BAB III METODE PENELITIAN
3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas
3.9.1 Uji Validitas
Uji validitas digunakan oleh peneliti untuk mengukur data yang telah
didapat setelah penelitian, yang merupakan data yang telah valid dengan alat ukur
yang digunakan yaitu : Kuesioner. Suatu skala pengukur dikatakan valid apabila
skala yang tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji
validitas dan reliabilitas dilakukan pada pelanggan Bengkel Ahass 01158 Johor
Services Medan yang berjumlah 30 orang pelanggan diluar sampel. Pengujian
Jika thitung> ttabel maka pertanyaan tersebut valid
Jika thitung< ttabel maka pertanyaan tersebut tidak valid
Nilai r tabel dengan ketentuan N = jumlah kasus = 30 dan tingkat
signifikansi sebesar 5% , maka angka yang diperoleh = 0,361 (rtabel).
Tabel 3.3 Uji Validitas Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item- Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Pernyataan1 60,6333 96,930 ,608 ,956 Pernyataan2 60,0000 103,379 ,624 ,954 Pernyataan4 59,8667 101,154 ,785 ,952 Pernyataan5 59,7000 102,562 ,514 ,956 Pernyataan6 59,7000 98,079 ,729 ,953 Pernyataan7 60,1333 104,671 ,667 ,954 Pernyataan8 59,9333 103,099 ,631 ,954 Pernyataan9 59,9667 100,792 ,632 ,954 Pernyataan10 60,3000 99,528 ,768 ,952 Pernyataan11 60,5000 96,259 ,862 ,950 Pernyataan12 60,4333 96,461 ,837 ,951 Pernyataan13 59,9667 96,171 ,896 ,950 Pernyataan14 60,0667 95,306 ,864 ,950 Pernyataan15 60,1000 99,610 ,628 ,955 Pernyataan16 59,7667 94,599 ,858 ,950 Pernyataan17 60,2000 96,648 ,753 ,952 Pernyataan18 60,0667 94,685 ,902 ,949
Dari 18 pernyataan yang diperoleh, ada satu pernyataan yang tidak valid,
yaitu pernyataan nomor 3, kemudian pernyataan tersebut dibuang. Sehingga sisa
karena r Hitung > r Tabel sebesar 0,361. Dengan demikian, kuesioner dapat
dilanjutkan pada tahap pengujian realibilitas.
3.9.2 Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat
pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. (Situmorang dan Lutfi, 2014 :
89). Instrumen yang reliabel berarti instrumen tersebut bila digunakan beberapa
kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.
Reliabelitas (Keandalan) merupakan ukuran suatu kesetabilan dan konsistensi
responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan konstruk -konstruk
pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variable dikatakan baik jika memiliki
nilai cronbach’s Alpha > dari 0.60. Uji ini dilakukan setelah uji validitas dan yang diujimerupakan pertanyaan yang sudah valid. Adapun kriteria dalam
pengujian reliabilitas yang dilakukan adalah :
Jika talfa> ttabel maka kuesioner reliable
Jika talfa< ttabel maka kuesioner tidak reliable
Untuk melakukan pengujian reliabilitas kuesioner dilakukan dengan
Tabel 3.3 Uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,955 17
Dari tabel diatas nilai Cronbach Alpha sebesar 0,955 maka dapat
disimpulkan bahwa pada semua peryataan pada penelitian ini mempunyai
reabilitas yang tinggi.
3.10 Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik adalah persyaratan statistik yang harus dipenuhi pada
analisis regresi linear berganda yang berbasis ordinary least square (OLS).
(Situmorang dan Lutfi, 2014 : 114). Uji asumsi klasik dilakukan sebelum
melakukan analisis regresi, agar dapat diperkirakan yang tidak bias dan efesiensi
maka dilakukan pengujian asumsi klasik yang harus dipenuhi, yaitu :
3.10.1 Uji Normalitas
Tujuan uji normalitas adalah ingin mengetahui apakah distribusi sebuah
data mengikuti atau mendekati distribusi normal., yakni distribusi data dengan
bentuk lonceng. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan
kolmogrov smirnov. Dengan menggunakan tingkat signifikan 5% maka nilai
Asymp.Sig (2-tailed) di atas nilai signifikan 5% artinya variabel residual
berdistribusi normal (Situmorang dan Lufti, 2014 : 114). a. Pendekatan Histogram
b. Pendekatan Grafik
c. Pendekata Kolmogorov-Smirnov
3.10.2 Heterokedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah
model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan
satu ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residu atau dari satu pengamatan
ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas. Dan apabila
varians berbeda maka disebut heteroskedastisitas.
3.10.3 Multikolinearitas
Istilah kolniearitas ganda berarti adanya hubungan linear yang sempurna
atau eksak diantara variabel-variabel bebas dalam model regresi. Istilah
kolinearitas sendiri berarti hubungan linear tunggal, sedangkan kolinearitas ganda
menunjukkan adanya lebih dari satu hubungan linear yang sempurna. Untuk
mengetahui ada atau tidaknya gejala multikolinearitas dapat dilihat dari besarnya
Tolerance Value dan Variance Inflation Faktor (VIF). Batas Tolerance Value adalah 0,1 dan batas VIF adalah 5 (Situmorang & Lufti, 2014 : 147), di mana :
a. Tolerance value < 0,1 atau VIF > 5 = terjadi multikolinearitas
b. Tolerance value > 0,1 atau VIF < 5 = tidak terjadi multikolinearitas
Metode analisis deskriptif dalam penelitian ini merupakan uraian atau
penjelasan dari hasil pengumpulan data primer berupa kuesioner yang telah diisi
oleh responden.
3.10.2 Uji Analisis Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui seberapa
besar pengaruh variabel bebas (X) yang terdiri dari Brand Awareness (X1), Brand
Association (X2), Perceived Quality (X3), dan Brand Loyalty (X4) terhadap
variabel terikat (Y) yaitu Kepuasan Pelanggan.
Persamaan regresi linear berganda yang digunakan adalah :
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e
Keterangan :
Y : Keputusan Pembelian
a : Konstanta
b1,b2,b3,b4 : Koefisien regresi berganda
X1 : Kesadaran Merek (Brand Awereness)
X2 : Asosiasi Merek (Brand Association)
X3 : Persepsi Kualitas (Perceived Quality)
X4 : Loyalitas Merek (Brand Loyalty)
3.12 Uji Hipotesis
3.12.1 Menghitung koefisien secara individu (Uji thitung)
Untuk menguji apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak
digunakan statistik t (uji t). Jika thitung < ttabel, maka H0 diterima atau Ha ditolak,
sedangkan jika thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jika tingkat
signifikansi dibawah 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.
3.12.2 Menghitung koefisien secara simultan (Uji Fhitung )
Untuk menguji apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak
digunakan statistik F (uji F). Jika Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima atau Ha ditolak,
sedangkan jika Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jika tingkat
signifikansi dibawah 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.
3.12.3 Menguji koefisien determasi (R²)
Pengujian dengan menggunakan uji koefisien determinasi (R²), yaitu untuk
melihat besranya pengaruh variabel bebas. R-square atau nilai determinan (R²)
mendekati satu berarti pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat kuat.
Identifikasi determinan (R²) berfungsi untuk mengetahui signifikansi variabel
maka harus dicari koefisien determinasi (R²). Koefisien determinan
menunujukkan besarnya kontribusi variabel independen terhadap variabel
dependen. Semakin besar nilai koefisien determinasi, maka semakin baik
kemampuan variabel independen menerangkan variabel dependen. Jika
determinasi (R²) semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa
berarti, model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh
variabel independen yang diteliti terhadap variabel dependen.