2.3 ASPEK PELAYANAN UMUM .1 Fokus Layanan Urusan Wajib
2.3.1.1. Urusan Pendidikan
a. Pendidikan Dasar
a.a. Angka Partisipasi Sekolah
Capaian kinerja urusan pendidikan diukur dengan indikator: Angka Partisipasi Sekolah SD/MI, Rasio ketersediaan sekolah perpenduduk usia sekolah SD/MI, Rasio ketersediaan sekolah perpenduduk usia sekolah SMP/MTs, Rasio guru: murid SD/MI, Rasio guru: murid per kelas rata-rata SD/MI, Rasio guru: per kelas ratarata murid SD /SMP/MTs, Angka Partisipasi Sekolah ( APS ) jenjang pendidikan dasar SD dan SMP/ sederajat mengalami peningkatan setiap tahunnya kurun waktu 2009–2013
Tabel 2.38
Angka Partisipasi Sekolah Kab. Pinrang Tahun 2009 – 2013
N0 Jenjang Pendidikan
Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1 Jumlah Murid Usia 7- 12 tahun 52.332 50.340 51.292 51.710 48.309 2 Jumlah Penduduk Kelompok Usia
7-12 Tahun 46.908 47.478 48.080 48.705 48.977
3 APS / SD / MI 111.56 106.03 106.69 106.17 101,38
4 SMP / MTs
5 Jumlah Murid Usia 13 - 15 tahun 15.685 19.652 19.674 19.847 19.355 6 Jumlah Penduduk Kelompok Usia
13 - 15 Tahun 21.082 21.339 21,592 21,851 22.113
7 APS / SMP / MTs 74.40 92.10 91.12 90.83 88,52
Sumber : Data BPS
a.b. Rasio Ketersediaan Sekolah / Penduduk Usia Sekolah
Rasio Ketersediaan Sekolah terhadap penduduk usia sekolah adalah indikator untuk mengukur kemampuan jumlah sekolah dalam menampung penduduk usia pendidikan. Rasio ini bisa diartikan jumlah sekolah berdasarkan tingkat pendidikan dengan jumlah penduduk usia pendidikan.
RPJMD Kabupaten Pinrang Tahun 2014 - 2019 Bab II Hal. 52 Selama kurun waktu 2009-2013 rasio ketersediaan sekolah untuk jenjang pendidikan SD/MI mengalami kenaikan, setelah periode sebelumnya mengalami kenaikan yang disebabkan karena pertumbuhan penduduk tidak disertai dengan peningkatan jumlah sekolah SD/MI. Pembangunan jumlah sekolah baru tidak sebanding dengan peningkatan jumlah warga sekolah. Pada tahun 2013, ketersediaan sekolah SD/MI di Kabupaten Pinrang Pada Tahun 2009 sekitar 351, dan pada tahun 2013 berjumlah 348 dengan rasio 141
Tabel 2.39
Rasio Ketersediaan Sekolah/ Penduduk Usia Sekolah Tahun 2009 -2013
N0 Jenjang Pendidikan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1 SD / MI
2 Jumlah Gedung sekolah 351 351 350 350 348
3 Jumlah Penduduk Klpk Usia 7-12 Tahun
46.908 47.478 48.080 48.705 49.338
4 Rasio 134 135 137 139 141
5 SMP / MTs
6 Jumlah Gedung sekolah 63 63 71 73 73
7 Jumlah Penduduk Klpk Usia 13-15 Tahun
21.082 21.339 21.592 21.851 22.119
8 Rasio 335 339 304 299 303
Sumber : Data BPS
a.c. Rasio Guru Terhadap Murid
Rasio guru terhadap murid adalah jumlah guru berdasarkan tingkat pendidikan.Rasio ini mengindikasikan ketersediaan tenaga pengajar juga mengukur jumlah ideal murid untuk satu guru agar tercapai mutu pengajaran. Selama kurun waktu tahun 2009-2013 rasio ketersediaan guru di Kabupaten Pinrang mengalami pasang surut untuk tahun 2009 ke tahun 2010 mengalami peningkatan untuk jenjang pendidikan SD/MI, dan pada tahun 2013 rasio murid dgn guru pada tahun 2013 untuk SD/Mi sekitar 28 siswa ,artinya 1 guru melayani sekitar 28 murid.Untuk Rasio Guru per kelas rata rata jenjang SMP / MTs pada tahun 2009 sebanyak 32 dan pada tahun 2013 naik menjadi 35, arinya bahwa 1 guru SMP/MTs melayani (mengajar) sekitar 35 orang / siswa.
Tabel 2.40
Rasio Guru Terhadap Murid 2009 - 2013
RPJMD Kabupaten Pinrang Tahun 2014 - 2019 Bab II Hal. 53
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1. Jumlah Murid SD/MI 52.365 52.330 50.062 51.710 51.954 1.1 Jumlah Guru SD / MI 3.978 3.978 3.536 3.947 3.414
1.2 Rasio Murid Guru 13,16 13,15 14,15 13,10 15,21
Sumber: Data Dikpora
a.d. Rasio Murid Perkelas Rata Rata
Pada tahun 2009, rasio guru/kelas SD/MI terhadap jumlah murid yang berusia 6 -12 tahun di Kabupaten Pinrang adalah 1 : 26 pada tahun 2009, dan pada tahun 2013 menjadi 1 : 28 Interpretasi dari angka ditersebut adalah bahwa 1 kelas SD yang dihuni oleh murid sekitar 26 – 28 siswa yang dilayani oleh seorang guru untuk jenjang pendidikan SD/MI sedangkan untuk jenjang Pendidikan SMP/MTs rata rata siswa perkelas pada tahun 2013 mencapai 35 siswa.
Tabel 2.41
Rasio Murid Perkelas Rata rata
N0 Jenjang Pendidikan
Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1.1 Rasio guru: murid.per kelas rata-rata SD/MI
26 27 27 28 28
1.2 Rasio guru: per kelas rata-rata murid.SMP/MTs
32 31 33 34 35
Sumber : Dikpora
b. Pendidikan Menengah b.a. Angka Partisipasi Sekolah
Angka Partisipasi Sekolah untuk jenjang pendidikan SMA / SMK / MA pada tahun 2009 adalah 39.73% dan pada tahun 2013 mencapai 72.70% atau mengalami kenaikan sekitar 33 %.
Tabel 2.42
Angka Partisipasi Sekolah SMA / Sederajat 2009 – 2013
N0 Jenjang Pendidikan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
RPJMD Kabupaten Pinrang Tahun 2014 - 2019 Bab II Hal. 54
1.1 Jumlah Murid Usia 16 - 19 tahun
11.019 11,357 14,613 14,863 22.703
1.2 Jumlah Penduduk Kelompok Usia 16 – 19 Tahun
27,734 27,734 28,577 25,333 31.228
1.3 APS SMA Sederajat 39.73 40.95 51.14 58.67 72,70
Sumber : Dikpora
b.b. Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah
Selama kurun waktu 2009-2013 rasio ketersediaan sekolah untuk jenjang pendidikan SMA / Sederajat mengalami kenaikan, setelah periode sebelumnya mengalami kenaikan yang disebabkan karena pertumbuhan penduduk tidak disertai dengan peningkatan jumlah sekolah.Pembangunan jumlah sekolah baru tidak sebanding dengan peningkatan jumlah warga sekolah. Pada tahun 2013, perbandingan ketersediaan sekolah SMA / Sederajat di Kabupaten Pinrang adalah 1 : 656. Angka ini menunjukkan bahwa 1 sekolah SMA / Sederajat menampung656 siswa.
Tabel 2.42
Rasio Ketersediaan Sekolah/ Penduduk Usia Sekolah 2009 -2013
N0 Jenjang Pendidikan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1. SMA / SMK / MA
1.1 Jumlah Gedung sekolah 25 28 33 40 40
1.2 Jumlah Penduduk Klpk Usia 16 -19 th
27.734 27.734 28.577 25.333 26.233
1.3 Rasio 1.109 991 866 633 656
Sumber : Dikpora
b.c. Rasio Guru Terhadap Murid
Selama kurun waktu tahun 2009-2013 rasio ketersediaan guru di Kabupaten Pinrang mengalami pasang surut pada jenjang pendidikan SMA /SMK/ MA untuk tahun 2009 ke tahun 2010 mengalami peningkatan, dan untuk tahun 2013 rasio murid dengan guru pada tahun 2013 sekitar 22 siswa ,artinya 1 guru melayani sekitar 22 murid.
Tabel 2.43
Rasio Guru Terhadap Murid 2009 - 2013
N0 Jenjang Pendidikan Tahun
RPJMD Kabupaten Pinrang Tahun 2014 - 2019 Bab II Hal. 55
1 2 3 4 5 6 7
1. Jumlah Murid SMA/SMK/MA 10.052 10.052 11.257 13.808 16.643
1.1 Jumlah Guru SMA/SMK/MA 458 458 622 555 755
1.2 Rasio Guru terhadap Murid 22 22 18 25 22
Sumber: Data Dikpora
b.d. Rasio Guru Terhadap Murid Perkelas Rata Rata
Pada tahun 2009, rasio guru/kelas untuk jenjang pendidikan SMA /SMK/ MA terhadap jumlah siswa yang berusia 16 – 19 tahun di Kabupaten Pinrang adalah 1 : 51 pada tahun2009, dan pada tahun 2013 menjadi 1 : 36 Interpretasi dari angka ditersebut adalah bahwa 1 kelas SMA /SMK/ MA yang dihuni oleh murid sekitar 26– 28 siswa yang dilayani oleh seorang guru.
Tabel 2.44
Rasio Murid Perkelas Rata rata
N0 Jenjang Pendidikan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1.1 Jumlah Guru 458 458 622 555 755
1.2 Jumlah Kelas 217 221 229 196 442
1.3 Rasio Guru / Kelas 2.11 2.07 2.72 2.83 1,72
1.4 Jumlah siswa 11.019 11.257 14.613 14.863 16.643
1.5 Rasio Jumlah Murid thdp jmlah kelas
51 51 64 76 38
Sumber : Dikpora
c. Fasilitas Pendidikan
Sarana dan prasarana sangat penting dalam dunia pendidikan karena sebagai alat penggerak suatu pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan dapat berguna untuk menunjang penyelenggaraan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam suatu lembaga dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Prasarana dan sarana pendidikan adalah salah satu sumber daya yang menjadi tolok ukur mutu sekolah dan perlu peningkatan terus menerus seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup canggih.Dari tabel dibawah ini menunjukkan bahwa ruang kelas untuk SD pada tahun 2009 dalam kondis baik mencapai 1.807 dari 1890 total keseluruhan ruang kelas dan pada tahun 2013 mencapai 1.306 dari 1.662 dari total keseluruhan ruang kelas yang ada.
Tabel 2.45
Fasilitas Pendidikan SD
N0 Bidang / JUrusan Tahun
RPJMD Kabupaten Pinrang Tahun 2014 - 2019 Bab II Hal. 56
1 2 3 4 5 6 7
1.1 Jumlah Ruang Kelas SD Kondis baik 1.807 1.807 1.429 1.174 1.306 1.2 Jumlah Ruang Kelas Seluruh SD 1.890 1.890 1.863 1.662 1.662 1.3 Sekolah SD kondisi baik ( % ) 95.60 95.60 76,70 70,64 78,58
Sumber : Dikpora
Untuk fasilitas pendidikan, ruang kelas untuk SMP pada tahun 2009 dalam kondisi baik mencapai 305 dari 396 total ruang kelas atau persentasenya sekitar 70.02 % dan pada tahun 2013 ruang kelas dalam keadaan baik mencapai 443 dari total 511 ruang kelas atau pada kisaran 86.69%, atau mengalami kenaikan sekitar 15 %.
Tabel 2.46
Fasilitas Pendidikan SMP
N0 Bidang / JUrusan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1.1 Jumlah Ruang Kelas SMP Kondisi baik 305 305 442 443 443 1.2 Jumlah Ruang Kelas Seluruh SMP 396 396 530 511 511 1.3 Sekolah SMP kondisi baik ( % ) 70,02 70,02 83,40 86,69 86,69
Sumber : Dikpora
Pada tabel dibawah ini menunjukkan bahwa ruang kelas untuk SMA pada tahun 2009 dalam kondis baik mencapai 166 dari total 199 ruang kelas keseluruhan atau mencapai 83.42 % dan pada tahun 2013 mencapai 165 dari 181 keseluruhan ruang kelas atau sekitar 91.16% yang artinya mengalami peningkatan sekitar 8%.
Tabel 2.47
Fasilitas Pendidikan SMA
N0 Bidang / JUrusan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1.1 Jumlah Ruang Kelas SMA / SMK Kondis baik 166 166 175 140 165 1.2 Jumlah Ruang Kelas Seluruh SMA/SMA 199 199 194 161 181 1.3 Sekolah SMA / SMK kondisi baik (% ) 83,42 83,42 90,20 86,96 91,16
Sumber : Dikpora
d. Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD )
Pendidikan Anak Usia Dini ( Paud ) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui pembinaan
RPJMD Kabupaten Pinrang Tahun 2014 - 2019 Bab II Hal. 57 ransangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memeliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal , non formal dan informal. Perkembangan pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Pinrang pada tahun 2009 – 2013 khusus untuk APK, pada tahun 2009 mencapai sebesar 8,98 % dan pada tahun 2013 sebesar 14,3 % atau mengalami kenaikan 5,42 % sebagai mana digambarkan pada tabel berikuit :
Tabel 2.48
Pendidikan Anak Usia Dini tahun 2009-2013
N0
Bidang / JUrusan
Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1 Jumlah murid pada jenjang TK 5.693 11.561 5.748 8.158 8.555 2 Jumlah Anak Usia 4 – 6 tahun 63.390 64.198 55.595 58.868 60.504
3 P A U D ( % ) 8.98 18.00 10.33 13,85 14,13
Sumber : BPS, Dikpora
e. Angka Putus Sekolah
Angka Putus Sekolah pada Usia Sekolah 7-12 tahun ( SD / MI ), untuk usia 13 -15 tahun ( SMP / MTs ), dan Usia 16 – 19 Tahun adalah untuk ( SMA / SMK / MA ). Di Kabupaten Pinrang untuk priode tahun 2009 – 2014 mengalami kenaikan.Angka putus Sekolah usia 7 – 12 (SD/MI) pada tahun 2009 sebesar 133 dan pada tahun 2012 menjadi 42 % atau mengalami penurunan. Demikian halnya angka putus sekolah pada jenjang usia 13 – 15 tahun ( SMP/MTs) mengalami penurunandari 183 pada tahun 2009 menjadi 105 pada tahun 2013, sedangkan untuk jenjang pendidikan usia 16 – 19 tahun ( SMA/ SMK ./ MA ) mengalami penurunan dimana pada tahun 2009 sebesar 93 dan pada tahun 2013 menjadi 60.
Tabel 2.49
Angka Putus Sekolah 2009 -2013
N0
Bidang / JUrusan
Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1 Angka Putus Sekolah SD / MI 133 133 88 42 37
2 Angka Putus Sekolah SMP/MTs 183 196 120 105 96
3 Angka Putus Sekolah SMA/SMK/MA 93 91 84 75 60
Sumber : Data BPS, Dikpora
f. Angka Kelulusan
Angka kelulusan menurut jenjang pendidikan di Kabupaten Pinrang selama kurun waktu 2009 – 2013 yaitu angka kelulusan SD pada tahun 2009 sebesar 7.727 dan selama tiga tahun berturut-turut angka kelulusan untuk SD menghapiri 100 %.
RPJMD Kabupaten Pinrang Tahun 2014 - 2019 Bab II Hal. 58 sedangkan angka kelulusan untuk SMP sebesar 4.523 pada tahun 2009 dan pada tahun 2012 6.231 dengan rata rata 99,9 %. Sementara anagka kelulusan untuk SMA dan SMK pada tahun 2011 sebesar 1.885 dan pada tahun 2012 menjadi 2.151 dengan akumulasi rata rata 99, 90 %
Tabel 2.50
Angka Kelulusan Sekolah 2009 -2013
N0 Bidang / JUrusan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1 Angka Kelulusan SD 7.727 7.727 7.469 8.050 8.000 2 Angka Kelulusan SMP 4.523 4.523 5.627 6.231 6.031
3 Angka Kelulusan SMA - - 1.885 2.151 2.237
4 Angka kelulusan SMK - - 1.524 1.680 1.747
Sumber : Data BPS, Dikpora
f.a. Angka Melanjutkan ( AM ) dari SD/MI ke SMP/MTS dan dari SMP /MTS ke SMA/SMK
Berdasarkan data menunjukkan bahwa angka melanjutkan pendidikan dari jenjang SD/MI kejenjang SMP/MTs untuk kurun waktu 2009 – 2013 mengalami peningkatan setiap tahun, pada tahun 2009 angka melanjutkan dari SD /MI ke SMP/MTs dicapai 99,00 % dan pada tahun 2013 menjadi 99,99 %. Untuk jenjang melanjutkan dari SMP/MTs ke jenjang SMA / SMK pada tahun 2009 dicapai 99,75 % dan pada tahun 2014 dicapai 99,90 % atau mengalami kenaikan setiap tahunnya hal ini menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat / siswa untuk melanjukan pendidikannya ketingkat yang lebih tinggi sangat menonjol sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus Dari Pemerintah.
Tabel 2.51
Angka Melanjutkan Sekolah Sekolah 2009 -2013
N0 Bidang / JUrusan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1 Angka Melanjutkan (AM ) dari SD/MI ke
SMP/ MTs ( % ) 99 99 99 99,99 99,99
2 Angka Melanjutkan (AM ) dari SMP/MTs
ke SMA / SMK ( % ) 99,75 99,75 99,80 99,80 99,90
Sumber : Data BPS, Dikpora
f.b. Guru yang Memenuhi kualifikasi S1 / D IV
Kulaifikasi guru adalah keahlian yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan guru dengan melalui pendidikan khusus keahlian, Guru yang qualified adalah guru yang memenuhi kualifikasi pendidikan yang telah dietapkan berdasarkan ketentuan yang
RPJMD Kabupaten Pinrang Tahun 2014 - 2019 Bab II Hal. 59 berlaku. Artinya guru pada tiap satuan pendidikan harus memenuhi kulaifikasi akademik dengan bidang keilmuan yang relefan dengan bidang studi atau mata pelajaran yang mereka ajarkan di sekolah sehingga mereka disebut kompoten untuk bidang pekerjaannya.Guru yang memenuhi kulifikasi S1 / D IV.Pada tahun 2009 jumlah guru yang memenuhi sebanyak 5.870 guru dan pada tahun 2014 menjadi 5.920 guru.
Tabel 2.52
Guru yang Memenuhi Kualifikasi S1 – D IV tahun 2009 -2013
N0 Bidang / Urusan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1 Jumlah Guru Ijaza S1 - D IV 5.870 5.883 5.894 5.900 5.920 2 Jumlah Guru SD - SMA 5.888 5.893 5.902 5.915 5.937 3 Guru Memenuhi Kulaifikasi S1- D IV 99,69 99,83 99,86 99,75 99,71
Sumber : Dikpora
2.3.1.2 Kesehatan
a. Rasio Posyandu Persatuan Balita
Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Pengintegrasian layanan sosial dasar di Posyandu adalah suatu upaya menyinergikan berbagai layanan yang dibutuhkan masyarakat meliputi perbaikan kesehatan dan gizi , pendidikan dan perkembangan anak, peningkatan ekonomi keluarga , ketahanan pangan keluarga dan kesejahteraan sosial.
Pelayanan kesehatan dasar di Posyandu adalah pelayanan kesehatan yang mencakup sekurang-kurangnya 5 (lima) kegiatan, yakni Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), Imunisasi , Gizi, dan penanggulangan diare. Sasaran Posyandu adalah seluruh masyarakat utamanya adalah bayi, Anak Balita, Ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui, Pasangan Usia Subur (PUS).
Berdasarkan data tersebut dibawah ini menunjukkan jumlah posyandu dan jumlah balita yang ada di Kabupaten Pinrang kurun waktu 2009 – 2013 mengalami peningkatan, pada tahun 2009 jumlah posyandu sebanyak 350 Dan pada tahun 2013 manjadi 354, dan untuk jumlah balita pada tahun 2009 sebanyak 24.477anak
RPJMD Kabupaten Pinrang Tahun 2014 - 2019 Bab II Hal. 60 dan pada tahun 2013 menjadi 24.175 Balita atau menagalami penurunan sekitar 302 Balita.
Tabel 2.53
Rasio Posyandu persatuan balita Tahun 2009 -2013
N0 Bidang / Urusan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1 Jumlah Posyandu 350 353 353 353 354
2 Jumlah Balita 24.477 23.738 23.267 23.343 24.175 3 Rasio Posyandu Persatuan Balita 14.43 14,90 15,10 15,10 14,60
Sumber : Dinkes
b. Rasio Puskesmas, Poliklinik, Pustu Persatuan Penduduk
Rasio Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Kabupaten Pinrang apada tahun 2009 sebesar 0,20 Dan pada tahun 2013menjadi 0,17 % atau mengalami penurunan sekitar 0,03%
Tabel 2.54
Rasio Puskesmas, Poliklinik, Pustu Persatuan Penduduk Kab. Pinrang Tahun 2009 -2013
N0 Bidang / Urusan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1 Jumlah Puskesmas dan
Jumlah Pustu 67 61 61 62 62
2 Jumlah Penduduk 342.119 350.925 353.367 354.652 360.019 3 Rasio Puskesmas, pustu
persatuan Penduduk 0.2 0.17 0.17 0.18 0.17
Sumber : Dinkes
c. Rasio Rumah Sakit Persatuan Penduduk
Penyediaan sarana dan Prasarana Rumah Sakit Oleh Pemerintah adalah untuk melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemeliharaankesehatan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan kesehatan masayakarat serta melaksanakan rujukan.
Pada tahun 2009 Jumlah Rumah sakit di kabupaten Pinrang sebanyak 3 Unit , dan pada tahun 2013 menjadi 3 Unit, dalam jangka waktu lima tahun tidak terjadi penambahan rumah sakit akan tetapi fasilitas dan kelengkapan lainnya tetap menjadi kebutuhan utama .
RPJMD Kabupaten Pinrang Tahun 2014 - 2019 Bab II Hal. 61
Rasio Rumah Sakit Persatuan Penduduk Kab. Pinrang Tahun 2009 -2013
N0 Bidang / Urusan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1 Jumlah Rumah Sakit Negeri 1 1 1 1 1
2 Jumlah Rumah Sakit Swasta 2 2 2 2 2
3 Total R.Sakit Negeri dan Swasta
3 3 3 3 3
4 Jumlah Penduduk 342.119 350.925 353.367 354.652 360.019 5 Rasio Rumah Sakit dan
Penduduk
0.0088 0.0086 0.0085 0.0085 0.0083
Sumber : BPS, Dinkes
d. Rasio Dokter Persatuan Penduduk
Jumlah Dokter di kabupaten Pinrang pada tahun 2009 sebanyak 48 Dokter, pada tahun 2014 bertambah menjadi 60 dokter dengan rasio pada tahun 2009 sekitar 0,14 dan tahun 2013 sekitar 0,17 hal ini menunjukkan kenaikan yang tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah penduduk yang akan dilayani.
Tabel 2.56
Rasio Dokter Persatuan Penduduk Kab. Pinrang Tahun 2009 - 2013
N0 Bidang / Urusan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1 Jumlah Dokter Umum 34 34 39 46 36
2 Jml Dokter Spesialis &Gigi 14 17 19 24 24
3 Total Dokter 48 56 58 70 60
4 Jumlah Pendudk 342.119 350.925 354.652 360.019 361.293 5 Rasio Dokter Persatuan Penduduk 0.14 0.16 0.16 0.19 0.17
Sumber : Dinkes
e. Rasio Tenaga Medis Persatuan Penduduk.
Jumlah Tenaga Medis di kabupaten Pinrang kurun waktu 2009 – 2013 mengalami penambahan jumlah dimana pada tahun 2009 jumlah tenaga medis sekitar 48 orang dan pada tahun 2014 naik menjadi 60 orang dengan rasio tenaga medis dengan jumlah penduduk sekitar 0,17
Tabel 2.57
Rasio Tenaga Medis Persatuan Penduduk Kab. Pinrang Tahun 2009 -2013
N0 Bidang / Urusan Tahun
RPJMD Kabupaten Pinrang Tahun 2014 - 2019 Bab II Hal. 62
1 2 3 4 5 6 7
1 Jumlah tenaga Medis 48 56 58 70 60
2 Jumlah Penduduk 342.119 350.925 353.367 354.652 360.019 3 Rasio Tenaga Medis
Persatuan Penduduk
0.14 0.16 0.16 0.20 0.17
Sumber : Dinkes
f. Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh tenaga Kesehatan yang Memeliki kompetensi Kebidanan
Ibu Hamil dengan Komplikasi yang Ditangani adalah Ibu hamil dengan komplikasi di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih di Puskesmas, Perawatan dan Rumah Sakit pemerintah/swasta dengan fasilitas PONED dan PONEK (pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar dan Pelayanan Obstetrik dan Neonatal emergensi Komprehensif) dimana pada tahun 2009 cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan pada tahun 2009 sebanyak 98,84 %. dan pada tahun 2013 sebanyak 96,08 % perkembangan ini menunjukkan bahwa resiko kematian ibu melahirkan dapat ditekan sekecil mungkin.
Tabel 2.58
Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan yang Memeliki Kompetensi Kebidanan Kab. Pinrang Tahun 2009 -2013
N0 Bidang / Urusan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1 Jumlah Ibu Hamil 8.705 8.400 8.420 7.332 7.415
2 Jumlah Bidan 145 146 170 169 160
3 Cakupan pertolongan persalianan olehtenaga kesehatan yang memiliki kopetensi kebinanan ( % )
98.84 95,00 97,00 104,00 96,08
Sumber : Dinkes
g. Cakupan Desa / Kelurahan Universal Child Immunization (UCI )
Salah Satu target keberhasilan program imunisasi adalah tercapainya UCI yang merupakan cakupan imunisasi dasar lengkap bayi secara merata pada bayi di seluruh desa/kelurahan Sesuai dengan Keputusan Menkes Ri dan Riskesdas (2010) menyatakan UCI adalah suatu keadaaan tercapainya imunisasi dasar secara lengkap pada semua bayi (anak dibawah umur 1 tahun). Pertumbuhan pencapaian Desa/Kelurahan UCI selama ini belum secara merata mencapai 100% bahkan masih banyak yang belum mencapai target. Dari data di bawah ini menunjukkan bahwa dari 108 Desa Kelurahan yang baru terjangka UCI pada tahun 2009
RPJMD Kabupaten Pinrang Tahun 2014 - 2019 Bab II Hal. 63 sebanyak 94 Desa dan pada tahun 2013 sudah mencapai 101 Desa/Kel atau sekitar 93,52 %.
Tabel 2.59
Cakupan Desa / Kelurahan Universal Child Immunization (UCI ) Kab. Pinrang Tahun 2009 -2013
N0 Bidang / Urusan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1 Jumlah Desa/ Kelurahan UCI 94 64 102 102 101
2 Jumlah Seluruh Desa/Kelurahan 104 104 104 108 108
3 Cakupan desa/ Kelurahan Universal
Child Immunization (UCI ) 90.4 61,54 98,08 98,08 93.52
Sumber : Dinkes
h. Cakupan Balita Gizi Buruk yang Mendapat Perawatan
Cakupan Balita gizi buruk di kabupaten Pinrang yang mendapat perawatan sudah mencapai 100% pada tahun 2014. Sejak tahun 2009 perawatan gizi buruk pada anak sudah ditangani melalui penyediaan sarana dan prasarana kesehatan dimana pada tahun 2009 yang mendapat perawatan sebanyak 86 bayi dan pada tahun 2013 menjadi 7 bayi.
Tabel 2.60
Cakupan Balita Gizi Buruk yang Mendapat Perawatan Kab. Pinrang Tahun 2009 -2013
N0 Bidang / Urusan
Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7
1 Jumlah Balita gizi buruk yg mendapat Perawatan di sarana Kesehatan
86 36 24 23 7
2 Jumlah seluruh Balita Gizi Buruk yg
ditemukan 86 36 24 23 7
3 Cakupan Balita Gizi Buruk yg
mendapat Perawatan 100 100 100 100 100
Sumber : Dinkes