• Tidak ada hasil yang ditemukan

Urusan Wajib Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

Dalam meningkatkan capaian kinerja pada indikator cakupan drainase dalam kondisi baik, melalui Program Pengendalian Banjir, dan Program

10. Urusan Wajib Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

Penyelenggaraan Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram dengan alokasi anggaran pada tahun 2012 sebesar Rp. 6.249.842.711,00, dengan realisasi keuangan pada akhir tahun anggaran mencapai Rp. 5.866.043.250,00 atau 93,86% dan realisasi fisik mencapai 93,86%.

A. Program dan Kegiatan

Berdasarkan tugas pokok dan fungsi, dalam penyelenggaraan Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, pada tahun 2012 Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram melaksanakan tiga program pokok, terdiri dari :

1. Program penciptaan iklim usaha Usaha Kecil Menengah yang konduksif, bertujuan meningkatkan kemampuan koperasi dalam mensejahterakan masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a.

Fasilitasi pengembangan Usaha Kecil Menengah.

b.

Monitoring, evaluasi dan pelaporan

2. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah, bertujuan meningkatkan akses pasar dan informasi produk UMKM.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Penyelenggaraan promosi produk Usaha Mikro kecil Menengah. 3. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi, bertujuan

mewujudkan kondisi koperasi yang sehat, tangguh dan mandiri. Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan perkoperasian.

b. Pembinaan, pengawasan, dan perhargaan koperasi berprestasi. c. Peningkatan Penataan Data Koperasi.

B. Realisasi program dan kegiatan

Realisasi dan capaian indikator program dan kegiatan penyelenggaraan Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah tahun 2012 sebagaimana tertera dalam tabel berikut :

Tabel 4.10.

Pencapaian Indikator Program Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2012

NO PROGRAM SASARAN

PROGRAM KEGIATAN URAIANCAPAIAN INDIKATOR KINERJATARGET REALISASI

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

1. Program Penciptaan Iklim Usaha Usaha Kecil Menengah Yang Kondusif Terpenuhinya Usaha Kecil Menengah yang kondusif Fasilitasi Pengembangan

UKM Pengusaha Kecil yangmendapatkan Pembinaan 55 orang 55 orang Koperasi yang mendapatkan Jasa Bimbingan Konsultasi 20 koperasi 20 koperasi Monitoring, Evaluasi dan

Pelaporan Koperasi yang diaudit 10 koperasi 10 koperasi 2. Program

Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi UMKM

Terwujudnya sistem pendukung usaha bagi UMKM

Penyelenggaraan

Promosi Produk UMKM Kegiatan PromosiProduk UMKM yang diikuti :

1. NTB Expo 1 keg 1 keg

2. Smesco 1 keg 1 keg

- Wirausaha baru yang dilatih 3. Program

Kualitas Kelembagaan Koperasi

Sehat, Tangguh dan

Mandiri dan PelatihanPerkoperasian - Siswa SMU/SMKpeserta Lomba Cerdas Cermat 40 orang 40 orang Pembinaan, Pengawasan dan Penghargaan Koperasi Berprestasi - Pengurus Koperasi peserta yang mengikuti punyuluhan 480 orang 480 orang

- Koperasi yang dinilai 553 koperasi -Peningkatan Penataan

Data Koperasi - Profil Koperasi yangdisusun 1 dok (550koperasi) -- Koperasi yang

diaudit pembukuan 12 koperasi 12 koperasi Pelaksanaan keseluruhan program dan kegiatan Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di atas bertujuan untuk mencapai sasaran strategis, yaitu “Meningkatnya Efektivitas Pengembangan Usaha”.

EVALUASI CAPAIAN SASARAN

“Meningkatnya Efektivitas Pengembangan Usaha” No INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) SATUAN Tahun 2011 CAPAI-AN KINERJA 2011 Tahun 2012 CAPAIAN KINERJA 2012

Tar-get Realisa-si Tar-get Realisa-si

1 Jumlah

Wirausaha Baru WUB 10.000 8.215 82,15 10.000 8.550 85,50

2 Cakupan bina

kelompok UMKM % 15,00 12,39 82,60 15,00 12,69 84,60

3 Koperasi

Berkualitas Unit 130 104 80,00 130 111 85,34

4 Koperasi Aktif Unit 400 307 76,75 413 315 75,90

Rata-rata Capaian IKU 80,38 82,84

Kinerja Capaian Sasaran 16 80,38 82,84

Sejalan dengan program nasional dan provinsi, pengembangan

Enterprenuership di kalangan masyarakat terus digalakkan. Hal ini

diwujudkan dengan memberikan peluang kepada masyarakat untuk berusaha dalam skala mikro, kecil, dan menengah. Sebagaimana target penciptaan 50.000 wirausaha baru sampai dengan tahun 2015, pada tahun 2011 sudah terbentuk 500 wirausaha baru dengan masing-masing sejumlah 10 wirausaha baru setiap Kelurahan. Peran Pemerintah Kota Mataram dalam hal ini adalah dalam kerangka fasilitasi dan penyediaan bantuan modal usaha, serta pendampingan guna pemantapan manajemen usaha secara bertahap sampai dengan tahun 2015.

Data BPS menunjukkan bahwa jumlah koperasi di Kota Mataram sebanyak 552 unit dengan 81.617 anggota, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebanyak 545 unit koperasi dengan 80.817 anggota. Pada tahun 2012, dari 552 koperasi yang ada terdapat 502 yang aktif dan sisanya sebanyak 50 adalah koperasi tidak aktif. Persentase koperasi aktif mengalami peningkatan sebesar 0,6 persen.

Gambar 4.9. : Pameran Produksi UMKM

Kota Mataram sebagai salah satu

destinasi pariwisata,

mempersiapkan sektor UMKM untuk turut mencari peluang peningkatan pendapatan melalui pemasaran di sektor pariwisata,

utamanya dalam

mengembangkan produk

berkarakeristik lokal.

Data Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan menunjukkan jumlah usaha perdagangan menurut skala usaha tercatat 10.573 perusahaan meningkat dari 9.970 perusahaan di tahun sebelumnya. Dari jumlah ini, sebanyak 7.886 usaha kecil dan 402 usaha mikro. Jumlah usaha mikro meningkat positif sebanyak 265 usaha mikro dari total 137 usaha mikro pada tahun sebelumnya.

Pada tahun 2012, dilaksanakan beberapa program terobosan yang bersifat strategis dalam meningkatkan cakupan Wirausaha Baru (WUB), UMKM, dan Koperasi.

Gambar 4.10 : Penataan Lapak PKL di Jalan Presean

Pengembangan wirausaha melalui Penataan Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) pada 34 titik yang ada di beberapa kawasan strategis, sehingga memberikan dampak positif bagi estetika dan keindahan Kota. Perkembangan jumlah Wirausaha Baru dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2011 mengalami peningkatan yang positif.

Atas keberhasilan dalam menata PKL tanpa melalui penggusuran, maka padatahun 2012, Pemerintah Kota Mataram mendapat Penghargaan

berupa APKLI AWARD, dari pendiri Asosiasi Pedagang Kali Lima (APKLI),

Pada tahun 2010 jumlah WUB sebanyak 7.762 WUB meningkat sebanyak 2.355 WUB pada tahun 2011 menjadi 8.215 WUB. Peningkatan juga terjadi pada tahun 2012 sebanyak 8.550 WUB, mengalami pertumbuhan sebesar 4,08 persen

Gambar 4.11. : Walikota Mataram saat Launching Wirausaha Baru (WUB)

Di sisi lain, kebijakan anggaran yang pro poor dimantapkan dengan pengalihan pengelolaan Pasar yang sebelumnya ada di Dinas Pendapatan (Dispenda) dialihkan mekanisme pengelolaannya ke Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Mataram dengan Pembentukan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pasar.

Penetapan kebijakan penambahan anggaran belanja langsung yang cukup siginifikan di Dinas Koperindag pada tahun 2011 sebesar Rp. 1.422.245.700,- menjadi Rp. 4.542.460.661 pada tahun 2012 atau meningkat sebesar Rp. 3.120.214.961 (219,39 persen).

Gambar 4.12. : Penyediaan Lapak PKL di Taman Loang Baloq, 2012 C. Permasalahan dan Solusi

PERMASALAHAN SOLUSI

- Pengembangan usaha-usaha kecil

masih mengalami hambatan

permodalan yang terbatas.

- Minimnya alokasi dana untuk partisipasi promosi melalui pameran baik di dalam daerah maupun luar daerah.

- Melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan memotivasi pengusaha-pengusaha kecil untuk menghasilkan lembaga-lembaga keuangan yang ada.

- Melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dan menyusun program pada tahun berikutnya.