METODE PENELITIAN
3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrument .1 Uji Validitas Instrument .1 Uji Validitas Instrument
Untuk mengetahui apakah instrumen angket yang dipakai cukup layak digunakan sehingga menghasilkan data yang akurat sesuai dengan tujuan ukurannya maka dilakukan uji validitas. Sugiyono (2003:59), menyatakan “Pengukuran validitas internal menggunakan uji validitas setiap butir pertanyaan dengan cara mengkorelasikan skor item masing-masing variabel sehingga akan terlihat butir instrumen yang layak dan tidak layak untuk mengukur variabel penelitian ini”.
Menurut Umar (2003:15) “Jumlah responden untuk uji coba disarankan minimal 30 orang, agar distribusi skor (nilai) akan lebih mendekati kurva normal”. Pada penelitian ini responden diambil dari 30 orang pembeli Harian Bisnis Indonesia secara individu yang melakukan pembelian secara berlangganan maupun eceran di luar dari sampel penelitian .
Koefisien korelasi dikatakan baik atau valid apabila r ≥ 0.30. Jika instrumen itu valid, maka dilihat kriteria penafsiran mengurai indeks korelasinya sebagai berikut:
Antara 0,8 – 1,000 Sangat tinggi Antara 0,6 – 0,799 Tinggi
Antara 0,4 – 0,599 Cukup tinggi Antara 0,2 – 0,399 Rendah
Antara 0,0 – 0,199 Sangat rendah (tidak valid)
Tahap survei kuesioner terdiri dari variabel bebas yaitu loyalitas merek, kesadaran merek, asosiasi merek dan citra merek dan variabel terikat yaitu keputusan pembelian. Pada Tabel 3.3 dapat dilihat uji validitas dengan menggunakan SPSS di bawah ini :
Tabel. 3.3 Hasil Uji Validitas Kesadaran Merek
NO Butir Pertanyaan Corrected Item-Total
Correlation
1 Mengetahui merek Bisnis Indonesia dengan baik 0.575
2 Mengenali merek Bisnis Indonesia diantara Koran merek pesaing
0.583
3 Mengetahui adanya koran dengan merek Bisnis Indonesia 0.716
4 Beberapa ciri dari Koran Bisnis Indonesia dapat diingat 0.612
5 Cepat ingat simbol dan logo Koran Bisnis Indonesia 0.507
Sumber: Hasil Penelitian, 2012 (Data Diolah)
Pada data Tabel 3.4 diketahui bahwa pada kolom Corrected Item-total Correlation merupakan koreksi antara skor item dengan total skor item yang dapat digunakan untuk menguji validitas instrumen. Korelasi skor item/ pertanyaan pertama terhadap skor total adalah 0.575. Korelasi skor pertanyaan kedua dengan skor total adalah 0.583. Dari hasil uji validitas diketahui nilai corrected Item-total correlation diatas 0.3 dan tidak ada yang negatif, maka dapat disimpulkan semua butir pertanyaan tersebut valid.
Tabel. 3.4 Hasil Uji Validitas Assosiasi Merek
NO Butir Pertanyaan Corrected Item-Total
Correlation
1 Koran Bisnis Indonesia sesuai dengan gaya hidup 0.630
2 Koran Bisnis Indonesia sesuai dengan bidang pekerjaan 0.764
3 Koran Bisnis Indonesia sesuai dengan profesi 0.739
Sumber: Hasil Penelitian, 2012 (Data Diolah)
Pada data Tabel 3.5 diketahui bahwa pada kolom Corrected Item-total Correlation merupakan koreksi antara skor item dengan total skor item yang dapat digunakan untuk menguji validitas instrumen. Korelasi skor item/ pertanyaan pertama terhadap skor total adalah 0.630. Korelasi skor pertanyaan kedua dengan skor total
adalah 0.764. Dari hasil uji validitas diketahui nilai corrected Item-total correlation diatas 0.3 dan tidak ada yang negative, maka dapat disimpulkan semua butir pertanyaan tersebut valid.
Tabel. 3.5 Hasil Uji Validitas Loyalitas Merek
NO Butir Pertanyaan Corrected Item-Total
Correlation 1 Kesediaan membeli lebih mahal untuk Koran Bisnis Indonesia 0.638 2 Lebih menyukai Koran Bisnis Indonesia dibandingkan merek
lain
0.774
3 Koran Bisnis Indonesia merupakan merek yang pertama kali terlintas di benak konsumen
0.770
Sumber: Hasil Penelitian, 2012 (Data Diolah)
Pada data Tabel 3.3 diketahui bahwa pada kolom Corrected Item-total Correlation merupakan koreksi antara skor item dengan total skor item yang dapat digunakan untuk menguji validitas instrumen. Korelasi skor item/ pertanyaan pertama terhadap skor total adalah 0.638. Korelasi skor pertanyaan kedua dengan skor total adalah 0.774. Dari hasil uji validitas diketahui nilai corrected Item-total correlation diatas 0.3 dan tidak ada yang negatif, maka dapat disimpulkan semua butir pertanyaan tersebut valid.
Tabel. 3.6 Hasil Uji Validitas Citra Merek
NO Butir Pertanyaan Corrected Item-Total
Correlation
1 Koran Bisnis Indonesia memiliki konten yang kuat 0.707
2 Koran Bisnis Indonesia memiliki citra yang kuat 0.610
3 Koran Bisnis Indonesia adalah merek yang sangat terkenal 0.644 4 Koran Bisnis Indonesia memiliki perbedaan yang jelas
dibanding Koran pesaing
0.672 Sumber: Hasil Penelitian, 2012 (Data Diolah)
Pada data Tabel 3.6 diketahui bahwa pada kolom Corrected Item-total Correlation merupakan koreksi antara skor item dengan total skor item yang dapat
digunakan untuk menguji validitas instrumen. Korelasi skor item/ pertanyaan pertama terhadap skor total adalah 0.707. Korelasi skor pertanyaan kedua dengan skor total adalah 0.610. Dari hasil uji validitas diketahui nilai corrected Item-total correlation diatas 0.3 dan tidak ada yang negatif, maka dapat disimpulkan semua butir pertanyaan tersebut valid.
Tabel. 3.7 Hasil Uji Validitas Keputusan Pembelian
NO Butir Pertanyaan Corrected Item-Total
Correlation 1 Membeli Koran Bisnis Indonesia karena adanya dorongan
yang kuat
0.600
2 Memutuskan membeli Koran Bisnis Indonesia dibanding yang lain
0.682
3 Koran Bisnis Indonesia menjadi pertimbangan untuk memilih
0.559
4 Membeli karena kemauan sendiri 0.682
Sumber: Hasil Penelitian, 2012 (Data Diolah)
Pada data Tabel 3.7 diketahui bahwa pada kolom Corrected Item-total Correlation merupakan koreksi antara skor item dengan total skor item yang dapat digunakan untuk menguji validitas instrumen. Korelasi skor item/ pertanyaan pertama terhadap skor total adalah 0.600. Korelasi skor pertanyaan kedua dengan skor total adalah 0.682. Dari hasil uji validitas diketahui nilai corrected Item-total correlation diatas 0.3 dan tidak ada yang negatif, maka dapat disimpulkan semua butir pertanyaan tersebut valid.
3.7.2 Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan sejauhmana hasil pengukuran tetap konsisten apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan alat pengukur yang sama. Untuk menguji reliabilitas instrument dilakukan dengan menguji validitas terlebih dahulu. Setelah semua pernyataan dinyatakan valid, bandingkan nilai r tabel dengan r hasil. Dalam uji reliabilitas sebagai nilai r hasil adalah alpha. Ketentuannya r alpha > r table, maka pertanyaan tersebut reliable. Menurut Sekaran (2005) Crounbach Alpha yang kurang dari 0,6 adalah kurang baik sedangkan 0,7 dapat diterima dan reliabilitas dengan Crounbach Alpha 0,8 atau diatasnya adalah baik.
Hasil uji reliabilitas dapat dilihat dari nilai Crounbach Alpha reliabilitas yang baik adalah yang makin mendekati nilai 1. Kuesioner dinyatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten dan stabil dari waktu ke waktu. Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan cara One Shoot atau pengukuran sekali saja dan uji statistik yang digunakan yang dipakai adalah Crounbach Alpha di mana suatu variable dikatakan reliable jika memberikan nilai Crounbach Alpha > r table.
Tabel 3.8 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Variabel
No Variabel Alpha
Cronbach.s
N of Item Keterangan
1 Kesadaran Merek 0.730 6 Reliabel
2 Assosiasi Merek 0.781 4 Reliabel
3 Loyalitas Merek 0.791 4 Reliabel
4 Citra Merek 0.757 5 Reliabel
5 Keputusan Pembelian 0.740 5 Reliabel
Sumber: Hasil Penelitian, 2012 (Data Diolah)
Dari Tabel 3.8 di atas dapat dilihat bahwa hasil perhitungan uji reliabilitas menunjukkan alpha cronbach.s lebih besar dari 0,6 maka dapat dinyatakan instrumen tersebut reliabel untuk digunakan dalam penelitian.