• Tidak ada hasil yang ditemukan

Usulan untuk Paroki Santo Bonaventura, Pulomas

Dalam dokumen GELAR MAGISTER TEOLOGI 2014 (Halaman 196-0)

Bab V. Refleksi Teologis atas Kerasulan Pengembangan Sosial Ekonomi dan

5.4 Peluang Pastoral Karya Kerasulan PSE

5.4.3 Usulan untuk Paroki Santo Bonaventura, Pulomas

Sejumlah peluang pastoral telah disampaikan pada bagian terdahulu, khususnya peluang pastoral bagi karya PSE di paroki. Meskipun demikian, setiap paroki memiliki ciri khas masing-masing. Paroki Santo Bonaventura, Pulomas memiliki latar belakang sejarah, konteks sosial dan konteks hidup menggereja yang juga khas. Oleh karenanya, penulis merasa perlu untuk memberikan sejumlah usulan pastoral bagi karya PSE di Paroki Santo Bonaventura, Pulomas.

Penulis mengusulkan sejumlah hal, antara lain:

1. Seksi PSE paroki perlu memberikan perhatian khusus pada permasalahan banjir dan kemiskinan. Berdasarkan hasil penelitian, dua permasalahan ini menjadi permasalahan yang mendesak untuk diatasi. Beberapa wilayah paroki menjadi daerah langganan banjir setiap kali musim penghujan tiba. Banyak warga mengalami dampak buruk dari banjir ini. Sementara itu, masalah kemiskinan juga banyak dijumpai, ditandai dengan banyaknya jumlah pengangguran, pemukiman tidak layak huni, keluarga-keluarga tidak mampu,

184

anak-anak putus sekolah, dll. Beberapa hal dapat dipertimbangkan terkait dua masalah tersebut:

a. Seksi PSE dan sub seksi PSE memberi perhatian serius pada permasalahan banjir dan kemiskinan. Program kerja yang dibuat dalam seksi dan sub seksi diharapkan memberi perhatian khusus pada permasalahan ini.

b. Seksi PSE paroki membuat peta kerawanan sosial di wilayah paroki.

Peta kerawanan sosial dimaksudkan untuk melihat masalah-masalah sosial yang ada di wilayah-wilayah paroki dengan lebih detail.

c. Alokasi anggaran perlu diprioritaskan untuk mengatasi permasalahan banjir dan kemiskinan.

d. Untuk penanganan banjir dan pelestarian lingkungan hidup, tim Bonar Rescue dapat menjadi motor penggerak bagi umat paroki untuk terlibat aktif.

e. Segala hal terkait dengan bantuan dana ataupun bantuan sosial lainnya perlu memperhatikan pola karya 3M: melibatkan, mengembangkan dan mencerdaskan.

f. Bersama dengan warga masyarakat non Katolik dan instansi-instansi terkait, seksi PSE bersama umat paroki membangun jaringan kerjasama. Masalah banjir dan kemiskinan tidak dapat diselesaikan sendiri dan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

185

2. Pembekalan bagi para aktivis PSE. Berdasarkan hasil penelitian, banyak aktivis menyatakan kurang mendapatkan pembekalan. Oleh karenanya beberapa hal dapat menjadi pertimbangan:

a. Pembekalan ASG bagi para aktivis. Materi yang dapat diberikan antara lain: ASG secara umum; prinsip-prinsip dasar ASG; dan dokumen-dokumen ASG. Pembekalan ini dapat dilakukan secara berkala dan terbuka bagi seluruh umat paroki.

b. Pelatihan membuat analisa sosial bagi para aktivis. Dengan mempelajari analisa sosial, aktivis PSE dapat memetakan permasalahan sosial yang ada di wilayahnya dan memberi sumbangan bagi pemecahan masalah.

c. Pembekalan rohani bagi para aktivis. Pembekalan rohani ini dapat berupa rekoleksi, retret ataupun ziarah.

3. Pemberdayaan komunitas basis dalam wilayah dan lingkungan-lingkungan.

Semangat dasar karya kerasulan PSE dapat berjalan efektif dalam komunitas basis. Sebab dalam komunitas basis setiap anggotanya saling mengenal dan dapat saling memperhatikan. Data penelitian menunjukkan bahwa umat Paroki Santo Bonaventura, Pulomas mudah untuk diajak terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan seksi PSE. Keterlibatan ini tidak hanya sekadar memberi derma tetapi kesediaan untuk berkunjung dan membantu mereka yang butuh bantuan. Dalam lingkungan-lingkungan pun sudah ada kesadaran untuk menumbuhkan semangat kemandirian dan tidak hanya bergantung dari bantuan seksi PSE paroki. Sejumlah fakta ini merupakan modal yang berharga

186

untuk mengembangkan semangat pelayanan sosial dalam komunitas basis, khususnya dalam wilayah dan lingkungan-lingkungan. Untuk memperkuat komunitas basis dalam wilayah dan lingkungan beberapa hal dapat menjadi pertimbangan:

a. Seksi PSE Lingkungan mendorong tumbuhnya kesadaran umat di lingkungan untuk membangun komunitas basis. Kunjungan dari rumah ke rumah dapat menjadi kesempatan yang baik untuk memperat persaudaraan di antara umat lingkungan.

b. Seksi PSE Lingkungan perlu diaktifkan kembali. Seksi PSELingkungan diharapkan menjadi animator bagi umat lainnya di lingkungan. Seksi PSE Lingkungan perlu mengenal dengan baik kondisi sosial ekonomi warga masyarakat di daerahnya, mengetahui permasalahan sosial, dan potensi-potensi apa saja yang ada di lingkungannya.

c. Program pelayanan sosial yang dibuat di lingkungan/wilayah sebaiknya selaras dengan program kerja seksi-seksi lainnya. Program yang dibuat berusaha menjawab permasalahan sosial yang ada di lingkungan dan melibatkan seluruh warga lingkungan.

4. Perekrutan dan kaderisasi untuk anggota dan relawan PSE. Data penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari anggota seksi PSE berusia di atas 50 tahun dan hanya sedikit orang muda yang ada dalam seksi PSE. Oleh karena itu, seksi PSE paroki perlu juga mengajak orang-orang muda terlibat dalam karya PSE di paroki. Perekrutan anggota baru dan relawan perlu disertai

187

dengan pembekalan ataupun kaderisasi. Maksudnya adalah agar semangat dan jiwa kerasulan PSE dapat ditangkap dan dihayati dalam pelayanan, selain itu juga agar semakin banyak umat memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi di dalamnya.

5. Keselarasan dengan Program Komisi PSE KAJ. Gereja Keuskupan Agung Jakarta melalui Ardas Pastoral Tahun 2011-2015 telah menetapkan arah gerak hidup menggereja dalam jangka waktu lima tahun. Ardas Pastoral ini merupakan jiwa dari hidup menggereja baik di tingkat keuskupan maupun di paroki-paroki. Sejalan dengan Ardas Pastoral KAJ Tahun 2011-2015, sekurang-kurangnya terdapat tiga hal yang masuk ranah Komisi PSE, yaitu:

pembangunan persaudaraan sejati; pelayanan kasih di tengah masyarakat; dan keterlibatan dalam masalah sosial: kemiskinan dan lingkungan hidup.289 Komisi PSE bersama dewan paroki, seksi PSE paroki, seksi PSE lingkungan dan seluruh umat perlu berusaha mewujudkan cita-cita Ardas melalui karya pelayanan di paroki sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing.

5.5 Rangkuman

Perencanaan pastoral dan peluang pastoral perlu dipikirkan sebagai bagian dari proses berteologi yang memanfaatkan pola lingkaran pastoral.

Lingkaran pastoral pada dasarnya menekankan pentingnya analisa sosial dan refleksi teologis. Muara dari analisa sosial dan refleksi teologis adalah perencanaan pastoral. Perencanaan pastoral tidak dapat dipikirkan terpisah dari

289 Komisi PSE KAJ, Panduan dan Acuan PSE KAJ, 4.

Dalam dokumen GELAR MAGISTER TEOLOGI 2014 (Halaman 196-0)