BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.3 Usahatani Kelapa Sawit
Pendapatan dari pengusahaan tanaman kelapa sawit merupakan hasil pengurangan biaya produksi tanaman kelapa sawit dengan penerimaan dari hasil penjualan produk kelapa sawit. Sebelum menghitung pendapatan kelapa sawit, kita perlu
mengetahui penggolongan biaya dalam pengusahaan tanaman kelapa sawit di PTPN II unit Kebun Tandem.
5.3.1. Biaya Produksi
PTPN II Unit Kebun Tandem dalam pencatatan biaya produksi kelapa sawit mengklasifikasikan biaya produksi atas:
1. Biaya Langsung
Biaya langsung adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan yang berkaitan langsung dengan proses produksinya. Biaya langsung untuk tanaman kelapa sawit pada PTPN II Unit Kebun Tandem terdiri dari: 1.a Biaya Tanaman, yaitu biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam
penanaman kelapa sawit. Yang termasuk biaya tanaman dalam penelitian ini adalah biaya gaji, biaya pemeliharaan tanaman, biaya angkutan ke pabrik, serta biaya panen dan pengumpulan.
Biaya tanaman usahatani kelapa sawit terdiri dari: - Biaya Saprodi
Yang termasuk dalam biaya saprodi dalam usahatani kelapa sawit adalah semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan berkaitan dengan pemberian input, yang meliputi bibit, pupuk, herbisida, pestisida dan penggunaan teknologi/mesin.
- Bibit
Banyaknya bibit yang diperlukan tergantung pada jarak tanam dan luas lahan kelapa sawit itu sendiri. Di daerah penelitian, jarak tanam yang digunakan adalah 9,5m x 9,5m x
9,5 m. Sehingga per Ha nya diperlukan bibit kelapa sawit sekitar 128-130 bibit. Dengan harga bibit sekitar Rp 20.000,- / buah. Beberapa tahun terakhir ini, PTPN II juga membeli bibit kelapa sawit dari PT. Socfindo.
- Pupuk
Pupuk yang digunakan dalam usahatani kelapa sawit adalah pupuk urea, RP, MOP, kieserit dan boron. Pada tanaman yang berumur < 1 tahun, pupuk yang diberikan adalah jenis pupuk urea, Rp dan MOP. Sedangkan untuk tanaman yang berumur > 1 tahun, pupuk yang diberikan adalah jenis pupuk urea, RP, MOP, kieserit dan Boron.
- Herbisida
PTPN II menggunakan herbisida untuk membasmi gulma yang ada di kebun kelapa sawit mereka. Jenis herbisida yang dipakai adalah gramoxone, ally, round up, herbisida pakis, herbisida parakuat diklorida, dan herbisida metsulfuron. Dengan dosis masing – masing herbisida adalah 5 liter/ ha untuk gramoxone, 200 gr /Ha untuk ally, dan lainnya 20 cc untuk 1 Ha lahan kelapa sawit.
- Pestisida
Adapun jenis pestisida yang dipakai di daerah penelitian adalah curater, FC dan bahan klearat RMB. Dengan dosis
masing-masing pestisida adalah 15 gr/pkk untuk curater, 0,3 liter /Ha untuk FC dan 10 gr/pkk untuk bahan klearat RMB. - Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga kerja yang digunakan dalam usahatani kelapa sawit di daerah penelitian terdiri dari tenaga kerja yang menjadi buruh tetap dan tidak tetap. Pada tanaman bermur < 1 tahun, tenaga kerja yang digunakan adalah buruh tidak tetap dengan upah sebesar Rp. 23.650,- / Hk. Sedangkan untuk tanaman berumur > 1 tahun, tenaga kerja yang digunakan adalah buruh / karyawan tetap dengan upah Rp. 61.092 / Hk.
1.b Biaya Pengolahan, yaitu biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mengolah kelapa sawit menjadi produk antara lain dalam bentuk minyak kelapa sawit dan inti kelapa sawit.
2. Biaya Tidak Langsung
Biaya tidak langsung adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan yang manfaatnya tidak dapat diidentifikasikan tetapi membantu proses produksi. Biaya tidak langsung untuk tanaman kelapa sawit pada PTPN II Unit Kebun Tandem terdiri atas:
2.a Biaya Umum dan Tata Usaha, yaitu biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam melaksanakan tata usahanya antara lain kegiatan promosi dan pemasaran.
2.b Biaya Penyusutan, yaitu biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan karena adanya penyusutan aktiva yang terpakai dan bahan-bahan
produksi. Biaya penyusutan ini terbagi atas biaya penyusutan dan amortisasi HGU.
Tabel 9. Biaya Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (TBM)
No Jenis Biaya Rp/Ha
1. Biaya Tanaman Tahun 0 10.510.122 2. Biaya Tanaman Tahun 1 8.757.045 3. Biaya Tanaman Tahun 2 11.222.182
Jumlah 30.489.349
Data dimbil dari Lampiran 9a dan 9b
Tabel 10. Rata-Rata Biaya Produksi Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan (TM) Per Ha Per Tahun
No Jenis Biaya Rp/Ha
1. Biaya Tanaman 13.734.418
2. Biaya Pengolahan Pabrik 2.049.036 3. Biaya Umum dan Tata Usaha 22.290.962
4. Biaya Penyusutan 1.323.142
Jumlah 39.397.558
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa biaya untuk tanaman kelapa sawit belum menghasilkan adalah sebesar Rp. 30.489.349,-. Sedangkan total rata-rata biaya produksi tanaman kelapa sawit menghasilkan adalah Rp. 39.397.558,- per Ha per tahun. Rata-rata biaya produksi untuk tanaman kelapa sawit menghasilkan yang terbesar adalah biaya umum dan tata usaha yaitu sebesar Rp. 22.290.962,- , diikuti dengan biaya tanaman sebesar Rp. 13.764.221,- , biaya pengolahan pabrik sebesar Rp. 2.049.036,- serta biaya penyusutan sebesar Rp. 1.323.142,-
5.3.2. Penerimaan dari Tanaman Kelapa Sawit
Produksi kelapa sawit di kebun Tandem terdiri dari minyak sawit (CPO) dan inti sawit (PKO), dengan rendemen minyak sawit (CPO) sebesar 22% dan inti sawit (kernel) sebesar 4 %. CPO merupakan hasil olahan daging buah kelapa sawit melalui proses perebusan Tandan Buah Segar (TBS), perontokan, dan pengepresan. CPO ini diperoleh dari bagian mesokarp buah kelapa sawit yang telah mengalami beberapa proses, yaitu sterilisasi, pengepresan, dan klarifikasi. Minyak ini merupakan produk level pertama yang dapat memberikan nilai tambah sekitar 30% dari nilai tandan buah segar. Sedangkan Palm Kernel Oil (PKO) diperoleh dari bagian kernel (inti) buah kelapa sawit dengan cara ekstraksi pelarut atau dengan cara pengepresan. Komponen asam lemak terbesar penyusun PKO adalah asam laurat. Hal ini menjadikan PKO memiliki karakteristik yang mirip dengan minyak kelapa.
Gambar 4. Minyak Sawit (CPO) Gambar 5. Inti Sawit (Kernel)
Dengan asumsi bahwa harga minyak sawit (CPO) adalah Rp. 9.569,- per kg dan harga inti sawit (kernel) adalah Rp. 5.280,- per kg, maka penerimaan kelapa sawit di PTPN II unit kebun Tandem dapat dilihat dari tabel berikut.
Tabel 11. Rata-rata Penerimaan Tanaman Kelapa Sawit Per Ha Per Tahun
No Produksi Kebun Penerimaan (Rp)
1. Minyak 44.775.559
2. Inti 4.492.062
Jumlah penerimaan 49.267.621 Sumber : Data diolah dari Lampiran 13
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa rata-rata penerimaan tanaman kelapa sawit PTPN II unit kebun Tandem mencapai Rp. 49.267.621,- per Ha per tahun.
Penerimaan yang paling besar berasal dari minyak sawit yaitu sebesar Rp. 44.775.559,-.
Dari data diatas dapat dihitung bahwa dengan penerimaan sebesar Rp. 49.267.621,- per Ha per tahun dan biaya produksi sebesar Rp. 36.024.353,-
per hektar per musim tanam, diketahui bahwa pendapatan dari kelapa sawit unit kebun Tandem adalah sebesar Rp. 13.243.267,- per Ha per tahun.
Dari data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pengembangan usahatani kelapa sawit di PTPN II Unit Kebun Tandem menguntungkan, karena total penerimaan yang diterima perusahaan lebih besar daripada total biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan. Hal ini selaras dengan penelitian Zen (2008) yang menunjukkan bahwa usahatani kelapa sawit menguntungkan. Sedangkan usahatani tebu di PTPN II mengalami kerugian. Hal ini menjadi salah satu alasan banyak di lakukannya alih fungsi lahan tebu menjadi lahan kelapa sawit di PTPN II karena tanaman kelapa sawit dianggap lebih menguntungkan dari pada tanaman tebu. Akan tetapi, meski sudah banyak lahan PTPN II yang telah dialih fungsikan menjadi lahan kelapa sawit, PTPN II tetap mempertahankan sebagian lahan tebunya. Ini dikarenakan, produksi gula di Sumatera Utara banyak disupply oleh PTPN II, yang mencakup hasil dari pengusahaan tebu sendiri dan tebu rakyat.