BAB VI. KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN
A. Landasan Teori
3. Unsur-unsur dalam mengelola dan menjalankan program pemasaran: pemasaran:
a. Product (Produk)
Produk adalah segala sesuatu yang baik yang bersifat
fisik maupun non fisik yang dapat ditawarkan kepada
konsumen untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya.
Ada tiga level produk:
1) Inti produk (core product/generie product), yaitu manfaat atau jasa inti yang diberikan produk tersebut.
2) Wujud produk (tangible product/formal product), yaitu karakteristik yang dimiliki produk tersebut, berupa
mutunya, corak atau ciri-ciri khasnya, merk dan
kemasannya.
3) Produk tambahan yang disempurnakan (augmented/extend product), menggambarkan kelengkapan atau penyempurnaan dari produk inti.
Dalam memahami perilaku konsumen tentu tidak
mudah karena konsumen mempunyai sifat yang berbeda-beda
sebagaimana dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas di
samping dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan internal
lainnya yang berakibat langsung terhadap perilaku konsumen.
budaya, kelas sosial, kelompok sosial, kelompok referensi, dan
keluarga. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang ada
pada diri konsumen itu sendiri (psikologis) yang meliputi: belajar, kepribadian, dan konsep diri, serta sikap (Stanton,
1996:155). Oleh sebab itu konsumen harus dapat
mengendalikan perubahan perilaku tersebut dengan berusaha
mengimbanginya, yakni dengan mempengaruhi konsumen
dalam membeli produk yang ditawarkan dan melalui evaluasi
berkala demi kelangsungan hidup produsen itu sendiri.
Dalam suatu produk harus mempunyai diferensi produk
yang bagus dan menarik, antara lain :
a) Bentuk b) Keistimewaan c) Mutu kinerja d) Mutu kesesuaian e) Daya tahan f) Keandalan g) Mudah diperbaiki h) Gaya
b. Price (Harga)
Harga dapat didefinisikan sebagai alat tukar, hal ini
seperti yang dikemukakan oleh William J.Stanton terjemahan
Y.Yamanto (1989:308) bahwa harga adalah jumlah uang
(kemungjinan ditambah beberapa barang) yang dibutuhkan
untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan
pelayanan yang mentertainya.
Berdasarkan definisi tersebut maka harga merupakan
jumlah uang yang diperlukan sebagai penukar sebagai
kombinasi produk dan jasa, dengan demikian maka suatu harga
haruslah dihubungkan dengan bermacam-macam barang dan/
atau pelayanan, yang akhirnya akan sama dengan sesuatu yaitu
produk dan jasa. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh
E.Jerome MC. Carthy terjemahan Gunawan H. (2985:414)
bahwa harga adalah apa yang dibebankan untuk sesuatu. Setiap
transaksi dagang dapat dianggap sebagai suatu pertukaran
uang, uang adalah harga untuk sesuatu.
Tujuan perusahaan melalui penetapan harga menurut
Philip Kotler (1992:122) terdapat enam tujuan:
1) Bertahan hidup
2) Memaksimalisasi laba jangka pendek
3) Memaksimumkan pendapatan jangka pendek
5) Menyaring pasar secara maksimum
6) Unggul dalam suatu produk
c. Promotion (Promosi)
Promosi adalah suatu komunikasi dari penjual dan
pembeli yang berasal dari informasi yang tepat yang bertujuan
untuk merubah sikap dan tingkah laku pembeli, yang tadinya
tidak mengenal menjadi mengenal sehingga menjadi pembeli
dan tetap mengingat produk tersebut.berdasarkan pengertian
ini maka promosi merupakan aktifitas komunikasi yang berasal
dari informasi yang tepat.
Menurut Selnes (1996:310) komunikasi merupakan
pertukaran informasi antara pembeli dan penjual, pertukaran
informasi sangat penting bagi peningkatan hubungan
pemasaran, hal ini karena informasi akan memberikan
kesadaran dan pengertian diantara pembeli dan penjual yang
pada akhirnya akan memberikan kepuasan dan hubungan
saling menguntungkan.
Respon atau tanggapan konsumen sebagai komunikan
yang diharapkan oleh pemasar menurut Kotler (1992:573)
yaitu pemasar menginginkan dari adanya komunikasi yang
efektif, yaitu:
1) Efek Kognitif, yaitu membentuk kesadaran informasi tertentu.
2) Efek Afeksi, yakni memberikan pengaruh untuk melakukan sesuatu. Yang diharapkan adalah realisasi pembelian.
3) Efek Behavior atau perilaku, yaitu membentuk perilaku konsumen yaitu diharapkan adalah pembelian ulang.
d. Placement (saluran pemasaran)
Saluran pemasaran adalah serangkaian organisasi yang
terkait dalam semua kegiatan yang digunakan untuk
menyalurkan produk dan status pemilikannya dari produsen ke
konsumen. Pengertian ini menunjukkan bahwa perusahaan
dapat menggunakan lembaga atau perantara untuk
menyalurkan produknya kepada konsumen akhir.
Menurut Kotler (2002:183) Faktor-faktor yang
mempengaruhi prilaku pembelian konsumen yaitu :
1) Faktor Kebudayaan
Kebudayaan mempunyai penaruh paling luas dan mendalam
terhadap perilaku konsumen. Terdiri dari budaya, sub budaya, dan
kelas sosial. Budaya yang merupakan karakter paling penting dari
suatu sosial yang membedakannya dari kelompok budaya lain
menjadi penentu dan keinginan dan prilaku yang paling mendasar.
Masing-masing budaya terdiri dari sub budaya yang memberikan
lebih banyak ciri-ciri dan sosialisasi.Sub budaya adalah suatu
beberapa bagian dari keseluruhan suatu budaya. Masyarakat dalam
suatu budaya dan sub budaya sesungguhnya terbagi dalam strata
atau kelas sosial. Kelas sosial merupakan sekelompok orang yang
sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan diantara
mereka sendiri.
2) Faktor Sosial
Pada umumnya konsumen sering meminta pendapat dari
orang sekitas dan lingkungannya tentang produk apa yang harus
dibeli. Karena itulah lingkungan sosial memberikan pengaruh
terhadap perilaku konsumen. Faktor sosial terdiri dari 3 bagian,
yaitu: kelompok acuan, keluarga, dan peran. Kelompok acuan
adalah semua kelompok yang memilki pengaruh langsung terhadap
sikap/perilaku seseorang. Dengan pendapat yang diperoleh dari
suatu kelompok maka konsumen dapat membuat keputusan
konsumsi. Keluarga sebagai organisasi pembelian konsumen yang
paling penting juga berpengaruh secara langsung terhadap
keputusan seseorang dalam membeli barang sehari-hari. Sedangkan
peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan seseorang.
Suatu produk atau merk dapat menggambarkan peran dan status
3) Faktor Pribadi
Mulai dari bayi hingga dewasa dan menjadi tua, manusia
selalu membutuhkan barang dan jasa. Pilihan barang yang dibeli
secara otomatis dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dan gaya hidup
yang bersangkutan. Gaya hidup merupakan cara hidup seseorang
yang terlihat melalui aktivitas sehari-hari, minat dan pendapat
seseorang. Seseorang dengan pendapatan yang tinggi dan gaya
hidup mewah tentunya akan menentukan pilihan pada barang dan
jasa yang berkualitas. Selain itu kepribadian dan konsep diri juga
mempengaruhi pilihan produk. Konsep diri adalah bagaimana
konsumen mempresepsikan diri mereka sendiri, yang meliputi
sikap, persepsi, keyakinan, dan evaluasi diri. Karena sangat
berguna dalam menganalisis prilaku sonsumen sehingga banyak
perusahaan menggunakan konsep yang berhubungan dengan
kepribadian seseorang.
4) Faktor Psikologis
Sikap pembelian psikologis dipengaruhi oleh empat faktor
psikologis utama, yaitu : motivasi, persepsi, pembelajaran dan
kepercayaan. Motivasi merupakan kebutuhan yang mendorong
seseorang dalam melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang
ingin dicapai. Melalui motivasi proses pengamatan dan belajar
seseorang memperoleh kepercayaan terhadap suatu produk yang
konsumen mengembangkan beberapa kenyakinan mengenai
ciri-ciri dari suatu produk dan selanjutnya akan membentuk suatu sikap
konsumen terhadap produk tersebut.