• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

D. Usaha - usaha yang dilakukan ibu rumah tangga

Mappala Kecamatan Rappocini Kota Makassar

Usaha - usaha yang dilakukan ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak usia sekolah dI Kelurahan Mappala Kecamatan Rappocini Kota Makassar berikut:

1. Menyediakan Tempat Belajar yang Memadai, Tabel IV. 11

Daftar Distribusi Frekuensi usaha Ibu rumah tangga dalam Menyediakan Tempat Belajar yang Memadai

No Alternative jawaban Frekuensi Relative (%)

1 Selalu 21 50

2 Sering 15 25

3 Ragu-ragu 1 5

4 Kadang-kadang 2 42

5 Tidak Pernah 3 15

42 100

Sumber data: Olah angket No. 5, 2012

Dari uraian pada tabel IV.11 menggambarkan bahwa bentuk usaha Ibu rumah tangga dalam penyediakan tempat belajar yang memadai

57

menggambarkan bahwa 21 dari 42 responden atau 50 % mengatakan bahwa Ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah selalu berusaha menyediakan tempat belajar anak yang memadai, 15 dari 42 responden atau 25 % mengatakan bahwa Ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah sering berusaha menyediakan tempat belajar anak yang memadai, 1dari 42 responden atau 5 % ragu-ragu mengatakan bahwa Ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah berusaha menyediakan tempat belajar anak yang memadai, 2 dari 42 responden atau 42 % mengatakan bahwa Ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah Kadang-kadang berusaha menyediakan tempat belajar anak yang memadai dan 3 dari 42 responden atau 15 % mengatakan bahwa Ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah tidak pernah berusaha menyediakan tempat belajar anak yang memadai

Menurut St. Ramlah Dg. Kebo mengatakan bahwa:

“Kami ini sebagai orang tua wajib dan sebuah keharusan untuk memperhatikan Prestasi belajar anak -anak kami, sebab hal itu merupakan salah satu usaha kami sebagai orang tua, salah satu usaha itu adalah menyiapkan tempat khusus belajar agar mereka tidak terganggu. Olehnya itu anak-anak kami selalu belajar dalam kamarnya masing-masing dan tetap kami control.” (wawancara, pada tanggal 23 Oktober 2012)

Dari uraian diatas maka, dapatlah disimpulkan bahwa Ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah di lokasi penelitian selalu menyediakan tempat belajar anak yang memadai bagi anak-anaknya guna menjaga kualitas belajar anak-anak mereka dan hali ini merupakan salah bentuk usaha Ibu rumah tangga dalam meningkatkan Prestasi belajar anak .

58

2. Membelikan Buku dan Alat-Alat Tulis.

Tabel IV.12

Daftar Distribusi Frekuensi usaha Ibu rumah tangga Karier dalam Membelikan Buku dan Alat-Alat Tulis

No Alternative jawaban Frekuensi Relative (%)

1 Selalu 21 50

2 Sering 15 25

3 Ragu-ragu 1 5

4 Kadang-kadang 2 42

5 Tidak Pernah 2 42

42 100

Sumber data: Olah angket No. 6, 2012

Dari uraian pada tabel IV.12 menggambarkan bahwa bentuk usaha Ibu rumah tangga dalam membelikan buku dan alat-alat tulis menggambarkan bahwa 21 dari 42 responden atau 50 % mengatakan bahwa Ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah selalu berusaha membelikan buku dan alat-alat tulis, 15 dari 42 responden atau 25 % mengatakan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah sering berusaha membelikan buku dan alat-alat tulis, 1dari 42 responden atau 5 % ragu-ragu mengatakan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah berusaha membelikan buku dan alat-alat tulis, 2 dari 42 responden atau 42

% mengatakan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah kadang-kadang berusaha membelikan buku dan alat-alat tulis dan 2 dari 42 responden atau 15 % mengatakan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah tidak pernah berusaha membelikan buku dan alat-alat tulis

59

Dari uraian di atas maka, dapatlah disimpulkan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah di lokasi penelitian selalu membelikan buku dan alat-alat tulis bagi anak-anaknya guna menjaga kualitas belajar anak-anak mereka dan hali ini merupakan salah bentuk usaha ibu rumah tangga karier dalam meningkatkan prestasi belajar anak .

3. Memberitahu Cara Mengatur Jadwal Tabel IV.13

Daftar Distribusi Frekuensi usaha

Ibu rumah tangga Karier dalam Memberitahu Cara Mengatur Jadwal No Alternative jawaban Frekuensi Relative (%)

1 Selalu 21 50

2 Sering 15 25

3 Ragu-ragu 1 5

4 Kadang-kadang 2 10

5 Tidak Pernah 2 10

42 100

Sumber data: Olah angket No. 7, 2012

Dari uraian pada tabel IV.13 menggambarkan bahwa bentuk usaha ibu rumah tangga dalam memberitahu cara mengatur jadwal menggambarkan bahwa 21 dari 42 responden atau 50 % mengatakan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah selalu berusaha memberitahu cara mengatur jadwal, 15 dari 42 responden atau 25 % mengatakan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah sering berusaha memberitahu cara mengatur jadwal, 1 dari 42 responden atau 5

% ragu-ragu mengatakan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di luar

60

rumah berusaha memberitahu cara mengatur jadwal, 2 dari 42 responden atau 10 % mengatakan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah kadang-kadang berusaha memberitahu cara mengatur jadwal dan 2 dari 10 responden atau 15 % mengatakan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah tidak pernah berusaha memberitahu cara mengatur jadwal

Menurut Hj. Darmawati Amin Daeng Ngai mengatakan bahwa:

“Kami sebagai Orang tua berharap sekali kepada anak-anak kami agar sunguh-sungguh belajar jangan seperti kami olehnya itu kami selalu mengontrol anak-anak kami, memberitahukan cara mengatur jadwal belajar dan harus disiplin mengaplikasikan jaswal tersebut, karena kapan anak-anak kami tdk disiplin khususnya dalam belajar sesuai jadwal, maka ambrudul cara kerjanya selain itu juga anak-anak kami tdk akan sukses .” (wawancara, pada tanggal 23 Oktober 2012)

Dari uraian diatas maka, dapatlah disimpulkan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah di lokasi penelitian selalu memberitahu cara mengatur jadwal bagi anak-anaknya guna menjaga kualitas belajar anak-anak mereka dan hali ini merupakan salah bentuk usaha ibu rumah tangga karier dalam meningkatkan prestasi belajar anak .

4. Menanyakan Ada Tugas/PR Anak,

Pekerjaan rumah merupakan metode resitasi adalah pemberian tugas kepada siswa di luar jadwal sekolah atau diluar jadwal pelajaran yang pada akhirnya dipertanggungjawabkan kepada guru yang bersangkutan.

Pekerjaan rumah harus di kerjakan di rumah sehingga yang dapat mengawasi anak dalam mengerjakan pekerjaan rumah adalah orang tua khususnya Ibu, agar pekerjaan yang di kerjakan anak tersebut secara tidak

61

langsung mendidik anak untuk meningkatkan kedisplinan dalam belajar sehingga anak tersebut dapat tercipta kaulitas yang terhandalkan.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah sebagai orang tua anak-anak dalam rumah tangga merupakan orang yang paling dekat dengan anak sehingga dengan demikian ibu rumah tangga karirpun juga memiliki andil dalam perkembangan anak-anaknya khususnya perkembangan Prestasi belajar anak .

Menurut Rahmi Daeng Caya (Pegawai Negeri sipil Daerah Kab. Gowa) mengatakan bahwa:

“Sekalipun kami bekerja diluar rumah dan jarang bersama anak-anak kami tapi kamipun Juga merasa memiliki kewajiban dalam perkembangan anak-anak kami khususnya pendidikan, olehnya itu kami selalu setiap saat menanyakan perkembangan belajar, keluhan-keluhannya, termasuk menanyakan Pekerjaan rumahnya,” (wawancara, pada tanggal 23 Oktober 2012)

Hal inipun selaras dengan hasil penelitian dalam teknik distribusi angket dengan hasil sebagai berikut:

Tabel IV.14

Daftar Distribusi Frekuensi usaha

Ibu rumah tangga dalam Menanyakan Ada Tugas/PR Anak No Alternative jawaban Frekuensi Relative (%)

1 Selalu 20 45

2 Sering 12 25

3 Ragu-ragu 7 15

4 Kadang-kadang 2 10

5 Tidak Pernah 1 5

42 100

Sumber data: Olah angket No. 8, 2012

62

Dari uraian pada tabel IV.14 menggambarkan bahwa bentuk usaha Ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah dalam menanyakan ada tugas/PR Anak menggambarkan bahwa 19 dari 42 responden atau 45 % mengatakan bahwa Ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah selalu berusaha menanyakan ada tugas/PR Anak, 5 dari 42 responden atau 25 % mengatakan bahwa Ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah sering berusaha menanyakan ada tugas/PR Anak, 3 dari 42 responden atau 15 % ragu-ragu mengatakan bahwa Ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah berusaha menanyakan ada tugas/PR Anak, 2 dari 42 responden atau 10 % mengatakan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah kadang-kadang berusaha menanyakan ada tugas/PR Anak dan 1 dari 42 responden atau 5 % mengatakan bahwa Ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah tidak pernah berusaha menanyakan ada tugas/PR Anak

Dari uraian diatas maka, dapatlah disimpulkan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah di lokasi penelitian selalu menanyakan ada tugas/PR Anak bagi anaknya guna menjaga kualitas belajar anak-anak mereka dan hali ini merupakan salah bentuk usaha ibu rumah tangga karier dala meningkatkan prestasi belajar anak.

63

5. Menasehati Agar Belajar dengan Sungguh-Sungguh Tabel IV.15

Daftar Distribusi Frekuensi

usaha Ibu rumah tangga Karier dalam Menasehati Agar Belajar dengan Sungguh-Sungguh

No Alternative jawaban Frekuensi Relative (%)

1 Selalu 23 65

2 Sering 12 15

3 Ragu-ragu 5 10

4 Kadang-kadang 1 5

5 Tidak Pernah 1 5

42 100

Sumber data: Olah angket No. 9, 2012

Dari uraian pada tabel IV.15 menggambarkan bahwa bentuk usaha ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah dalam menasehati agar belajar dengan sungguh-sungguh bahwa 23 dari 42 responden atau 65 % mengatakan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah selalu berusaha dalam menasehati agar belajar dengan sungguh-sungguh, 12 dari 42 responden atau 15% mengatakan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah sering berusaha dalam menasehati agar belajar dengan sungguh-sungguh, 5 dari 42 responden atau 10 % ragu-ragu mengatakan bahwa Ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah berusaha dalam menasehati agar belajar dengan sungguh-sungguh, 1 dari 42 responden atau 5 % mengatakan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah kadang-kadang berusaha dalam menasehati agar belajar dengan sungguh-sungguh dan 1 dari 42 responden atau 5 % mengatakan bahwa ibu rumah

64

tangga yang bekerja di luar rumah tidak pernah berusaha dalam menegur anak bila lalai tugas.

Dari uraian di atas maka, dapatlah disimpulkan bahwa Ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah di lokasi penelitian selalu menasehati agar belajar dengan sungguh-sungguh guna menjaga kualitas belajar anak-anak mereka dan hali ini merupakan salah bentuk usaha ibu rumah tangga karier dala meningkatkan prestasi belajar anak

65

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Pengaruh Ibu Rumah tangga yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak dI Kelurahan Mappala Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Adalah Kurangnya kedisiplinan belajar anak, Kurangnya motivasi belajar anak dan Menurunnya prestasi belajar 2. Faktor-faktor yang menjadi penghambat bagi ibu rumah tangga yang

bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak usia sekolah dI Kelurahan Mappala Kecamatan Rappocini Kota Makassar: Faktor pendidikan keluarga dan Faktor ekonomi

3. Usaha - usaha yang dilakukan ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak usia sekolah dI Kelurahan Mappala Kecamatan Rappocini Kota Makassar berikut: Menyediakan Tempat Belajar yang Memadai, Membelikan Buku dan Alat-Alat Tulis, Memberitahu Cara Mengatur Jadwal, Menanyakan Ada Tugas/PR Anak, Menasehati Agar Belajar dengan Sungguh-Sungguh

B. Implikasi Penelitian

1. Guna meningkatkan prestasi siswa, orang tua perlu meningkatkan perannya sebagai Provider utamanya menyediakan tempat belajar

65

66

yang memadai, memberitahu cara mengatur jadwal anak, dan menandatangani buku konsultasi/ PR. Untuk itu guru/sekolah perlu bekerjasama dengan orang tua dalam bidang yang lebih luas (selain finansial) seperti kurikulum, PBM, evaluasi, dan lain-lain, sebagaimana yang dituntut MBS. Selain itu instrumen yang penulis kembangkan perlu replikasi bagi penelitian lanjut di sekolah bukan laboratorium dan guna mendalami mengapa peran wanita karir berdampak pada prestasi belajar anak baik positif maupun negatif.

2. Dikemukakan lebih lanjut bahwa perempuan dalam berbagai tingkatan juga mempunyai potensi dan kemampuan yang sama bahkan terkadang lebih dari pada laki-laki di beberapa sektor publik.

Namun sayangnya karena lingkaran kultur dan pemahaman pesan agama yang tekstual, mereka sering enggan atau memilih tinggal di rumah daripada mensosialisasikan kapabilitas yang dimilikinya.

Oelhnya itu di harapkan kepada semua pihak gara seantiasa memberiukan peluang kepada kaum wanita untuk mengaplikasikan potensi-potensi yang di miliki agar mampu eksis mengemabngkan kualitas pendidikan anak

3. Di dalam masyarakat, kita kerap menyaksikan kekerasan terhadap perempuan dengan berbagai manifestasinya. Kekerasan fisik, emosional, psikologi, entah secara domestik (dalam rumah) maupun publik (dilakukan oleh masyarakat, agama, media massa, kekuatan

67

ekonomi, politik, dan negara) kerap menjadi tontonan gratis yang membuat hati ini teriris sedih dan perih. Sehingga dengan demikian di harapkan kepada semua pihak kususnya pemerintah, masyarakat agar kiranya dapat memberikan suatu pelayanan yang sama termasuk kaum perempuan yang menjadi wanita karir agar tidak lagi mengalami berbagai kekarasan

4. Disarankan kepada semua unsur masyarakat terutama unsur tokoh agama agar, mendudukkan perempuan pada tempat semestinya sepertinya sama halnya dengan membongkar habis sejarah manusia yang telah berlangsung berabad-abad. Yang digugat tak hanya sistem sosial yang terdiri dari kaum pria, tapi juga kaum perempuan itu sendiri

68

DAFTAR ISI

alquraan.

al Hasyim, Muhammad Firdaus, Bimbinnlah Anakmu Menuju Surga, (Gresik:

Putra Pelajar; Cet. I, 1999

Ahmadi, Abu, Ilmu pendidikan Jakarta : Rineka Cipta, 1991

Arikunto Suharsimi, 2001. Prosedur Penelitian. Jakarta, Rineka Cipta

BPS 2001: Panduan Penyususnan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta: BSNP,

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Cet. III;

Jakarta : Balai Pustaka, 2002

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya Jakarta : Yayasan Penyelenggara Penterjemah, 1971

Daradjat, Zakiah, Kesehatan Mental Jakarta: PT. Gunung Agung, 1975

Djamarah, Syaiful Bahri, 2000 Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, Cet. I;

Surabaya: Usaha Affset Printing

Fakih, Mansour, 1996, Analisis Gender dan Transformasi Sosial,Cet. I, Yogyakarta: Pustaka Pelajar,

Fic, Theo Riyanto dan Martin Handoko Fic, Pendidikan Pada Usia Dini Cet. I;

Jakarta : PT. Gramedia Widia Sarana Indonesia, 2004

Hadi, Sutrisno, 2002, Metodologi Penelitian Kuantitatif Jakarta : Grafindo Hasbullah, 2007,Otonomi Pendidikan Kebijakan Otonomi Daerah dan

Implikasinya terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Jakarta:

RajaGrafindo Persada,

Jalaluddin, 2000 Mempersiapkan Anak Shaleh, (Jakarta: Raja Grafindo Persada; Ed. I, Cet. III,

Langgulung, Hasan, 1995 Manusia dan Pendidikan , (Jakarta: Al Husna Zikra; Cet. III,

68

69 Latunusa, 2002,Prosedur Penentuan Variabel dalam penelitian, Jakarta :

Pustaka Pelajar

Muhammad, Al Hafidz Abi Abdillah bin Tazid al Quswini Ibnu Majjah t.th., Sunan Ibnu Majjah, (Mesir Darul Ahyaul Kutubil Arabuyah,

Mazhahiri, Husain, 1999,Pintar Mendidik Anak, (Jakarta: Lentera; Cet. I, Mubarok, Achmad 2001, Panduan Akhlak Mulia Cet. I; Jakarta Selatan : PT.

Bina Rena Pariwara,

Purwadarminta W.J.S. 2000, Kamus Umum Bahasa Indonesia Jakarta: Balai Pustaka,

Republik Indonesia, 2007'"Keputusan Mendiknas No. 044/U/2003 Tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah" dalam Undang-undang R.I.

Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Cet. IV;

Jakarta: Sinar Grafika Offset, 2007Syaifuddin, Muhammad, et al., Manajemen Berbasis Sekolah Jakarta: Dirjendikti Depdiknas,

Rehani, Berawal dari Keluarga Cet. I; Jakarta : Hikmah, 2003

Suryadi, Ace, et al., Pendidikan Nasional Menuju Masyarakat Indonesia Baru Cet. I; Bandung: Ganesindo, 2005

Syah, Muhibbin, 2008 Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Terbaru .Bandung: Remaja Rosda Karya

Syaifuddin, Mohammad 2007 Manajemen Lembaga Pendidikan Islam Cet. I;

Jakarta: Ciputat Press

Tirtarahardja, Umar dan S. L. La Sulo,2005, Pengantar Pendidikan Cet. II;

Jakarta: Rineka Cipta,

Ulwan, Abdullah Nashih, 1992,Pendidikan Sosial Anak, (Bandung: Remaja Rosda Karya; Cet. II,

Ulwan, Abdullah Nasih, 1993,Tarbiyat al-Awlad fi al-Islam, Jilid I Cet. I; Mesir:

Dar al-Salam li al-Nasyr wa al-Tawzi',

KOESIONER Judul :

PENGARUH IBU RUMAH TANGGA

YANG BEKERJA DI LUAR RUMAH TERHADAP

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR ANAK USIA SEKOLAH DI KELURAHAN MAPPALA KEC. RAPPOCINI KOTA MAKASSAR

Oleh : NUR RAHMAH K. 10519086010 A. PETUNJUK PENGISIAN

1. Sebelum mengisi pertanyaan-pertanyaan berikut, saya mohon bapak/ibu bersedia membaca terlebih dahulu petunjuk pengisian ini.

2. Dari setiap pertanyaan pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai, lalu bubuhkanlah tanda "silang" (X) pada item jawaban yang tersedia.

B. BIODATA Responden

Nama : _______________________

Tempat/tanggal lahir : _______________________

Umur :

Pekerjaan :

Pendidikan terakhir :

Alamat :

1. Apakah Kurangnya kedisiplinan belajar anak sebagai bentuk Pengaruh ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak?

A. Sangat disiplin B. Kurang disiplin C. Tidak disiplin

2. Apakah Kurangnya motivasi belajar anak sebagai bentuk Pengaruh tangga yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak?

A. Sangat menurun

7. Apakah usaha Ibu rumah tangga dalam Menanyakan Ada Tugas/PR Anak

Dokumen terkait