DAN PROSEDUR ANALITIS
KERTAS KERJA
2. UNSUR PENGENDALIAN INTERN
Suatu kebijakan dan prosedur dalam organisasi tetap dalam rangka memberikan jaminan bahwa capaian tujuan dapat dicapai maka diperlukan pengendalian intern. Pengendalian intern dibagi menjadi dua, yaitu:
(1) Pengendalian administrasi
pengendalian ini meliputi rencana organisasi serta prosedur-prosedur dan catatan yang berhubungan dengan proses pembuatan keputusan dan administrasi lainnya.
(2) pengendalian akuntansi
Selain sebagai prosedur-prosedur mengamankan harta organisasi, pengendalian ini juga digunakan organisasi untuk aktivitas dalam rangka pencapaian kinerja organisasi (Emilie, 2004).
Pemahaman struktur pengendalian intern dapat dilakukan bila diketahui unsur- unsur yang melekat didalamnya. Audit atas laporan keuangan dalam
Standar Pekerjaan lapangan kedua Pemahaman SPI 1.merencanakan audit. 2. menentukan sifat audit. 3.luas lingkup auditan auditor Manfaat
kepentingannya mengelompokkan unsur pengendalian intern menjadi tiga ( Abdul, 2001: 193), yaitu:
(1) Lingkungan pengendalian (2) Sistem akuntansi
(3) Prosedur pengendalian
Masing-masing unsur dapat dijelaskan sebagai berikut: Lingkungan Pengendalian
Dalam suatu organisasi lingkungan pengendalian menciptakan suasana pengendalian dan mempengaruhi kesadaran atas pengendalian. Selain menciptakan suasana dan mempengaruhi kesadaran setiap person dalam organisasi, struktur pengendalian intern juga merupakan landasan untuk semua unsur pengendalian. Dengan kata lain dapat dikatakan lingkungan pengendalian adalah gabungan dari berbagai faktor dalam membentuk, memperkuat, atau memperlemah efektivitas kebijakan dan prosedur tertentu.
Sistem Akuntansi
Salah satu kegunaan akuntansi adalah untuk:
(a) mengidentifikasikan, menghimpun, mengelompokkan, mencatat dan melaporkan transaksi suatu entitas.
(b) Menyelenggarakan pertanggungjawaban aktiva dan utang yang bersangkutan dengan transaksi tersebut.
Sistem akuntansi yang efektif harus memenuhi tujuan rinci dari pengendalian intern, maka keefektifan dari suatu sistem akuntansi harus mempertimbangkan metode dan catatan yang dapat:
(a) mengidentifikasikan dan mencatat semua transaksi atau kejadian yang sah. (b) Menggambarkan transaksi secara tepat waktu dan terperinci agar dapat
diklasifikasikan dengan tepat untuk pelaporan keuangan. (c) Mengukur nilai transaksi yang layak
(d) Menentukan periode transaksi sehingga dapat ditentukan pisah batasnya (cut off)
Prosedur Pengendalian
Selain lingkungan pengendalian dan sistem akuntansi, prosedur pengendalian dibuat manajemen untuk mencapai tujuannya. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa prosedur pengendalian adalah kebijakan dan prosedur sebagai tambahan untuk memberikan keyakinan yang memadai dalam mencapai suatu tujuan.
3. LINGKUNGAN PENGENDALIAN INTERN
Lingkungan pengendalian intern yang merupakan bagian dari unsur struktur pengendalian intern terdiri atas tindakan, kebijakan dan prosedur yang merupakan cerminan yang ada dalam organisasi. Guna dapat memahami lingkungan pengendalian intern maka auditor harus mempertimbangkan sub elemen yang ada, antara lain:
(a) Filosofi dan gaya operasi manajemen (b) Struktur organisasi satuan usaha (c) Komite audit
(d) Metode untuk mengkomunikasikan pelimpahan wewenang dan tanggungjawab
(e) Metode pengendalian manajemen (f) Fungsi audit intern
(g) Kebijakan dan prosedur kepegawaian (h) Pengaruh ekstern Lingkungan Pengendalian Sistem Akuntansi Prosedur pengenda lian Struktur Pengendalian Intern
Berikut ini penjelasan yang dapat diberikan terkait dengan sub elemen yang ada di lingkungan pengendalian:
filosofi dan gaya operasi manajemen
Faktor ini menjangkau rentang karakteristik yang luas seperti: pendekatan manajemen dalam mengambil dan memantau risiko usaha; sikap dan tindakan manajemen. Atas laporan keuangan. Karakteristik ini memiliki pengaruh besar pada lingkungan pengendalian.
struktur organisasi satuan usaha
Pada faktor ini meliputi pertimbangan bentuk dan sifat unit-unit organisasi entitas. Struktur organisasi merupakan satuan usaha yang memberikan rerangka kerja menyeluruh bagi perencanaan, pengarahan dan pengendalian operasi.
komite audit
Jika dalam enitas dibentuk komite audit maka bentukan tersebut harus berperan aktif dalam pengamatan kebijakan dan praktik akuntansi serta pelaporan keuangan. Komite ini membantu dewan komisaris/ pengawas dalam memenuhi kewajiban terkait dengan pelimpahan kepercayaan dan pertanggungjawaban serta membantu memelihara hubungan komunikasi antara dewan komisaris dan auditor.
Metode Penetapan wewenang dan tanggungjawab
Pemahaman terhadap hubungan pelaporan dan tanggungjawab yang ditetapkan entitas dipengaruhi oleh metode petetapan wewenang dan tanggungjawab. Metode ini meliputi pertimbangan (SPAP,2001: 319.27) (a) Kebijakan satuan usaha mengenai masalah: praktik usaha, konflik
kepentingan dan aturan perilaku.
(b) Penetapan tanggungjawab dan delegasi wewenang untuk menangani masalah: maksud dan tujuan organisasi, fungsi operasi dan persyaratan instansi berwenang.
(c) Job description yang menegaskan tugas-tugas spesifik hubungan pelaporan dan kendala.
(d) Dokumentasi sistem komputer yang menunjukkan prosedur persetujuan transaksi dan pengesahan perubahan sistem.
Metode pengendalian manajemen
Pemahaman hubungan pelaporan dan tanggungjawab entitas dipengaruhi metode pengendalian manajemen yang meliputi pertimbangan pada:
(a) penetapan sistem perencanaan dan pelaporan yang menegaskan rencana dan hasil kinerja manajemen sesungguhnya.
(b) Penetapan metode yang mengidentifikasikan status kinerja sesungguhnya dan pengecualian dari kinerja yang direncanakan dan mengkomunikasikan ke tingkat manajemen dengan tepat.
(c) Penggunaan metode pengendalian manajemen yang tepat untuk menyelidiki perbedaan dari harapan serta pengambilan tindakan korektif dengan tepat.
(d) Penetapan dan pemantau kebijakan guna mengembangkan dan memodifikasi sistem akuntansi dan prosedur pengendalian termasuk pengembangan, modifikasi dan penggunaan program dan file data komputer yang terkait.
Fungsi audit intern
Fungsi audit intern yang bertugas memeriksa dan mengevaluasi kecukupan dan efektivitas kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern. Fungsi audit intern yang efektif yang mencakup pertimbangan wewenang dan hubungan pelaporannya, kualifikasi staff dan sumber dananya.
Praktek dan kebijakan karyawan
Faktor ini mempengaruhi kemampuan suatu entitasusaha dalam mempekerjakan karyawan kompeten yang cukup untuk pencapaian sasaran dan tujuan perusahaan.
Pengaruh ekstern
Pengaruh ekstern merupakan pengaruh yang ditetapkan dan dilakukan oleh pihak di luar entitas yang mempengaruhi operasional dan praktik entitas tersebut. Dan pengaruh ekstern ini keberadaan diluar entitas namun demikian pengaruh ekstern memiliki pengaruh untuk meningkatkan kesadaran dan sikap manajemen terhadap pelaporan operasi entitas.
Gambar 9.3. memperlihatkan lingkungan pengendalian dan sub elemennya.