HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Analisis Dan Pembahasan .1 Hasil Uji Asumsi Klasik .1 Hasil Uji Asumsi Klasik
4.2.3. Uji Statistik
a. Pengujian secara parsial (Uji-t)
Uji statistik menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menjelaskan variabel dependen. Untuk melakukan uji t dengan cara Quick Look, yaitu dengan melihat nilai probability dan derajat kepercayaan yang ditentukan dalam penelitian. Jika nilai probability < derajat kepercayaan yang ditentukan, maka suatu variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependennya.
Berikut disajikan tabel uji t statistik pertumbuhan ekonomi (PE), upah (UPAH), dan inflasi (INF) terhadap pengangguran terbuka di Indonesia tahun 20090 sampai tahun 2013.
Tabel 4.8 Hasil Uji t
Variabel Coefficient
Regresi
Probability Standard Prob (α)
Pertumbuhan Ekonomi (PE) 0.881923 0,0020 5% (0,05)
Upah -0.005247 0,0012 5% (0,05)
Inflasi (INF) 0.055277 0,4909 5% (0,05)
Sumber: hasil Eviews 5
1) Pengujian t statistik untuk variabel pertumbuhan ekonomi (PE)
Pengujian untuk uji t ini adalah apabila nilai probabilitas (signifikan) < alpha maka terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel pertumbuhan ekonomi (independen) terhadap variabel pengangguran terbuka (dependen). Begitu pula sebaliknya, jika nilai probablitas (signifikan) > alpha maka tidak
terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel pertumbuhan ekonomi (independen) terhadap variabel pengangguran terbuka (dependen).
Berdasarkan tabel 4.8 dapat dilihat bahwa nilai probabilitas (signifikan)
sebesar 0,0020. Karena nilai probabilitas (signifikan) < alpha (α = 0,05), yang
berarti bahwa variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh secara signifikan terhadap pengangguran terbuka. Nilai koefisien sebesar 0,881640, arah koefisien regresi untuk variabel pertumbuhan ekonomi yaitu bernilai positif. Artinya variabel yang bernilai positif itu mempunyai arti semakin tinggi nilai dari variabel pertumbuhan ekonomi maka akan diikuti dengan kenaikan tingkat pengangguran terbuka. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah nilai variabel pertumbuhan ekonomi maka akan semakin rendah pula tingkat pengangguran terbuka.
Pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengangguran terbuka yang dapat dijelaskan secara sederhana. Jika pada saat pertumbuhan ekonomi suatu negara mengalami kenaikan dengan laju positif dan secara terus menerus. Hal itu berarti tingkat pendapatan masyarakat meningkat karena banyaknya lapangan kerja. Namun kenyataanya di lapangan tidak demikian, angka pengangguran terbuka terus semakin bertambah. Salah satu penyebab angka pengangguran terbuka naik, diantaranya pertumbuhan ekonomi lebih dipengaruhi industri padat modal yang banyak menggunakan teknologi. Pertumbuhan ekonomi yang berasal dari industri padat modal tidak dapat menghasilkan lapangan pekerjaan yang banyak karena lebih mengandalkan tenaga mesin atau teknologi, sehingga angka pengangguran terbuka terus meningkat walaupun pertumbuhan ekonomi naik. Menurut penelitian yang dilakukan
Alghofari (2010), pertumbuhan melalui GDP yang bersifat positif dikarenakan pertumbuhan ekonomi tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas produksi sehingga pengangguran tetap bertambah. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat ini berorientasi pada padat modal, dimana kegiatan produksi untuk memacu output dan menghasilkan pendapatan yang meningkat lebih diutamakan daripada pertumbuhan ekonomi yang berorientasi pada padat karya yang mampu menampung tenaga kerja lebih banyak. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa kualitas pertumbuhan ekonomi di Indonesia belum mampu mnyerap tenaga kerja yang banyak.
2) Pengujian t statistik untuk variabel upah (UPAH)
Pengujian untuk uji t ini adalah apabila nilai probabilitas (signifikan) < alpha maka terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel upah (independen) terhadap variabel pengangguran terbuka (dependen). Begitu pula sebaliknya, jika nilai probablitas (signifikan) > alpha maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel upah (independen) terhadap variabel pengangguran terbuka (dependen).
Berdasarkan tabel 4.8 dapat dilihat bahwa nilai probabilitas (signifikan) sebesar 0.0012. Karena nilai probabilitas (signifikan) < alpha (α = 0,05), yang berarti bahwa variabel upah berpengaruh secara signifikan terhadap pengangguran terbuka. Nilai koefisien sebesar -0.005247, arah koefisien regresi untuk variabel upah yaitu bernilai negatif. Artinya variabel yang bernilai negatif itu mempunyai arti semakin tinggi nilai dari variabel upah maka akan diikuti dengan menurunnya
tingkat pengangguran terbuka. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah nilai variabel upah maka akan semakin meningkat pula tingkat pengangguran terbuka.
Tingkat upah berpengaruh terhadap meningkat atau menurunya angka pengangguran terbuka di Indonesia dimana tenaga kerja akan menetapkan tingkat upah minimum. Jika upah yang ditawarkan besarnya di bawah tingkat upah yang diharapkan, maka tenaga kerja akan menolak upah tersebut. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa upah memiliki pengaruh yang negatif terhadap pengangguran terbuka. Tingginya tingkat upah yang ditawarkan maka jumlah pengangguran terbuka akan menurun. Sebaliknya, jika tingkat upah yang ditawarkan rendah maka jumlah pengangguran terbuka akan meningkat. Namun untuk menaikkan tingkat upah pengusaha harus memikirkan dampak apa yang akan muncul di masa yang akan datang. Karena jika dilihat dari sisi pengusaha, ketika upah meningkat maka biaya yang akan dikeluarkan cukup tinggi yang berarti akan mengurangi efisiensi pengeluaran. Sehingga pengusaha akan mengambil kebijakan pengurangan tenaga kerja guna mengurangi biaya produksi. Dengan demikian meningkatlah angka pengangguran terbuka di Indonesia.
3) Pengujian t statistik untuk variabel inflasi (INF)
Pengujian untuk uji t ini adalah apabila nilai probabilitas (signifikan) < alpha maka terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel inflasi (independen) terhadap variabel pengangguran terbuka (dependen). Begitu pula sebaliknya, jika nilai probablitas (signifikan) > alpha maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel inflasi (independen) terhadap variabel pengangguran terbuka (dependen).
Berdasarkan tabel 4.8 dapat dilihat bahwa nilai probabilitas (signifikan) sebesar 0.4904. Karena nilai probabilitas (signifikan) < alpha (α = 0,05), yang
berarti bahwa variabel inflasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengangguran terbuka. Hasil pengujian ini sama seperti penelitian sebelumnya (Ningsih, 2010) yang menjelaskan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel inflasi terhahap variabel pengangguran terbuka. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dibarengi dengan kebijakan moneter agar terciptanya kestabilan harga dalam perekonomian serta mampu mengendalikan jumlah uang beredar. Dengan kebijakan tersebut pemerintah mampu menekan angka inflasi sehingga inflasi tidak memiliki pengaruh yang berarti terhadap tingkat pengangguran terbuka di Indonesia.
2. Pengujian secara simultan (Uji F)
Pengujian ini dilakukan bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruuh yang signifikan antara variabel independen dengan variabel dependen secara serentah. Dalam penelitian ini pengujian secara serentak ingin melihat apakah variabel pertumbuhan ekonomi, upah dan inflasi berpengaruh terhadap pengangguran terbuka atau tidak.
Untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat terlihat dari nilai signifikansinya. Apabila nilai signifikansi < alpha, maka terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel pertumbuhan ekonomi, upah dan inflasi terhadap variabel pengangguran terbuka.
Begitu pula sebaliknya, jika nilai signifikansi > alpha, maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
Setelah dilakukan pengujian diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,002843. Karena nilai probabilitas < alpha ( α = 5%), yaitu 0,002843 < 0,05 yang berarti
bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel independen (pertumbuhan ekonomi, upah dan inflasi) terhadap variabel dependen (pengangguran terbuka) di Indonesia selama periode tahun 2000-2013.
3. Koefisien determinasi (R2)
Hasil pengujian data menunjukkan bahwa R2 yang diperoleh dari hasil estimasi sebesar 0,740047. Maka besarnya pengaruh total variabel bebas pada variabel terikat sekita 74% dan sisanya sebesar 26% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN