METODE PENELITIAN
3.4 Uji Validitas Konstruk
3.4.2 Uji Validitas Konstruk Kecerdasan Emosional
Pada variabel kecerdasan emosional, terdapat enam dimensi yakni apraisal of others emotions, penilaian emosi diri sendiri, regulation of emotions, keterampilan sosial, pemanfaatan emosi dan optimisme. Total item yang peneliti uji ialah 30 item. Berikut validitas konstruk per dimensi yang akan penulis rangkum.
3.4.2.1 Uji Validitas Konstruk Dimensi Penilaian Emosi Orang Lain.
Pada uji validitas kontsruk pola asuh pada dimensi penilaian emosi orang lain, peneliti menguji apakah 7 item yang bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur variabel pola asuh pada dimensi penilaian emosi orang lain.
Hasil pengujian CFA dengan model satu faktor tidak menghasilkan model yang fit dengan, dengan nilai Chi-Square=94.3`, df=14, P-value=0.00000, RMSEA=0.151. Hasil tersebut nilai P-value = 0.00000 (< 0,05) sehingga dikatakan bahwa model ini belum fit. Oleh sebab itu, penulis melakukan modifikasi terhadap model ini sebanyak 4 kali dengan cara membebaskan parameter kesalahan pengukuran sehingga dapat saling berkorelasi. Setelah dilakukan modifikasi, maka kemudian diperoleh model fit dengan nilai dengan
68
nilai Chi-Square=5.87, df=8, P-value=0.66202, RMSEA=0.000. Hasil tersebut nilai P-value = 0.66202 (> 0,05) sehingga dikatakan bahwa model ini sudah fit.
Langkah selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikan item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu di-drop atau tidak yang dilihat dalam pengujian CFA. Pengujiannya dilakukan dengan melihat nilat t bagi setiap koefisien muatan faktor. Apabila nilai t > 1.96, artinya item tersebut signifikan dalam mengukur faktor yang hendak diukur. Sedangkan jika nilai t < 1.96, item tersebut tidak signifikan dan perlu di drop atau dihilangkan. Adapun koefisien muatan faktor untuk item-item kecerdasan emosional pada dimensi penilaian emosi orang lain dijelaskan pada tabel 3.9 sebagai berikut:
Tabel 3.9
Muatan Faktor Item Konstruk Penilaian Emosi Orang Lain
No Item Factor Loading Std. Error T-Value Sig.
1 0.75 0.06 12.21 √
2 0.54 0.06 8.81 √
3 0.83 0.06 14.42 √
5 0.80 0.06 13.24 √
7 0.43 0.06 6.82 √
Pada tabel 3.9, dijelaskan item yang valid memiliki nilai t > 1.96. dan koefisien yang positif. Hal ini menjelaskan dari total 7 item yang ada, 5 diantaranya adalah item yang valid.
3.4.2.2 Uji Validitas Konstruk Dimensi Penilaian Emosi Diri Sendiri
Pada uji validitas kontsruk pola asuh pada dimensi penilaian emosi diri sendiri, peneliti menguji apakah 5 item yang bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur variabel pola asuh pada dimensi penilaian emosi diri sendiri.
69
Hasil pengujian CFA dengan model satu faktor tidak menghasilkan model yang fit dengan, dengan nilai Chi-Square=15.44, df=5, P-value=0.00865, RMSEA=0.091. Hasil tersebut nilai P-value = 0.00000 (< 0,05) sehingga dikatakan bahwa model ini belum fit. Oleh sebab itu, penulis melakukan modifikasi terhadap model ini sebanyak 2 kali dengan cara membebaskan parameter kesalahan pengukuran sehingga dapat saling berkorelasi. Setelah dilakukan modifikasi, maka kemudian diperoleh model fit dengan nilai dengan nilai Chi-Square=3.16, df=3, P-value=0.36728, RMSEA=0.015. Hasil tersebut nilai P-value = 0.36728 (> 0,05) sehingga dikatakan bahwa model ini sudah fit.
Langkah selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikan item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu di-drop atau tidak yang dilihat dalam pengujian CFA. Pengujiannya dilakukan dengan melihat nilat t bagi setiap koefisien muatan faktor. Apabila nilai t > 1.96, artinya item tersebut signifikan dalam mengukur faktor yang hendak diukur. Sedangkan jika nilai t < 1.96, item tersebut tidak signifikan dan perlu di drop atau dihilangkan. Adapun koefisien muatan faktor untuk item-item kecerdasan emosional pada dimensi penilaian emosi diri sendiri dijelaskan pada tabel 3.10 sebagai berikut:
Tabel 3.10
Muatan Faktor Item Konstruk Penilaian Emosi Diri Sendiri
No Item Factor Loading Std. Error T-Value Sig.
1 0.80 0.07 12.01 √
2 0.71 0.07 10.29 √
3 0.81 0.07 11.79 √
4 0.35 0.07 4.93 √
5 0.49 0.07 7.49 √
70
Pada tabel 3.10, dijelaskan item yang valid memiliki nilai t > 1.96. dan koefisien yang positif. Hal ini menjelaskan total 5 item yang ada, semuanya valid.
3.4.2.3 Uji Validitas Konstruk Dimensi Pengaturan Emosi.
Pada uji validitas kontsruk pola asuh pada dimensi pengaturan emosi, peneliti menguji apakah 5 item yang bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur variabel pola asuh pada dimensi pengaturan emosi.
Hasil pengujian CFA dengan model satu faktor tidak menghasilkan model yang fit dengan, dengan nilai Chi-Square=15.43, df=5, P-value=0.00866, RMSEA=0.091. Hasil tersebut nilai P-value = 0.00000 (< 0,05) sehingga dikatakan bahwa model ini belum fit. Oleh sebab itu, penulis melakukan modifikasi terhadap model ini sebanyak 2 kali dengan cara membebaskan parameter kesalahan pengukuran sehingga dapat saling berkorelasi. Setelah dilakukan modifikasi, maka kemudian diperoleh model fit dengan nilai dengan nilai Chi-Square=2.68, df=3, P-value=0.44413, RMSEA=0.000. Hasil tersebut nilai P-value = 0.44413 (> 0,05) sehingga dikatakan bahwa model ini sudah fit.
Langkah selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikan item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu di-drop atau tidak yang dilihat dalam pengujian CFA. Pengujiannya dilakukan dengan melihat nilat t bagi setiap koefisien muatan faktor. Apabila nilai t > 1.96, artinya item tersebut signifikan dalam mengukur faktor yang hendak diukur. Sedangkan jika nilai t < 1.96, item tersebut tidak signifikan dan perlu di drop atau dihilangkan. Adapun koefisien muatan faktor untuk item-item
71
kecerdasan emosional pada dimensi pengaturan emosi dijelaskan pada tabel 3.11 sebagai berikut:
Tabel 3.11
Muatan Faktor Item Konstruk Pengaturan Emosi
No Item Factor Loading Std. Error T-Value Sig.
1 0.30 0.07 4.56 √
2 0.75 0.07 11.29 √
3 0.90 0.06 15.06 √
4 0.68 0.06 11.23 √
5 0.70 0.06 11.68 √
Pada tabel 3.10, dijelaskan item yang valid memiliki nilai t > 1.96. dan koefisien yang positif. Hal ini menjelaskan total 5 item yang ada, semuanya valid.
3.4.2.4 Uji Validitas Konstruk Dimensi Keterampilan Bersosial
Pada uji validitas kontsruk pola asuh pada dimensi keterampilan bersosial, peneliti menguji apakah 7 item yang bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur variabel pola asuh pada dimensi keterampilan bersosial.
Hasil pengujian CFA dengan model satu faktor tidak menghasilkan model yang fit dengan, dengan nilai Chi-Square=24.23, df=5, P-value=0.00020, RMSEA=0.123. Hasil tersebut nilai P-value = 0.00020 (> 0,05) sehingga dikatakan bahwa model ini belum fit. Oleh sebab itu, penulis melakukan modifikasi terhadap model ini sebanyak 2 kali dengan cara membebaskan parameter kesalahan pengukuran sehingga dapat saling berkorelasi. Setelah dilakukan modifikasi, maka kemudian diperoleh model fit dengan nilai dengan nilai Chi-Square=0.72, df=3, P-value=0.86947, RMSEA=0.000. Hasil tersebut nilai P-value = 0.86947 (> 0,05) sehingga dikatakan bahwa model ini sudah fit.
Langkah selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikan item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur sekaligus menentukan apakah item tersebut
72
perlu di-drop atau tidak yang dilihat dalam pengujian CFA. Pengujiannya dilakukan dengan melihat nilat t bagi setiap koefisien muatan faktor. Apabila nilai t > 1.96, artinya item tersebut signifikan dalam mengukur faktor yang hendak diukur. Sedangkan jika nilai t < 1.96, item tersebut tidak signifikan dan perlu di drop atau dihilangkan. Adapun koefisien muatan faktor untuk item-item kecerdasan emosional pada dimensi keterampilan bersosial dijelaskan pada tabel 3.12 sebagai berikut:
Tabel 3.12
Muatan Faktor Item Konstruk Keterampilan Bersosial
No Item Factor Loading Std. Error T-Value Sig.
2 0.35 0.08 4.55 √
3 0.68 0.07 10.31 √
4 0.68 0.07 10.41 √
5 0.71 0.07 10.34 √
Pada tabel 3.12, dijelaskan item yang valid memiliki nilai t > 1.96. dan koefisien yang positif. Hal ini menjelaskan total 5 item yang ada, hanya 4 merupakan item yang valid.
3.4.2.5 Uji Validitas Konstruk Dimensi Pemanfaatan Emosi
Pada uji validitas kontsruk pola asuh pada dimensi pemanfaatan emosi, peneliti menguji apakah 7 item yang bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur variabel pola asuh pada dimensi pemanfaatan emosi.
Hasil pengujian CFA dengan model satu faktor tidak menghasilkan model yang fit dengan, dengan nilai Chi-Square=53.64, df=14, P-value=0.00000, RMSEA=0.106. Hasil tersebut nilai P-value = 0.00000 (> 0,05) sehingga dikatakan bahwa model ini belum fit. Oleh sebab itu, penulis melakukan modifikasi terhadap model ini sebanyak 1 kali dengan cara membebaskan parameter kesalahan pengukuran sehingga dapat saling berkorelasi. Setelah
73
dilakukan modifikasi, maka kemudian diperoleh model fit dengan nilai dengan nilai Chi-Square=15.38, df=11, P-value=0.16585, RMSEA=0.040. Hasil tersebut nilai P-value = 0.16585 (> 0,05) sehingga dikatakan bahwa model ini sudah fit.
Langkah selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikan item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu di-drop atau tidak yang dilihat dalam pengujian CFA. Pengujiannya dilakukan dengan melihat nilat t bagi setiap koefisien muatan faktor. Apabila nilai t > 1.96, artinya item tersebut signifikan dalam mengukur faktor yang hendak diukur. Sedangkan jika nilai t < 1.96, item tersebut tidak signifikan dan perlu di drop atau dihilangkan. Adapun koefisien muatan faktor untuk item-item kecerdasan emsional pada dimensi pemanfaatan emosi dijelaskan pada tabel 3.13 sebagai berikut:
Tabel 3.13
Muatan Faktor Item Konstruk Pemanfaatan Emosi
No Item Factor Loading Std. Error T-Value Sig.
1 0.46 0.07 6.71 √
2 0.47 0.07 6.63 √
3 0.64 0.07 9.45 √
4 0.71 0.07 10.15 √
5 0.43 0.07 6.29 √
6 0.66 0.07 9.77 √
7 0.61 0.07 9.28 √
Pada tabel 3.13, dijelaskan item yang valid memiliki nilai t > 1.96. dan koefisien yang positif. Hal ini menjelaskan total 7 item yang ada, semua adalah item yang valid.
74
3.4.2.6 Uji Validitas Konstruk Dimensi Optimisme
Pada uji validitas kontsruk pola asuh pada dimensi optimisme, peneliti menguji apakah 4 item yang bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur variabel pola asuh pada dimensi optimisme.
Hasil pengujian CFA dengan model satu faktor tidak menghasilkan model yang fit dengan, dengan nilai Chi-Square=4.28, df=2, P-value=0.11736, RMSEA=0.067. Hasil tersebut nilai P-value = 0.11736 (> 0,05) sehingga dikatakan bahwa model ini belum fit. Oleh sebab itu, penulis melakukan modifikasi terhadap model ini sebanyak 1 kali dengan cara membebaskan parameter kesalahan pengukuran sehingga dapat saling berkorelasi. Setelah dilakukan modifikasi, maka kemudian diperoleh model fit dengan nilai dengan nilai Chi-Square=0.07, df=1, P-value=0.79121, RMSEA=0.00. Hasil tersebut nilai P-value = 0.79121 (> 0,05) sehingga dikatakan bahwa model ini sudah fit.
Langkah selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikan item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu di-drop atau tidak yang dilihat dalam pengujian CFA. Pengujiannya dilakukan dengan melihat nilat t bagi setiap koefisien muatan faktor. Apabila nilai t > 1.96, artinya item tersebut signifikan dalam mengukur faktor yang hendak diukur. Sedangkan jika nilai t < 1.96, item tersebut tidak signifikan dan perlu di drop atau dihilangkan. Adapun koefisien muatan faktor untuk item-item kecerdasan emosional pada dimensi optimisme dijelaskan pada tabel 3.14 sebagai berikut:
75 Tabel 3.14
Muatan Faktor Item Konstruk Optimisme
No Item Factor Loading Std. Error T-Value Sig.
2 0.25 0.07 3.54 √
3 0.59 0.10 5.87 √
4 1.04 0.15 6.84 √
Pada tabel 3.13, dijelaskan item yang valid memiliki nilai t > 1.96. dan koefisien yang positif. Hal ini menjelaskan total 4 item yang ada, hanya 3 item yang valid.