METODE PENELITIAN
5.1. Hasil Penelitian
5.1.3. Pemilihan Estimasi Model Regresi Data Panel
5.1.4.2. Uji Statistik t
Hasil pengujian pengaruh secara parsial dengan uji statistik t dengan model statis atas variabel dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, Bantuan Keuangan Provinsi terhadap terhadap indeks pembangunan manusia kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 5.27. Uji t Model Statis Dependent Variable: IPM?
Method: Pooled Least Squares Sample: 2009 2012
Cross-sections included: 30
Total pool (balanced) observations: 120
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. C 8.459965 0.024895 339.8204 0.0000 DAU? 0.006189 0.000943 6.563313 0.0000 DAK? -0.001457 0.002739 -0.531916 0.5962 PAD? 0.004550 0.001048 4.341658 0.0000 DBH? 0.001830 0.000353 5.181254 0.0000 BKP? -0.000305 0.001095 -0.278610 0.7812
Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 5.27, maka secara parsial pengaruh maing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dapat diuraikan berikut:
1. Variabel DAU dengan tstatistic sebesar 6.563313 pada tingkat kepercayaan α =
5% dengan signifikansi prob.= 0.0000 yang lebih kecil dari α = 0,05 sehingga
dapat disimpulkan bahwa variabel DAU berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada pemerintah kabupatan dan kota di Sumatera Utara selama tahun 2009-2012
2. Variabel DAK mempunyai nilai tstatistic = -0.531916pada tingkat kepercayaan α
= 5%, dengan signifikansi prob.=0.5962 yang lebih besar dari α=0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel DAK berpengaruh tidak signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada pemerintah kabupatan dan kota di Sumatera Utara selama tahun 2009-2012.
3. Variabel PAD mempunyai nilai tstatistic = 4.341658 pada tingkat kepercayaan α
= 5%, dengan signifikansi prob.=0.0000 yang lebih kecil dari α=0,05 sehingga
dapat disimpulkan bahwa variabel PAD berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada pemerintah kabupatan dan kota di Sumatera Utara selama tahun 2009-2012.
4. Variabel DBH mempunyai nilai tstatistic = 5.181254 pada tingkat kepercayaan
α = 5%, dengan signifikansi prob.=0.0000 yang lebih kecil dari α=0,05
sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel DBH berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada pemerintah kabupatan dan kota di Sumatera Utara selama tahun 2009-2012.
5. Variabel BKP mempunyai nilai tstatistic = -0.278610 pada tingkat kepercayaan
α=5%, dengan signifikansi prob.=0.7812 yang lebih besar dari α=0,05
sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel BKP tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada pemerintah kabupatan dan kota di Sumatera Utara selama tahun 2009-2012.
Dengan informasi yang disajikan pada tabel 5.25 dengan pendekatan model statis maka dapat dibangun persamaan sebagai berikut : Indeks Pembangunan Manusia (IPM) = 8.459965 + 0.006189DAU - 0.001457DAK + 0.004550PAD + 0.001830DBH - 0.000305 BKP. Model persamaan data panel tersebut merupakan model dengan skala square root transformation (transformasi akar kuadrat), sehingga untuk keperluan model analisis dan pembahasan dilakukan penyesuaian perhitungan ke skala data awal untuk menilai pengaruh DAU, DAK, PAD, DBH dan BKP terhadap IPM dengan mengkuadratkan hasil transformasi tersebut setelah disesuaikan dengan variannya dengan rumusan ((y+v(y))2., dimana y merupakan nilai hasil transformasi dan v(y) merupakan varian dari (y) (http://statisticalconcepts.blogspot.com/2010/02/ transformation-of-data-validity-of.html), sehingga model yang dibentuk adalah sebagai berikut :
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) = (8.459965+(0.0211052x120))2 + (0.006189+(0.0013792x120))2DAU – (0.001457+(0.0014582x120))2DAK + (0.00455+(0.0014062x120))2PAD + (0.00183+(0.0005292x120)DBH)2 - (0.000305+(0.0004192x120))2 BKP.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) = 72.83490+0.01259DAU– 0.00111DAK + 0.00936PAD+0.00369DBH-0.00032BKP
Berdasarkan hasil pengujian pada persamaan tersebut maka secara parsial pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dengan model statis dapat diuraikan berikut:
1. Nilai konstanta sebesar 72.83490 yang menunjukkan bahwa apabila semua variabel independen yaitu dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, Bantuan Keuangan Provinsi dianggap nol, maka IPM adalah sebesar 72.83490.
2. Koefisien b1 sebesar 0.01259 menunjukkan bahwa kenaikan variabel DAU sebesar 1 Milyar akan diikuti dengan kenaikan IPM sebesar 1,26%
3. Koefisien b2 sebesar -0.00111 menunjukkan bahwa kenaikan variabel DAK sebesar 1 Milyar akan diikuti dengan penurunan IPM sebesar 0,11%
4. Koefisien b3 sebesar 0.00936 menunjukkan bahwa kenaikan variabel PAD sebesar 1 Milyar akan diikuti dengan kenaikan IPM sebesar 0,94%
5. Koefisien b4 sebesar 0.00369 menunjukkan bahwa kenaikan variabel DBH sebesar 1 Milyar akan diikuti dengan kenaikan IPM sebesar 0,37%
6. Koefisien b5 sebesar 0.00032 menunjukkan bahwa kenaikan variabel BKP sebesar 1 Milyar akan diikuti dengan penurunan IPM sebesar 0,03%.
Hasil pengujian pengaruh secara parsial dengan uji statistik t dengan model dinamis atas variabel dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, Bantuan Keuangan Provinsi terhadap terhadap indeks pembangunan manusia kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 5.28. Uji t Model Dinamis Dependent Variable: IPM?
Method: Pooled Least Squares Sample (adjusted): 2010 2012
Included observations: 3 after adjustments Cross-sections included: 30
Total pool (balanced) observations: 90
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. C 0.171361 0.862014 0.198791 0.8432 IPM?(-1) 0.980920 0.104743 9.365021 0.0000 DAU? 0.001634 0.001954 0.835962 0.4072 DAU?(-1) 0.000847 0.000496 1.707161 0.0941 DAK? 0.000796 0.001990 0.399889 0.6910 DAK?(-1) -0.002842 0.001100 -2.583194 0.0128 PAD? -0.000896 0.001042 -0.859961 0.3940 PAD?(-1) -0.000533 0.000669 -0.795675 0.4301 DBH? -0.000291 0.000210 -1.384299 0.1725 DBH?(-1) -0.000621 0.000518 -1.198534 0.2365 BKP? 0.000762 0.000427 1.783198 0.0807 BKP?(-1) -0.000588 0.000649 -0.905365 0.3697
Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 5.28, maka secara parsial pengaruh maing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dapat diuraikan berikut:
1. Variabel IPMt-1 dengan tstatistic sebesar 9.365021 pada tingkat kepercayaan α =
5% dengan signifikansi prob.= 0.0000 yang lebih kecil dari α = 0,05 sehingga
dapat disimpulkan bahwa variabel IPMt-1 berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada pemerintah kabupatan dan kota di Sumatera Utara selama tahun 2010-2012
2. Variabel DAUt dan DAUt-1 dengan tstatistic sebesar 0.835962 dan 1.707161 pada
tingkat kepercayaan α = 5% dengan signifikansi prob.= 0.4072 dan 0.0941 yang lebih besar dari α = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel DAUt
Manusia (IPM) pada pemerintah kabupatan dan kota di Sumatera Utara selama tahun 2010-2012.
3. Variabel DAKt mempunyai nilai tstatistic = 0.399889 pada tingkat kepercayaan α
= 5%, dengan signifikansi prob.= 0.691 yang lebih besar dari α=0,05 sehingga
dapat disimpulkan bahwa variabel DAKt berpengaruh tidak signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada pemerintah kabupatan dan kota di Sumatera Utara selama tahun 2010-2012. DAKt-1 mempunyai nilai tstatistic = -2.583194 pada tingkat kepercayaan α = 5%, dengan signifikansi prob.= 0.0128 yang lebih besar dari α=0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel DAK t-1 berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada pemerintah kabupatan dan kota di Sumatera Utara selama tahun 2010-2012. 4. Variabel PADt dan PADt-1 mempunyai nilai tstatistic = -0.859961 dan -0.795675
pada tingkat kepercayaan α = 5%, dengan signifikansi prob.= 0.394 dan 0.4301 yang lebih besar dari α=0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel PADt
dan PADt-1 berpengaruh tidak signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada pemerintah kabupatan dan kota di Sumatera Utara selama tahun 2010-2012.
5. Variabel DBHt dan DBHt-1 mempunyai nilai tstatistic = -1.384299 dan -1.198534
pada tingkat kepercayaan α = 5%, dengan signifikansi prob.= 0.1725 dan 0.2365 yang lebih besar dari α=0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa
variabel DBHt dan DBHt-1 berpengaruh tidak signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada pemerintah kabupatan dan kota di Sumatera Utara selama tahun 2010-2012.
6. Variabel BKPt dan BKPt-1 mempunyai nilai tstatistic = 1.783198 dan -0.905365
pada tingkat kepercayaan α=5%, dengan signifikansi prob.= 0.0807 dan 0.3697
yang lebih besar dari α=0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel BKPt
dan BKPt-1 tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada pemerintah kabupatan dan kota di Sumatera Utara selama tahun 2010-2012.
Dengan informasi yang disajikan pada tabel 5.28 dengan pendekatan model dinamis maka dapat dibangun persamaan sebagai berikut :
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) = 0.171361 + 0.98092IPMt-1 + 0.001634DAUt + 0.000847DAUt-1 + 0.000796DAKt - 0.002842DAKt-1 - 0.000896PADt - 0.000533PADt-1 - 0.000291DBHt - 0.000621DBHt-1 + 0.000762BKPt - 0.000588BKPt-1.
Analisis dan pembahasan dilakukan penyesuaian perhitungan ke skala data awal untuk menilai pengaruh DAU, DAK, PAD, DBH dan BKP terhadap IPM dengan hasil transformasi tersebut setelah disesuaikan dengan kuadrat variannya maka hasil persamaannya adalah sebagai berikut:
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) = 67.047493 + 1.968319IPMt-1 + 0.001978DAUt + 0.000869DAUt-1 + 0.001152DAKt - 0.002733DAKt-1 - 0.000798PADt - 0.000493PADt-1 - 0.000287DBHt -0.000597DBHt-1 + 0.000778BKPt - 0.000550BKPt-1.
Berdasarkan hasil pengujian pada persamaan tersebut maka secara parsial pengaruh masing-masing variabel independen dengan model dinamis terhadap variabel dependen dapat diuraikan berikut:
1. Nilai konstanta sebesar 67.047493 yang menunjukkan bahwa apabila semua variabel IPM tahun sebelumnya dan variabel independen yaitu Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, Bantuan Keuangan Provinsi dianggap nol, maka IPM adalah sebesar 67.047493.
2. Koefisien b1 sebesar 1.968319 menunjukkan bahwa variabel IPM tahun sebelumnya akan berpengaruh terhadap capaian IPM tahun berikutnya sebesar 1,97.
3. Koefisien b2 sebesar 0.001978 menunjukkan bahwa kenaikan variabel DAU sebesar 1 Milyar akan diikuti dengan kenaikan IPM sebesar 0,19% pada periode yang sama.
4. Koefisien b3 sebesar 0.000869 menunjukkan bahwa kenaikan variabel DAU periode sebelumnya sebesar 1 Milyar akan diikuti dengan kenaikan IPM sebesar 0,09%
5. Koefisien b4 sebesar 0.001152 menunjukkan bahwa kenaikan variabel DAK sebesar 1 Milyar akan diikuti dengan kenaikan IPM sebesar 0,11% pada periode tahun yang sama.
6. Koefisien b5 sebesar 0.002733 menunjukkan bahwa kenaikan variabel DAK periode tahun sebelumnya sebesar 1 Milyar akan diikuti dengan penurunan IPM sebesar 0,27%.
7. Koefisien b6 sebesar 0.000798 menunjukkan bahwa kenaikan variabel PAD sebesar 1 Milyar akan diikuti dengan penurunan IPM sebesar 0,08% pada periode tahun yang sama.
8. Koefisien b7 sebesar 0.000493 menunjukkan bahwa kenaikan variabel PAD periode tahun sebelumnya sebesar 1 Milyar akan diikuti dengan penurunan IPM sebesar 0,05%.
9. Koefisien b8 sebesar 0.000287 menunjukkan bahwa kenaikan variabel DBH sebesar 1 Milyar akan diikuti dengan penurunan IPM sebesar 0,03% pada periode tahun yang sama.
10. Koefisien b9 sebesar 0.000597 menunjukkan bahwa kenaikan variabel DBH pada periode tahun sebelumnya sebesar 1 Milyar akan diikuti dengan penurunan IPM sebesar 0,06%.
11. Koefisien b10 sebesar 0.000778 menunjukkan bahwa kenaikan variabel BKP sebesar 1 Milyar akan diikuti dengan kenaikan IPM sebesar 0,08% pada periode tahun yang sama.
12. Koefisien b11 sebesar 0.000550 menunjukkan bahwa kenaikan variabel BKP pada periode tahun sebelumnya sebesar 1 Milyar akan diikuti dengan penurunan IPM sebesar 0,06%.