VW V II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
KET Masyarakat
1. Urusan Pilihan Pertanian
Urusan pilihan Pertanian diselenggarakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan dan Perikanan serta Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Pada tahun anggaran 2012 alokasi anggaran direncanakan sebesar
lml IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
Rp.61.676.569.232,46,- terealisasi sebesar Rp. 58.690.165.074,- atau 95,16 %, yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 21.502.534.712,46,- terealisasi sebesar Rp. 20.709.221.580,- atau 96,31 % dan Belanja Langsung sebesar Rp. 40.174.034.520,- terealisasi sebesar Rp. 37.980.943.494,- atau 94,54 %, dengan rincian penggunaan belanja sebagai berikut :
a. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura
1) Belanja Tidak Langsung direncanakan sebesar Rp.3.098.804.923,79,- terealisasi sebesar Rp.2.929.074.090,00,- atau 94,52 % yang diarahkan untuk membiayai belanja gaji dan tunjangan PNS, tambahan penghasilan PNS berdasarkan pertimbangan objektif lainnya (uang makan dan tunjangan kesejahteraan tahunan).
2) Belanja Langsung dialokasikan anggaran sebesar Rp.10.984.623.950,- terealisasi sebesar Rp.10.210.001.298,- atau 92,95 % yang diarahkan untuk membiayai 9 program dan 45 kegiatan, diantaranya adalah :
• Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani dialokasikan anggaran sebesar Rp.334.225.250,- terealisasi sebesar Rp.321.877.500,- atau 96,31 % antara lain untuk membiayai rapat koordinasi tingkat kabupaten yang dihadiri oleh kepala UPTD, dan petugas pengawas Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tingkat kecamatan. Selain itu untuk membiayai penyediaan Insektisida/racun serangga sebanyak 1000 kg untuk antisipasi serangan hama pada persawahan petani dan pengadaan lapon babi sebanyak 3.200 unit.
• Pemanfaatan Pekarangan untuk Pengembangan Pangan dialokasikan anggaran sebesar Rp.110.937.500,- terealisasi sebesar Rp.96.278.000,- atau 86,79 % antara lain untuk membiayai pembelian benih cabe sebanyak 600 gram, 600 gram tomat rantih, 600 gram terong, kacang panjang 20 kg dengan masing-masing luasan 2 Ha serta belanja bahan-bahan kimia untuk budidaya tanaman sayur. Lokasi kegiatan diarahkan di 8 Kecamatan yaitu Desa Embawang Kecamatan Tanjung Agung, Desa Tanjung Enim Selatan Kecamatan Lawang Kidul, Kelurahan Air Lintang Kecamatan Muara Enim, Desa Tanjung Raman Kecamatan Ujanmas, Desa Pagar Dewa Kecamatan Benakat, Desa Marga Mulya Kecamatan Rambang, Desa Air Itam Kecamatan Penukal Timur dan Desa Teluk Limau Kecamatan Gelumbang.
non IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
• Penanganan Pasca Panen dialokasikan anggaran sebesar Rp.434.982.000,- terealisasi sebesar Rp.404.226.500,- atau 92,47 % antara lain untuk membiayai pembelian alat penggiling padi (RMU) sebanyak 3 unit yang dialokasikan pada Desa Danau Rata Kecamatan Sungai Rotan, Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang dan Desa Muara Dua Kecamatan Semende Darat Laut masing-masing 1 Unit. Belanja terpal jemur sebanyak 124 lembar dialokasikan di 8 Kecamatan masing-masing Kecamatan Muara Belida 24 lembar dan Kecamatan Kelekar 24 lembar, Kecamatan Tanah Abang 12 lembar, Kecamatan Lubai 12 lembar, Kecamatan Semende Darat Tengah 12 lembar, Kecamatan Rambang Dangku 12 lembar, Kecamatan Tanjung Agung sebanyak 10 lembar, Kecamatan Lembak 18 lembar.
• Pengembangan Cadangan Pangan Daerah dialokasikan anggaran sebesar
Rp.268.208.000,- dengan realisasi sebesar
Rp.242.325.500,- atau 90.35 % untuk membiayai belanja benih jagung hibrida sebanyak 1.125 kg (75 Ha) yang dialokasikan di Kecamatan Lawang Kidul seluas 20 Ha (300 kg), Kecamatan Kelekar seluas 55 Ha (825 kg), benih jagung manis sebanyak 375 kg (25 Ha) yang dialokasikan di Kecamatan Lawang Kidul seluas 5 Ha (75 kg), Kecamatan Rambang Dangku seluas 15 Ha (225 kg) dan Kecamatan Gelumbang seluas 5 Ha (75 kg), serta pembelian bahan-bahan kimia.
• Pengembangan Intensifikasi Tanaman Padi dan Palawija. Dialokasikan dana sebesar Rp.876.785.000,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp.836.472.500,- atau setara dengan 95,40 % untuk membiayai belanja bahan/bibit tanaman padi gogo sebanyak 45.600 Kg yang dialokasikan di Desa Menanti dan Menanti Selatan Kecamatan Kelekar seluas 350 Ha (10.500 kg), Kecamatan Lubai seluas 505 Ha (15.150 kg) yang berlokasi di Desa Beringin, Sumber Asri, Karang Sari, Karang Agung, Lecah, Lubai Persada, Mekar Jaya, Gunung Raja, Pagar Gunung, Karang Mulya, Kota Baru dan Desa Menanti, Kecamatan Tanah Abang seluas 205 Ha (6.150 kg) yang berlokasi di Desa Sedupi dan Desa Pandan, Kecamatan Abab seluas 100 Ha (3.000 kg) di Desa Betung dan Kecamatan Talang Ubi seluas 360 Ha (10.800 kg) yang berlokasi di Desa Semangus, Talang Ubi Darat, Sungai Baung, Sungai Ibul, Benuang, Beruge Darat, Panta Dewa dan Desa Talang Bulang. Belanja padi sawah sebanyak 37.500 kg (1.500 Ha) yang di alokasikan di Kecamatan Rambang Dangku seluas 200 Ha (5.000 kg) yang
pqp IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
berlokasi di Desa Pangkalan Babat, Baturaja, Siku, Kahuripan dan Desa Muara Niru. Kecamatan Gunung Megang seluas 50 Ha (1.250 kg) di Desa Bulang, Kecamatan Tanah Abang seluas 200 Ha (5.000 kg) di Desa Raja, Babat, Tanah Abang Selatan dan Desa Bumi Ayu, Kecamatan Talang Ubi seluas 50 Ha (1.250 kg) di Desa Talang Akar, Kecamatan Abab seluas 160 Ha (4.000 kg) di Desa Pengabuan dan Desa Prambatan, Kecamatan Penukal Utara 250 Ha (1.250 kg) di Desa Tempirai Timur dan Desa Tempirai, Kecamatan Ujan Mas seluas 215 Ha (5.375 kg) di Desa Ulak Bandung, Ujan Mas Lama dan Desa Pinang Belarik, Kecamatan Muara Enim seluas 200 Ha (5.000 kg) di Desa Lubuk Ampelas, Kelurahan Muara Enim, Desa Saka Jaya, Kelurahan Pasar I, Desa Muara Lawai dan Desa Karang Raja, Kecamatan Semendo Darat Laut seluas 135 Ha (3.375 kg) di Desa Pulau Panggung, Babatan, Pemindaian, dan Desa Tanah Abang dan Kecamatan Sungai Rotan seluas 240 Ha (6.000 kg) di Desa Tanding Marga dan Desa Danau Rata (5.500 Kg) dan Kecamatan Lembak seluas 175 Ha (4.375 kg) di Desa Talang Nangka serta untuk membiayai honor petugas pendamping Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) padi seluas 16.200 Ha dengan jumlah pendamping keseluruhan sebanyak 115 orang pendamping.
• Pengembangan Diversifikasi Tanaman dialokasikan anggaran sebesar Rp.151.141.400,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp.148.352.800,- atau setara dengan 98,15 % untuk memenuhi belanja kebutuhan bibit Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berupa Jahe 250 polybag, Kunyit Putih 250 polybag, Sirih Merah 250 polybag, Cabe Jawa 250 polybag dan Temu Ireng 250 polybag yang tersebar di 12 kecamatan meliputi Kecamatan Semendo Darat Ulu, Ujan Mas, Rambang Dangku, Talang Ubi, Abab, Penukal Utara, Penukal, Tanah Abang, Sungai Rotan, Lembak, Kelekar dan Kecamatan Muara Belida. Pengadaan Tanaman Hias berupa bibit Aglonema 550 polybag, bibit Adenium 550 polybag, bibit Anggrek 550 polybag, bibit Anthurium 550 polybag dan bibit Sansivera 550 polybag yang penyebaran bibit tersebut di 22 Kecamatan serta melaksanakan pelatihan pengolahan tanaman obat-obatan untuk ibu-ibu PKK Kecamatan serta Belanja bahan- bahan kimia untuk TOGA dan Tanaman Hias.
• Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Pertanian dialokasikan anggaran sebesar Rp.104.965.000,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp.101.417.000,- atau setara dengan 96,62 % untuk membiayai
rsr IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
belanja bibit durian sebanyak 1000 batang (10 Ha) yang dialokasikan pada 7 Kecamatan meliputi: Kecamatan Lawang Kidul Desa Keban Agung , Kecamatan Muara Enim Desa Tg. Serian dan Desa Kepur masing-masing 100 batang (1 ha), Kecamatan Benakat Desa Pagar Jati dan Desa Badang Bindu, Kecamatan Rambang Dangku Desa Siku, Kecamatan Lubai Desa Beringin dan Kecamatan Kelekar Desa Menanti Selatan masing-masing 200 batang (2 ha), komoditi duku untuk Kecamatan Muara Enim 100 batang (1 ha),Kecamatan Ujan Mas 200 batang (2 ha) dan komoditi Alpokat untuk Kecamatan Semendo Darat Laut sebanyak 200 batang (2 ha) dan belanja bahan-bahan kimia.
• Penelitian dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna dialokasikan anggaran sebesar Rp.376.510.000,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp.335.363.500,- atau setara dengan 89,07 % untuk membiayai pengadaan Alat Pengelolaan Pupuk Organik (APPO) sebanyak 6 unit yang dialokasikan di Kecamatan Semendo Darat Laut sebanyak 4 unit di Desa Penindaian dan Desa Babatan masing-masing 2 Unit, Kecamatan Tanjung Agung Desa Lesung Batu sebanyak 1 unit dan Kecamatan Muara Enim Desa Tanjung Jati sebanyak 1 unit. Mengadakan pelatihan bagi kelompok tani di Kecamatan Semendo Darat Laut sebanyak 4 kelompok terdiri dari 80 petani, Kecamatan Tanjung Agung 1 kelompok terdiri 20 petani dan Kecamatan Muara Enim 1 kelompok terdiri dari 20 petani.
• Pengadaan Sarana Prasarana Teknologi Tepat Guna dialokasikan anggaran sebesar Rp.2.887.500.000,- dengan realisasi sebesar Rp.2.745.756.000,- atau setara dengan 95,09 % untuk membiayai pembelian hand traktor sebanyak 72 unit yang dialokasikan di Balai Benih Induk Muara Enim sebanyak 1 Unit, Kecamatan Semendo Darat Tengah 13 unit, Kecamatan Semendo Darat Ulu 9 unit, Kecamatan Tanjung Agung 7 unit, Kecamatan Muara Enim 5 unit, Kecamatan Ujan Mas 5 unit, Kecamatan Muara Belida 2 unit, Kecamatan Gunung Megang 1 unit, Kecamatan Lubai 2 unit, Kecamatan Rambang Dangku 1 unit, Kecamatan Gelumbang 2 unit, Kecamatan Tanah Abang 1 unit, Kecamatan Sungai Rotan 1 Unit. Sebanyak 22 unit Hand Traktor dari dana DAK yang dialokasikan di 11 Kecamatan yang meliputi Kecamatan Semendo Darat Tengah 4 unit, Kecamatan Semendo Darat Ulu, dan Kecamatan Tanjung Agung masing- masing 3 unit, Kecamatan Muara Enim, Kecamatan Talang Ubi, Kecamatan Sungai Rotan dan Kecamatan Muara Belida masing-masing 2 unit, Kecamatan Semendo Darat Laut, Kecamatan Tanah Abang, Kecamatan Lembak, dan Kecamatan Gelumbang masing-masing 1 unit.
tut IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
• Pelatihan dan Bimbingan Pengoperasian Teknologi Pertanian Tepat Guna dialokasikan anggaran sebesar Rp.118.267.500,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp.116.545.000,- atau 98,54 % untuk belanja pertemuan bagi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebanyak 300 orang di Kecamatan Tanjung Agung sebanyak 4 kelompok tani yang terdiri 120 orang, Kecamatan Semendo Darat Laut sebanyak 2 kelompok tani yang berjumlah 60 orang, Kecamatan Semendo Darat Tengah, Semendo Darat Ulu, Ujan Mas dan Gunung Megang sebanyak 4 kelompok yang terdiri dari 120 orang yang masing-masing kelompok terdiri dari 30 0rang.
• Sertifikasi Bibit/Buah Unggul Pertanian / perkebunan, dialokasikan anggaran sebesar Rp.79.689.000,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp.76.826.500,- atau 96,41 %. Untuk membiayai penangkaran benih padi bermutu seluas 75 Ha yang beralokasi di Desa Muara Emil dan Desa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Agung dan Desa Harapan Mulia Kecamatan Muara Belida masing-masing desa seluas 25 Ha.
3). Capaian kinerja yang kurang dari 85%, yaitu sebagai berikut :
• Kegiatan Penyediaan Makan dan Minum Rapat, dialokasikan anggaran sebesar Rp.11.940.000,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 7.560.000,- atau setara dengan capaian kinerjanya hanya 66,70 %, hal ini disebabkan pada kegiatan tersebut ada dana sebesar Rp. 1.440.000,- tidak dapat dialokasikan karena tamu-tamu yang datang langsung berkoordinasi dengan bidang-bidang yang bersangkutan.
• Kegiatan Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah, dialokasikan anggaran sebesar Rp.223.910.000,- terealisasi sebesar Rp.154.943.983,- atau 69,20%, hal ini di karenakan adanya penghematan anggaran untuk perjalanan dinas.
• Kegiatan Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Dalam Daerah, dialokasikan sebesar Rp.105.585.000,- terealisasi sebesar Rp.77.790.000,- atau 73,68%, hal ini di karenakan adanya penghematan anggaran untuk perjalanan dinas dan di setiap kegiatan masing-masing sudah teralokasi anggaran perjalanan dinas.
• Kegiatan Pendidikan Pelatihan Formal capaian kinerjanya sebesar 65 persen hal ini dikarenakan untuk mengikuti Pendidikan Pelatihan harus ada surat undangan dari Instansi penyelenggara dan juga harus mendapat persetujuan dari Bupati. Solusi yang dapat dikemukakan untuk pengiriman peserta yang akan mengikuti pelatihan tersebut cukup mendapat persetujuan dari Kepala SKPD bersangkutan.
vwv IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
Dari pelaksanaan kegiatan tersebut diatas dapat dilihat perkembangan sub. Sektor Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2011– 2012 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.35
Penggunaan Lahan Pertanian
Di Kabupaten Muara Enim Tahun 2011 dan 2012
No. Jenis Lahan Luas Areal (Ha)
2011 2012
1. Lahan Sawah Irigasi 6.348 6.386 2. Lahan Sawah Tadah Hujan 6.068 5.507 3. Lahan Sawah Lebak 18.299 19.392 4. Lahan Ladang /Tegal/Huma 77.341 77.245 5. Lahan Pekarangan 28.509 25.419
Total 136.565 133.949
Sumber : Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Muara Enim, Tahun 2012
Dari Tabel diatas dapat dijelaskan bahwa lahan sawah irigasi Tahun 2012 bertambah seluas 38 Ha,hal ini dikarenakan adanya dampak manfaat dari kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) di Kecamatan Gunung Megang, Kecamatan Tanjung Agung, dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Desa (JIDES) di Kecamatan Semende Darat Tengah dan Kecamatan Semende Darat Ulu.
Pada Lahan Sawah Tadah Hujan adanya pengurangan lahan seluas 561 Ha hal ini dikarenakan di Kecamatan Sungai Rotan adanya alih fungsi lahan berupa pengembangan Kelapa Sawit dan di Kecamatan Muara Enim Desa Saka Jaya dan Kelurahan Muara Enim adanya Pembangunan Kolam Retensi.
Pada lahan sawah lebak adanya peningkatan penggunaan lahan seluas 1.093 Ha hal ini terjadi karena telah berfungsinya kegiatan Pengembangan Optimasi lahan Pertanian Tahun 2011 di Kecamatan Muara Belida seluas 75 Ha, Kecamatan Talang Ubi seluas 15 Ha dan kecamatan Gunung Megang
Seluas 10 Ha,serta pengembangan Optimasi Lahan tahun 2012 di Kecamatan Muara Belida seluas 100 Ha, Kecamatan Gelumbang seluas 25 Ha, Kecamatan Lembak seluas 25 Ha, Kecamatan Rambang Dangku seluas 20 Ha, Kecamatan Ujan Mas seluas 30 Ha, Kecamatan SDT seluas 140 Ha dan Kecamatan SDU seluas 60 Ha, serta adanya kegiatan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman terpadu (SLPTT) padi sawah semula lahan lebak di Kecamatan Penukal, Kecamatan Gelumbang, Kecamatan Sungai Rotan dan Kecamatan Muara Belida.
xyx IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
Pada Lahan Ladang/Tegal/Huma adanya pengurangan penggunaan lahan seluas 96 Ha hal ini dikarenakan umur tanaman pokok berupa karet umurnya sudah lebih dari 3 (tiga) tahun sehingga petani tidak menanam padi dan palawija secara tumpang sari dilahan tersebut.
Tabel 4.36
Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Di Kabupaten Muara Enim Tahun 2011 dan 2012 No. Komoditas Luas Panen (Ha) Produksi (Ton)
Produktivitas (Kw/Ha) 2011 2012 2011 2012 2011 2012 1. Padi 45.838 49.357 222.131 237.703 48,46 48,16 2. Jagung 1.687 656 5.744 2.399 34,05 36.54 3. Kedelai 562 599 719 756 12,79 12,89 4. Kentang 32 31 359 349 112.19 112 5. Kubis 43 45 849 675 197.44 150 6. Cabe besar 676 330 2.258 1.613 33.40 30.55 7. Tomat 479 204 3.704 1.777 77.33 77,35
Sumber : Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Muara Enim, Tahun 2012
Dari Tabel 4.31 dapat dijelaskan bahwa pada Tahun 2012 luas panen tanaman padi seluas 49.357 Ha dengan Produksi sebanyak 237.703 ton, pada tahun 2011 luas panen padi 45.838 Ha adanya peningkatan produksi padi sebanyak 15.572 ton.
Pada komoditi jagung Tahun 2012 luas panen seluas 656 Ha mengalami penurunan seluas 1031 Ha di bandingkan Tahun 2011 dengan produksi sebesar 2.399 ton pada Tahun 2012. Hal ini dikarenakan petani lebih berminat untuk menanam jagung manis dengan alasan nilai jual jagung manis lebih tinggi dari jagung pipilan dan hasil panen jagung manis langsung dapat dipasarkan dan tidak memerlukan perlakuan khusus seperti jagung pipilan.
Untuk tanaman kedelai adanya peningkatan luas panen dikarenakan adanya program/kegiatan sekolah lapang pengelolan tanaman terpadu (SLPTT). Pada komoditi tanaman Kentang adanya penurunan panen seluas 1 Ha dengan produksi 349 ton pada Tahun 2012 di bandingkan Tahun 2011 produksi Kentang sebanyak 359 ton penurunan luas panen dan produksi dikarenakan musim kemarau yang lama mempengaruhi pertumbuhan tanaman Kentang yang mengakibatkan tanaman terserang bakteri (mati gadis/busuk) karena embun yang berlebihan dimalam hari, hal tersebut sangat berpengaruh dengan produktivitas tanaman. Pada komoditi Cabe merah adanya penurunan luas panen dan produksi hal ini dikarenakan pengaruh kemarau yang terlalu lama
z{z IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
serta serangan penyakit. Pada penghujung Tahun 2012 di Kecamatan Gelumbang tiba-tiba terjadi hujan lebat yang mengakibatkan curah hujan terlalu tinggi mengakibatkan banyak cabe yang terserang penyakit sehingga buah Cabe banyak yang busuk sebelum di panen. Pada komoditi Tomat juga mengalami penurunan luas tanam dikarenakan nilai jual Tomat dipasaran rendah.
Tabel 4.37
Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Buah-Buahan Unggulan di Kabupaten Muara Enim Tahun 2012
No Komoditas Luas Panen (Ha) Jumlah Produksi
(Ton) 1 Duku/Langsat/Kokosan 772 304,73 2 Durian 904 8,376 3 Jeruk Siam/Keprok 56 410,6 4 Nanas 448 2.936,14 5 Markisa/Konyal 6 65 6 Sawo 171 153,38
Sumber : Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Muara Enim, Tahun 2012
b. Dinas Perkebunan
1)
Belanja Tidak Langsung, direncanakan sebesar Rp.3.750.360.688,44,- terealisasi Rp.3.630.629.510,- atau 96,81 % yang diarahkan untuk mebiayai belanja gaji dan tunjangan PNS, Tambahan Penghasilan PNS berdasarkan Pertimbangan Objektif lainnya (uang makan dan tunjangan kesejahteraan umum).2)
Belanja Langsung, dialokasikan anggaran sebesar sebesar Rp.11.926.241.970,- terealisasi Rp.11.407.594.128,- atau 95,65 % yang diarahkan untuk membiayai 9 Program dan 34 Kegiatan antara lain :a) Program Peningkatan Ketahanan Pangan Perkebunan ini adalah meliputi : - Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Perkebunan dialokasikan anggaran sebesar Rp. 355.991.000,- terealisasi Rp.333.281.000,- atau 93,62% untuk membiayai pembinaan penerapan teknologi perkebunan tepat guna di 3 Kecamatan untuk 3 komoditi serta 300 orang yang terdiri dari :
1. Untuk Petani Aren diberikan bantuan Cetakan Aren untuk 100 Orang, 10 Buah Cetakan Dudukan Aren, 1 Buah Wajan dan 1 Buah Sentil Besi yang berlokasi di Desa Tanjung Miring Kecamatan Sungai Rotan, Desa Danau Rata Kecamatan Sungai Rotan, Desa Suka Cinta Kecamatan Sungai Rotan, dan Desa Petar Dalam Kecamatan Gelumbang.