PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
5.2.3. Generation and Evaluation of GP Option
5.2.3.1. Usulan Alternatif Solus
Usulan Alternatif Solusi didapatkan 2 alternatif yaitu :
1. Berdasarkan hierarki pencegahan terhadap pencemaran, menurut urutan reduce, reuse, dan recycle, maka pengurangandilakukan dengan menggunakan onggok sebagai obat nyamuk bakar sehingga onggok (ampas singkong) yang
dihasilkan dari pengolahan tepung dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Dengan demikian, maka diusulkan alternatif 1 untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut.
2. Berdasarkan hirarki tersebut, maka limbah onggok dapat diolah menjadi pelletikan karena dengan didirikan pellet ikan maka akan mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan limbah sehingga diusulkan sebagai alternatif 2.
5.2.3.1.1. Alternatif 1
Onggok yang diperoleh dari hasil produksi tepung tapioka dapat diolah menjadi obat nyamuk bakar. Untuk melakukan pengolahannya perlu mempertimbangkan aspek-aspek sebagai berikut:
1. Aspek Pasar
Obat nyamuk bakar adalah salah satu produk yang dibutuhkan oleh masyarakat umum.Karena obat nyamuk bakar adalah salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penyakit demam berdarah. Penyakit demam berdarah adalah salah satu penyakit yang sedang meningkat di Sumatera Utara dikarenakan sudah terjadi sekitar 1.362 kasus di Medan dan 101 kasus di daerah karo. Dengan cukup banyaknya kasus penyakit Demam Berdarah ini maka dari itu obat nyamuk bakar cukup dibutuhkan oleh masyarakat. Sumatera utara memiliki jumlah penduduk sebanyak 13.937.797 jiwa. Oleh karena itu pabrik obat nyamuk bakar cukup dibutuhkan di kalangan masyarakat terlebih hanya ada kurang lebih 4 perusahaan memproduksi obat nyamuk bakar. Diasumsikan 15% dari total jumlah penduduk adalah target
pasar dikarenakan 85% lainnya merupakan pasar dari 4 perusahaan tersebut. Maka didapat target pasar sekitar 2.090.669 jiwa.
2. Aspek Teknik
Untuk membuat obat nyamuk bakar ini diperlukan beberapa aspek sebagai berikut:
a. Lokasi
Lokasi pengolahan obat nyamuk bakar ini dilakukan didekat lingkungan pabrik yang bertujuan untuk memudahkan pengaliran limbah tepung. Lahan yang diperlukan untuk pengolahan tepungdiasumsikan seluas 9.000 m2.
b. Proses Pengolahan Limbah Tepung
Proses pengolahan limbah tepung menjadi obat nyamuk bakar adalah sebagai berikut:
i. Bagian Formulasi dan Mixing
Di bagian formulasi, bahan-bahan kimia yang dibutuhkan dicampur untuk menghasilkan anti nyamuk bakar tergantung dengan jenis anti nyamuk yang ingin diproduksi. Hasil pencampuran kemudian dicampurkan kembali dengan beberapa tepung sehingga menghasilkan adonan yang siap untuk dicetak di bagian stamping. ii. Bagian Stamping
Di bagian stamping, adonan dicetak menggunakan crusher machine sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Karyawan penyortir yang bertugas untuk di bagian ini bertanggungjawab untuk
menginspeksi produk yang dihasilkan dan memastikan tidak ada produk cacat yang masuk ke oven.
iii. Bagian Drying
Hasil cetakan dari bagian stamping kemudian dikeringkan dalam oven di bagian drying. Tujuannya adalah untuk mengurangi kadar air dalam anti nyamuk bakar sampai 6%-9% dengan temperatur 80⁰C - 85⁰C.
iv. Departemen Finishing a) Bagian Wrapping
Di bagian ini, anti nyamuk yang sudah jadi dikemas dalam sebuah kotak kecil yang sudah diberikan merk produk.
b) Bagian Packaging
Anti nyamuk bakar yang sudah dibungkus, dikemas secara manual ke dalam kotak-kotak kemasan yang disebut folding box. Kemudian dimuat ke dalam master box dan akhirnya dikirim ke bagian penyimpanan
c. Sarana dan Peralatan
Sarana dan peralatan yang dibutuhkan untuk proses pengolahan obat nyamuk bakar antara lain:
i. Pelataran Obat Nyamuk Bakar
Onggok yang sudah dikumpulkan akan dibuat obat nyamuk bakar di pelataran ini.Akan didirikan seluas 9.000 m2 dengan panjang 100 meter dan lebar 90 meter.
ii. Mixer Onggok
Mesin ini digunakan untuk memasak tepung onggok. Kapasitas mesin 1200 kg. Penggerak mesin ini adalah elektromotor dengan arus380V.
iii. MixerTepung
Mesin ini digunakan untuk mengadukseluruh bahan baku dan tambahan. Kapasitas mesin 1 Ton. Penggerak mesin ini adalah elektromotor dengan arus 380 V.
iv. Mixer Kimia
Mesin ini digunakan untuk mengaduk seluruh bahan kimia. Kapasitas mesin 3000 Liter. Mesin ini mempunyai arus 380 V. v. Mesin Crusher
Mesin ini berfungsi untuk menghancurkan adonan untuk dapat masuk ke conveyor. Kapasitas mesin 500 kg. Mesin ini mempunyai arus 380 V.
vi. Mesin Extruder
Mesin ini berfungsi untuk membentuk adonan menjadi lembaran atau lempengan. Kapasitas mesin ini 2 Ton. Mesin ini mempunyai arus 380 V.
vii. Mesin Coil Master
Mesin ini berfungsi mencetak lempengan menjadi Double Coil Anti Nyamuk Bakar (DC). Kapasitas mesin ini 250 Ton. Mesin ini mempunyai arus 380 V.
viii. Mesin Oven
Mesin ini berfungsi memanaskan Double Coil Anti Nyamuk bakar untuk menurunkan kadar air. Kapasitas mesin ini 20 Rak.
ix. Mesin Wrapping
Mesin ini berfungsi mengemas Double Coil anti nyamuk bakar (DC) dengan plastik film. Kapasitas mesin ini 180 bungkus / menit. Mesin ini mempunyai arus 220 V.
5.2.3.1.2. Alternatif 2
Pada alternatif 2 dilakukan pengolahan limbah onggok menjadi pelletikan. Untuk pembuatan pellet ikan tersebut perlu mempertimbangkan aspek-aspek antara lain:
1. Aspek Pasar
Sumatera Utara memiliki peternakan yang cukup luas tidak terkecuali ternak ikan, Tercatat sudah sekitar 197 budidaya ikan yang mendapat sertifikat untuk menjamin layak atau tidaknya ikan itu dikonsumsi.Didapat juga data bahwa pada tahun 2012 didapat produksi perikanan budidaya sebanyak 144.000 ton. Oleh karena ituaspek pasar untuk penjualan pellet ikan sangat bisa dimaksimalkan.
2. Aspek Teknik
a. Lokasi
Lokasi pengolahan pellet ikan dilakukan didekat lingkungan pabrik yang bertujuan untuk memudahkan pengaliran limbah tepung. Lahan yang diperlukan untuk pengolahan pellet ikandiasumsikan seluas 2.000 m2. b. Proses Pengolahan Limbah Tepung
Proses pengolahan limbah tepung menjadi pakan ikan adalah sebagai berikut:
i. Penimbangan Bahan
Bahan baku ditimbang sesuai dengan komposisi yaitu tepung onggok, tepung ikan dan dedek halus. Kemudian bahan tersebut dimasukkan ke dalam suatu wadah.
ii. Pengadukan
Tahap selanjutnya adalah pengadukan bahan secara merata dengan bantuan air untu melarutkan.
iii. Pemotongan
Setelah adonan siap maka adonan siap dipotong dengan dimasukkan ke dalam mesin extruder sehingga akan menghasilkan pellet apung yang lembab
iv. Pengeringan
Setelah adonan siap dalam mesin extruder maka selanjutnya adonan dikeringan dengan mesin dryier sehingga menghasilkan pellet apung.
c. Sarana dan Peralatan
Sarana dan peralatan yang dibutuhkan untuk proses pengolahan pellet ikan antara lain:
i. Pelataran Pellet Ikan
Pakan ikanakan dibuat pelataran dengan luas2000 m2. Dengan panjang 200 meter dan lebar 10 meter.
ii. Mesin Extruder
Mesin ini berfungsi untuk membentuk adonan menjadi lembaran atau lempengan. Kapasitas mesin ini 2 Ton/jam. Mesin ini mempunyai arus 380 V.
iii.Mixer
Mesin ini digunakan untuk mengaduk bahan-bahan baku menjadi rata. iv.Timbangan
Timbangan digunakan menimbang bahan baku secara merata sehingga hasil olahan pellet apung akan optimal.
v. Ayakan 10 dan 16 mesh
Ayakan ini berfungsi untuk proses pengahalusan suatu bahan padatan, yang sebelumnya dihaluskan memiliki ukuran yang lebih besar. Ayakan 10 mesh maksudnya adalah terdapat 10 lubang pada bidang jaring.
vi.Mesin Oven
5.2.3.2. Memilih Alternatif Solusi