BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Uji Instrumen
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas (reliability) suatu pengukuran menunjukkan sejauh mana pengukuran tersebut tanpa bias (tanpa kesalahan) dank arena itu menjamin konsistensi pengukuran di sepanjang waktu serta di berbagai poin pada instrument tersebut (Sekaran dan Bougie, 2017). Uji reabilitas merupakan konsistensi atau kestabilan skor suatu instrument penelitian terhadap individu yang sama, dan diberikan dalam waktu yang berbeda (Yusuf 2014:242). Menurut Sugiyono (dalam Ompusunggu 2018:55) menyatakan bahwa reliabilitas adalah hasil penelitian dimana terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda.
Penulis menggunakan metode Cronbachβs Alpha, karena metode ini dapat digunakan untuk mencari reliabilitas dari kuesioner yang memiliki nilai 1 sampai 5.
π = [ π
π β 1] [1 ββ ππ2 ππ‘2 ]
Keterangan :
R : indeks reliabilitas
K : banyaknya butir pertanyaan
β ππ2: jumlah varians butir ππ‘2 : varians total
Kriteria pengujian pengukuran reliabilitas, sebagai berikut :
a. Jika nilai Cronbachβs Alpha (R) > 0,60 maka item pernyataan dinyatakan reliabel.
b. Jika nilai Cronbachβs Alpha (R) < 0,60 maka item pernyataan dinyatakan tidak reliabel.
K. Teknik Analisis Data
Langkah-langkah yang akan digunakan untuk menjawab rumusan masalah 1 sampai dengan 5 dalam penelitian ini antara lain:
1. Melakukan survey dengan menyebarkan kuesioner kepada konsumen Matahari Department Store Kota Magelang yang akan dilakukan pada Bulan Juni sampai Juli 2021
2. Peneliti akan mencatat hasil atau melakukan rekapitulasi hasil dari kuesioner yang telah disebarkan.
3. Dilakukan uji prasyarat analisis terhadap data yang telah didapatkan dengan menggunakan software SPSS 22.
4. Dilakukan pengujian hipotesis untuk menjawab rumusan masalah 1 sampai dengan 5 dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data penelitian yang diperoleh berdistribusi normal atau
mendekati normal. Uji normalitas dapat dilakukan dengan cara Uji Kolmogorov Smirnov. Apabila nilai probabilitas >0,05 maka data tersebut dinyatakan berdistribusi normal, begitupula sebaliknya (Gunawan,2016).
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinieritas dengan menghitung koefisien korelasi ganda dan membandingkannya dengan koefisien korelasi antar variabel bebas. Selain itu, uji digunakan untuk mengetahui kesalahan standar estimasi model dalam penelitian. Apabila nilai VIF < 10 dan atau nilai Tolerance > 0,1 maka dapat disimpulkan tidak terdapat masalah multikolinearitas, begitupula sebaliknya. (Ibid).
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas menggunakan pengamatan gambar scatterplot. Apabila titik titik menyebar secara acak, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
2) Uji Hipotesis
a. Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linier berganda dipakai untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas (kualitas produk, harga, distribusi dan promosi) terhadap variabel terikat (minat beli). Persamaan regresi linier berganda adalah sebagai berikut (Suhartanto, 2014).
π = π + π1π1+ π2π2+ π3π3+ π4π4
Keterangan :
Y : Minat Beli a : Konstanta
π1, π2, π3, π4: Koefisien regresi π1 : Kualitas Produk π2 : Harga
π3 : Distribusi π4 : Promosi b. Uji F
Uji F digunakan untuk dapat mengetahui apakah variabel bebas berpengaruh secara simultan (bersama-sama) terhadap variabel terikat. Apabila nilai signifikansi < 0,05 maka dapat dinyatakan variabel bebas berpengaruh secara simultan terhadap variabel terikat. Apabila Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima, begitupun sebalinya (Ibid).
c. Uji T
Menurut Ghozali (2013), Uji T digunakan untuk dapat mengetahui apakah variabel bebas berpengaruh secara parsial (individu) terhadap variabel terikat, dengan memperhatikan tingkat signifikansi yaitu 0,05.
Apabila nilai signifikansi < 0,05 maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel bebas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.
Apabila Thitung > Ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima, begitupun sebalinya.
d. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk dapat mengetahui seberapa besar kemampuan variabel bebas menjelaskan variabel terikat dapat ditunjukan dalam SPSS, koefisien determinasi terletak pada Model Summary dan tertulis R Square. Jika nilai R2 kecil maka kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variasi variabel terikat sangat terbatas (Ibid).
62 BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan
Pada tahun 1958, tepatnya pada tanggal 24 Oktober Bapak Hari Darmawan membuka gerai pertamanya di Pasar Baru, Jakarta. Saat itu beliau masih berusia 18 tahun. Bermodalkan luas area 150 meter persegi, gerai hanya menyediakan pakaian anak-anak. Bapak Hari Darmawan bersama dengan istrinya menjual hasil jahitan sendiri, yang diberi label MM fashion. Gerai tersebut hanya mempunyai dua lantai, lantai satu digunakan untuk menjual pakaian, sementara lantai dua digunakan untuk menjahit oleh sang istri. Mereka bersama sama membesarkan toko tersebut. Pada tahun awal-awal, bisnisnya tidak berkembang dengan cepat, karena pada jaman dahulu pembelian hanya dilakukan dengan uang tunai, tidak bisa dengan berhutang, jika tidak memiliki uang tunai maka tidak akan bisa mendapatkan barang. Pada suatu hari Bapak Hari meminjam uang dengan bunga 20 persen, kemudian membeli barang yang biasanyabisa naik 30 persen. Hal tersebut dilakukan Bapak Hari secara terus menerus, sehingga beliau mendapatkan modal yang lumayan besar.
Prinsip bisnis Bapak Hari adalah βasal untung sedikit dan bekerja efisien, maka beliau jalanβ. Bapak Hari rela memperoleh laba sedikit, tetapi secara keseluruhan meraih akumulasi profit yang lumayan. Beliau sangat disiplin dalam menggunakan dana. Ketika beliau mendapatkan laba sepuluh persen perak, maka yang akan dibelanjakan sebesar seperak.
Seiring berjalannya waktu pada tahun 1972, Matahari membuka department store modern pertama di Indonesia setelah membeli toko De Zon yang jatuh. Inilah awal mula Matahari mengalami pertumbuhan yang pesatdan memulai perubahan pusat perbelanjaan di Indonesia. Matahari menunjukkan perkembangan yang baik, sehingga pada tahun 1980 mampu membuka gerai di Bogor. Perseroan mengubah nama menjadi PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) pada tahun 1986. Pada tahun 1992, perseroan
melakukan Penawaran Umum perdana dan menjadi perusahaan publik, serta mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya. Pada tahun 1992, Matahari mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, bahkan mencapai 85 gerai. Pada tanggal 30 Oktober 2009, perseroan mengubah nama menjadi PT Matahari Department Store Tbk, ketika dipisah dari MPP untuk menjadi entitas baru. Awal mula memilih nama Matahari Bapak Hari Darmawan hanya mengubah mengubah nama toko De Zon yang berasal dari bahasa Belanda, dan jika diubah ke dalam bahasa Indonesia artinya Matahari. Akhirnya nama Matahari menjadi nama yang sangat besar hingga saat ini.
Per 31 Desember 2019, perseroan memiliki 169 gerai di 76 kota di seluruh Indonesia. Pada akhir tahun 2020, beberapa gerai terpaksa tutup, dan tersisa 147 gerai. Perseroan juga memiliki gerai online yaitu MatahariStore.com yang sekarang berubah nama menjadi MATAHARI.com. Perseroan menghasilkan kontribusi besar bagi perekonomian di Indonesia karena memiliki lebih dari 40.000 karyawan serta memiliki lebih dari 1000 jaringan pemasok lokal maupun internasional pada tahun 2019, tetapi akhir tahun 2020 mengalami penurunan pemasok, dan hanya terdiri dari 400 samapi 500 pemasok. Saat ini perseroan dikenal sebagai salah satu pusat belanja busana pilihan Indonesia karena mampu memahami kebutuhan dan keiinginan pelanggan.
Pada tahun 2019, perseroan ditetapkan sebagai salah satu dari 20 Perusahaan Kapitalisasi Pasar Terbesar untuk praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan menerima penghargaan Best Equitable Treatment of Shareholders.
Matahari Department Store merupakan salah satu department terbesar di Indonesia yang menawarkan berbagai macam produk, dengan merek eksklusif seperti pakaian, aksesoris, tas, sepatu, kosmetik, dan lain-lain, maka tidak heran jika perseroan sering memenangkan berbagai penghargaan. Pada tahun 2019 perseroan mendapatkan 9 penghargaan sekaligus dan mempunyai 7,9 juta Anggota Matahari Rewards, sementara
tahun 2020, perseroan mendapatkan penghargaan dan sertifikat Top 5 Most Admired Companies : Retail, 100 Best Listed Companies, To 10 Mid Capitalization Public Listed Company, Best Non Finalcial Sector β 3nd Winner, dan Pelaksanaan Kepatuhan Pajak serta Peran dan Kontribusi dalam Merealisasikan Penerimaan KPP Pratama Cikupa Tahun Pajak 2020.
Hasil melangkah selama 62 tahun, saat ini Matahari Department Store merupakan satu-satunya operator department store besar di Indonesia yang melayani kelas menengah dan sedang bertumbuh di Indonesia. Matahari mempunyai strategi yaitu memberikan nilai yang terbaik bagi pelanggan, dengan menawarkan pilihan produk fashion yang sangat beragam dan berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, ditata dalam lingkungan gerai yang menarik dan modern dengan berfokus pada layanan pelanggan. Macam-macam produk dengan harga yang terjangkau inilah yang mampu menarik minat beli konsumen Matahari Department Store di seluruh Indonesia. Rincian daftar jaringan gerai Matahari Department Store secara lengkap dapat dilihat pada lampiran V.
B. Visi, Misi, dan Nilai Perusahaan 1. Visi
Matahari akan menjadi peritel khusus mode dan gaya hidup yang paling sukses di Indonesia yang membawa nilai dan peluang melalui seluruh jalurnya. Tim bertalenta kami akan mencapai hal ini dengan berfokus kepada pengalaman dan nilai berbelanja pelanggan serta mengubah pola piker untuk menjadi βHouse of Specialistsβ.
2. Misi
Memberikan kebahagiaan pelanggan dengan menyediakan mode pakaian yang aspiratif, bagus, nyaman dan terjangkau.
3. Nilai
Nilai-nilai Matahari dinyatakan dalam Filsafat berikut ini :
a. Matahari berusaha untuk menciptakan standar hidup yang lebih baik untuk seluruh karyawan.
b. Matahari berupaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, damai, dan sejahtera sebagai perwujudan aspirasi karyawan.
c. Matahari berusaha untuk menciptakan sistem organisasi operasional yang trintegrasi untuk masa depan, berdasarkan efisiensi kerja yang maksimal.
d. Matahari berusaha untuk mendidik, melatih, dan mengembangkan semua karyawannya secara setara, tanpa diskriminasi berdasarkan tradisi, agama, atau asal mereka, untuk memastikan bahwa mereka menyadari tugas dan kewajiban mereka untuk menjunjung tinggi tujuan perseroan dalam mendukung perekonomian bangsa.
e. Matahari berharap atas dasar sinkronisasi saling percaya, saling menghormati, dan kerja sama yang baik dengan asas kekeluargaan untuk mencapai kemajuan yang kekal dan abadi.
C. Logo Perusahaan
Gambar IV.1 Logo Perusahaan
D. Struktur Organisasi
Gambar IV.1 Struktur organisasi E. Model Bisnis
Matahari merupakan salah satu peritel busana, kecantikan, dan sepatu terbesar di Indonesia dengan harga yang terjangkau. Matahari juga menawarkan merek konsinyasi yang termasuk label internasional premium seperti Polo, Revlon, Disney, Executive, Fladeo, Logo, dll. Tidak hanya itu, Matahari juga menawarkan merek eksklusif seperti Nevada, Little M,
Connexion, Cole, dll. Merek eksklusif inilah yang menjadi pembeda dari merek pesaing. Matahari juga selalu konsisten dalam mengembangkan merek eksklusif dengan menawarkan berbagai produk tren masa kini yang dapat menarik pelanggan.
F. Gerai
Per 31 Desember 2019, Matahari memiliki 169 gerai di 76 kota di seluruh Indonesia serta gerai online (MATAHARI.com). Jaringan ini adalah salah satu jaringan bisnis terluas di Indonesia. Gerai terbesar Matahari berada di Tunjungan Plaza di Surabaya dengan luas 19.000 meter persegi. Sementara Per 31 Desember 2020, Matahari hanya memiliki 147 gerai, dengan luas ritel mencapai 949.776 meter persegi. Setiap gerai Matahari mempunyai luas kira-kira 5.000 hingga 9.000 meter persegi.
Penurunan gerai terjadi karena pada tahun 2020, perseroan menutup 13 gerai besar dan 12 gerai khusus yang memiliki performa kurang baik , hal ini diupayakan karena perseroan ingin mengubah struktur bisnisnya.
Disamping itu perseroan juga membuka 3 gerai baru yaitu di Tangerang, Depok, dan Palembang. Dan uraian gerai lainnya dapat dilihat pada lampiran V.
G. Pemasaran
Matahari Department Store tetap konsisten dalam tampilan gerai dan promosi yang dilakukan, hal ini bertujuan untuk memperkuat hubungan pelanggan. Pemasaran lebih berfokus ke jalur digital dan online guna mengurangi pengeluaran pada media cetak dan offline. Sarana promosi yang paling utama yaitu iklan digital berbayar, termasuk media sosial (seperti : Instagram, Facebook, dan juga Twitter), Jaringan Display Google, serta Youtube. Matahari juga menggunakan iklan berbasis promosi pada waktu tertentu seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru Imlek, dan periode masuknya semester baru, karena waktu inilah
puncak pelanggan berbelanja. Selain itu, Matahari juga menggunakan promosi secara berkala terkait dengan merek atau acara tertentu (seperti:
Matahari Family Fun Run, Indonesia Banget dll) serta bepartisipasi sebagai sponsor di acara mode (seperti : Wajah Femina, Jakarta Kids Festival, Gadis Sampul, dll). Pada tahun 2019, biaya pemasaran yang dihabiskan mencapai Rp333,2 miliar.
Berikut adalah contoh produk dari Matahari Department Store :
Gambar IV. 3 Contoh Produk
Berikut adalah contoh dari harga dari Matahari Department Store:
Gambar IV. 4 Contoh Harga
Berikut adalah distribusi Matahari Department Store :
Gambar VI. 5 Gerai Magelang
Berikut adalah distribusi Matahari Department Store :
Gambar IV. 6 Marketplace(Matahari.com)
Berikut adalah promosi yang dilakukan Matahari Department Store :
Gambar VI.7 Promosi melalui Instagram
Berikut adalah media sosial Matahari Department Store :
Gambar IV.8 Instagram
Gambar IV.9 Facebook
Gambar IV.9 Twitter
73 BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Pada Pada bab ini, peneliti akan menguraikan tentang bagaimana proses penelitian, serta cara menganalisis data. Dalam memperoleh data, peneliti membagikan link google form ke grub WhatsApp teman SMP, SMA, Kuliah, saudara dan lain-lain. dan mereka membantu share link tersebut. Dari penyebaran kuesioner yang dibagikan melalui google form, peneliti mendapat 100 responden yang merupakan konsumen Matahari Department Store Magelang. Analisis data dan pembahasan pada penelitian ini, terdiri dari teknik pengujian instrumen (uji validitas dan uji reabilitas), teknik analisis data yang terdiri dari uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas) dan uji hipotesis (regresi linier berganda, uji F, uji T, koefisien determinasi). Data diolah menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistic 22
A. Uji Instrumen 1. Uji Validitas
Validitas data dapat dilakukan dengan cara membandingkan nilai rhitung dengan rtabel. Item pernyataan dikatakan valid jika nilai rhitung lebih besar daripada rtabel begitupun sebaliknya. Jika nilai rhitung lebih kecil daripada rtabel maka item pernyataan dikatakan tidak valid. Berikut adalah hasil perhitungan uji validitas :
Tabel V.1
Sumber : Data Primer Diolah, 2021
Sambungan Tabel V.1
Sumber : Data Primer Diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan pada variabel minat beli, kualitas produk, harga, distribusi, dan promosi dinyatakan valid, karena hasil perhitungan menunjukkan nilai rhitung lebih besar daripada rtabel. Menurut Zaenal Arifin (2012) validitas adalah suatu derajat ketepatan atau kelayakan instrument yang digunakan untuk mengukur apa yang akan diukur.
2. Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan Cronbachβs Alpha. Item pernyataan kuesioner dinyatakan reliabel jika nilai Cronbachβs Alpha> 0,60 begitupun sebaliknya. Jika nilai Cronbachβs Alpha< 0,60 maka item pernyataan kuesioner dikatakan tidak reliabel.
Berikut tabel hasil uji reliabilitas :
Tabel V.2 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Cronbachβs
Alpha
Keterangan Minat Beli 0,782 Reliabel Kualitas Produk 0,916 Reliabel
Harga 0,779 Reliabel
Distribusi 0,748 Reliabel
Promosi 0,758 Reliabel
Sumber : Data Primer Diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan pada variabel minat beli, kualitas produk, harga, distribusi, dan promosi dinyatakan reliabel. karena hasil perhitungan menunjukkan semua nilai Cronbachβs Alpha> 0,60. Menurut Azwar (2011) Reliabilitas berasal dari kata reliability yang berarti sejauh mana hasil suatu pengukuran memiliki kepercayaan, keterandalan, keajegan, konsistensi, kestabilan, yang dapat dipercaya. Hasil ukur dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relative sama.
B. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif
a. Analisis Deskriptif Responden
1. Karakteristik Responden berdasarkan jenis kelamin Tabel V.3
Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin Jenis
Sumber : Data Primer Diolah, 2021
Berdasarkan data yang diperoleh, persentase responden berjenis kelamin pria sebesar 39% (39 responden), sementara wanita 61% (61 responden), dari total 100 responden. Jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden adalah wanita.
2. Karakteristik Responden berdasarkan usia
Tabel V.4
Karakteristik Responden berdasarkan Usia Usia Jumlah Responden Persentase
11-16 tahun 8 8%
17-22 tahun 15 15%
23-28 tahun 32 32%
29-34 tahun 8 8%
35-40 tahun 7 7%
41-46 tahun 16 16%
47-52 tahun 8 8%
53-58 tahun 6 6%
Jumlah 100 100%
Sumber : Data Primer Diolah, 2021
Berdasarkan data yang diperoleh, persentase responden yang berusia 11-16 tahun sebesar 8% (8 responden), 17-22 tahun sebesar 15% (15 responden), 23-28 tahun sebesar 32%
(32 responden), 29-34 tahun sebesar 8% (8 responden), 35-40 tahun sebesar 7% (7 responden), 41-46 tahun sebesar 16% (16 responden), 47-52 tahun sebesar 8% (8 responden), 53-58 tahun sebesar 6% (6 responden). Jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berusia 23-28 tahun.
3. Karakteristik Responden berdasarkan pekerjaan
Tabel V.5
Karakteristik Responden berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Jumlah Responden Persentase
Pelajar/Mahasiswa 27 27%
Wiraswasta 26 26%
PNS 19 19%
Lainnya 28 28%
Jumlah 100 100%
Sumber : Data Primer Diolah, 2021
Berdasarkan data yang diperoleh, persentase responden yang yang bekerja sebagai mahasiswa sebesar 27% (27 responden), wiraswasta 26% (26 responden), PNS 19% (19 responden), sementara pekerjaan lainnya sebesar 28% (28 responden). Pekerjaan lainnya seperti guru, karyawan swasta, ibu rumah tangga, perangkat desa, guru les, perawat, petani.
Jadi dapat disimpulkan bahwa persentase terbesar adalah pekerjaan lainnya, yaitu sebesar 28%.
4. Karakteristik Responden berdasarkan uang saku/pendapatan Tabel V.6
Karakteristik Responden berdasarkan Uang Saku Uang Saku/Pendapatan Jumlah
Responden
Sumber : Data Primer Diolah, 2021
Berdasarkan data yang diperoleh, persentase responden yang memiliki uang saku < Rp 1.000.000 sebesar 31% (31 responden), >Rp 1.000.000 β Rp 2.000.000 sebesar 26% (26 responden), serta β₯ Rp 2.000.000 sebesar 43% (43 responden).
Jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden mempunyai uang saku/pendapatan > Rp 2.000.000.
5. Karakteristik Responden berdasarkan Informan Tabel V.7
Karakteristik Responden berdasarkan Informan Informan Responden Jumlah Responden Persentase
Keluarga 50 50%
Sumber : Data Primer Diolah, 2021
Berdasarkan data yang diperoleh, persentase responden yang mendapat informasi dari keluarga sebesar 50% (50 responden), teman 26% (26 responden), internet 22% (22 responden), sementara informasi dari sumber lainnya sebesar 2% (2 responden). Jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden mendapatkan informasi dari keluarga.
6. Karakteristik Responden berdasarkan Jumlah Kunjungan
Tabel V.8
Karakteristik Responden berdasarkan Jumlah Kunjungan Jumlah
Sumber : Data Primer Diolah, 2021
Berdasarkan data yang diperoleh, persentase responden yang berkunjung 1 kali sebesar 21% (21 responden), 2 kali sebesar 15% (15 responden), 3-5 kali sebesar 40% (40 responden), dan >5 kali sebesar 24% (24 responden). Jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berkunjung 3-5 kali dalam satu tahun.
7. Karakteristik Responden berdasarkan jumlah berbelanja Tabel V.9
Karakteristik Responden berdasarkan Jumlah Berbelanja Jumlah Berbelanja Jumlah Responden Persentase
1 kali 25 25%
2 kali 21 21%
3-5 kali 39 39%
>5 kali 15 15%
Jumlah 100 100%
Sumber : Data Primer Diolah, 2021
Berdasarkan data yang diperoleh, persentase responden yang melakukan proses belanja 1 kali sebesar 25% (25 responden), 2 kali sebesar 21% (21 responden), 3-5 kali sebesar 39% (39 responden), sementara > 5 kali sebesar 15%
(15 responden). Jadi dapat disimpukan bahwa mayoritas pelanggan berbelanja 3-5 kali dalam satu tahun.
b. Analisisi Deskriptif Variabel
Skala interval digunakan untuk menentukan jawaban skor dari responden yang diukur dari item-item pernyataan yang terdapat pada kuesioner. Cara untuk menentukan skala interval sebagai berikut :
πΌππ‘πππ£ππ =πππππ ππππ πππ’π β πππππ ππππππ’π π ππππ πππ‘πππ£ππ
πΌππ‘πππ£ππ =4 β 1 4 πΌππ‘πππ£ππ = 0,75
Dari hasil perhitungan diperoleh rentang skala sebesar 0,75.
Maka skala data tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Tabel V.10
Harga Distribusi Promosi 1 1,00 -
Tinggi Baik Terjangkau Baik Menarik 4 3,25 β Sumber : Data Primer Diolah, 2021
a. Variabel Minat Beli
Tabel V.11
Analisis Deskriptif Variabel Minat Beli
Variabel No Item Pernyataan Rata-Rata Skor
Kategori
Minat Beli 1 Saya tertarik untuk membeli produk Matahari Department Store karena tersedia banyak produk
3 Saya memilih Matahari Department Store dalam memenuhi kebutuhan saya
3,09 Tinggi
4 Matahari Department Store lebih menarik perhatian Saya
3,18 Tinggi 5 Saya menanyakan informasi
produk Matahari Department Store kepada orang yang sudah menggunakannya
3,08 Tinggi
Rata-rata 3,19 Tinggi
Sumber : Data Primer Diolah, 2021
Dari tabel di atas dapat diketahui skor paling tinggi (3,4) terdapat pada item kuesioner βSaya tertarik untuk membeli produk Matahari Department Store karena tersedia banyak produkβ, hal ini
menunjukan bahwa persepsi responden terhadap produk Matahari sangat menarik karena tersedia banyak produk. Sementara skor yang paling rendah (3,08) terdapat pada kuesioner βSaya menanyakan informasi produk Matahari Department Store kepada orang yang sudah menggunakannyaβ, hal ini menunjukan bahwa persepsi responden terhadap informasi tentang produk Matahari dapat ditanyakan kepada orang yang sudah pernah menggunakan.
Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa rata-rata skor untuk variabel minat beli adalah 3,19 yang termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Matahari Department Store memiliki minat beli yang tinggi.
b. Variabel Kualitas produk
Tabel V.12
Analisis Deskriptif Variabel Kualitas Produk
Variabel No Item Pernyataan Rata-Rata Skor
Kategori
Kualitas Produk
1 Saya merasa Matahari
Department Store menawarkan berbaga produk dengan ukuran yang lengkap
3,31 Sangat Baik
2 Saya merasa Matahari
Department Store menawarkan berbagai produk dengan varian warna yang banyak
3,3 Sangat Baik
3 Saya merasa Matahari
Department Store menawarkan berbagai produk dengan bentuk yang sesuai dengan kebutuhan
3,21 Baik
4 Saya merasa Matahari
Department Store menawarkan
5 Saya merasa Matahari
Department Store menawarkan berbagai produk dengan banyak macam model bagi segala usia
3,34 Sangat Baik
6 Saya merasa Matahari
Department Store menawarkan berbagai produk yang sesuai dengan trend masa kini
3,21 Baik
7 Saya merasa Matahari
Department Store menawarkan berbagai produk dengan bahan yang berkualitas (bagus, halus, dan nyaman)
3,33 Sangat Baik
8 Saya merasa Matahari
Department Store menawarkan berbagai produk yang
perawatannya mudah
3,22 Baik
9 Saya merasa Matahari
Department Store menawarkan berbagai produk yang unik dan hanya terdapat di Matahari
2,89 Baik
10 Saya merasa Matahari
Department Store menawarkan berbagai produk yang awet dan tahan lama
3,19 Baik
11 Saya merasa Matahari
Department Store menawarkan berbagai produk dengan fungsi yang baik sesuai dengan apa yang telah ditetapkan
3,17 Baik
Rata-rata 3,22 Baik
Sumber : Data Primer Diolah, 2021
Dari tabel di atas dapat diketahui skor paling tinggi (3,34) terdapat pada item kuesioner βSaya merasa Matahari Department Store menawarkan berbagai produk dengan banyak macam model bagi segala usiaβ, hal ini menunjukan bahwa persepsi responden terhadap produk yang ditawarkan, memiliki banyak model bagi segala usia. Sementara skor yang paling rendah (2,89) terdapat pada kuesioner βSaya merasa Matahari Department Store menawarkan berbagai produk yang unik dan hanya terdapat di Matahariβ, hal ini menunjukan bahwa persepsi responden terhadap produk yang ditawarkan, unik dan hanya di Matahari.
Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa rata-rata skor untuk variabel kualitas produk adalah 3,22 yang termasuk dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa produk Matahari Department Store tergolong baik.
c. Variabel Harga
Tabel V.13
Analisis Deskriptif Variabel Harga
Variabel No Item Pernyataan Rata-Rata Skor
Variabel No Item Pernyataan Rata-Rata Skor