• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.5. Uji Validitas Konstruk Alat Ukur

Tabel 3.5

Blue print skala sabar

Dimensi Indikator No. Item

Sabar dalam ketaatan

kepada Allah Sabar dalam mengerjakan ibadah 1, 2

Ketulusan dalam menjalankan perintah Allah 3, 4, 5*, 6, 7*

Sabar dalam menjauhi

larangan-larangan Allah Menahan diri dari hal yang dilarang 8*, 9*, 10*, 11*, 12*

Sabar dalam menghadapi ketentuan dan putusan Allah

Bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah 13, 14, 15*

Menerima ujian yang diberikan oleh Allah

dengan lapang dada 16, 17*18,

19*

Total 19

* = Item Reverse

2. Setiap item diteorikan hanya mengukur atau memberi informasi tentang satu faktor tertentu saja. Artinya baik item maupun subtes bersifat unidimensional

3.Berdasarkan teori yang dipaparkan dapat disusun sehimpunan persamaan matematis.

Persamaan tersebut dapat digunakan untuk memprediksi matriks korelasi antar item yang seharusnya akan diperoleh jika teori tersebut benar (unidimensional). Matriks korelasi ini disebut juga dengan sigma (Σ). Kemudian matriks ini akan dibandingkan dengan matriks korelasi yang diperoleh secara empiris dari data (disebut matriks S). Jika teori tersebut benar (unidimensional) maka seharusnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara elemen matriks Σ dengan elemen matriks S. Secara matematis dapat dituliskan: S - Σ = 0

4. Pernyataan inilah yang dijadikan hipotesis nihil yang akan dianalisis menggunakan CFA. Dalam hal ini dilakukan uji signifikasi dengan Chi Square. Jika Chi Square yang dihasilkan tidak signifikan (nilai p > 0.05) maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nihil yang menyatakan: “tidak ada perbedaan antara matriks S dan Σ”

tidak ditolak. Artinya teori yang menyatakan bahwa semua item mengukur hal yang sama dapat diterima kebenarannya (didukung oleh data). Sebaliknya, jika Chi Square yang diperoleh signifikan maka hipotesis nihil S - Σ = 0 ditolak. Artinya teori tersebut tidak didukung oleh data (ditolak).

5. Jika teori diterima (model fit) langkah selanjutnya adalah menggunakan hipotesis signifikan tidaknya masing-masing item dalam mengukur apa yang hendak diukur (kemampuan berpikir analogis). Uji hipotesis ini dilakukan dengan t-test. Jika nilai t signifikan berarti item yang bersangkutan signifikan dalam mengukur apa yang hendak diukur. Dengan cara seperti ini, dapat dinilai item yang mana yang valid dan

yang tidak valid di dalam konteks validitas konstruk. Dengan kata lain, analisis faktor konfirmatori dalam hal ini adalah pengujian terhadap hipotesis nihil

(H₀): S - Σ = 0. Artinya, tidak ada perbedaan antara matriks korelasi yang diharapkan dengan matriks korelasi yang diperoleh dari hasil observasi.

Kriteria item yang baik pada confirmatory factor analysis adalah sebagai berikut:

1. Melihat signifikan tidaknya item tersebut mengukur faktornya dengan melihat nilai t bagi koefisien muatan faktor item. Perbandingannya adalah jika t > 1.96 maka item tersebut tidak akan didrop dan sebaliknya, apabila t < 1.96 maka item tersebut akan didrop.

2. Melihat koefisien muatan faktor dari item. Jika item tersebut sudah diskoring dengan favorable (pada skala Likert 1-4), maka nilai koefisien muatan faktor harus bermuatan positif dan sebaliknya. Apabila item favorable namun koefisien muatan faktor bernilai negatif maka item tersebut akan didrop dan sebaliknya.

3. Apabila kesalahan pengukuran item terlalu banyak berkorelasi maka item tersebut akan didrop. Sebab, item yang demikian selain mengukur apa yang hendak diukur, ia juga mengukur hal yang lain.

3.5.1. Uji Validitas Ide Bunuh Diri

Peneliti menguji apakah ke empat item yang digunakan pada alat ukur ide bunuh diri bersifat unidimensional atau multidimensional. Untuk melihat item tersebut signifikan atau tidak dalam mengukur faktor yang hendak diukur dujikan hipotesis nihil tentang koefisien muatan faktor dari tiap item. Jika nilai t > 1.96 artinya item tersebut signifikan dan sebaliknya, apabila nilai t < 1.96 maka item tersebut tidak signifikan.

Tabel 3.6

Muatan Faktor Item untuk Ide Bunuh Diri

No. Lambda Standar Error Nilai t Signifikan

1. 0.88 0.05 17.68

2 0.86 0.05 17.20

3 0.60 0.05 11.52

4 0.56 0.06 9.91

Keterangan tanda √ = signifikan (t>1.96); X = tidak signifikan

Berdasarkan tabel 3.6, nilai t dari keempat item memenuhi signifikansi karena t >

1.96. selanjutnya, peneliti melihat muatan faktor dari item, apakah masing-masin item memiliki nilai yang negatif atau tidak. Namun dapat dilihat, bahwa semua item tidak ada yang memiliki nilai negatif. Artinya, keempat item dalam alat ukur ini valid untuk mengukur apa yang akan di ukur.

3.5.2. Uji Validitas Depresi

Peneliti menguji item pada alat ukur depresi untuk mengetahui apakah item yang digunakan bersifat unidimensional atau tidak. Unidimensional yang dimaksud adalah, item yang digunakan hanya mengukur variabel depresi dan tidak mengukur variabel lain. Dari hasil CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, hasil yang didapatkan ternyata tidak fit, dengan Chi-Square = 456.69, df = 119, P-value = 0.00000, RMSEA

= 0.092. Setelah dilakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi-Square = 118.48, df = 95, P-value = 0.05176, dan RMSEA = 0.027. Tabel 3.7 menunjukkan hasil pengujiannya.

Tabel 3.7

Muatan Faktor Item untuk Depresi

No. Lambda Standar Error Nilai t Signifikan

1. 0.80 0.05 17.37

2. 0.80 0.05 17.78

3. 0.78 0.05 16.94

4. 0.75 0.05 15.68

5. 0.67 0.05 13.95

6. 0.88 0.04 20.14

7. 0.70 0.05 14.68

8. 0.72 0.05 15.21

9. 0.64 0.05 13.00

10. 0.70 0.05 9.88

11. 0.70 0.05 14.64

12. 0.62 0.05 12.53

13. 0.62 0.05 12.52

14. 0.49 0.05 9.45

15. 0.70 0.05 14.59

16. 0.55 0.05 10.86

17. 0.40 0.05 7.58

Keterangan: tanda √ = signifikan (t>1.96); X = tidak signifikan

Tabel 3.7 menunjukan hasil bahwa 17 item yang digunakan pada variabel depresi memenuhi kriteria yang ada. Semua item valid untuk mengukur apa yang akan diukur.

3.5.3. Uji Validitas Hopelessness

Peneliti menguji 20 item pada alat ukur hopelessness untuk mengetahui apakah 20 item tersebut bersifat unidimensional. Yang berarti, ke 20 item tersebut hanya mengukur variabel hopelessness. Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata hasil yang didapatkan tidak fit, dengan Chi-Square = 1315.58, df = 170, P-value = 0.00000, dan RMSEA = 0.141. Setelah dilakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi-Square = 119.69, df = 98, P-value = 0.06754, dan RMSEA = 0.026. Hasil uji validitas alat ukur hopelessness terdapat pada tabel 3.8

Tabel 3.8

Muatan Faktor Item untuk Hopelessness

No. Lambda Standar Error Nilai t Signifikan

1. 0.82 0.05 18.13

2. 0.81 0.05 17.50

3. 0.59 0.05 11.68

4. 0.54 0.05 10.61

5. 0.54 0.05 10.38

6. 0.61 0.05 12.14

7. 0.87 0.04 19.94

8. 0.05 0.06 0.88

9. 0.52 0.05 10.14

10. 0.68 0.05 13.99

11. 0.73 0.05 15.36

12. 0.72 0.05 15.25

13. 0.42 0.05 8.19

14. 0.66 0.05 13.47

15. 0.76 0.05 16.19

16. 0.74 0.05 15.51

17. 0.85 0.04 19.09

18. 0.79 0.05 17.07

19. 0.60 0.05 11.92

20. 0.76 0.05 16.28

Keterangan: tanda √ = signifikan (t>1.96); X = tidak signifikan

Pada tabel 3.8, nilai t pada semua item memenuhi signifikansi karena t > 1.96.

Muatan faktor pada item, juga tidak ada yang negatif. Yang bermakna bahwa ke dua puluh item tersebut valid untuk mengukur variabel yang hendak di ukur.

3.5.4. Uji Validitas Emotional Loneliness

Alat ukur berikutnya yang dilakukan uji validitas dengan analisis CFA adalah alat ukur untuk variabel emotional loneliness. Pada variabel loneliness, peneliti membagi variabel ini menjadi dua dimensi. Pada hasil analisis CFA yang dilakukan pada variabel emotional loneliness dengan model satu faktor, ternyata tidaklah fit, dengan Chi-Square = 397.20, df = 20, P-value = 0.00000, dan RMSEA = 0.236. Namun, setelah dilakukan modifikasi terhadap model, di mana kesalahan pengukuran pada item dibebaskan berkorelasi antar satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi-Square = 14.49, df = 9, P-value = 0.10687, dan RMSEA = 0.042. Hasil analisis CFA yang dilakukan menunjukkan bahwa semua item yang digunakan signifikan, yang berarti mampu mengukur apa yang hendak diukur. Hasil pengujian yang dilakukan pada variabel ini terdapat pada tabel 3.9.

Tabel 3.9

Muatan Faktor Item untuk Emotional Loneliness

No. Lambda Standar Error Nilai t Signifikan

1. 0.14 0.06 2.48

2. 0.13 0.06 2.26

3. 0.14 0.06 2.34

4. 0.54 0.06 9.32

5. 0.84 0.05 16.13

6. 0.82 0.05 15.74

7. 0.71 0.05 13.03

8. 0.61 0.05 11.40

Keterangan: tanda √ = signifikan (t>1.96); X = tidak signifikan

3.5.5. Uji Validitas Social Loneliness

Peneliti kembali melakukan uji validitas pada variabel social loneliness untuk mengetahui apakah ke tujuh item pada variabel ini bersifat unidimensional, yang artinya item-item tersebut hanya mengukur variabel social loneliness saja. Dari hasil analisis CFA yang sudah dilakukan dengan model satu faktor, ternyata hasil yang didaptkan tidak fit, dengan Chi-Square = 296.95, df =14, P-value = 0.00000, dan RMSEA = 0.245. Setelah dilakukan modifikasi terhadap model, maka diperoleh model yang fit dengan Chi-Square = 1.23, df = 5, P-value = 0.94237, dan RMSEA = 0.000. Hasil CFA ini juga menemukan, bahwa semua item yang digunakan untuk mengukur variabel ini signifikan. Semua item mampu mengukur apa yang hendak diukur, dan tidak ada item yang harus didrop. Hasil uji validitas terdapat pada tabel 3.10.

Tabel 3.10

Muatan Faktor Item untuk Social Loneliness

No. Lambda Standar Error Nilai t Signifikan

1. 0.87 0.05 19.36

2. 0.93 0.04 21.59

3. 0.23 0.06 3.68

4. 0.73 0.05 15.20

5. 0.88 0.21 4.25

6. 0.37 0.05 7.00

7. 0.24 0.06 4.29

Keterangan: tanda √ = signifikan (t>1.96); X = tidak signifikan

3.5.6 Uji Validitas Sabar

Serupa dengan beberapa variabel sebelumnya, peneliti melakukan uji validitas dengan analisis CFA untuk mengetahui apakah kesembilan belas item bersifat unidimensional. Dari hasil analisis CFA yang sudah dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit, dengan Chi-Square = 2412.76, df =152, P-value = 0.00000, dan RMSEA = 0.210. Setelah dilakukan modifikasi terhadap model, yang mana kesalahan pengukuran pada item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model yang fit dengan Chi-Square = 81.39, df =63, P-value = 0.05942, dan RMSEA = 0.029. Tidak berbeda dengan kelima uji validitas yang dilakukan pada variabel sebelumnya, semua item pada variabel ini signifikan, sehingga tidak ada item yang perlu didrop. Hasil tersebut dijelaskan dalam tabel 3.11 .

Tabel 3.11

Muatan Faktor Item untuk Sabar

No. Lambda Standar Error Nilai t Signifikan

1. 0.32 0.05 6.13

2. 0.49 0.05 9.69

3. 0.58 0.05 11.58

4. -0.31 0.06 -5.32

5. 0.70 0.05 14.39

6. 0.76 0.05 15.81

7. 0.63 0.05 12.06

8. -0.23 0.06 -3.93

9. 0.57 0.05 11.25

10. 0.08 0.06 1.33

11. -0.19 0.06 -3.11

12. 0.30 0.06 5.38

13. 0.54 0.06 9.82

14. 0.84 0.05 17.74

15. 0.23 0.06 3.99

16. 0.16 0.06 2.82

17. -0.33 0.05 -5.98

18. 0.78 0.05 16.72

19. 0.24 0.06 4.13

Keterangan: tanda √ = signifikan (t>1.96); X = tidak signifikan

Dokumen terkait