• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Reliabilitas

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH T KHAIRUNNISA (Halaman 50-0)

BAB III METODE PENELITIAN

3.8 Metode Analisis Data

3.8.1 Uji Kualitas Instrumen

3.8.1.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah suatu tingkatan yang mengukur konsistensi hasil jika dilakukan pengukuran berulang pada suatu karakteristik. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan nilai Cronbach’s alpha. Secara empiris, reliabilitas internal consistency dapat diterima jika α ≥ 0,6. Secara teori, indikator-indikator penelitian dikatakan reliabel jika nilai α pada indikator penuh bernilai lebih besar daripada nilai α ketika salah satu indikator dihapus. Dalam hal ini juga diharapkan α ≥ 0,6. Uji reliabilitas harus dilakukan hanya pada pernyataan yang telah memiliki atau memenuhi uji validitas, jadi jika tidak memenuhi syarat uji validitas maka tidak perlu diteruskan untuk uji reliabilitas (Noor, 2011).

37

3.8.2 Uji Analisis Statistik Deskriptif

Metode analisis deskriptif merupakan kegiatan menyimpulkan data mentah dalam jumlah yang besar sehingga hasilnya dapat ditafsirkan. Mengelompokkan atau memisahkan komponen atau bagian yang relevan dari keseluruhan data, juga merupakan salah satu bentuk analisis untuk menjadikan data mudah dikelola.

3.8.3 Uji Asumsi Klasik

Hasil analisis regresi memerlukan pengujian asumsi klasik untuk menghasilkan suatu model yang baik. Uji asusmsi klasik digunakan untuk mengetahui ada tidak nya multikolinearitas, dan heteroskedastisitas dalam model regresi.

3.8.3.1 Uji Normalitas

Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal. Dalam penelitian ini untuk menguji apakah distribusi data normal atau tidak dilakukan dengan cara analisis statistik dan analisis grafik.

Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan pendekatan Kolmogorov – Smirnov, dengan tingkat signifikan 5%, jika nilai Pvalue (sig) di atas nilai signifikan 5% dapat disimpulkan bahwa data diambil dari populasi yang berdistribusi normal.

Sedangkan analisis grafik, yang pertama dengan mengamati histogram yang membandingkan data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Apabila distribusi data observasi mendekati distribusi yang mendekati distribusi normal maka model memenuhi asumsi normalitas. Kedua dengan menggunakan normal probability plot dengan membandingkan distribusi

kumulatif dari distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal, dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data residual normal, maka titik-titik yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonal.

3.8.3.2 Uji Multikolinearitas

Uji ini untuk melihat variabel independen yang satu dengan yang lain dalam model regresi linier berganda tidak saling berhubungan secara sempurna. Untuk mengetahui terjadinya multikolonieritas dapat dilihat dari besarnya nilai tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor) melalui program SPSS. Nilai umum yang biasa digunakan adalah tolerance > 1 atau nilai VIF < 10, maka tidak terjadi multikolonieritas (Situmorang, 2010:153).

3.8.3.3 Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk melihat terjadinya ketidaksamaan varians dari residual untuk pengamatan model regresi. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain konstan maka disebut homoskedastisitas.

Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas atau terjadi homoskedastisitas. Heteroskedastisitas diuji dengan melihat pola tertentu pada grafik Scatter Plot. Dimana tidak terjadi heterokedastisitas apabila titik-titik menyebar secara acak, tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas dan tersebar baik di atas maupun di bawah angka nol pada sumbu Y.

3.8.4 Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi berganda dalam penelitian ini digunakan untuk menyatakan hubungan fungsional antara variabel independen dan variabel dependen. Adapun

39

bentuk model regresi yang digunakan sebagai dasar adalah bentuk fungsi linear yakni:

Y = a + + β 1X1 + β 2X2 + β 3X3 Dimana:

a = Konstanta

Y = Good Corporate Governance X1 = Manajemen Resiko

X2 = Budaya Organisasi X3 = Pengendalian Internal

β 1, β 2, β 3 = Koefisien Regresikoefisien regresi masing-masing variabel independen

3.8.5 Uji Hipotesis

3.8.5.1 Koefisien Determinasi (R2)

Analisis koefisien determinasi dalam regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui persentase pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Y). Koefisien determinasi bernilai antara 0 sampai dengan 1.Semakin mendekat ke angka 0 menunjukkan bahwa semakin kecilnya pengaruh yang diberikan oleh variabel independen terhadap variabel dependen. Begitu pula jika mendekati angka 1 maka pengaruh yang diberikan oleh variabel independen terhadap variabel dependen semakin besar. Hal ini berarti apabila R2 = 0 maka variabel independen tidak memiliki persentase pengaruh terhadap variabel dependen. Sebaliknya apabila R2 = 1, maka persentase pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah sempurna.

3.8.5.2 Uji Parsial (Uji-t)

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh suatu variabel independen secara parsial (individual) terhadap variabel dependen.

Ha : b1 ≠ 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.

Kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut:

Ha diterima jika thitung > ttabel pada sig < α = 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa secara parsial penerapan standar akuntansi pemerintahan, kompetensi sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.

Ha ditolak jika thitung < ttabel pada sig > α = 0,05. Hasil ini menunjukkan secara parsial penerapan standar akuntansi pemerintahan, kompetensi sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.

3.8.5.3 Uji Simultan (Uji F)

Uji F adalah menguji variabel independen secara bersama terhadap variabel dependen. Kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut:

Ha : b1, b2, b3 ≠ 0, artinya secara simultan terdapat pengaruh signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.

Kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut:

Ha diterima jika Fhitung > Ftabel pada sig < α = 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa Manajemen Resiko, Budaya Organisasi dan Pengendalian Internal secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Good Corporate Governance.

41

Ha ditolak jika Fhitung < Ftabel pada sig > α = 0,05. Hasil ini menunjukkan Manajemen Resiko, Budaya Organisasi dan Pengendalian Internal secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Good Corporate Governance.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengumpulan Data

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan standar akuntansi pemerintahan, kompetensi sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan pada PT Jasa Marga Tbk, Cabang Belmera Medan Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disampaikan langsung oleh peneliti kepada responden. Kuesioner yang telah diisi oleh responden dikumpulkan kembali untuk selanjutnya ditabulasi dalam Microsoft Office Excel 2010 dan diolah dengan menggunakan program SPSS for windows. Adapun waktu untuk mengumpulkan kuesioner-kuesioner tersebut selama 2 minggu.

Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu dengan menyebarkan 128 kuesioner kepada responden, kemudian memberikan waktu kepada responden untuk menjawab kuesioner yang telah dibagikan, lalu mengumpulkan/mengambil kembali kuesioner tersebut sesuai batas waktu yang telah ditentukan.

Tabel 4.1 Data Hasil Kuesioner

Keterangan Jumlah

Kuesioner yag dibagikan 128

Kuesioner yang kembali 128

Tigkat pengenmbalian (respon rate) 100%

Sumber : Data Primer yang diolah oleh penulis, 2018.

43

Tabel 4.2

Distribusi Frekuensi dan Persentase berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

Laki-Laki 108 84.38

Perempuan 20 15.63

Total 128 100

Sumber : Data Primer yang diolah oleh penulis, 2018.

Tabel 4.2 disajikan distribusi frekuensi dan persentase berdasarkan variabel jenis kelamin. Diketahui jumlah responden dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 108 (84,38%), sementara perempuan 20 (15,63%).

Tabel 4.3

Distribusi Frekuensi dan Persentase berdasarkan Umur Umur Frekuensi Persentase

30-39 Tahun 13 10.16

40-49 Tahun 29 22.66

>= 50 Tahun 80 62.50

Total 128 100

Sumber : Data Primer yang diolah oleh penulis, 2018.

Tabel 4.3 disajikan distribusi frekuensi dan persentase berdasarkan variabel umur. Diketahui jumlah responden dengan usia 30-39 tahun sebanyak 13 (10,16%), usia 40-49 tahun sebanyak 29 (22,66%) dan >= 50 tahun sebanyak 80 (62,50%).

4.2 Analisis Data

4.2.1 Uji Kualitas Instrumen

Sebelum dilakukan pengujian untuk analisis statistik deskriptif data penelitian maupun pengujian asumsi klasik dan pengujian hipotesis maka perlu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas instrumen karena jenis data penelitian adalah data primer.

4.2.1.1 Hasil Uji Validitas

Berikut hasil dari uji validitas terhadap butir-butir pertanyaan dari variabel manajemen resiko (X1).

Tabel 4.4

Uji Validitas terhadap Butir-Butir Pertanyaan Variabel Manajemen Resiko (X1)

Pertanyaan R Hitung R Tabel Keterangan

PX1 0.625 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX2 0.68 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX3 0.847 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX4 0.787 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX5 0.567 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX6 0.57 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX7 0.677 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX8 0.661 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX9 0.743 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX10 0.654 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) Sumber : Data Primer yang diolah oleh penulis, 2018.

Diketahui jumlah pertanyaan kuesioner pada variabel manajemen resiko sebanyak 10 pertanyaan. Suatu pertanyaan dikatakan valid apabila nilai R Hitung > R Tabel 0,361. Diketahui seluruh pertanyaan manajemen resiko dengan nilai R Hitung > R Tabel 0,361, yang berarti telah memenuhi syarat validitas.

Tabel 4.6

Uji Validitas terhadap Butir-Butir Pertanyaan Variabel Budaya Organisasi (X3)

Pertanyaan R Hitung R Tabel Keterangan

45

PX11 0.629 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX12 0.707 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX13 0.615 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX24 0.764 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX15 0.665 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX16 0.742 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX17 0.622 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX18 0.678 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX19 0.676 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX20 0.662 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX21 0.602 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX22 0.789 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX23 0.79 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX24 0.637 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX25 0.46 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) Sumber : Data Primer yang diolah oleh penulis, 2018.

Diketahui jumlah pertanyaan kuesioner pada variabel budaya organisasi sebanyak 15 pertanyaan. Suatu pertanyaan dikatakan valid apabila nilai R Hitung > R Tabel 0,361. Diketahui seluruh pertanyaan budaya organisasi dengan nilai R Hitung > R Tabel 0,361, yang berarti telah memenuhi syarat validitas.

Tabel 4.5

Uji Validitas terhadap Butir-Butir Pertanyaan Variabel Pengendalian Internal (X2) Pertanyaan R Hitung R Tabel Keterangan

PX11 0.758 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel)

PX12 0.808 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX13 0.832 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX14 0.852 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX15 0.747 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX16 0.875 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX17 0.819 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX18 0.811 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX19 0.787 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX20 0.784 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX21 0.867 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX22 0.75 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX23 0.697 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX24 0.696 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PX25 0.633 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) Sumber : Data Primer yang diolah oleh penulis, 2018.

Diketahui jumlah pertanyaan kuesioner pada variabel pengendalian internal sebanyak 15 pertanyaan. Suatu pertanyaan dikatakan valid apabila nilai R Hitung >

R Tabel 0,361. Diketahui seluruh pertanyaan pengendalian internal dengan nilai R Hitung > R Tabel 0,361, yang berarti telah memenuhi syarat validitas.

Tabel 4.7

Uji Validitas terhadap Butir-Butir Pertanyaan Variabel Good Corporate Gonvernance (Y) Pertanyaan R Hitung R Tabel Keterangan

PY41 0.522 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PY42 0.626 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel)

47

PY43 0.406 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PY44 0.539 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PY45 0.704 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PY46 0.582 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PY47 0.596 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PY48 0.623 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PY49 0.67 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) PY50 0.52 0.361 Valid (R Hitung > R Tabel) Sumber : Data Primer yang diolah oleh penulis, 2018.

Diketahui jumlah pertanyaan kuesioner pada variabel good corporate governance sebanyak 10 pertanyaan. Suatu pertanyaan dikatakan valid apabila nilai R Hitung >

R Tabel 0,361. Diketahui seluruh pertanyaan good corporate governance dengan nilai R Hitung > R Tabel 0,361, yang berarti telah memenuhi syarat validitas.

4.2.1.2 Hasil Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas harus dilakukan hanya pada pertanyaan yang telah memiliki atau memenuhi uji validitas, jadi jika tidak memenuhi syarat uji validitas maka tidak perlu diteruskan untuk uji reliabilitas. Berikut hasil dari uji reliabilitas terhadap butir-butir pertanyaan yang valid.

Tabel 4.8 Uji Reliabilitas

Variabel Nilai Cronbach's Alpha Keterangan

Manajemen Resiko 0.912 Reliabel (Cronbach's Alpha > 0.6)

Pengendalian Internal 0.962 Reliabel (Cronbach's Alpha > 0.6) Budaya Organisasi 0.931 Reliabel (Cronbach's Alpha > 0.6) Good Corporate Governance 0.826 Reliabel (Cronbach's Alpha > 0.6)

Sumber : Data Primer yang diolah oleh penulis, 2018.

Jika nilai Alpha Cronbach lebih besar dari 0,6, maka kuesioner penelitian bersifat reliabel. Diketahui bahwa kuesioner bersifat reliabel, karena seluruh nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,6.

4.2.2 Hasil Analisis Statistik Deskriptif

Pada bagian analisis deskriptif, disajikan distribusi frekuensi dan persentase dari variabel Manajemen Resiko, Pengendalian Internal, Budaya Organisasi dan Good Corporate Governance.

Tabel 4.9

Distribusi Frekuensi dan Persentase Berdasarkan Pertanyaan-Pertanyaan pada Variabel Manajemen Resiko

P STS TS KS S SS Total

Tabel 4.9 disajikan distribusi frekuensi dan persentase jawaban responden berdasarkan 128 responden untuk variabel manajemen resiko. Diketahui jumlah pertanyaan pada variabel manajemen resiko sebanyak 10 pertanyaan. Diketahui untuk pertanyaan ke-1, 2, 3, 8 dan 10 mayoritas menjawab setuju (S), sementara pada pertanyaan ke-4, 5, 6, 7 dan 9 mayoritas responden menjawab kurang setuju (KS). Diketahui nilai rata-rata secara keseluruhan adalah 3,334, yang dapat diartikan dari keseluruhan pertanyaan, responden secara umum menjawab kurang setuju.

49

Tabel 4.10

Distribusi Frekuensi dan Persentase Berdasarkan Pertanyaan-Pertanyaan pada Variabel Budaya Organisasi

P STS TS KS S SS Total

Tabel 4.10 disajikan distribusi frekuensi dan persentase jawaban responden berdasarkan 128 responden untuk variabel budaya organisasi. Diketahui jumlah pertanyaan pada variabel budaya organisasi sebanyak 15 pertanyaan. Diketahui untuk pertanyaan ke-1, 2, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 11, 12, 13 dan 14 mayoritas menjawab setuju (S), sementara pada pertanyaan ke-3, 8 dan 15 mayoritas responden menjawab kurang setuju (KS). Diketahui nilai rata-rata secara keseluruhan adalah 3,413, yang dapat diartikan dari keseluruhan pertanyaan, responden secara umum menjawab kurang setuju.

Tabel 4.11

Distribusi Frekuensi dan Persentase Berdasarkan Pertanyaan-Pertanyaan pada Variabel Pengendalian Internal

P STS TS KS S SS Total

Mean

F % f % F % F % f % f %

PX26 3 2.34 23 17.97 42 32.81 40 31.25 20 15.62 128 100 3.4

PX27 3 2.34 29 22.66 48 37.5 37 28.91 11 8.59 128 100 3.19

Tabel 4.11 disajikan distribusi frekuensi dan persentase jawaban responden berdasarkan 128 responden untuk variabel pengendalian internal. Diketahui jumlah pertanyaan pada variabel manajemen resiko sebanyak 15 pertanyaan. Diketahui untuk pertanyaan ke-8, 9, 10, 11, 12, 14 dan 15 mayoritas menjawab setuju (S), sementara pada pertanyaan ke-1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan 13 mayoritas responden menjawab kurang setuju (KS). Diketahui nilai rata-rata secara keseluruhan adalah 3,358, yang dapat diartikan dari keseluruhan pertanyaan, responden secara umum menjawab kurang setuju.

Tabel 4.12

Distribusi Frekuensi dan Persentase Berdasarkan

Pertanyaan-Pertanyaan pada Variabel Good Corporate Governance

P STS TS KS S SS Total Mean

51

PY46 2 1.56 20 15.62 41 32.03 48 37.5 17 13.28 128 100 3.45 PY47 3 2.34 19 14.84 38 29.69 55 42.97 13 10.16 128 100 3.44 PY48 3 2.34 24 18.75 44 34.38 46 35.94 11 8.59 128 100 3.3 PY49 1 0.78 27 21.09 48 37.5 46 35.94 6 4.69 128 100 3.23 PY50 2 1.56 23 17.97 48 37.5 43 33.59 12 9.38 128 100 3.31

Total Rata-Rata 3.42

Sumber : Data Primer yang diolah oleh penulis, 2018.

Tabel 4.12 disajikan distribusi frekuensi dan persentase jawaban responden berdasarkan 128 responden untuk variabel good corporate governance. Diketahui jumlah pertanyaan pada variabel budaya organisasi sebanyak 10 pertanyaan.

Diketahui untuk pertanyaan ke-1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan 8 mayoritas menjawab setuju (S), sementara pada pertanyaan ke-9 dan 10 mayoritas responden menjawab kurang setuju (KS). Diketahui nilai rata-rata secara keseluruhan adalah 3,42, yang dapat diartikan dari keseluruhan pertanyaan, responden secara umum menjawab kurang setuju.

4.2.3 Uji Asumsi Klasik 4.2.3.1 Hasil Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Uji dan mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Dalam penelitian ini, uji normalitas terhadap residual dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Tingkat signifikansi yang digunakan . Dasar pengambilan keputusan adalah melihat angka probabilitas , dengan ketentuan sebagai berikut.

Jika nilai probabilitas 0,05, maka asumsi normalitas terpenuhi.

Jika probabilitas < 0,05, maka asumsi normalitas tidak terpenuhi.

Tabel 4.13 Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 128

Normal Parametersa,,b Mean .0000000

Std. Deviation .33373138

Most Extreme Differences Absolute .074

Positive .049

Negative -.074

Kolmogorov-Smirnov Z .836

Asymp. Sig. (2-tailed) .487

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Sumber : Data Primer yang diolah oleh penulis, 2018.

Perhatikan bahwa berdasarkan Tabel 4.13, diketahui nilai probabilitas atau Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,487. Karena nilai probabilitas , yakni 0,487 lebih besar dibandingkan tingkat signifikansi, yakni 0,05. Hal ini berarti asumsi normalitas terpenuhi.

Gambar 4.1 Uji Normalitas P-P Plot Sumber : Data Primer yang diolah oleh penulis, 2018.

Berdasarkan hasil pengujian normalitas dengan pendekatan normal probability plot (Gambar 4.1), terlihat sebaran data dekat dengan garis diagonal, yang berarti data berdistribusi normal.

53

4.3.2.2 Hasil Uji Multikolinearitas

Untuk memeriksa apakah terjadi multikolinearitas atau tidak dapat dilihat dari nilai variance inflation factor (VIF). Nilai VIF yang lebih dari 10 diindikasi suatu variabel bebas terjadi multikolinearitas (Ghozali, 2013).

Tabel 4.14 Uji Multikolinearitas

Model

Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)

Manajemen Resiko (X1) .750 1.334 Pengendalian Internal (X2) .653 1.530 Budaya organisasi (X3) .746 1.341

Sumber : Data Primer yang diolah SPSS, 2018.

Perhatikan bahwa berdasarkan Tabel 4.14, nilai VIF dari variabel manajemen resiko adalah 1,334, nilai VIF dari pengendalian internal adalah 1,530 dan nilai VIF dari budaya organisasi adalah 1,341. Karena masing-masing nilai VIF tidak lebih besar dari 10, maka tidak terdapat gejala multikolinearitas yang berat.

4.2.3.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas

Uji statistik Glejser dipilih karena lebih dapat menjamin keakuratan hasil dibandingkan dengan uji grafik plot yang dapat menimbulkan bias. Uji Glejser dilakukan dengan meregresikan variabel bebas terhadap nilai absolute residual-nya terhadap variabel dependen (Ghozali, 2013). Kriteria yang digunakan untuk menyatakan apakah terjadi heteroskedastisitas atau tidak di antara data pengamatan dapat dijelaskan dengan menggunakan koefisien signifikansi. Koefisien signifikansi harus dibandingkan dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan sebelumnya (5%).

Apabila koefisien signifikansi lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditetapkan,

maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas (homoskedastisitas). Jika koefisien signifikansi lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan, maka dapat disimpulkan terjadi heteroskedastisitas.

Tabel 4.15

Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser

Coefficientsa

Berdasarkan Tabel 4.15, diketahui nilai probabilitas atau Sig. Glejser dari manajemen resiko adalah 0,383, nilai Sig. Glejser dari pengendalian internal adalah 0,298 dan nilai Sig. Glejser dari budaya organisasi adalah 0,907. Diketahui seluruh nilai Sig Glejser > 0,05, maka disimpulkan tidak terjadi heteroskedastistas.

4.3.4 Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Tabel 4.16 menyajikan nilai koefisien regresi, serta nilai statistik t untuk pengujian pengaruh secara parsial.

Tabel 4.16

Hasil Uji Regresi Liniear Berganda

Model

55

Berdasarkan Tabel 4.16, diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut.

Dimana :

Y = Good Corporate Governance X1 = Manajemen Resiko

X2 = Budaya Organisasi X3 = Pengendalian Internal

Berdasarkan hasil pada Tabel 4.16, diketahui:

1. Nilai konstanta sebesar -0,888 yang menunjukkan apabila semua variabel independen dianggap konstan atau nol, maka nilai dari Good Corporate Governance adalah sebesar -0,888.

2. Nilai koefisien dari adalah 0,255, yakni bernilai positif. Hal ini berarti manajemen resiko berpengaruh positif terhadap good corporate governance.

Diketahui nilai t hitung 4,027 > t tabel 1,97. dan Sig 0,000 < 0,05, maka manajemen resiko berpengaruh signifikan terhadap good corporate governance.

3. Nilai koefisien dari adalah 0,281, yakni bernilai positif. Hal ini berarti budaya organisasi berpengaruh positif terhadap good corporate governance.

Diketahui nilai t hitung 3,588 > t tabel 1,97 dan Sig 0,000 < 0,05, maka budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap good corporate governance.

4. Nilai koefisien dari pengendalian internal adalah 0,216, yakni bernilai positif. Hal ini berarti berpengaruh positif terhadap good corporate

governance. Diketahui nilai t hitung 2,444 > t tabel 1,97 dan Sig 0,016 <

0,05, maka pengendalian internal berpengaruh signifikan terhadap good corporate governance.

4.3.5 Uji Hipotesis

4.3.5.1 Hasil Koefisien Determinasi ( )

Koefisien determinasi ( ) merupakan suatu nilai (nilai proporsi) yang mengukur seberapa besar kemampuan variabel-variabel bebas yang digunakan dalam persamaan regresi, dalam menerangkan variasi variabel tak bebas.

Tabel 4.17 Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .643a .413 .399 .3377443

a. Predictors: (Constant), Budaya organisasi (X3), Manajemen Resiko (X1), Pengendalian Internal (X2)

b. Dependent Variable: Good Corporate Governance (Y)

Sumber : Data Primer yang diolah SPSS, 2018.

Berdasarkan Tabel 4.17 , nilai koefisien determinasi terletak pada kolom R-Square. Diketahui nilai koefisien determinasi sebesar . Nilai tersebut berarti seluruh variabel bebas, yakni manajemen resiko, pengendalian internal dan budaya organisasi secara simultan mempengaruhi variabel good corporate governance sebesar 41,3%, sisanya sebesar 58,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

4.3.5.2 Hasil Uji Simultan (Uji )

Uji bertujuan untuk menguji pengaruh variabel bebas secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel tak bebas.

57

Tabel 4.18

Uji Pengaruh Simultan dengan Uji

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 9.968 3 3.323 29.129 .000a

Residual 14.145 124 .114

Total 24.113 127

a. Predictors: (Constant), Budaya organisasi (X3), Manajemen Resiko (X1), Pengendalian Internal (X2) b. Dependent Variable: Good Corporate Governance (Y)

Sumber : Data Primer yang diolah SPSS, 2018.

Berdasarkan Tabel 4.18, diketahui nilai Sig. adalah 0,000 dan nilai

. Karena Sig. 0,000 0,05 dan (F Tabel tersaji di lampiran), maka disimpulkan bahwa pengaruh simultan dari seluruh variabel bebas, yakni manajemen resiko, pengendalian internal dan budaya organisasi signifikan secara statistika terhadap Good Corporate Governance pada PT. Jasa Marga Tbk. Cabang Belmera Medan.

Gambar 4.2 Uji F

Sumber : Data Primer yang diolah oleh penulis, 2018.

4.3.5.3 Hasil Uji Parsial (Uji t)

Tabel 4.19 menyajikan nilai koefisien regresi, serta nilai statistik t untuk pengujian pengaruh secara parsial.

Tabel 4.19

Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji )

Model

a. Dependent Variable: Glejser

Sumber : Data Primer yang diolah SPSS, 2018.

Berdasarkan hasil pada Tabel 4.19, dapat disimpulkan mengenai hasil uji hipotesis secara parsial dari masing- masing variabel independen sebagai berikut :

H1 : Manajemen Resiko berpengaruh terhadap Good Corporate Governance pada PT. Jasa Marga Tbk. Cabang Belmera Medan

Nilai koefisien dari Manajemen Resiko adalah 0,255, yakni bernilai positif. Hal ini berarti Manajemen Resiko berpengaruh positif terhadap Good Corporate Governance pada PT. Jasa Marga Tbk. Cabang Belmera Medan. Diketahui nilai thitung 4,027 > ttabel 1,979 dan Sig 0,000 < 0,05, maka Manajemen Resiko berpengaruh signifikan terhadap Good Corporate Governance pada PT. Jasa Marga Tbk. Cabang Belmera Medan.

H2 : Budaya Organisasi berpengaruh terhadap Good Corporate Governance pada PT. Jasa Marga Tbk. Cabang Belmera Medan

Nilai koefisien dari Budaya Organisasi adalah 0,216, yakni bernilai positif. Hal ini berarti Budaya Organisasi berpengaruh positif terhadap Good Corporate

59

Governance pada PT. Jasa Marga Tbk. Cabang Belmera Medan. Diketahui nilai thitung 2,444 > ttabel 1,979 dan Sig 0,016 < 0,05, maka Budaya Organisasi berpengaruh signifikan terhadap Good Corporate Governance pada PT. Jasa Marga Tbk. Cabang Belmera Medan.

H3 :Pengendalian Internal berpengaruh terhadap Good Corporate Governance pada PT. Jasa Marga Tbk. Cabang Belmera Medan

Nilai koefisien dari Pengendalian Internal adalah 0,281, yakni bernilai positif. Hal ini berarti Pengendalian Internal berpengaruh positif terhadap Good Corporate Governance pada PT. Jasa Marga Tbk. Cabang Belmera Medan. Diketahui nilai thitung 3,588 > ttabel 1,979 dan Sig 0,000 < 0,05, maka Pengendalian Internal berpengaruh signifikan terhadap Good Corporate Governance pada PT. Jasa Marga Tbk. Cabang Belmera Medan.

Gambar 4.1 Uji T

Sumber : Data Primer yang diolah oleh penulis, 2018.

4.4 Pembahasan Hasil Penelitian

Pengaruh Manajemen Resiko, Budaya organisasi dan Pengendalian Internal terhadap Good Corporate Governance pada PT. Jasa Marga Tbk. Cabang Belmera Medan

Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa Manajemen Resiko, Budaya Organisasi dan Pengendalian Internal berpengaruh signifikan terhadap

terhadap Good Corporate Governance pada PT. Jasa Marga Tbk. Cabang Belmera Medan. Dapat diartikan bahwa dalam meningkatkan Good Corporate Governance, PT. Jasa Marga Tbk. Cabang Belmera Medan telah memperhitungkan dan mempertimbangkan faktor Manajemen Resiko, Budaya Organisasi dan Pengendalian Internal.

Pengaruh Manajemen Resiko terhadap Good Corporate Governance pada PT.

Jasa Marga Tbk. Cabang Belmera Medan

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan manajemen risiko berpengaruh positif terhadap Good Corporate Governance. Hal ini mendukung penelitian Pradana (2014) dan Joeswanto (2015) yang menyebutkan bahwa manajemen risiko berpengaruh pada Good Corporate Governance. Manajemen risiko terkait bagaimana mengelola adanya risiko keuangan, risiko operasional dan risiko strategis yang sering dihadapi oleh lembaga harus diterapkan dalam upaya

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan manajemen risiko berpengaruh positif terhadap Good Corporate Governance. Hal ini mendukung penelitian Pradana (2014) dan Joeswanto (2015) yang menyebutkan bahwa manajemen risiko berpengaruh pada Good Corporate Governance. Manajemen risiko terkait bagaimana mengelola adanya risiko keuangan, risiko operasional dan risiko strategis yang sering dihadapi oleh lembaga harus diterapkan dalam upaya

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH T KHAIRUNNISA (Halaman 50-0)

Dokumen terkait