BAB III METODE PENELITIAN
G. Uji Instrumen Penelitian
2) Uji Reliabilitas
Reliabilitas memiliki pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Suharsimi Arikunto, 2013: 221). Pengertian reliabel
yang dikemukakan Sugiyono (2013: 173) adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Reliabilitas dapat diartikan instrumen yang dapat dipercaya untuk mengumpulkan data dari objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.
Koefisien reliabilitas berdasarkan penjelasan Saifuddin Azwar (2012: 112) berada dalam rentang angka dari 0 sampai 1,00 dengan tanda positif atau negatif. Semakin koefisien reliabilitas tinggi mendekati angka 1,00 berarti pengukuran semakin reliabel, namun dalam kenyataan pengukuran psikologis koefisien sempurna yang mencapai angka 1,00 belum pernah dijumpai. Pada umumnya reliabilitas dianggap memuaskan bila koefisiennya mencapai minimal r = 0,900 (Saifuddin Azwar, 2012: 126). Skala self disclosure dan intimasi pertemanan diuji dengan uji reliabilitas instrumen menggunakan Alpha Cronbach (α) yang diolah dalam software IBM SPSS Statistic 20.
Rumus Alpha Cronbach (Saifuddin Azwar, 2012: 118), sebagai berikut:
α = [ −s + ss ]
Keterangan:
sy12 dan sy22 = Varians skor Y1 dan varians skor Y2 2
Lebih lanjut dilakukan analisis aitem skala self disclosure dan intimasi pertemanan untuk seleksi aitem. Menurut Saiffudin Azwar (2012: 80), untuk mengukur atribut nonkognitif, parameter yang paling penting adalah daya beda atau daya diskriminasi aitem. Aitem yang memiliki daya diskriminasi mendekati 1,00 semakin baik. Tanda negatif atau koefisien yang mendekati angka 0 mengindikasikan bahwa aitem yang bersangkutan tidak memiliki daya diskriminasi. Kriteria pemilihan aitem berdasarkan korelasi aitem total, biasanya digunakan batasan r ≥ 0,30. Semua aitem yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya bedanya dianggap memuaskan. Aitem yang memiliki harga r < 0,30 dapat diinterpretasikan memiliki daya beda rendah. Apabila aitem yang memiliki koefisien korelasi aitem total r ≥ 0,30 jumlahnya lebih dari aitem yang dispesifikan dalam rencana untuk dijadikan skala, maka dapat dipilih aitem-aitem yang memiliki daya diskriminasi tertinggi. Sebaliknya apabila jumlah aitem yang lolos ternyata masih tidak mencukupi jumlah yang diinginkan, dapat dipertimbangkan untuk menurunkan sedikit batas kriteria misalnya menjadi 0,25 sehingga jumlah aitem yang diinginkan dapat tercapai (Saifuddin Azwar, 2012: 86).
3. Hasil Uji Instrumen a. Skala Self Disclosure
1) Uji Validitas
Penelitian ini menggunakan skala self disclosure sebagai instrumen pengumpulan data yang sudah terlebih dahulu diuji validitasnya dengan validitas isi melalui expert judgment (dosen
pembimbing). Berdasarkan hasil uji validitas instrumen, skala self disclosure bisa digunakan, ada aitem yang memerlukan perbaikan dan
ada aitem yang gugur. Hasil uji validitas dari 31 aitem, ada 3 aitem yang gugur karena kurang sesuai dengan indikator yang diteliti, yaitu pada aitem nomor 29, 30 dan 31. Jumlah aitem setelah dilakukan uji validitas sebanyak 28 aitem. Uji validitas skala self disclosure dapat dilihat pada lampiran 3, halaman 89.
2) Uji Reliabilitas
Uji reabilitas instrumen menggunakan formula Alpha Cronbach
(α) yang diolah dalam software IBM SPSS Statistic 20, dengan nilai
koefisien α 0,823. Lebih lanjut dilakukan uji seleksi aitem dengan r
aitem total, standar minimal r = 0,3, akan tetapi ada 4 aitem yang menggunakan standar minimal 0,25. Alasan mempertahankan keempat aitem tersebut, agar jumlah aitem pada setiap indikator proporsional, keempat aitem tersebut yaitu aitem nomor 5 dengan r = 0,289 mewakili aitem positif indikator kecermatan dan kejujuran, aitem nomor 7 dengan r = 0,260 mewakili aitem negatif indikator intensitas, aitem nomor 17 dengan r = 0,291 mewakili aitem negatif indikator kecermatan dan kejujuran, dan aitem nomor 18 dengan r = 0,279 mewakili aitem positif indikator intensitas. Berdasarkan hasil analisis seleksi aitem skala self disclosure dari 28 aitem, sebanyak 7 aitem gugur dan 21 aitem lolos. Aitem-aitem yang dinyatakan gugur ialah aitem nomor 2, 4, 6, 9, 11, 15, dan 20. Perhitungan uji reliabilitas
dapat dilihat dalam lampiran 5, halaman 91. Tabel 4 merupakan deskripsi dari kisi-kisi skala self disclosure setelah uji validitas dan reliabilitas.
Tabel 4. Kisi-kisi Skala Self Disclosure Setelah Uji Validitas dan Reliablitas
No Variabel Indikator Subindikator Butir Aitem Banyak
Aitem
+ -
1.
Self Disclosure
Intensitas Durasi Memberikan
Informasi
1, 18,
23 7, 27 5
2. Kuantitas Jumlah Informasi 8, 12,
22 13 4
3. Valensi Dampak bagi
Pendengar 3, 14, 25 24 4 4. Kecermatan dan Kejujuran Kecermatan dan Kejujuran tentang Diri Sendiri 5, 10, 28 17, 19 5
5. Kedalaman Kedekatan dengan
Orang Lain
16,
27 21 3
Jumlah Aitem 21
b. Skala Intimasi Pertemanan 1) Uji Validitas
Penelitian ini menggunakan skala intimasi pertemanan sebagai instrumen pengumpulan data yang sudah terlebih dahulu diuji validitasnya dengan validitas isi melalui expert judgment (dosen
pembimbing). Berdasarkan hasil uji validitas instrumen, skala intimasi pertemanan bisa digunakan, ada aitem yang memerlukan perbaikan dan ada aitem yang gugur. Hasil uji validitas dari 35 aitem, ada 6 aitem yang gugur karena kurang sesuai dengan indikator yang diteliti, yaitu pada aitem nomor 30, 31, 32, 33, 34 dan 35. Jumlah aitem setelah dilakukan uji validitas sebanyak 29 aitem. Uji validitas skala intimasi pertemanan dapat dilihat pada lampiran 4, halaman 90.
2) Uji Reliabilitas
Uji reabilitas instrumen menggunakan formula Alpha Cronbach
(α) yang diolah dalam software IBM SPSS Statistic 20, dengan nilai
koefisien α 0,858. Lebih lanjut dilakukan uji seleksi aitem dengan r aitem total, standar minimal r = 0,3, akan tetapi ada 2 aitem yang menggunakan standar minimal 0,25. Alasan mempertahankan kedua aitem tersebut, agar jumlah aitem pada setiap indikator proporsional, kedua aitem tersebut yaitu aitem nomor 9 dengan r = 0,294 mewakili aitem positif indikator sensitivitas dan pengertian dan aitem nomor 11 dengan r = 0,291 mewakili aitem negatif indikator sensitivitas dan pengertian. Berdasarkan hasil analisis seleksi aitem skala intimasi pertemanan dari dari 29 aitem, sebanyak 5 aitem gugur, dan 24 aitem lolos. Aitem-aitem yang dinyatakan gugur ialah aitem nomor 14, 15, 18, 19 dan 22. Perhitungan uji reliabilitas dapat dilihat dalam lampiran 6, halaman 93. Tabel 5 merupakan deskripsi dari kisi-kisi skala intimasi pertemanan setelah uji validitas dan reliabilitas.
Tabel 5. Kisi-kisi Intimasi Pertemanan Setelah Uji Validitas dan Reliabilitas
No Variabel Indikator Subindikator
Butir Aitem Banyak Aitem + - 1. Intimasi Pertemanan Eksklusivitas Melakukan Aktivitas Bersama Teman Dekat 1, 20 24 3 2. Kejujuran dan Spontanitas Keterbukaan Diri Sendiri 2, 17 21 3
3. Kasih Sayang Kedekatan
Emosional 3, 10 26 3 4. Kepercayaan dan Kesetiaan Saling Menjaga 4, 27 8 3 Kesediaan sebagai Teman 7, 25 5, 28 4 5. Sensitivitas dan Pengertian Empati 6, 12, 16, 29 - 4 Berbagi Apa yang
Dimiliki 9, 23 11, 13 4
Jumlah Aitem 24