BAB V SARAN DAN KESIMPULAN
Lampiran 12. Uji statistik aktivitas antioksidan dengan Program R
Ho : Data %IC ekstrak etanolik bunga melinjo dan rutin terdistribusi normal.
H1 : Data %IC ekstrak etanolik bunga melinjo dan rutin tidak terdistribusi normal.
Pengujian distribusi normal dengan mmetode Shapiro-Wilk
Uji statistik
Kriteria uji : Ho diterima jika nilai P > 0,05 untuk taraf kepercayaan 95% Maka, Ho diterima. Data %IC untuk rutin dan ekstrak etanolik bunga melinjo
terdistribusi normal.
b. Pengujian Kesamaan Variansi Ho : Sd12 = Sd22 H1 : Sd12≠ Sd22 α : 0,05 Uji Statistik F = ² ² F = , ² , ²
= 3,393
Sd2 = Standar deviasi rutin Ho ditolak jika F ≥ F α/2 (n2-1,n1-1)
F < F 0,05/2 (3-1, 3-1) 3,393 < F 0,025 (2,2) 3,393 < 39,0
Jadi, Ho diterima, sehingga sampel ekstrak etanolik bunga melinjo dan rutin memiliki variansi yang homogen atau tidak berbeda.
c. Uji T tidak berpasang
Ho : IC50 ekstrak etanolik ≥ IC50 rutin H1 : IC50 ekstrak etanolik < IC50 rutin
Perhitungan uji T tidak berpasangan (one tail test)
(µ ₁ µ ₂)
√[ ( ) ² ( ) ][ ]
µ X1 = rata-rata IC50 ekstrak etanolik µ X₂ = rata-rata IC50 rutin
S₁= standar deviasi ekstrak etanolik S₂ = Standar deviasi rutin
Untuk α = 0,05, dengan df = 4, maka nilai t tabel untuk one tail test adalah 2,132 Perhitungan nilai T hitung :
( , , )
√[ ( ) , ² ( ) , ][ ]
= 973,17
Uji statistik : Ho ditolak jika Thitung < -Ttabel Ho diterima jika Thitung > -Ttabel
Hasil pengujian menunjukan bahwa Thitung > dari -Ttabel, maka Ho diterima, rata-rata IC50 ekstrak etanolik buga melinjo lebih besar dari rata-rata IC50 rutin.
116
BIOGRAFI PENULIS
Penulis skripsi yang berjudul “Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanolik Bunga Melinjo (Gnetum gnemon L.) secara Kualitatif dan Kuantitatif dengan Metode DPPH” memiliki nama lengkap Indah Kertawati. Penulis dilahirkan di kota Kebumen, 29 Maret 1992 dari pasangan Bapak Tjia Tjwan Hai dan Ibu Hoo Mie Ong. Penulis telah menyelesaikan pendidikan taman kanak-kanak di TK Pius Bakti Utama Kebumen pada tahun 1995-1997, kemudian melanjutkan pendidikan dasar di SD Pius Bakti Utama Kebumen pada tahun 1997-2003. Pada tahun 2003-2006, penulis menyelesaikan pendidikan menengah pertama di SMP Pius Bakti Utama Kebumen, kemudian pada tahun 2006-2009 penulis menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Pius Bakti Utama Bayan Purworejo. Penulis kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2009 hingga 2013. Selama menjadi mahasiswa di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, penulis aktif dalam beberapa kegiatan diantaranya: Program Pengabdian Masyarakat bersama dosen yang diselenggarakan dalam rangka lustrum III Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma pada tahun 2011, Anggota tim dalam program pelatihan dan pengabdian masyarakat dengan tema
“Homeschooling Herbal Medicine” pada September-Desember 2011 di Ngangkah,
Pangukrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Anggota tim dalam kegiatan pelatihan dan penyuluhan “Homeschooling Herbal Medicine” pada Juli- Desember 2012, di Desa Gadingan, Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Anggota tim dalam program kreativitas mahasiswa pengabdian masyarakat yang dibiayai DIKTI “Pemberdayaan Penjual Jamu Gendong Dukuh Watu Desa Argomulyo Kabupaten Bantul Dalam Pengolahan Simplisia Empon-empon Dengan Metode Paikem” pada tahun 2012, serta menjadi peserta dalam beberapa seminar dan pelatihan.
xx INTISARI
Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat menetralkan efek buruk dari radikal bebas. Senyawa fenolik dan flavonoid merupakan sumber antioksidan alami yang biasanya terdapat pada tumbuhan. Melinjo merupakan salah satu tumbuhan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai makanan sehari-hari. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam bunga melinjo dan melakukan pengujian aktivitas antioksidan untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanolik bunga melinjo dalam melawan radikal bebas sebagai antioksidan alami.
Uji pendahuluan dilakukan dengan cara skrining fitokimia, dilakukan untuk mengetahui senyawa aktif yang terdapat dalam sampel bunga melinjo. Pengujian aktivitas antioksidan bunga melinjo (Gnetum gnemon L.) dilakukan secara kualitatif (secara KLT) maupun kuantitatif (menggunakan spektrofotometri visibel) menggunakan radikal 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Prinsip metode ini adalah penurunan intensitas warna atau absorbansi larutan DPPH yang sebanding dengan kenaikan konsentrasi senyawa antioksidan. Hasilnya dinyatakan dengan nilai
Inhibition Concentration 50 (IC50) yang menunjukkan konsentrasi suatu senyawa antioksidan yang menghasilkan penangkapan 50% radikal DPPH. Hasil uji pendahuluan (skrining fitokimia) dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sampel bunga melinjo mengandung senyawa saponin, alkaloid, tanin, dan flavonoid yang dapat berpotensi sebagai antioksidan alami. Hasil uji kualitatif dengan menggunakan DPPH menunjukkan bahwa sampel ekstrak etanolik bunga melinjo memiliki aktivitas antioksidan yang ditunjukkan dengan adanya warna kuning pada pelat KLT setelah direaksikan dengan DPPH. Hasil uji kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanolik bunga melinjo memiliki aktivitas antioksidan yang lemah dengan IC50 sebesar 257,25 ± 0,35 µg/mL.
Kata Kunci : aktivitas antioksidan, skrining fitokimia, ekstrak etanolik bunga melinjo (Gnetum gnemon L.), KLT, DPPH.
xxi ABSTRACT
Antioxidants are compounds that can neutralize the effects of free radicals in human body. Phenolic and flavonoid are antioxidants that are found in plants. Melinjo is a one of plants that the flosses are consumed by people as a daily food. Therefore, it was necessary to investigate the active compounds of Melinjo floss and done some antioxidant activities test to find out the cability of ethanolic extract of melinjo floss as a natural antioxidant to against free radical activity.
The first test that was conducted in the research was the phytochemical screening, the purpose of this test was to find out the active compounds that contained in the melinjo floss extract. Antioxidant activity test of melinjo floss was performed in qualitative (using TLC system) and quantitative (using visible spectrophotometry) assays using 1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl (DPPH) radical. The principle of the method is the reduction of color intensity or absorbance of DPPH solution which is proportional to the increasing of the concentration of antioxidant. The result was referred by Inhibition concentration 50 (IC50) level which indicated the concentration of an antioxidant activity that produces 50% arrest of DPPH radical. The result of Phytochemical screening test showed that ethanolic extract of melinjo floss contain of tannin, saponin, alkaloid, and flavonoid. The compounds is potential as an antioxidant. Qualitative assay using DPPH method showed that ethanolic extract of melinjo floss has an antioxidant activity which is indicated by yellow color on TLC plates after sprayed with DPPH solution. The result of quantitative assay showed that ethanolic extract of melinjo floss was had a weak antioxidant activity with IC50 is 257,25 ± 0,35 µg/mL.
Key words: antioxidant activity, phytochemical screening, ethanolic extract of melinjo flos (Gnetum gnemon L.), TLC, DPPH.