0,363 25 0.531 0,136 26 0.5 0,2 27 0.266 0,512
Rangkuman data peningkatan hasil belajar matematika peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 16
Data Peningkatan Hasil Belajar Matematika Kelas Jumlah peserta didik Nilai maks Nilai min ( ) S2 S eksperimen 27 0,9 0,2 0,5 0,0356 0,188 kontrol 27 0,857 0,047 0,38 0,00504 0,071
Sumber : pengolahan data lampiran 19
Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwa kelas eksperimen memiliki nilai tertinggi 0,9 dan nilai terendah 0,2 dengan rata-rata 0,5 simpangan baku sebesar 0,188. Pada kelas kontrol memiliki nilai tertinggi 0,857 dan nilai terendah 0,047 dengan rata-rata 0,38 simpangan baku sebesar 0,071.Maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata peningkatan kelas dengan menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Numbered Head
Together yaitu sebesar 0,188 lebih besar dari rata-ratapeningkatan kelas
dengan pembelajaran konvensional yaitu sebesar 0.071.