HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Uji Signifikansi Secara Simultan/ Serempak (Uji F)
Dilakukan untuk menguji pengaruh setiap variabel bebas (X1, X2) berupa variabel kompensasi dan komitmen organisasi terhadap variabel terikat (Y) yaitu variabel kinerja karyawan secara bersama-sama. Pengambilan keputusannya dengan membandingkan nilai Fhitungndengan nilai Ftabel. Bila nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel, maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen dalam model mempengaruhi variabel dependen.
Kriteria pengujian sebagai berikut :
H0 : b1,b2 = 0 artinya secara serentak tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2) variabel kompensasi dan komitmen organisasi terhadap variabel terikat (Y) yaitu variabel kinerja karyawan.
Hi : b1,b2 ≠ 0 artinya secara serentak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2) variabel kompensasi dan komitmen organisasi variabel terikat (Y) yaitu variabel kinerja karyawan.
H0 diterima jika Fhitung < Ftabel pada α = 5% Hi diterima jika Fhitung> Ftabel pada α = 5%
Tabel 4.12
Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 1973.027 2 986.514 36.904 .000a
Residual 1577.183 59 26.732
Total 3550.210 61
a. Predictors: (Constant), Komitmen_Organisasi, Kompensasi b. Dependent Variable: Kinerja_Karyawan
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS for Windows (2016)
Berdasarkan Tabel 4.12 dapat disimpulkan bahwa variabel Kompensasi dan Komitmen Organisasi secara simultan adalah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai FHitung adalah 36,904 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 dan diperoleh nilai
tingkat keyakinan 95%, α = 5% yaitu sebesar 4.001191. Dengan demikian diperoleh nilai FHitung>FTabel maka HO ditolak atau Ha diterima.
2. Uji Signifikansi Parsial (Uji t)
Uji statistik t disebut juga sebagai uji signifikansi parsial. Uji ini menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas secara individual dengan menerangkan variasi variabel terikat.
Kriteria pengujian sebagai berikut :
H0 : b1,b2 = 0, artinya suatu variabel bebas (X1, X2) variabel kompensasi dan komitmen organisasi secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat (Y) yaitu variabel kinerja karyawan.
Hi : b1,b2 ≠ 0, artinya suatu variabel bebas (X1, X2) variabel kompensasi dan komitmen organisasi secara parsial belum berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat (Y) yaitu variabel kinerja karyawan.
Kriteria pengambilan keputusan : H0 diterima jika thitung < ttabel pada α = 5% Hi diterima jika thitung> ttabel pada α = 5%
Tabel 4.13
Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji t)
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 15.663 6.061 2.584 .012 Kompensasi .774 .129 .641 6.024 .000 Komitmen_Organisasi .209 .138 .161 2.511 .021
a. Dependent Variable: Kinerja_Karyawan
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS for Windows (2016)
Berdasarkan Tabel 4.13 Hasil Uji t diatas, diketahui bahwa: a. Kompensasi(X1)
Variabel Kompensasi (X1) memiliki nilai �ℎ����� sebesar 6.024sedangkan nilai
������sebesar 2.000995 . Dengan demikian nilai �ℎ�����>������dengan tingkat
signifikansi sebesar 0.000 < 0.05. Artinya Kompensasi (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Maka kesimpulannya
HO ditolak atau Ha diterima, artinya, jika variabel Kompensasi (X1) ditingkatkan tingkat Kinerja Karyawan akan meningkat sebesar 0,774 satuan (unit).
b. Komitmen Organisasi (X2)
Variabel Komitmen Organisasi (X2)memiliki nilai
�ℎ�����sebesar2.511sedangkan nilai ������sebesar2.000995 . Dengan demikian
nilai �ℎ�����>������dengan tingkat signifikansi sebesar 0.021 <0.05. Artinya Komitmen Organisasi (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap
Kinerja Karyawan (Y). Maka kesimpulannya HO ditolak atau Ha diterima, artinya, jika variabel Komitmen Organisasi(X2) ditingkatkan tingkat Kinerja Karyawan akan meningkat sebesar 0,209 satuan (unit).
3. Identifikasi Determinan (R2)
Tabel 4.14
Hasil Uji Koefisien Determinasi (��)
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS for Windows (2016)
Berdasarkan Tabel 4.14 dapat disimpulkan bahwa koefisien determinasi yang telah disesuaikan (Adjusted R Square) adalah sebesar 0,541 atau 54,1% Adjusted
R Square berkisar pada angka 1 - 0, dengan catatan semakin besar angka Adjusted R Square maka akan semakin kuat hubungan dari ketiga variabel dan model
regresi.
R = 0,745 berarti hubungan antara Kompensasi dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan sebesar 74,5%. Artinya hubungannya erat (0,6 – 0,79). Semakin besar R berarti hubungan semakin erat. Untuk memastikan tipe hubungan antar variabel dapat dilihat pada Tabel 4.15 berikut ini:
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .745a .556 .541 5.17029
a. Predictors: (Constant), Komitmen_Organisasi, Kompensasi b. Dependent Variable: Kinerja_Karyawan
Tabel 4.15
Hubungan Antar Variabel
Nilai Interpretasi
0,0 – 0,19 Sangat Tidak Erat
0,2 – 0,39 Tidak Erat
0,4 – 0,59 CukupErat
0,6 – 0,79 Erat
0,8 – 0,99 Sangat Erat
Sumber : Situmorang dan Lufti (2014)
a. Adjusted R Square sebesar 0,541 berarti 54,1% faktor-faktor kinerja
karyawan dapat dijelaskan oleh Kompensasi dan Komitmen Organisasi Sedangkan selisihnya 45,9% lainnya dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.
b. Standart Error of the Estimateartinya mengukur variasi dari nilai yang
diprediksi. Standart Error of the Estimatejuga bisa disebut stabdart deviasi.
Standart Error of the Estimatesebesar 5,17029. Semakin kecil standart
deviasi berarti model semakin baik.
4.5 Pembahasan
4.5.1 Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan
Berdasarkan uji signifikansi Parsial (Uji T) terlihat bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Kompensasi (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dengan demikian secara parsial variabel Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan.
Hal ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Febriyanti Nafali (2011) dengan judul “ Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan
PT. Carsurindo Superintendent Medan” hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompensasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Carsurindo Superintendent Medan. Hasil penelitian menunjukkan thitung > ttabel yaitu 4,356 > 2,034 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Menurut Hasibuan (2005 : 133) kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang atau barang langsung maupun tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Kebijakan dalam hal kompensasi selainmemberikan imbalan pada karyawan atas pekerjaan yang dilakukan, jugamerupakan salah satu cara yang efektif untuk mempertahankan karyawan yang potensial. Dengan adanya kompensasi maka karyawan merasakan adanya ikatan dengan perusahaan. Kompensasi harus diberikan secara adil dan layak sesuai dengan kebijakan perusahaan karena kompensasi yang adil dan layak adalah sebagai faktor penting yang dapat memotivasi dan mempengaruhi kinerja karyawan untuk bekerjasama mencapai tujuan perusahaan yang diharapkan.
Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 62 responden pada PT. PLN (Persero) P3B Sumatera Unit Pelayanan Transmisi Medan secara parsial Kompensasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan dan didukung oleh frekuensi jawaban responden tentang variabel Kompensasi untuk keseluruhan butir pertanyaan didominasi dengan jawaban setuju, dengan demikian jika Kompensasi ditingkatkan maka Kinerja Karyawan juga akan meningkat.
4.5.2 Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan
Berdasarkan uji signifikansi Parsial (Uji T) terlihat bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Komitmen Organisasi (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,021 < 0,05 dengan demikian secara parsial variabel Komitmen Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan.
Hal ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Putri (2011) “Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Provinsi Sumatera Utara”hasil penelitian menunjukkan bahwa Komitmen Organisasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan thitung > ttabel yaitu 42,261 > 1,984 dengan tingkat signifikansi 0,038 < 0,05. Menurut Robbins dan Judge (dalam Rosidah, 2014 : 25) karyawan yang berkomitmen akan memiliki sedikit kemungkinan untuk mereka terlibat dalam hal yang dapat merugikan perusahaan karena memiliki rasa loyalitas yang tinggi. Komitmen organisasi, merupakan sikap para pegawai yang berkaitan dengan keterlibatannya dalam organisasi, kesetiaannya dengan organisasi dan rasa nyaman serta bangga menjadi bagian dari organisasi. Dengan begitu maka akan terciptanya kinerja pegawai menjadi lebih baik sehingga tujuan perusahaan akan cepat tercapai.
Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 62 responden pada PT. PLN (Persero) P3B Sumatera Unit Pelayanan Transmisi Medan secara parsial
Komitmen Organisasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan dan didukung oleh frekuensi jawaban responden tentang variabel Komitmen Organisasi untuk keseluruhan butir pertanyaan didominasi dengan jawaban setuju, dengan demikian jika Komitmen Organisasi meningkat maka Kinerja Karyawan juga akan meningkat.
BAB V