YOGYAKARTA
2013
KATA PENGANTAR ميح ىلا نمح ىلا الله مسب Assalamualaikum Wr. Wb.Puji dan syukur dengan tulus dipanjatkan kehadiran Allah SWT. Karna berkat taufik dan hidayat-nya, sehingga MAKALAH ini bisa diselesaikan dengan baik, walaupun mansih banyak kekurangan.
Sholawat serta salam semoga senantiasa mencurahkan untuk junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Beserta keluarga dan sahabatnya hingga akhir zaman, dengan diiringi upaya meneladani akhlaknya yang mulia.
Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, masih banyak kekurangan dan kekeliruan. Penulis sangat berharap atas kritikan dan sarannya. Dengan adanya makalah ini supaya menjadi tambahan wawasan ilmu pengetahuan bagi penulis pribadi khususnya dan teman-teman pada umumnya. amin-amin yarobbal alamin..
Billahi taufiq wal Hidayah Wassalamualaikum Wr. Wb. Yogyakarta, November 2013 Ttd Penulis BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Peran mahasiswa terhadap bangsa ini sangatlah besar. Kemajuan-kemajuan sebuah bangsa bisa dilihat dari aspek-aspek elite intelektual dalam sebuah bangsa tersebut. Sekarang dunia akademik atau khususnya dikampus yang mengikuti organisasi-organisasi ekstra kampus lebih mengutamakan politiknya dari pada intelektual akademiknya. Bisa kita lihat sekarang para mahasiswa selalu ingin berkuasa dimana tempat mereka bernaung di sebuah organisasi yang mereka ikuti. Contoh kecil mari kita lihat di kampus UIN Sunan Kalijaga yang menurut pengamat-pengamat orang-orang organisasi atau pergerakan adalah kampus yang sangat kental akan organsasi ekstranya atau pergerakan-pergarakan.
Hal ini bisa dilihat kinerja-kinerja organisasi yang berada di lingkup kampus tersebut, dari mulai ideologinnya sampai cara berpolitik atau menguasa didalam lingkup kampus tersebut. Ini terjadi di organisasi ekstra kampus atau intra kampus sendiri. Apabila yang intra kampus tersebut bisa kita lihat dalam PEMILWA yang baru saja dilaksanakan belum lama ini. Kita bisa melihat betapa panasnya situasi berpolitik yang terjadi saat itu. Ini baru dilingkup kampus yang disebut PEMILWA belum yang dilingkup Negara kita ini ketika terdapat sebuah PILKADA atau PILPERS betapa sangat panasnya Negeri ini akan politik-politik kekuasaan. Yang dilingkup kampus saja sudah seperti itu. Semua partai-partai aliansi berebut dan mencari sebanyak-banyaknya fotocopy KRS agar partainya bisa lolos verivikasi, dengan berbagai strategi dan terkadang bisa menghalalkan berbagai cara untuk mendapat sebuah KRS. Ini membuktikan politik di dunia mahasiwa sudah sangat kuat. Hal ini bisa kita tarik apabila didalam kampus
tersebut terdapat organisasi yang besar dan organ tersebut menguasai wilayah itu pasti kaum-kaum minoritas organisasi itu pasti kekurangan massa dan kekurangan suara. Bagaimanapun juga kaum mayoritaslah yang lebih berkuasa dan kaum minoritaslah yang seakan-seakan terdiskriminasi dalam ruang tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Biografi singkat Hebert Spencer
2. Teori Pemikiran Herbert Spencer Mengenai Orang kuat
3. Profil Orang Kuat dalam PMII Komisariat Adab menggunakan Perspektif Herbert Spencer 4. Responden-responden dari aktivis PMII Komisariat Adab.
BAB II PEMBAHASAN
A. Biografi Singkat Herbert Spencer
Herbert Spencer Lahir di Derby pada tanggal 27 April 1820 dan meninggal di Brighton pada tanggal 8 Desember 1903. Ia adalah seorang filosof Inggris dan pemikir teori liberal klasik yang terkemuka. Meskipun kebanyakan yang ia tulis berisi tentang teori politik dan lebih menekankan pada keuntungan akan kemurahan hati, ia lebih dikenal sebagai bapak Darwinisme sosial. Spencer merupakan anak tunggal dari seorang guru sekolah. Karena kesehatannya kurang mengizinkan, ia hanya dididik di rumah. Latar belakang inilah yang membuat semua karyanya bercorak independen.
Spencer tidak belajar ilmu seni humaniora, tetapi belajar bidang teknik dan utilitarian. Pada tahun 1837, saat usianya 17 tahun ia mulai bekerja sebagai insiyur sipil, dengan jabatan wakil kepala bagian mesin perusahaan kereta api London dan Birmingham hingga tahun 1846. Selama periode ini, ia melanjutkan studi dengan biaya sendiri. Kemudian ia tertarik pada bidang politik dan sosial, lalu mulai menerbitkan karya ilmiah dikedua bidang tersebut. Spencer adalah orang yang pertama kali menulis tentang masyarakat atas dasar data empiris yang konkret. Tindakan tersebut kemudian diikuti oleh para sosiolog sesudahnya, baik secara sadar maupun tidak sadar. Ia memperkenalkan pendekatan baru sosiologi, yaitu merekonsiliasi antara ilmu pengetahuan dan agama melalui bukunya yang berjudul First Principle.
Spencer merupakan tokoh pendiri sosiologi sesudah Comte. Ia memperkenalkan konsep-konsep evolusi sosial sebagai dasar ilmu sosiologi. Dalam karyanya,Synthetic Phiosophy, terdapat teori evolusi universal yang meliputi evolusi biologi, sosiologi, dan etika. Tulisannya tersebut menganut filsafat sintesis yang menggabungkan beberapa ilmu menjadi satu. Namun sayangnya karya spencer tidak berkembang dinegaranya sendiri, tetapi justru sangat populer di Amerika. Tapi ia tetap dianggap sebagai bapak sosiologi Inggris dan dirinyalah yang menulis dasa-dasar Sosiologi. Spencer berpendapat bahwa semua fenomena sosial itu merupakan interaksi dari keseluruhan yang terjadi serta adanya kesatuan dan indepedensi ilmu.
B. Teori Pemikiran Herbert Spencer Mengenai Orang kuat
Spencer mengatakan bahwa dunia ini harus dibiarkan berjalan dengan sendirinya, campur tangan dari pihak luar hanya aka memperburuk situasi. Dia menganut pandangan bahwa lembaga-lambaga sosial, seperti tumbuhan dan hewan, menyesuaikan diri secara progresif dan secara positif kepada lingkungan sosialnya. Dia juga menerima pandangan Darwinian bahwa suatu proses seleksi alamiah, “kelangsungan hidup bagi yang paling kuat”, terjadi didunia sosial. Yakni, jika tidak dirintangi oleh intervensi eksternal, orang yang “kuat” akan bertahan hidup dan berkembang biak sementara, sedangkan yang “tidak kuat” pada akhirnya akan punah. Spencerlah yang menemukan uangkapan “kelangsungan hidup bagi yang paling kuat” hampir sama dengan apa yang diungkapkan oleh Charles Darwin tentang teori evolusinya atau
mengenai seleksi alamiah. Perbedaan lainnya dengan Comte adalah bahwa Spencer menekankan individu, sementara Comte berfokus pada satuan-satuan yang lebih besar seperti keluarga.
C. Profil Orang Kuat dalam PMII Komisariat Adab menggunakan Perspektif Herbert
Spencer
Adab adalah salah satu Fakultas di UIN Sunan Kalijaga yang mempunyai jurusan Sastra Inggris, Bahasa dan Sastra Arab, Ilmu Perpustakaan, Sejarah Kebudyaan Islam dan Perpustakaan Dan Informasi Islam (D3). Adapun organisasi-organisasi ekternal yang bernaung di Fakulltas Adab tersebut ada PMII, HMI DPO, HMI MPO, IMM, KAMMI, GMNI dan masih banyak lainnya. Tapi mayoritas memang banyak mahasiswa-mahasiswi Adab cenderung masuk di organisasi PMII. Ini sudah saya teliti memang benar di adab adalah mayoritas mahasiswayanya mengikuti organisasi PMII. Selain itu bisa kita lihat juga bahwa dikampus UIN Sunan Kalijaga memang mayoritas mahasiswanya menganut didalam organisasi PMII. Salah satu faktornya adalah rasa solidaritas mereka yang kuat, diamana mereka bisa menyatukan elemen-elemen dari berbagai wilayah untuk gabung di dalam PMII. Selain itu mahasiwa Adab adalah mayoritas penganut PMII, maka dari itu PMII bisa berkembang luas di lingkup Fakultas Adab itu sendiri. Banyak berbagai alasan mahasiswa-mahasiswi Adab masuk dalam PMII, salah satu sebabnya adalah ada yang sudah di doktrin dari sejak mereka masih SMA dulu karena senior-senior mereka sering main ke SMAnya, dari sana para senior-senior tersebut memberi arahan kepada adik-adiknya bahwa nanti apabila sudah di terima di kampus UIN apabila ingin masuk organisasi masuklah PMII karena PMII adalah organisasi terbersar di UIN, mereka yang masih polos ketika diberi nasihat-nasihat seniornya tentunya pasti tergiur untuk ikut masuk, padahal mereka juga belum begitu paham dengan PMII itu sendiri. Ada juga yang kerena ikut-ikutan temen-temenya yang sudah masuk PMII, ada juga yang faham keyakinanya fanatik dengan NU dari sana mereka ingin berproses masuk PMII, tidak bisa kita bayangkan memang organisasi terbesar di Indonesia ini adalah NU jadi bisa dikatakan kultur PMII bisa besar juga dari sana. Selain itu ada juga yang di suruh Kyai di pondoknya yang basik faham pondok tersebut adalah NU, Kyainya terkadang sudah bilang kepada para santrinya yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi “apabila nanti sudah menjadi mahasiswa dan ingin masuk organisasi masuk lah PMII karena organisasi itu adalah organisasi dari NU sedangkn kita adalah fahamnya NU ingsaallah kalian akan diberi jalan menuju kesuksesan” sang Kyai sudah mendoktrin seperti itu secara otomatis para santri tersebut taat apa yang dikatakan oleh sang Kyai. Ada yang mengatakan juga mereka masuk PMII karena melihat di Fakultas tersebut atau di Kampus tersebut adalah yang mendominasi organisasi PMII.
Apabila kita kaitkan dengan teorinya Spencer tentang orang kuat. Dimana orang yang “kuat” dan mendominasi serta menjadi mayoritas di lingkungan tersebut akan selalu hidup dan akan berkembang biak menjadi tambah banyak dan semakin mendominasi terhadap semuanya. Sedangkan orang “tidak kuat” di dalam sebuah lingkungan tersebut akan punah dan mati, karena tidak mampu berkembang biak dan tidak mampu berbaur dengan yang lainnya. Mereka seakan menjadi kaum yang minoritas dan tertindas. Sekarang PMII di Fakultas Adab adalah organisasi yang mendominasi di antara organiasai-organisasi lain yang berada di Fakultas Adab dan bisa
dibilang mereka lah yang menjadi kelompok mayoritas di Fakultas Adab tersebut. Sedangkan seperti HMI, IMM, GMNI, KAMMI menjadi organisasi yang minoritas didalam Fakultas Adab terserbut. Maka dari itu orang yang kuat akan menjadi kelompok yang mayoritas didalam sebuah ruang tersebut sedangkan kelompok yang sedikit akan menjadi kelompok yang minoritas. Wajar saja apabila PMII di Fakutas Adab adalah yang paling kuat dan yang paling mendominasi di didalam Fakultas tersebut karena mereka yang menjadi kelompok Mayoritas. Mereka selalu berkuasa karena kekuatan mereka memang sangat banyak diantara kelompok-kelompok lain di dalam Fakultas Adab tersebut. Sedang organisasi-organisasi lain tidak mampu berbaur didalam ruangan tersebut kemudian kadernya menjadi sedikit dan tidak memiliki kekuatan terkadang yang tidak mampu berkembang biak tersebut atau tidak mamppu berbaur akan mati.
D. Responden-responden singkat dari aktivis PMII Komisariat Adab
1. Nur Khasanah (Mahasiswa jurusan SKI)
Kami memang mengakui di fakultas adab ini memang kamilah yang menguasai, karena memang disini PMII banyak kadernya. Dan mayoritas mahasiswa-mahasiswa baru juga masuk di organisasi kami. Entah dari faktor memang PMII itu besar di UIN atau memang dari kemauan hatinya sendiri.
2. Linda (Mahasiswa jurusan Sastra Inggris)
Alasan kami mengikuti PMII adalah kami memang dari dulu sejak masih SMA sudah di doktrin senior-senior kami yang sudah ada di UIN, besok apabila diterima di UIN dan ingin mengikuti organisasi, senior-senior kami menyuruh kami ikut organisasi PMII karena PMII adalah organisasi terbesar di UIN. Setiap senior-senior kami main ke SMA, kami selalu di doktrin seperti itu. Padahal kami sebenarnya belum mengerti apa itu PMII, yang hanya kami tahu adalah sebuah organisasi islam.
3. Siti Aminah (Mahasiswa jurusan SKI)
Karena memang basic kami dari kecil NU maka kami ingin berjuang dijalan NU, kami juga ingin lebih memperdalam NU itu sendiri, maka dari itu kami mengikuti PMII, karena PMII lah yang memang arah perjuangnnya dari NU untuk ditingkat mahasiswa. Bagi saya NU sudah menjadi darah saya dari sejak kecil, dan saya harus berproses di NU sampai saya mati nanti.
4. Setio Budi (Mahasiswa Jurusan BSA)
Saya memandang di Fakultas Adab yang kami tempati ini, organisasi yang banyak kadernya adalah PMII, dari dulu dari awal saya kuliah disini sampai sekarang PMII masih termasuk organisasi yang menjadi mayoritas di Adab. Mungkin ini karena proses kaderisasinya yang matang sehingga bisa selalu mendominasi diwilayah ini. Memang di adab organisasi yang selalu berkoar-koar adalah PMII mungkin itu menjadi salah satu faktornya supaya bisa dilihat dari berbagai macam kalangan bahwa PMII itu memang organisasi yang benar-benar membentuk mahasiswa untuk agen perubahan. Ke-eksistensial seperti itu mungkin yang menyebabkan PMII selalu mendominasi di Fakultas Adab.
5. Niswah (Mahasiswa jurusan Sastra Inggris)
Memang pengkaderan kami di Fakultas Adab ini sangat kuat dan kami memang mainnya di kultur seperti di Pondok Pesantren yang kami dulu nyantri-nyantri disana kami datangi dengan tujuan silaturahmi, kemudian di organisasi etnis atau organisasi daerah (ORDA) masing-masing
kami masuk disana, dan lagi seperti di SMA kami dulu kami arahkan adik-adik kami yang ingin masuk kuliah kemudian kami jelaskan keadaan-keadaan di UIN sampai gerakan-gerakan mahasiswa-mahasiwanya dengan begitu mereka pasti tertarik dan pasti ada sedikit kemauan, dan hasil kami pun tidak sia-sia, sampai saat ini masih banyak kader-kader yang kami dapatkan yang ingin berproses di PMII.
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Didalam Fakultas Adab terdapat berbagai macam organisasi, dan organisasi yang terbesar disana adalah PMII. Karena PMII disana bisa dibilang yang mendominasi dan menjadi kaum mayoritas. Bagaimanapun juga kaum mayoritas pasti akan menguasai semua dari segi massa ataupun system kerja mereka. Hanya PMII yang berani berkoar-koar disana karena memang mereka banyak massanya di banding dengan organisasi yang lain di Fakultas Adab. Jadi tidaklah heran apabila tahun ajaran baru tiba PMII pasti selalu paling banyak, mendapatkan kader-kader yang lebih banyak dari yang lainnya. PMII bisa dibilang disana sangat kuat dan menjadi kelompok yang mayoritas. Maka dari itu mereka masih bertahan sampai sekarang, ke-eksistensiannya mereka masih terjaga sampai sekarang.
B. Saran
Menyadari akan keterbatasan penyusun dari segi referensi baik dari segi sistematika penulisan ataupun penyusunan ilmiah yang tentunya sangat berpengaruh terhadap tingkat keilmiahan makalah ini, maka dengan segala kerendahan hati, penyusun mengharapkan masukan dari setiap pembaca agar kiranya sudi memberikan masukan, baik berupa kritikan ataupun saran yang tentunya membangun untuk penyempurnaan penyusunan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bernilai ilmiah dimata para ilmuan dan tentunya bernilai amaliah di sisi Allah swt.
DAFTAR PUSTAKA
Murtiningsih, Wahyu.2012. Para Filsuf Dari Plato Sampai Ibnu Bajjah. Yogyakarta: IRCiSoD
Partanto, Pius A. dan M. Dahlan Al Barry. Tanpa Tahun. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: ARKOLA
Ritzer, George. 2012. Teori Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir