GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.3. Aspek Pelayanan Umum
2.3.1. Urusan Pemerintahan Wajib Yang Berkaitan Dengan Pelayanan Dasar
a. Pendidikan
Pendidikan memegang peranan sentral dalam pengembangan sumber daya manusia agar bisa bersaing dalam era keterbukaan dan globalisasi. Pemerintah telah menginstruksikan gerakan nasional percepatan penuntasan wajib belajar dan pemberantasan buta aksara. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan harus terus diupayakan, mulai dari membuka kesempatan seluas-luasnya pada masyarakat untuk bisa mengakses pelayanan pendidikan hingga meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana prasarana pendidikan.
Pendidikan bermutu dalam pembangunan sebuah bangsa (termasuk di dalamnya pembangunan pada lingkup Kabupaten/kota) adalah suatu keniscayaan, melalui pendidikan bermutu dapat dilahirkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan berdaya saing sebagai salah satu row input proses pembangunan. Tanpa pendidikan yang bermutu tidak mungkin tujuan pembangunan sebuah bangsa dapat terwujud dengan baik. Pendidikan bermutu dan pembangunan berkualitas bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pentingnya pendidikan yang berkualitas semakin disadari, sebab terciptanya kualitas manusia dan kualitas masyarakat Indonesia yang maju dan mandiri hanya dapat diwujudkan jika pendidikan masyarakat berhasil ditingkatkan.
Tabel 2.35
Indikator Makro Urusan Pendidikan Kabupaten Rembang Tahun 2015-2019
No Uraian 2015 2016 2017 2018 2019
1 Harapan Lama Sekolah 12,02 12,03 12,04 12,05 12,101 2 Angka Rata-rata lama sekolah 6,92 6,93 6,94 6,95 7,15 3 Angka Partisipasi Kasar: (%)
PAUD 93,73 90,959 82,60 87,74 87,45
SD/MI 100,16 99,44 98,779 98,71 98,48
SMP/MTs 101,35 101,69 98,57 97,16 97,82
4 Angka Partisipasi Murni: (%)
PAUD 93,73 90,95 82,60 87,74 87,45
SD/MI 86,53 86,02 86,34 91,10 91,05
SMP/MTs 74,19 71,81 71,83 73,92 72,81
5 Angka Partisipasi Sekolah: (%)
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
No Uraian 2015 2016 2017 2018 2019
13-15 Tahun 100 101,69 98,19 97,16 92,08
16-18 Tahun NA 55,74 64,69 80,72 NAN
Sumber: BPS, Dindikpora Kab. Rembang, 2019
Indikator kinerja urusan Pendidikan pada Fokus Kesejahteraan Sosial antara lain dilihat dari Harapan Lama Sekolah (HLS), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Murni (APM), Angka Putus Sekolah (APS). Indikator partisipasi sekolah terdiri dari Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) menjadi salah satu faktor yang dapat menjadi tolok ukur dalam tingkat partisipasi bidang pendidikan dalam kesejahteraan sosial masyarakat Kabupaten Rembang.
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa capaian indikator makro urusan pendidikan Kabupaten Rembang cenderung bervariasi. Meskipun pada indikator Harapan Lama Sekolah (HLS), Rata-rata Lama Sekolah (RLS) mengalami kenaikan capaian setiap tahunnya, namun persentase capaian pada indikator Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Murni (APM), dan Angka Putus Sekolah (APS) cenderung bersifat fluktuatif setiap tahunnya.
Secara umum jumlah sekolah yang tersedia di Kabupaten Rembang mengalami stagnasi. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah sekolah dasar yang konstan dari tahun 2014-2020. Berdasarkan pada data yang terlampir pada tabel berikut bahwa di Kecamatan Rembang terdapat pengurangan sekolah dasar di tahun 2019, kemudian terdapat peningkatan jumlah sekolah dasar di Kecamatan Kragan pada tahun 2019.
Tabel 2.36
Jumlah Sekolah Dasar per Kecamatan di Kabupaten Rembang
Kecamatan 2014 Sekolah Dasar 2018 2019
Sumber 18 18 18 Bulu 16 16 16 Gunem 14 14 14 Sale 15 15 15 Sarang 22 22 22 Sedan 20 20 20 Pamotan 23 23 23 Sulang 21 21 21 Kaliori 21 21 21 Rembang 30 30 29 Pancur 17 17 17 Kragan 26 26 27 Sluke 13 13 13 Lasem 18 18 18
Total Kabupatan Rembang 274 274 274 Sumber: Kabupaten Rembang dalam Angka tahun 2016-2020
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
Tabel 2.37
Persentase kelulusan kejar paket A, B, C Kabupaten Rembang 2016-2019
Tahun 2016 2017 2018 2019
Realisasi 100 100 100 83,04
Sumber: Dokumen Laporan Evaluasi RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021
Bedasarkan tabel di atas, di bidang pendidikan untuk persentase kelulusan kejar paket baik A, B dan C, mencapai angka persentase 100%. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik yang mengikuti kejar paket selalu dapat menyelesaikan pendidikannya hingga lulus. Angka Partisipasi Kasar (APK) di Kabupaten Rembang untuk SD/MI/Paket A cenderung fluktuatif, sedang untuk SMP/MTs/Paket B selalu mengalami penurunan setiap tahunnya. Sementara untuk SMA/SMK/MA tahun 2016 mencapai persentase 81,47%.
Tabel 2.38
Persentase Angka Partisipasi Kasar (APK) di Kabupaten Rembang 2016-2019 Tingkatan Pendidikan Realisasi 2016 2017 2018 2019 SD/MI/Paket A 99,44 100,05 92 107,75 SMP/MTs/Paket B 101,69 98,19 82 72,81
SMA/SMK/MA 81,47 Provinsi Provinsi Provinsi
Sumber: Dokumen Laporan Evaluasi RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021
Sementara untuk Angka Partisipasi Murni (APM) di Kabupaten Rembang untuk SD/MI/Paket A mengalami penurunan drastis di tahun 2016 ke tahun 2017 menjadi 86,48%. Kondisi ini juga diikuti oleh APM di tingkat SMP/MTs/Paket B yang juga mengalami penurunan drastis di tahun 2016 ke tahun 2017 menjadi 75,9%. Sedangkan untuk tingkat SMA/SMK/MA mencapai persentase 51,74% di tahun 2016. Tetapi, sejak tahun 2017, terdapat kondisi yang relatif stabil dalam persentase APM, di tingkatan pendidikan SD/MI/Paket A. Sementara, di tingkat SMP/MTs/Paket kenaikan pada tahun 2017 persentasenya naik 0.27, pada tahun 2018 naik 0.13 dan tahun 2019 naik 0.39 persen.
Tabel 2.39
Persentase Angka Partisipasi Murni (APM) di Kabupaten Rembang 2017-2019
Tingkatan Pendidikan Persentase perubahan APM
2017 2018 2019
SD/MI/Paket A 0,05 0,01 0,002
SMP/MTs/Paket B 0,27 0,13 0,39
SMA/SMK/MA Provinsi Provinsi Provinsi
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
Tabel 2.40
Angka Harapan Lama Sekolah di Kabupaten Rembang 2016-2019
Tahun 2016 2017 2018 2019
Realisasi 12,03 12,04 12,05 12,10
Sumber: Dokumen Laporan Evaluasi RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021
Rata-rata lama sekolah selama tahun 2016-2019 mengalami kenaikan yaitu dari 6,93% menjadi 7,15% di tahun 2019. Pertumbuhan yang positif ini merupakan hal penting dalam membangun kualitas manusia yang lebih baik, karena pendidikan, tidak hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga meningkatkan keterampilan yang berguna untuk produktivitas kerja.
Tabel 2.41
Rata-rata Lama Sekolah di Kab. Rembang
Tahun 2016 2017 2018 2019
Realisasi 6,93 6,94 6,95 7,15
Sumber: Dokumen Laporan Evaluasi RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021
Pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita selama tahun 2016-2019 selalu mengalami peningkatan signifikan menunjukkan bahwa tingkat konsumsi masyarakat terhadap suatu hal meningkat.
Tabel 2.42
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga per kapita di Kab. Rembang (Rp. 000)
Tahun 2016 2017 2018 2019
Realisasi 9.453 9.736 10.191 10.551
Sumber: Dokumen Laporan Evaluasi RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021
b. Kesehatan
Indikator Urusan Kesehatan Kabupaten Rembang dilihat melalui Usia Harapan Hidup (UHH), Jumlah Kematian Bayi/AKB, Angka Kematian Balita/AKABA (per 1.000 kelahiran hidup), Angka Kematian Ibu (AKI), Persentase Gizi Buruk, Persentase Stunting. Selengkapnya dapat dilihat dari tabel berikut ini.
Tabel 2.43
Indikator Makro Urusan Kesehatan Kabupaten Rembang Tahun 2015-2019
No Uraian 2015 2016 Tahun 2017 2018 2019 1 Angka Usia Harapan Hidup
(UHH) 73,22 74,27 74,32 74,39 74,43
2 Jumlah Kematian Bayi/AKB (kasus) 134 143 135 149 164 3 Jumlah Kematian Ibu/AKI (kasus) 8 15 13 9 7 4 Angka Kematian Balita / AKABA
(per 1.000 Kelahiran Hidup) 164 181 158 170 194 5 Persentase Gizi Buruk (kasus) 31 46 47 48 50 6 Persentase Stunting (%) 38,51 25,99 32,36 29,92 26 Sumber: BPS dan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, 2019
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa capaian indikator makro urusan kesehatan cenderung bervariasi, dimana terdapat beberapa indikator yang mengalami kenaikan, penurunan, maupun fluktuatif. Adapun indikator makro yang mengalami kenaikan adalah Angka Usia Harapan Hidup dimana pada tahun 2015 mencapai 73,22 naik menjadi 74,43 pada tahun 2019, Kasus jumlah Angka Kematian Bayi (AKB) naik dari 134 kasus pada 2015 menjadi 164 kasus pada 2019; Angka Kematian Balita (AKABA) per 1.000 kelahiran hidup naik dari 164 kasus pada 2015 menjadi 194 kasus pada 2019; dan kasus Persentase Gizi Buruk naik dari 31 kasus pada 2015 menjadi 50 kasus pada 2019. Disisi lain indikator urusan kesehatan yang mengalami penurunan adalah Angka Kematian Ibu (AKI) turun dari 8 kasus pada tahun 2015 menjadi 7 kasus pada tahun 2019. Sedangkan indikator makro urusan kesehatan Kabupaten Rembang yang cenderung fluktuatif adalah Persentase Stunting, dimana pada tahun 2015 mencakup 38,51%, menjadi 26% pada tahun 2019.
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan kematian perempuan pada saat hamil atau melahirkan dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan atau tempat persalinan yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, bukan karena sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh, dll. Persentase Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 2% dari tahun 2018 dan sepanjang tahun 2016-2019 cenderung memberikan hasil yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa usaha pemerintah berhasil untuk menekan AKI di Kabupaten Rembang.
Tabel 2.44
Persentase Penurunan Angka Kematian Ibu Kabupaten Rembang Tahun 2016-2019 (%)
Tahun 2016 2017 2018 2019
Persentase 0,87 -0,13 -0,31 -0,2
Sumber: Dokumen Laporan Evaluasi RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021
Salah satu upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) adalah dengan memberikan pelayanan terhadap keselamatan Ibu melahirkan dan anak. Cakupan program tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Dimana jika dilihat secara keseluruhan memang persentase program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak berada pada persentase yang baik yaitu 100%. Hanya saja untuk cakupan kunjungan bayi, cakupan pelayanan nifas, dan cakupan kunjungan ibu hamil K4 cenderung fluktuatif setiap tahunnya.
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
Tabel 2.45
Cakupan Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak
Jenis Layanan Tahun
2016 2017 2018 2019 Cakupan pertolongan persalinan oleh
tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan
100 99,8 100 99,9
Cakupan kunjungan bayi 94,90 94,5 98,7 98,2
Cakupan kunjungan Ibu hamil K4 89,90 90,4 90,7 90,9
Cakupan pelayanan nifas 96,90 96,5 97,7 90,9
Cakupan neonatus
dengan komplikasi yang ditangani 100 100 100 100 Cakupan komplikasi kebidanan yang
ditangani 100 100 100 100
Persentase BBLR yang ditangani sesuai
dengan standar oleh tenaga kesehatan 100 100 100 100 Sumber: Dokumen Laporan Evaluasi RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021
Selain melaksanakan upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Pemerintah Kabupaten juga melakukan upaya untuk menekan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Rembang. Upaya ini pada tahun 2016-2017 menunjukkan hasil positif. Namun selama tahun 2016-2017-2019 meningkat kembali menjadi 164.
Tabel 2.46
Jumlah Penurunan Angka Kematian Bayi Kabupaten Rembang Tahun 2016-2019 (%)
Tahun 2016 2017 2018 2019
Jumlah 143 135 149 164
Sumber: Dokumen Laporan Evaluasi RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021
Gizi buruk untuk balita juga perlu untuk diperhatikan, karena ini akan berdampak pada kesehatan bayi dan pertumbuhannya. Persentase cakupan balita gizi buruk yang mendapatkan perawatan dapat dilihat pada tabel di bawah ini, dimana selama 4 tahun berturut turut, perawatan baik berhasil diberikan kepada balita gizi buruk.
Tabel 2.47
Persentase Cakupan Balita Gizi Buruk mendapat Perawatan
Tahun 2016 2017 2018 2019
Persentase 100 100 100 100
Sumber: Dokumen Laporan Evaluasi RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021
Pencegahan dan penanggulangan penyakit juga turut dilakukan baik untuk penyakit menular maupun penyakit tidak menular. Capaian
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
program terkait pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan tidak menular dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 2.48
Persentase Capaian Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular
Jenis Penyakit Menular
Tahun
2016 2017 2018 2019 Persentase Kejadian Luar Biasa (KLB)
penyakit yang dilakukan penanggulangan < 24 jam
100 100 100 100
Cakupan Desa/kelurahan Universal
Child Immunization (UCI) 100 100 100 60
Cakupan Penemuan dan penanganan
penderita TBC BTA 39,40 47,3 54,9 100
Persentase Kasus baru TB paru (BTA
positif) yang tertangani 100 100 100 100
Persentase Penanganan kasus diare
per 1000 penduduk yang tertangani 100 100 100 100 Persentase Kasus DBD yang
ditangani 100 100 100 100
Persentase ODHA terdata yang mendapat Anti Retroviral Treatment (ATR)
100 100 100 100
Persentase Kasus Filariasis (Kaki
Gajah) yang ditangani 100 100
tidak ada kasus Tidak ada kasus Persentase Penanganan penderita
malaria 100 100 100 100
Sumber: Dokumen Laporan Evaluasi RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021
Untuk persentase capaian program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular di Kabupaten Rembang menunjukkan hasil positif, dimana secara rata-rata 100% upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dapat dilakukan. Hanya saja yang masih mengalami penurunan di tahun terakhir yaitu tahun 2019 adalah persentase Cakupan Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI).
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
Tabel 2.49
Persentase Capaian Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular
Tahun
2016 2017 2018 2019 Prevalensi tekanan darah tinggi 0,51 8,2 0,15 13 Persentase Perempuan usia 40-50
tahun yang dideteksi dini kanker serviks dan payudara
0,71 0,74 0,23 0,34 Persentase Merokok penduduk usia <
18 tahun NA NA NA NA
Persentase Desa/kelurahan yang melaksanakan kegiatan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM)
8,84 22,8 63 99
Sumber: Dokumen Laporan Evaluasi RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021
Sementara untuk persentase capaian program pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular di Kabupaten Rembang menunjukkan hasil yang fluktuatif di semua kategori dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2019.
Jumlah Rumah Sakit
Jumlah Rumah Sakit di Kabupaten Rembang terpusat di Kecamatan Rembang dengan jumlah 2 rumah sakit di tahun 2014, kemudian di tahun 2018 terdapat 3 rumah sakit, sementara di tahun 2019 jumlahnya stagnan yaitu 3 rumah sakit. Dengan demikian jumlahnya mengalami kenaikan sejak tahun 2014 ke tahun 2018.
Tabel 2.50
Jumlah Rumah Sakit di Kabupaten Rembang
Kecamatan Rumah Sakit
2014 2018 2019 Sumber – – – Bulu – – – Gunem – – – Sale – – – Sarang – – – Sedan – – – Pamotan – – – Sulang – – – Kaliori – – – Rembang 2 3 3
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025 Kecamatan Rumah Sakit
2014 2018 2019 Pancur – – – Kragan – – – Sluke – – – Lasem – – – Rembang 2 3 3
Sumber: Kabupaten Rembang dalam Angka tahun 2016-2020
Jumlah Kelas Perawatan untuk Rawat Inap
Jumlah fasilitas perawatan rawat inap mengalami fluktuasi terutama di kelas VIP yaitu mencapai 2.467 di tahun 2019. Namun, secara umum, jumlah fasilitas pelayanan rawat inap mengalami kenaikan terutama di kelas III yaitu mencapai 15.241 di tahun 2019. Sementara itu untuk kelas 1 cenderung fluktuatif hingga tahun 2019 mencapai angka 2.473, dan untuk kelas 2 juga fluktuatif jumlahnya.
Tabel 2.51
Jumlah Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rawat Inap
Kelas 2015 2016 2017 2018 2019
Utama/VIP 2 340 1 851 2850 2 721 2 467
Kelas I/Grade I 2 098 2 394 1909 2 141 2 473 Kelas II/ Grade II 2 466 3 411 2284 2 353 3 231 Kelas III/ Grade III 11 069 12 596 12 587 14 195 15 241
ICU/ ICU 2 309 2 529 2256 2 047 2 110
Jumlah 20 282 22 781 21 886 23 457 25 522 Sumber: Kabupaten Rembang dalam Angka tahun 2016-2020
Jumlah Poliklinik
Jumlah poliklinik cenderung mengalami penurunan dan mayoritas berada di Kecamatan Rembang dengan jumlah 5 di tahun 2014, dan di tahun 2018 berjumlah 4, dan menurun lagi di tahun 2019 yaitu berjumlah 3 poliklinik. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan masih terkonsentrasi di Kecamatan utama. Sementara itu juga terdapat poliklinik di Kecamatan lain yang masih berdiri sepanjang tahun 2019, seperti Kecamatan Pamotan.
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
Tabel 2.52
Jumlah Poliklinik di Kabupaten Rembang
Kecamatan Poliklinik 2014 2018 2019 Sumber – 1 – Bulu – 1 – Gunem – – – Sale – – – Sarang – – – Sedan – – – Pamotan 1 1 1 Sulang – – – Kaliori – – – Rembang 5 4 3 Pancur – – – Kragan – 1 – Sluke – 0 – Lasem – 0 – Rembang 6 8 4
Sumber: Kabupaten Rembang dalam Angka tahun 2016-2020
Jumlah Puskesmas
Jumlah Puskesmas di Kabupaten Rembang selama tahun 2014-2019 mengalami stagnansi, hanya sempat mengalami peningkatan dari tahun 2014 ke tahun 2018 di Kecamatan Sarang. Dengan demikian secara umum jumlah Puskesmas terbanyak di Kabupaten Rembang terdapat di Kecamatan Sarang, Kecamatan Rembang, dan Kecamatan Kragan.
Tabel 2.53
Jumlah Puskesmas di Kabupaten Rembang
Kecamatan Puskesmas 2014 2018 2019 Sumber 1 1 1 Bulu 1 1 1 Gunem 1 1 1 Sale 1 1 1 Sarang 1 2 2 Sedan 1 1 1 Pamotan 1 1 1 Sulang 1 1 1 Kaliori 1 1 1 Rembang 2 2 2 Pancur 1 1 1
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025 Kecamatan Puskesmas 2014 2018 2019 Kragan 2 2 2 Sluke 1 1 1 Lasem 1 1 1 Rembang 16 17 17
Sumber: Kabupaten Rembang dalam Angka tahun 2016-2020
Jumlah Puskesmas Pembantu
Jumlah Puskesmas Pembantu juga selama tahun 2014-2019 mengalami stagnasi. Hal ini ditunjukkan dari jumlah Puskesmas Pembantu di seluruh Kecamatan Kabupaten Rembang jumlahnya stagnan. Dimana terdapat penurunan di tahun 2018 kemudian meningkat kembali di tahun 2019.
Tabel 2.54
Jumlah Puskesmas Pembantu di Kabupaten Rembang
Kecamatan Puskesmas Pembantu 2014 2018 2019 Sumber 3 4 4 Bulu 5 5 5 Gunem 4 4 4 Sale 5 5 5 Sarang 5 5 5 Sedan 6 5 5 Pamotan 5 5 5 Sulang 5 5 5 Kaliori 5 4 5 Rembang 6 6 6 Pancur 5 5 5 Kragan 7 7 7 Sluke 3 3 3 Lasem 6 6 6 Rembang 70 69 70
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
Jumlah Apotek
Jumlah apotek cenderung mengalami kenaikan tetapi mayoritas berada di Kecamatan Rembang. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan masih terkonsentrasi di Kecamatan utama. Selain itu jumlah apotek terbanyak juga berada di Kecamatan Kragan, Kecamatan Lasem, dengan jumlah berturut-turut 6 dan 5 apotek. Sementara untuk Kecamatan yang hanya memiliki 1 apotek adalah Kecamatan Sale, Kecamatan Sulang, Kecamatan Pancur, dan Kecamatan Sluke.
Tabel 2.55
Jumlah Apotek di Kabupaten Rembang
Kecamatan Apotek 2014 2018 2019 Sumber – 1 2 Bulu – – – Gunem – – – Sale 1 1 1 Sarang 2 3 3 Sedan 1 4 4 Pamotan 1 2 2 Sulang 1 1 1 Kaliori – – – Rembang 10 11 12 Pancur – 1 1 Kragan 3 6 6 Sluke 1 1 1 Lasem 5 5 5 Rembang 25 36 38
Sumber: Kabupaten Rembang dalam Angka tahun 2016-2020
Jumlah Tenaga Kesehatan
Jumlah tenaga kesehatan terkonsentrasi di Kecamatan utama. Dimana secara keseluruhan, jumlah tenaga medis lebih banyak berada di Kecamatan Rembang, sementara untuk Kecamatan yang paling sedikit memiliki tenaga medis adalah Kecamatan Bulu, dimana dokter hanya berjumlah 3, perawat berjumlah 8, dan tidak terdapat farmasi dan ahli gizi.
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
Tabel 2.56
Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Rembang Tahun 2019
Kecamatan Dokter Perawat Bidan Farmasi Ahli Gizi
Sumber 3 24 21 3 1 Bulu 3 8 18 0 0 Gunem 4 17 20 1 1 Sale 3 17 21 4 1 Sarang 6 27 38 3 2 Sedan 4 23 26 5 1 Pamotan 9 18 28 1 2 Sulang 4 21 27 3 2 Kaliori 2 14 25 1 1 Rembang 122 356 130 51 17 Pancur 4 15 30 2 1 Kragan 7 48 44 2 1 Sluke 5 18 22 1 1 Lasem 3 24 40 1 2 Rembang 179 630 490 78 33
Sumber: Kabupaten Rembang dalam Angka tahun 2016-2020
Cakupan Jamban Keluarga (JAGA)
Untuk menjamin kesehatan dan kebersihan, salah satu upaya yang dilakukan di Kabupaten Rembang adalah dengan menggalakkan program Jamban Keluarga (JAGA) dengan SOP tertentu. Berdasarkan tabel berikut, bahwa sepanjang tahun 2016-2019 persentasenya fluktuatif, namun pencapaiannya sudah menunjukkan persentase di angka yang cukup tinggi, namun msasih perlu ditingkatkan.
Tabel 2.57
Persentase Cakupan Jamban Keluarga (JAGA) yang memenuhi syarat
Tahun 2016 2017 2018 2019
Persentase 69,50 87,2 91 83,59
Sumber: Dokumen Laporan Evaluasi RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021
Program Keluarga Berencana merupakan salah satu program yang digagas Pemerintah untuk menekan jumlah penduduk yang setiap tahun meningkat. Di Kabupaten Rembang persentase peserta KB Aktif cenderung fluktuatif dari tahun 2016 hingga tahun 2019, yaitu 116,88% di tahun 2016 hingga 118,03% di tahun 2019.
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
Tabel 2.58
Persentase Cakupan Peserta KB Aktif
Tahun 2016 2017 2018 2019
Persentase 116,88 120,89 123 118,03
Sumber: Dokumen Laporan Evaluasi RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021
Sementara itu, tidak semua peserta KB aktif dapat konsisten dalam keikutsertaannya dalam KB. Hal ini dibuktikan dengan adanya angka drop
out KB, dimana hal ini terjadi apabila Peserta KB tidak menggunakan alat
kontrasepsi dalam kurun waktu tertentu. Persentase angka drop out KB dapat dilihat pada tabel berikut ini, dimana persentasenya juga fluktuatif. Meskipun tidak begitu besar, namun angka drop out KB di Kabupaten Rembang tetap ada.
Tabel 2.59
Persentase Angka Drop Out KB
Tahun 2016 2017 2018 2019
Persentase 8,62 8,72 7,27 8,52
Sumber: Dokumen Laporan Evaluasi RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021
Sementara itu, di luar Peserta aktif KB dan angka drop out KB di Kabupaten Rembang, masih terdapat pasangan usia subur yang sebenarnya ingin ber-KB namun tidak dapat dipenuhi. Hal ini juga disebabkan oleh berbagai faktor. Persentase Unmen Need dapat dilihat pada tabel berikut, dimana persentase setiap tahunnya selama 2016-2019 selalu mengalami peningkatan. Persentase ini tidak terlalu besar, hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar yang lain sudah terpenuhi untuk mengikuti program KB.
Tabel 2.60
Persentase Cakupan Pasangan Usia Subur yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (Unmen Need)
Tahun 2016 2017 2018 2019
Persentase 6,79 6,94 9,81 9,94
Sumber: Dokumen Laporan Evaluasi RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021
Capaian SPM Urusan Kesehatan tahun 2019
Berikut ini capaian SPM urusan kesehatan pada tahun 2019, dimana sebagian besar urusan hampir tercapai secara keseluruhan (di atas 90%). Capaian yang masih rendah adalah pelayanan kesehatan penderita hipertensi (39,20 %). Capaian urusan pelayanan untuk orang terduga tuberculosis, kesehatan usia produktif, dan gangguan jiwa masih perlu dioptimalkan, karena capaiannya di bawah 90 %.
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
Tabel 2.61
Capaian Indikator SPM pada Urusan Kesehatan Tahun 2019
No Jenis Pelayanan Dasar
Indikator Pencapaian
Capaian kinerja
Sasaran Realisasi Capaian (%) 1 Pelayanan
Kesehatan Ibu Hamil
Cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai standar 9.851 8.948 90,83% 2 Pelayanan kesehatan ibu bersalin Cakupan pelayanan kesehatan ibu bersalin sesuai standar 9.234 9.224 99,89% 3 Pelayanan kesehatan bayi baru lahir
Cakupan jumlah bayi baru lahir usia 0-28 hari yang
mendapatkan
pelayanan kesehatan bayi baru lahir sesuai standar 9.246 9.152 98,98% 4 Pelayanan kesehatan balita Cakupan balita berumur 0-59 bulan yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar 41.400 41.370 99,93% 5 Pelayanan kesehatan pada usia Pendidikan dasar
Cakupan anak usia Pendidikan dasar yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar 18.720 18.720 100,00% 6 Pelayanan kesehatan pada usia produktif Cakupan orang berusia 15-59 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar 418.820 343.770 82,08% 7 Pelayanan kesehatan pada usia lanjut Cakupan orang berusia lebih dari 60 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar 60.726 59.527 98,03% 8 Pelayanan kesehatan penderita
Cakupan orang yang berusia 15 tahun ke atas yang menderita
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025 No Jenis Pelayanan Dasar Indikator Pencapaian Capaian kinerja
Sasaran Realisasi Capaian (%) hipertensi Hipertensi yang
mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar 9 Pelayanan kesehatan penderita Diabet Melitus
Cakupan orang yang berusia 15 tahun ke atas yang menderita Diabet Melitus yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar 15.274 14.876 97,39% 10 Pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat Cakupan orang dengan gangguan jiwa (ODG) berat yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar 1.590 1.368 86,04% 11 Pelayanan kesehatan orang terduga tuberkulosis Cakupan orang terduga Tuberkulosis (TBC) yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar 6.701 4.963 74,06% 12 Pelayanan kesehatan orang dengan resiko terinfeksi virus yang melemahkan daya tahan tubuh manusia (Human Immunodeficiency Virus)
Cakupan orang yang beresiko terinfeksi virus HIV yang mendapatkan palyanan sesuai standar
11.351 11.011 97,00%
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
c. Pekerjaan Umum