B. Urusan Pilihan Yang Dilaksanakan
1. URUSAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
a) Program Pengembangan Budidaya Perikanan 1) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya yang dilaksanakan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.000.000.000,-. Hasil pelaksanaan adalah terlaksananya sosialisasi Program Gerakan Pengembangan Perikanan Pantura dan Muara Pantai Selatan (GAPURA), 100 orang petugas Provinsi dan kabupaten/kota Pantura dan Pansela; terlaksananya Temu Koordinasi dan Evaluasi Program GAPURA bagi 50 orang peserta dari kabupaten/kota Pantura dan Pansela; terlaksananya Mitra Praja Utama (MPU) Perikanan Budidaya 90 orang peserta Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (Pusat), Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat Jawa Barat dan 10 Provinsi : Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Di Yogyakarta, Jawa Timur, Bali NTB dan NTT; terlaksananya Sosialisasi Obat-obatan Terlarang dalam Perikanan Budidaya 50 orang petugas, produsen dan suplier Obat Ikan Kimia Berbahaya (OIKB) serta pihak terkait;
terlaksananya pelatihan Manajer Pengendali Mutu (MPM) Perikanan Budidaya 30 orang Calon Tenaga Fungsional Manajer Pengendali Mutu Perikanan Budidaya; terlaksananya Forum Perbenihan Jawa Barat 50 orang peserta; terlaksananya monitoring Restocking di Perairan Umum (Waduk Jatiluhur, Cirata dan Saguling); terlaksananya pelatihan Petugas Fungsional Perikanan Budidaya bagi 30 orang petugas; dan
LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-179 terfasilitasinya Lomba Pokdakan Tingkat Provinsi yang diikuti oleh 28 Pokdakan.
(2) Kegiatan Peningkatan Produksi Ikan Catfish (Lele dan Patin) di Balai Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Dinas Perikanan dan
Kelautan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.500.000.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan terfasilitasinya produksi
larva ikan patin 20.000.000 ekor; terlaksananya pembesaran ikan patin di kolam dalam 2000 Kg; terlaksananya pencetakan induk ikan patin di Cijengkol 1.500 ekor calon induk ikan; terlaksananya pembenihan ikan Lele Sangkuriang di Cijengkol 5.000.000 larva; terlaksananya pencetakan induk ikan Lele Sangkuriang di Cijengkol 150 paket untuk hibah;
terlaksananya pelatihan budidaya ikan patin bagi 30 orang petugas dan 30 orang pembudidaya di Cijengkol; terlaksananya pelatihan budidaya ikan Lele Sangkuriang bagi 30 orang petugas dan 30 orang pembudidaya di Cijengkol; terlaksananya pembesaran ikan Patin kolam air deras di Cikonyal Kabupaten Bandung, 2.000 Kg; terlaksananya Dempond pembesaran ikan Lele Sangkuriang di Kabupaten Bogor, 3.500 Kg;
terlaksananya produksi ikan Patin 1 inchi di Cijengkol, 750.000 benih Patin; terlaksananya Dempond pembesaran ikan Lele Sangkuriang di Kabupaten Indramayu, 7.500 Kg Lele konsumsi; terlaksananya Dempond pendederan II ikan Lele Sangkuriang di Kota Sukabumi, 250.000 ekor benih Lele ukuran 3-5 cm; terlaksananya Dempond pendederan ikan Patin 1 inchi di Kabupaten Subang, 450.000 ekor benih Patin;
terlaksananya Dempond pendederan ikan Patin 2 inchi di Kabupaten Purwakarta, 430.000 ekor benih Patin; serta terlaksananya Dempond pendederan III ikan Lele Sangkuriang 1 inchi di Kabupaten Sukabumi, 160.000 ekor benih.
(3) Kegiatan Peningkatan Produksi Ikan Nila dan Mas dibesarkan oleh Balai Pengembangan Benih Ikan Air Tawar (BPBIAT) Wanayasa Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.288.400.000,-. Hasil kegiatan adalah terlaksananya pemijahan massal Grand Parent Stock (GPS) Nirwana;
terlaksananya pendederan Parent Stock (PS) Nirwana 1.000.000 ekor benih calon induk; terlaksananya pembesaran calon induk PS Nirwana 100 paket; terlaksananya uji pembesaran Ikan Nila Nirwana untuk konsumsi di kolam air deras (KAD); tersebarnya informasi teknologi pembenihan ikan air tawar; terlaksananya 1 paket pengelolaan induk
LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-180 ikan Mas; tersedianya benih calon induk Ikan Mas hasil pendederan, 100.000 ekor; tersedianya 2.000 kg calon induk Ikan Mas hasil pembesaran; terlatihnya 40 orang pembudidaya ikan Nila Nirwana;
terlatihnya 20 orang petugas BPBIAT dalam bidang pemuliaan Ikan Nila, 20 orang; tersedianya 10 buah Automatic Feeder untuk intensifikasi pembesaran ikan; tersedianya 5.000.000 ekor benih sebar ikan Nirwana hasil pendederan; terlaksananya Dempond pendederan I, II dan III Ikan Nila dan Ikan Mas untuk masyarakat di Kabupaten Purwakarta dan Subang; terlaksananya Dempond pembesaran Ikan Nila untuk masyarakat di Kolam Jaring Apung (KJA) Cirata; serta terlaksananya Dempond pembesaran Ikan Mas untuk masyarakat di Kabupaten Purwakarta.
(4) Kegiatan Peningkatan Produksi Udang, Bandeng dan Rumput Laut yang dilaksanakan Balai Pengembangan Budidaya Air Payau dan Laut (BPBAPL) Sungaibuntu Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 4.010.525.000,-.
Hasil kegiatan adalah terlaksananya pengadaan bahan kimia, peralatan laboratorium dan tanah 1,8 ha; tersedianya 75.000 ekor Bandeng hasil Metode Progresif di BPBPAPL; tersedianya 25.000 ekor Nener dan 1.000 Kg Rumput Laut hasil Aplikasi Teknologi Budidaya Bandeng Polikultur;
tersedianya 100.000 ekor Udang Windu hasil metode intensif;
tersedianya 300.000 ekor Udang Vanname dan 2.000 kg Rumput laut di Balongan; tersedianya 300.000 ekor Udang Windu dan 3.000 kg Rumput Laut di BPBAPL, Cilamaya dan Balongan; tersedianya 10.000 ekor Ikan Nila Salin, 150.000 ekor Udang Galah, 200 Kg Induk Udang Galah;
tersedianya 250.000 ekor Udang Vanname hasil Dempond GAPURA;
tersedianya 600.000 ekor benur dan 6.000 Kg Rumput Laut di Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, Cirebon dan Kota Cirebon;
meningkatnya keterampilan 150 orang pembudidaya ikan dan udang di Pantura,; terlaksananya pengembangan budidaya di Kawasan GAPURA;
tersedianya 750.000 ekor Ikan Bandeng hasil Dempond untuk masyarakat di Kabupaten Karawang, Subang, Indramayu, Bekasi dan Cirebon.
(5) Kegiatan Produksi Udang dan Ikan Laut yang dilaksanakan Balai Pengembangan Benih Ikan Air Payau dan Laut (BPBIAPL) Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat di Pangandaran, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.311.000.000,-. Hasil kegiatan
LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-181 adalah tersedianya sarana dan prasarana budidaya pendukung GAPURA di Cibalong; tersedianya benih ikan dan udang untuk pendukung GAPURA; meningkatnya keterampilan SDM 90 orang pembudidaya untuk budidaya laut dan udang; tersedianya 30 ton ikan nila untuk konsumsi hasil Dempond di muara sungai; terlaksananya pengendalian hama penyakit ikan dan udang di 5 lokasi; tersedianya 8 ton udang vanname untuk konsumsi di Kabupaten Ciamis dan Garut; tersedianya 3.000.000 benur vanname di Kabupaten Ciamis.
(6) Kegiatan Restocking di Perairan Umum dan Pengembangan Ikan Hias yang dilaksanakan Balai Pelestarian Perikanan Perairan Umum (BPPPU) Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.100.000.000,-. Hasil kegiatan adalah tersedianya 2.500.000 ekor ikan mola dan bighead hasil pemijahan; tersedianya pengadaan 7.500.000 ekor benih ikan tropik level rendah (nilem dan tawes); tersedianya 100 kg induk ikan langka (lalawak) hasil pemuliaan;
terlaksananya pengadaan 100 Kg induk ikan penyeimbang ekosistem perairan umum; terlaksananya penyebaran 20.000.000 ekor ikan di 26 kabupaten/kota; tersedianya 10.000 ekor benih ikan hias Koi; tersedianya 3.000 ekor benih ikan hias Koi hasil pembesaran; tersedianya 10.000 ekor induk ikan komet; serta tersedianya 1.150 ekor ikan nila dan nilem untuk masyarakat di Kabupaten Cianjur, Bandung Barat dan Sukabumi.
(7) Kegiatan Peningkatan Produksi Ikan Gurame yang dilaksanakan Balai Pengembangan Produksi Budidaya Air Tawar (BPPBAT) Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat di Singaparna, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.000.000.000,-. Hasil kegiatan adalah tersedianya 500.000 ekor induk gurame hasil peremajaan di Tasikmalaya; tersedianya 100.000 ekor benih gurame hasil pendederan I dan 50.000 ekor hasil pendederan II; tersedianya 2.000 Kg calon induk gurame hasil pembesaran; terlaksananya penyebaran informasi budidaya ikan gurame; serta terlaksananya pelatihan 40 orang petugas dalam teknologi budidaya ikan gurame.
2) Permasalahan dan solusi
(1) Terbatasnya kualitas dan kuantitas sarana prasarana usaha budidaya ikan seperti: jaringan irigasi di tambak maupun saluran budidaya air tawar dan budidaya ikan di laut. Solusi pemecahan masalahnya dilakukan peningkatan/penyempurnaan sarana dan prasarana budidaya
LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-182 secara terpadu, antara lain dengan melibatkan unsur terkait seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
(2) Rendahnya sarana produksi dan kualitas input produksi, seperti: induk dan benih, pakan, maupun peralatan teknis budidaya. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan perbaikan kualitas induk dan benih melalui rekayasa teknologi (pemuliaan) dengan mengoptimalkan pemberdayaan UPTD/Balai, serta meningkatkan sarana dan prasarana di UPTD.
(3) Serangan wabah penyakit ikan (seperti KHV, White Spot) yang masih sulit dideteksi pemunculannya serta keterbatasan dalam upaya penanggulangannya. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan pengembangan dan pengadaan vaksin, obat-obatan, pengembangan Laboratorium Hama Penyakit Ikan serta peningkatan pengetahuan mengenai pengendalian Hama Penyakit Ikan bagi para pembudidaya maupun petugas teknis.
(4) Menurunnya kualitas ekosistem sumberdaya perikanan di perairan. Untuk meningkatkan kualitas sumberdaya perairan ditempuh dengan dilakukannya restocking, sosialisasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) dan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB)
(5) Lemahnya tingkat penguasaan pasar, mencakup penguasaan informasi, segmentasi pasar, jenis produk dan mutu komoditas perikanan. Untuk itu dilakukan upaya penanggulangan dan peningkatan jejaring/networking melalui kegiatan Temu Bisnis dan Room Bisnis, temu teknis dan temu usaha, pameran produk hasil perikanan dan pembinaan kelompok tani/nelayan serta peningkatan peluang pasar untuk ekspor dengan mencari informasi pemasaran ke beberapa negara, peningkatan promosi, peningkatan jejaring distribusi dan peningkatan kemitraan usaha.
(6) Usaha kelautan dan perikanan masih dianggap beresiko dan kurang menguntungkan, sehingga kurang mendapatkan dukungan permodalan usaha yang memadai. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diberikan Dana Penguatan Modal (DPM), kredit bunga rendah, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (PNPMKP), Kredit Usaha Rakyat Kelautan Perikanan (KUR-KP), Subsidi Benih dan Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP).
LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-183 b) Program Pengembangan Perikanan Tangkap
1) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Peningkatan Produksi Perikanan Tangkap yang dilaksanakan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 450.000.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terbinanya 30 orang nelayan dalam teknologi penangkapan dan penanganan ikan di Kabupaten Sukabumi dan Bekasi; terselenggaranya Forum Koordinasi Pengelolaan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (FKPPS) Provinsi; terkordinasikannya 300 sertifikat hak atas tanah (SHAT) nelayan; serta terlaksananya pengadaan 3 unit rumpon.
(2) Kegiatan Peningkatan Pengelolaan dan Pelestarian Sumberdaya Kelautan dan Pesisir yang dilaksanakan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp.
200.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terawasinya perairan lingkungan sumberdaya kelautan dan perikanan di 4 kabupaten; terlaksananya pemberdayaan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) di 11 kabupaten/kota; terlaksananya koordinasi kerjasama pengawasan di wilayah perbatasan (DKI, Banten dan Jawa Tengah); terfasilitasinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan 50 orang petugas dalam bidang konservasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dan mitigasi bencana lingkungan laut dan pesisir Jawa Barat; serta tersusunnya Rencana Zonasi Pengelolaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Pansela Jawa Barat.
(3) Kegiatan Pengolahan, Pemasaran dan Promosi Produk Unggulan Perikanan yang dilaksanakan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 500.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terlaksananya penyebaran dan penyuluhan informasi teknologi hasil perikanan; terlaksananya lomba olahan masakan serba ikan; serta terlaksananya fasilitasi Hari Pangan Sedunia (HPS) dan Hari Krida Pertanian (HKP) tahun 2010.
(4) Kegiatan Pelayanan Pelabuhan Perikanan di Balai Pelabuhan Perikanan Pantai (BPPP) Muara Ciasem yang dilaksanakan Dinas Perikanan dan
Kelautan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 200.000.000,-. Hasil kegiatan adalah tersedianya sarana pelayanan
pelabuhan perikanan; tersedianya bahan perbengkelan; fasilitasi peningkatan pengetahuan 120 orang masyarakat perikanan tentang kesyahbandaran.
LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-184 (5) Kegiatan Pelayanan Pengujian Mutu Hasil Perikanan yang dilaksanakan
Balai Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (BPPMHP) Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 200.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terlaksananya pengujian mutu hasil perikanan; tersedianya bahan kimia hasil pengadaan; serta terlaksananya re-akreditasi/survailance ISO 17025 oleh KAN tahun 2010.
(6) Kegiatan SDM Nelayan yang dilaksanakan Balai Pengembangan Teknologi Penangkapan Ikan dan Potensi Kelautan (BPTPK) Dinas Perikanan dan
Kelautan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 200.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terlaksananya peningkatan
sumberdaya manusia nelayan di 11 kabupaten/kota melalui kegiatan magang nelayan di Kapal Latih Cakalang II bagi 60 orang.
2) Permasalahan dan solusi
(1) Sebagian besar Nelayan merupakan nelayan tradisional dengan karakteristik sosial budaya yang belum begitu adaptif terhadap kemajuan teknologi. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan sosialisasi dan peningkatan keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan, magang dan studi banding, temu teknis dan kaji terap teknologi penangkapan.
(2) Struktur armada penangkapan yang masih pincang, dimana sekitar 90 % masih merupakan nelayan tradisional. Untuk itu perlu dilakukan restrukturisasi armada penangkapan dari wilayah pantura ke wilayah pansela; akselerasi pengembangan perikanan tangkap di pansela, rasionalisasi usaha perikanan tangkap di pantura, pengembangan sarana dan prasarana penangkapan ikan.
(3) Adanya ketimpangan pemanfaatan stock ikan antara kawasan Pantai Utara yang sudah “over fishing” dibandingkan dengan Kawasan Pantai Selatan yang pemanfaatannya belum optimal, termasuk kawasan ZEE laut Selatan yang belum “terjamah” para nelayan Jawa Barat.
Suhubungan dengan itu dilakukan alih usaha nelayan ke usaha budidaya (kekerangan, lele) dan pengolahan.
(4) Terbatasnya jumlah nelayan maupun petugas/aparat dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan dan pengembangan sumber daya kelautan dan perikanan yang cukup melimpah. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan diklat teknis dan manajerial bagi para nelayan, dan pengolah serta aparatur perikanan.
LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-185 (5) Terbatasnya kualitas dan kuantitas sarana prasarana penangkapan,
seperti prasarana TPI/PPI, dan sarana penangkapan. Solusi pemecahan masalahnya dilakukan pengembangan PPI/TPI melalui penyempurnaan sarana dan prasarana.
(6) Menurunnya kualitas ekosistem sumberdaya perikanan, baik di kawasan pesisisir, maupun kawasan perairan laut akibat ulah manusia yang kurang bertanggungjawab, seperti pencemaran perairan oleh limbah industri, kerusakan hutan mangrove, kerusakan terumbu karang, dan lainnya. Suhubungan dengan hal tersebut dilakukan rehabilitasi ekosistem pesisir secara bertahap yaitu rehabilitasi ekosistem mangrove dan terumbu karang buatan, Sosialisasi Code of Conduct for Responsibility Fisheries dan Forum Komunikasi Pengelolaan Sumberdaya (FKPPS).