BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
3. Upaya Guru Pendidikan Agama Islam
Dalam penelitian ini, identifikasi upaya-upaya yang ditempuh oleh guru pendidikan agama Islam di lokasi penelitian dalam rangka membentuk kepribadian peserta didik. Menindak lanjuti masalah-masalah tersebut, hasil wawancara penulis dengan sejumlah guru dengan maksud mengungkap langkah-langkah yang ditempuh oleh mereka. Penulis telah mengidentifikasi sejumlah langkah-langkah yang dilakukan oleh para guru SMA Negeri 1 Sigi Biromaru, yaitu:
a. Pemberian bimbingan terhadap peserta didik
Bimbingan belajar terhadap anak berarti pemberian bantuan kepada anak dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dan dalam penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan hidup, agar anak lebih terarah dalam belajarnya dan bertanggung jawab dalam menilai kemampuannya sendiri dan menggunakan pengetahuan mereka secara efektif bagi dirinya, serta memiliki potensi yang berkembang secara optimal meliputi semua aspek pribadinya sebagai individu yang potensial.Selain itu, pemberian bimbingan juga merupakan bantuan yang diberikan guru kepada peserta didik untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.
Seorang responden yaitu Wawan Setiawan (17 Tahun) mengemukakan pentingnya bimbingan yang guru berikan kepadanya, bahwa:
“Guru dalam memberikan bimbingan kepada saya memberikan saran-saran
belajar di rumah, saya lakukan dengan menciptakan suasana diskusi di rumah. Ternyata, dengan cara tersebut ada banyak keuntungan yang saya rasakan, antara lain; memperluas wawasan, melatih menyampaikan gagasan dengan baik, terciptanya penghayatan. Bahkan, orang tua saya terlibat membantu guru di rumah.”28
Uraian wawancara di atas menggambarkan betapa urgennya pemberian bimbingan guru. Secara psikologi hal ini akan direspon oleh peserta didik sebagai bentuk perhatian dan menimbulkan motivasi tersendiri bagi kelanjutan peserta didik itu sendiri.
b. Memberikan nasihat
Bentuk lain dari upaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah memberikan nasihat kepada peserta didik. Menasihati berarti memberi saran-saran untuk memecahkan suatu masalah, berdasarkan pengetahuan, pengalaman dan pikiran sehat. Nasihat dan petuah memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membuka mata anak-anak terhadap kesadaran akan hakikat sesuatu serta mendorong mereka untuk melakukan sesuatu perbuatan yang baik.
Nasihat diberikan guru setiap saat mereka bertemu di mana pun. Dengan demikian maka peserta didik dapat merasakan usaha yang dilakukan oleh guru untuk membuat peserta didik maju dalam segala hal termasuk belajar, sehingga anak dapat meningkatkan prestasi belajarnya.
Tindakan di atas dipertegas oleh kepala sekolah Salman Paris, yaitu:
“Saya menyadari bahwa para guru harus lebih banyak membimbing anak
didiknya di manapun setiap mau belajar dan selesai belajar di kelas selalu saya
28Wawan Setiawan, Peserta Didik Informan, “Wawancara” Tanggal 30 Maret 2010, di Masjid Siti Fatimah SMA Negeri 1 Sigi Biromaru.
ingatkan anak saya supaya serius bersekolah untuk dirinya dan orang
tuanya.”29
Dalam upaya memberikan bimbingan, di samping memberikan nasihat, kadang kalau guru juga dapat menggunakan hukuman. Hukuman diberikan jika peserta didik melakukan sesuatu yang keliru, misalnya ketika kami malas belajar atau malas masuk ke sekolah. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Budiman (17 Tahun), yang juga sebagai ketua OSIS itu, bahwa: “Saya sering kena sanksi dari guru kalau malas masuk kelas, tetapi sanksinya bukan fisik melainkan moral saja.”30
Mencermati wawancara di atas, tergambar bahwa tujuan diberikannya hukuman atau sanksi adalah untuk menghentikan tingkah laku yang kurang baik, dan tujuan selanjutnya adalah mendidik dan mendorong peserta didik untuk menghentikan sendiri tingkah laku yang tidak baik.
Di samping itu hukuman yang diberikan itu masih wajar, logis, obyektif, dan tidak membebani mental, serta harus sebanding antara kesalahan yang diperbuat dengan hukuman yang diberikan. Apabila hukuman terlalu berat, maka peserta didik cenderung untuk menghindari atau meninggalkan.
c. Pengawasan terhadap peserta didik
Pengawasan guru berarti mengontrol atau mengawasi semua kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh peserta didik baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengawasan guru dimaksudkan sebagai penguat disiplin supaya pendidikan
29Salman Paris, Kepala Sekolah Informan, “Wawancara” Tanggal 8 April 2010, di Ruang Kepala SMA Negeri 1Sigi Biromaru.
30Budiman, Peserta Didik Informan, “Wawancara” Tanggal 30 Maret 2010, di Masjid Siti Fatimah SMA Negeri 1 Sigi Biromaru.
anak tidak terbengkalai, karena terbengkalainya pendidikan seorang anak bukan saja akan merugikan dirinya sendiri, tetapi juga lingkungan hidupnya.
Pengawasan guru terhadap peserta didik biasanya lebih diutamakan dalam masalah belajar dan pergaulan. Kondisi ini dikemukakan oleh informan yaitu Wakil Kepala Sekolah Nurdin Ismail, bahwa: “Dengan cara mengawasi peserta didik dalam hal belajar dan pergaulan, para guru bisa mengontrol masalah yang terjadi pada mereka sehingga dapat diambil tindakan preventif.”31
Pada intinya, pengawasan guru bukanlah berarti pengekangan terhadap kebebasan anak untuk berkreasi tetapi lebih ditekankan pada pengawasan kewajiban anak yang bebas dan bertanggung jawab. Pengawasan atau kontrol yang dilakukan tidak hanya ketika di sekolah saja, akan tetapi juga ketika peserta didik berada di luar lingkungan sekolah.
d. Pemberian motivasi dan penghargaan
Sebagai pendidik yang utama, guru juga dituntut untuk mampu memberikan motivasi dan dorongan, sebab tugas memotivasi belajar merupakan tanggungjawab guru. Untuk mendorong semangat belajar peserta didik hendaknya para guru mampu memberikan semacam hadiah untuk menambah minat belajar bagi peserta didik itu sendiri. Namun jika prestasi belajar anak itu jelek atau kurang maka tanggung jawab guru adalah memberikan motivasi atau dorongan kepada peserta didik untuk lebih giat dalam belajar. Sebagaimana dikemukakan oleh Nuzwar, bahwa:
“Saya rasa dorongan kami sebagai pendidik kepada anak-anak entah prestasi
nya tidak mmuaskan atau kurang sangat diperlukan karena dimungkinkan kurangnya dorongan tersebut akan bertambah kurang memuaskan pula
31Nurdin Ismail, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Guru PKn Informan,
prestasinya dan bahkan akan mungkin menimbulkan keputusasaan. Tindakan ini perlu kami lakukan entah anak kami berprestasi baik ataupun kurang baik. Yang kami lakukan antara lain mengarahkan cara belajar, mengatur waktu belajar dan sebagainya.”32
Bentuk lain penghargaan guru selain memberi pujian adalah dengan memberikan semacam hadiah atau yang lain. Hadiah ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi pada peserta didik, untuk menggembirakan, dan untuk menambah kepercayaan pada peserta didik itu sendiri, serta untuk mempererat hubungan dengan mereka. Akan tetapi guru juga tetap memberikan nasihat karena hadiah itu sendiri juga bisa merusak dan menyimpangkan pikiran peserta didik dari tujuan belajar yang sebenarnya.
e. Menggunakan metode mengajar bervariasi
Langkah ini umumnya ditempuh oleh seorang guru untuk mengatasi kebosanan peserta didik dan menghadirkan suasana kelas yang kondusif. Adapun langkah yang ditempuh oleh guru PAI di lokasi penelitian adalah dengan menggunakan multi-metode seperti metode ceramah yang diselingi dengan metode tanya jawab atau metode eksplorasi.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru pendidikan agama Islam yaitu: Herman Januddin, mengemukakan:
“Pada saat mengajar di kelas, respon peserta didik beragam ada yang kurang
perhatian, ada yang terlihat semangat dan antusias. Namun, penggunaan ragam metode mengajar ternyata menarik bagi peserta didik terutama bila ada tanya jawab atau diskusi tentang kehidupan sehari-hari dengan tema yang aktual.”33
32Nuzwar, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Guru Bahasa Indonesia Informan,
“Wawancara” Tanggal 7 April 2010, di Ruang Wakil Kepala SMA Negeri 1 Sigi Biromaru.
33Herman Januddin, Guru PAI Informan, “Wawancara” Tanggal 30 Maret 2010, di Ruang guru SMA Negeri 1 Sigi Biromaru.
Hasil wawancara tersebut, mengisyaratkan bahwa penggunaan metode pembelajaran yang variatif dapat membantu peserta didik lebih enak belajar, kelas lebih kondusif, tidak membosankan, dan sebagainya.
f. Melakukan pendekatan pribadi kepada peserta didik
Salah satu langkah strategis lainnya yang ditempuh oleh guru adalah melakukan pendekatan personal kepada peserta didik, baik secara langsung maupun melalui orang tua peserta didik yang bersangkutan. Tujuannya untuk melacak kendala-kendala apa saja yang dialami oleh peserta didik, dan teman-temannya. Hasilnya dapat dijadikan bahan evaluasi untuk memberikan tindakan yang tepat bagi peserta didik.